Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 August 2008

Seribu Banding Satu

Nats : Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya (Kejadian 40:23)

Bacaan : Kejadian 40

Salah satu dialog dalam film "Dumb and Dumber" yang masih saya ingat adalah ketika Lloyd Christmas menyatakan cinta kepada Mary Swanson. Mary menolak. Lloyd tidak menyerah. Ia bertanya, berapa banyak kesempatan yang ia miliki untuk mendapat cinta Mary. Lalu wanita itu menjawab: seribu banding satu. Anehnya, Llyod justru bersorak gembira mendengarnya. "Itu berarti saya masih memiliki kesempatan, kan?" katanya.

Begitulah seorang yang optimis. Ia akan berfokus pada kesempatan yang ada, sekecil apa pun kesempatan itu. Karenanya ia akan selalu mempunyai pengharapan; tidak akan patah arang dalam kesusahan.

Yusuf juga seorang yang optimis. Ia tidak putus berharap, pun ketika ia berada dalam penjara. Ia menolong juru minuman dengan menafsirkan mimpinya. Lalu ia berpesan, "Ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini" (ayat 14). Kesempatan yang Yusuf miliki itu memang tidak besar, buktinya si juru minuman kemudian melupakannya (ayat 23). Namun, justru dari kesempatan kecil tersebut, Yusuf mengawali kisah suksesnya di Mesir.

Mungkin saat ini kita tengah berada dalam "penjara kesulitan". Dan kesempatan yang kita miliki untuk keluar dari situ begitu kecil. Jangan berkecil hati. Jangan menyerah. Teruslah berusaha. Lakukan apa yang bisa dilakukan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Ingat lah bahwa dari kesempatan kecil itu tidak jarang tersedia jalan yang lebar bagi kesuksesan. Seperti yang Yusuf alami -RY

KESEMPATAN SEKECIL APA PUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH ADANYA HARAPAN

SABDA.org

30 August 2008

Humor : Just Jokes

Hantu apa yg pinter ngitung ?
han, tu, tri, four, five........

Apa beda Megi Z sama tukang sayur?
Kalo Megi Z teriak 'teganya-teganya' , kalo tukang sayur 'togenya-togenya'

Kenapa di komputer ada tulisan ENTER?
Karena kalo tulisannya ENTAR, programnya 'ngga jalan-jalan, dong.....

Apa bahasa Arabnya orang jatuh dari lantai 100 sebuah gedung?
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Binatang apa yang paling panjang?
Ular ngantri beras

Kenapa gorila lubang hidungnya besar?
Karena jari-jarinya juga besar, biar pas buat ngupil

Ikan apa yang lahir langsung disiksa ibunya?
Ikan lohan (liat aja kepalanya benjol)

Kenapa batman pake topeng?
Karena malu celana dalamnya keliatan

Siapa nama orang Bali yang hobi travelling?
Made (Made in Japan , Made in China , Made in Thailand)

Apa persamaan Pangeran Diponegoro dengan RA Kartini ?
Sama-sama enggak punya handphone

Siapa presiden RI yang paling seksi?
Paha Bibi

Siapa wan ita paling kuat sedunia?
Nyonya Meneer, berdiri sejak 1812

Apa beda onta dan kangkung?
Kalo onta di arab, kalo kangkung di urap

Apa persamaan KTP dan telor asin?
Sama-sama di cap stempel

Kenapa dokter kalo 'mo operasi mulutnya ditutup?
Karena kalo matanya yang ditutup 'ngga keliatan dong....

Apa bukti wortel baik untuk kesehatan mata?
Pernah liat kelinci pake kacamata?

Apa bahasa Indianya bumbu dapur?
Tumbar miri jahe

Binatang apa yang warnanya hitam-putih- merah?
Zebra masuk angin abis dikerokin

Nenek siapa yang jalannya loncat-loncat?
Neneknya kodok, neneknya kangguru, neneknya kelinci.....

Kenapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan

Mangga apa yang mengerikan?
MANGGAruk-garuk pantat singa

Profesi apa yang 'ngga perlu sekolah?
Wasit tinju, cuman ngitung dari 1 sampe 10 doang

Mengapa dalam bahasa Inggris wanita disebut WOMAN?
Karena saat Adam melihat perempuan pertama kali, yaitu Hawa, ia berkata, "Wou.......man. ......!!!

Ayahnya orang Bali, ibunya orang Betawi, siapa nama anaknya?
I Made Gede Amat

Ikan apa yang matanya banyak?
Ikan teri sekilo

Mengapa gunung berapi meletus?
Karena kalo mencair namanya gunung es

Kentutnya Ade Ray bunyinya gimana?
Brotot...... .brotot.. .....brotot. ......

Kunci apa yang bisa bikin orang joget?
KUNCI-KUNCI HOTA HE

Siapa nama orang Jepang yang lahir di puncak Gunung Merapi saat gunung meletus?
Kurasa Takada

Apa yang bunyinya Bak! Buk! Bak! Buk! Dor! Dor! Dor?
Tukang balon lagi berantem

Ayam apa yang paling kejam?
Ayam mbakar wong Solo

Weekend Scripture - Efesus 5:15

Jalanilah hidup dengan penuh tanggung jawab, bukan seperti orang-orang yang tidak mengetahui makna hidup, tetapi seperti mereka yang mengetahuinya.

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif" - Efesus 5:15

The Pursuit Of Happyness

Pursuit of Happyness, adalah salah satu film terbaik yang pernah saya lihat selama ini. Suatu kisah nyata kehidupan dari Chris Gardner yang benar-benar menyentuh perasaan. Diperankan oleh salah satu aktor terkenal, Will Smith, dan juga dibintangi juga oleh anaknya sendiri Jaden Smith yang berperan sangat bagus dan menarik difilm ini.

Chris gardner (Will Smith) adalah seorang salesman untuk alat kedokteran, yang hidup bersama istri (Thandie Newton) dan seorang anak (Jaden Smith). Kehidupan yang dilalui Chris sangatlah berat, dia harus dapat menjual alat semacam X-Ray portable untuk tulang itu dua buah dalam satu bulan, ia berusaha mati-matian untuk mendapatkan dokter yang ingin membeli alatnya tersebut, dan ia juga berjuang agar istrinya tetap percaya bahwa dia dapat menghidupi keluarganya dengan keadaan yang cukup kelak. Istrinya sendiri bekerja sebagai buruh di suatu perusahaan. Hampir setiap hari Chris dan istrinya bertengkar karena masalah keuangan.

Hari demi hari terus berlalu, sampai akhirnya sang istri tidak dapat lagi bertahan dengan pekerjaan Chris yang sangat-sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarga itu. Dia dan istrinya akhirnya berpisah, istrinya mencoba hidup di New York. Semenjak itu, Chris-lah yang merawat anaknya. Dan disinilah kisah menarik itu bermula, bagaimana seorang ayah sangat begitu menyayangi dan berjuang demi anaknya. Chris mencoba mengikuti program latihan untuk menjadi makelar saham (stockbroker), karena ia melihat orang-orang yang bekerja disana selalu menampakkan muka ceria dan bahagia yang dimana ia tidak pernah menampilkan wajah seperti itu dalam kehidupannya.

Chris akhirnya menjalani program latihan tersebut dengan amat tekun dan bersungguh-sungguh. Chris berhasil mengambil hati atasannya, karena Chris seorang yang berkomitmen, cerdas, dan ikhlas. Disamping menjalani latihan tersebut, ia masih harus menjual alat X-ray-nya itu, karena latihan itu tidak memberikan uang pesangon sepersen pun. Disaat Chris mulai kehabisan uang, ia terpaksa keluar dari rumah kontrakannya dan berlomba-lomba untuk dapat masuk di rumah penampungan di kota San Francisco tersebut. Akhirnya Chris berhasil menjual alat X-raynya itu, dan ia membawa anaknya tidur di hotel untuk satu malam, demi membahagiakan anaknya yang kelelahan harus mengantri untuk mendapatkan tempat penampungan.

Tibalah saat ujian akhir dari program latihan yang dijalani. Chris menjadi orang nomor dua tercepat dalam mengumpulkan kertasan ujian, karena orang yang pertama lupa mengisi bagian esai di pertanyaan belakang sekali. Lalu beberapa hari kemudian, dengan perasaan yang berdebar-debar. Chris memasuki ruang rapat untuk mendapatkan hasil latihannya. Dan Chris dinyatakan lulus, dia menangis, demikian juga dengan saya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Chris menampakkan muka yang bahagia. Bagaimana akhirnya? Tonton aja .. heheh..

Pelajaran yang bisa diambil:

Jangan mudah menyerah. Saya waktu nonton film ini sempat berpikir, andai aja itu aku, aku juga belum tentu sekuat dan setabah Chris Gardner, banyak masalah yang dihadapi, keuangan yang sangat kurang, istrinya meninggalkannya, tetapi dia masih tetap kuat dan tidak menyerah.. Huf .. salut...

Rekomendasi banget film ini, bagi yang belon nonton, liat aja deh, meski review nya udah telat :)

Allah, Guru Kita

Nats : Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup (Ulangan 8:1)

Bacaan : Ulangan 8:1-3

Seorang guru yang baik tidak akan mendidik secara sembarangan. Ia akan mengemas pendidikannya dengan metode serta evaluasi yang tepat sesuai tujuan yang ditentukan. Lebih plus lagi bila ia kreatif dan mampu memikat hati naradidik dengan memerhatikan konteks hidup mereka. Sulit memang. Itu sebabnya guru yang baik termasuk langka. Lalu jika kemudian kita berpikir tentang Allah ... apakah Allah adalah guru yang baik?

Tentu saja! Bacaan kita berisi nasihat agar umat melakukan firman yang didengar (ayat 1). Ada tujuan pembelajaran di situ: "Supaya kamu hidup ..."; bahkan juga ujian dan metode pembelajarannya: setiap kita perlu mengingat pengalaman kita berjalan bersama Tuhan (ayat 2). Lalu, ada pula evaluasi: bagaimana sikap hati kita pada akhirnya-agar kita mengalami kepenuhan hidup-yakni saat kita menyadari bahwa kita bisa hidup dengan mengandalkan Allah dan firman-Nya saja (ayat 2,3).

Allah mendidik umat di padang gurun agar karakter mereka semakin matang. Padang gurun menjadi lokasi terbaik untuk belajar dalam hidup beriman, agar manusia lebih bergantung pada Allah ketimbang pada roti. Roti adalah simbol dari apa yang kita anggap kebutuhan dasar hidup. Namun dengan roti saja-tanpa Allah-umat akan mati dan tidak "lulus ujian" Allah.

Sudahkah kita mengikuti "kelas-Nya" dengan baik? Kelak, kita akan menghadapi "kelulusan final" saat kita meninggal, namun dalam tiap-tiap hari ada "tes-tes kecil" yang penting untuk kita menangkan. Bila Allah sedang mendidik Anda, bersyukurlah. Sebab melaluinya Anda akan semakin matang dan berbuah! -DKL

BILA ALLAH MENDIDIK KITA
DIA MAU KITA MENDENGAR DAN MENURUT SEPERTI SEORANG MURID

SABDA.org

29 August 2008

Saat Bimbang

Nats : Ketika hatiku merasa pahit ... aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu (Mazmur 73:21-23)

Bacaan : Mazmur 73:1-5, 21-26

Aku memanggil-Mu, ingin bergantung pada-Mu, tetapi Engkau tak menjawab. Aku sendirian .... Di mana imanku? Yang ada hanya kehampaan dan kegelapan." Demikianlah Ibu Teresa menuliskan salah satu suratnya. Ketika surat-surat pribadinya dipublikasikan, orang kaget. Tak habis pikir, bagaimana mungkin seorang rohaniwan terkenal seperti dia bisa mengalami kebimbangan hidup? Bahkan, meragukan imannya? Bukankah dunia mengenalnya sebagai tokoh yang begitu mencintai Tuhan dan sesama?

Hal ini tidak mengherankan. Pemazmur pun pernah bimbang akan kehadiran Tuhan. "Seperti hewan aku di dekat-Mu," katanya. Anjing peliharaan hanya paham beberapa instruksi tuannya. Pengertiannya terbatas sekali. Tak bisa ia memahami maksud sang tuan sepenuhnya. Seperti itulah kondisi pemazmur. Ia tak mengerti, mengapa Tuhan membiarkan orang jahat hidup enak dan jaya. Ia yang hidup bersih justru "nyaris tergelincir". Namun ia bertekad, "aku tetap didekat-Mu." Itulah yang membuatnya tetap bertahan di masa bimbang. Akhirnya, pelan-pelan Tuhan membukakan rencana-Nya dan membuat ia mengerti maksud-Nya.

Saat hidup tampak tidak adil, bisa jadi kita pun bimbang. Merasa Tuhan seolah-olah tak ada dan tak berkuasa. Kita meragukan pimpinan-Nya. Ini wajar. Tiap orang percaya pernah mengalaminya. Yang penting bagaimana sikap kita ketika menjalani masa itu. Dalam kebimbangan, Ibu Teresa tetap giat melayani sesama. Pemazmur memilih tetap mendekat pada Tuhan. Kita pun dapat memilih untuk tetap ada di jalan-Nya, sekalipun ada saat di mana hadir-Nya tidak nyata terasa -JTI

MATAHARI SELALU ADA SEKALIPUN AWAN MENUTUPINYA
TUHAN SELALU ADA SEKALIPUN MASALAH KITA MENUTUPINYA

SABDA.org

Penabuh Genderang

Pada suatu peperangan, pasukan Napoleon menderita kekalahan yang hebat hingga hanya tersisa seratus pasukan lebih. Hal ini tentu saja membuat mereka bersembunyi sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang secara gerilya.

Namun yang membuat Napoleon berpikir adalah bagaimana cara membangkitkan semangat anak buahnya. Makanan sudah menipis, istirahat kurang sedangkan perang yang tidak mengenal waktu itu tak kunjung selesai. Belum lagi kekalahan yang baru saja mereka derita membuat mereka kehilangan banyak pasukan dan amunisi. Tentu saja hal ini membuat semangat pasukannya lemah.

Ia memutuskan untuk menambah jumlah pasukan dengan merekrut anak-anak muda dari kota yang mereka taklukkan minggu sebelumnya. Jumlah yang didapat tidak terlalu menggembirakan, hanya sepuluh orang, namun Napoleon sudah memutuskan untuk melanjutkan gerilya pada keesokkan harinya.

Seorang anak muda tuna rungu mendapat bagian untuk menabuh genderang. Dia dianggap kurang cocok untuk memegang senjata. Yang lainnya hanya menggunakan senjata seadanya karena keterbatasan amunisi.

Saat peperangan pun tiba. Ketika genderang menyerang ditabuh, pasukan Napoleon maju. Setelah beberapa saat, Napoleon merasa pasukannya terdesak, lalu ia berteriak kepada si penabuh genderang untuk memukul isyarat mundur. Tetapi karena ia tuna rungu, ia tidak dapat mendengar perintah Napoleon. Ia terus bersemangat menabuh genderang sambil maju ke depan. Ia tidak tahu keadaan yang sebenarnya, ia hanya menjalankan tugasnya.

Pasukan Napoleon yang sedang terdesak melihat keberanian si penabuh genderang maju ke depan, sambil menabuh isyarat menyerang. Mereka heran sekaligus kagum melihat keberaniannya. Semangat mereka tiba-tiba muncul seperti api yang menyambar bensin. Mereka maju dengan berani dan memukul mundur pasukan musuh. Hari itu mereka menang besar, tanpa kerugian yang berarti.

Allah bisa memakai kekurangan kita sebagai kelebihan. Ia mampu mengubah hal buruk menjadi kebaikan untuk kita, juga untuk mereka yang menganggap rendah diri kita.

7 Karakteristik Gereja Yang Hidup

Gereja yang hidup adalah gereja yang meminjam istilah Dietrich Bonhoeffer (ke dalam bermakna, ke luar relevan). Dengan kata lain, kehadirannya dirasakan tidak hanya oelh umat, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Gereja yang hidup pada dirinya sendiri adalah Injil, kabar baik, bukan hanya bagi para warga jemaat di dalamnya, melainkan juga bagi masyarakat di luar gereja. Ia seperti "oase" di tengah padang gurun dunia. Berikut ini adalah 7 karakteristik gereja yang hidup.

  1. Visi yang jelas
    Visi seumpama titik terang di ujung lorong yang gelap, kepadanya segala daya dan upaya diarahkan. Visi tidak hanya akan menjawab pertanyaan untuk apa gereja itu ada, tetapi juga kemana gereja itu akan mengarah. Oleh sebab itu, gereja ada tidak sekadar "menggelinding". Padat programnya, sibuk aktivitasnya, tetapi tidak jelas maknanya. Gereja mesti tahu kemana arah tujuan dan apa yang ingin di capai. Ia tidak berjalan bagai dalam labirin tak berujung.
    Dalam Amsal 29:18 versi King James dikatakan, "Where there is no vision, the people perish." Tanpa visi, rakyat binasa (Lembaga Alkitab Indonesia menerjemahkan : "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat"). Memiliki visi sempurna anak panah yang punya sasaran bidik, titik dimana semua energi, kemampuan, dan perhatian seluruh anggota diarahkan, landasan sekaligus tujuan dari semua kegiatan dan program gereja.
  2. Struktur organisasi yang dinamis
    Tidak ada yang meragukan peran Roh Kudus dalam gereja. Namun, hal itu bukan berarti gereja tidak perlu ditata. Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur (1 Korintus 14:40). Struktur organisasi yang dinamis memungkinkan "aturan main" yang jelas, tegas, sekaligus terarah, sehingga gereja cepat tanggap, bereaksi secara akurat, dan berinteraksi secara tepat. Ketidakharmonisan bisa diminimalkan, potensi yang ada pun bisa disalurkan lebih efektif dan efisien untuk mencapai visi.
  3. Ibadah yang hangat
    Guru Sekolah Minggu bertanya kepada seorang anak, "Mengapa tidak boleh berisik di gereja?" Si anak menjawab, "Karena mengganggu orang tidur!" Cerita ini memang hanya lelucon, teapi lelucon biasanya berangkat dari sebuah realitas tertentu. Ibadah yang hangat memungkinkan jemaat pulang dari beribadah dengan mendapatkan "sesuatu", baik dari khotbah yang disampaikan, maupun dari suasana ibadah yang di bangun, sehingga dapat dijadikan "bekal" dalam hidup keseharian mereka.
    Akan tetapi, jangan salah, ibadah yang "hidup" tidak sama dengan ibadah yang ingar bingar, penuh musik, dan sorak sorai. John Stott berpendapat tentang ibadah yang penuh kekhidmatan sekaligus penuh seukacia, yaitu keika warga jemaat turut terlibat dengan penuh antusias, khotbah disampaikan oleh hamba Tuhan yang secara sungguh-sungguh menyiapkan dan menggumuli firman Tuhan, tim musik dan pemandu pujian yang disiapkan dengan baik.
  4. Persekutuan yang akrab
    Relasi akrab antarwarga jemaat itu penting. Relasi yang akrab akan mengikat mereka dalam sebuah persekutuan yang harmonis. Seumpama, sebuah keluarga, perbedaan bisa tetap ada, bahkan juga konflik. Namun, itu semua tidak akan sampai memisahkan. Sebab ada dasar kokoh yang melandasi, yaitu kasih Kristus.
    Paulus sangat menekankan relasi kasih ini (Kolose 3:12-17; Filipi 2:1-11). Tuhan Yesus juga menasihatkan para murid untuk saling mengasihi (Yohanes 15:12). Bahkan, relasi kasih ini dikatakan sebagai identitas para murid-Nya (Yohanes 15:14-16). Bisa jadi kedengarannya "klise", tetapi itulah yang harus dibangun. Tanpa dasar kasih Kristus, tidak akan ada keakraban. Ciri-ciri persekutuan yang akrab, yaitu adanya kerinduan untuk bertemu, rasa "nyaman" dan "aman" bila bersama-sama, dan ada keinginan untuk saling berbagi dan melindungi.
  5. Pembinaan yang berkesinambungan dan terarah
    Pembinaan kelompok-kelompok di dalam jemaat sekolah minggu, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa dilakukan secara berkesinambungan dan terarah; tidak sporadis; tidak berjalan sendiri-sendiri; bukan suka-suka kelompok yang bersangkutan. Begitu juga kelompok-kelompok lain, seperti persekutuan wilayah, kelompok sel, dan pendalaman Alkitab. Pertanyaan kunci guna menunjang pembinaan yang berkesinambungan dan terarah adalah apa yang mau dicapai pada masa yang akan datang.
  6. Pelayanan ke luar dan ke dalam
    Pelayanan yang dimaksud disini adalah "pelayanan sosial", seperti ketika para rasul menunjuk ke tujuh orang diaken dalam Kisah Para Rasul 6:1-7. Jadi, sementara para rasul fokus pada "pelayanan firman", "pelayanan sosial" tidak terabaikan. Gereja tidak semestinya hanya berkutat dengan "masalah rohani", tetapi juga perlu "menggarap pelayanan sosial", kepada jemaat perkunjungan, diakonia, dan sebagainya dan kepada masyarakat di sekitar gereja. Beasiswa, poliklinik, posyandu, pelatihan keterampilan, dan sebagainya. Untuk itu, gereja memerlukan inovasi-inovasi baru. Intinya adalah bagaimana agar kehadiran gereja betul-betul dapat dirasakan sebagai berkat.
  7. Membawa perubahan hidup
    Apabila misi ke luar gereja adalah supaya semakin banyak orang merasakan sapaan kasih Allah, mengenal, dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, misi ke dalam gereja adalah menjadikan warganya memiliki sikap hidup yang "berbeda" dalam keseharian mereka di mana pun dan dalam peran apapun. Seperti jemaat mula-mula yang tidak hanya bertumbuh di dalam, tetapi juga "bersinar" di luar. Kisah Para Rasul 2:47 menyatakan, "Dan mereka disukai semua orang."
    Setiap orang kristiani memiliki identitas ganda, dipanggil dari dunia dan diutus ke dalam dunia. Artinya, dipanggil untuk menjadi berbeda dari "orang dunia", tanpa menjadi terpisah dari dunia. Identitas kekristenan semestinya tidak hanya tampak dalam kehidupan kultis (ibadah), tetapi juga nyata dalam kehidupan etis. Menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16).

Oleh : Ayub Yahya, Renungan Harian

Before You Start Work Today

28 August 2008

Meracik Jamu Kehidupan

Apakah orang kristiani tidak boleh takut pada kematian dan dapat melepaskan diri dari perasaan itu? Ataukah, sebaliknya iman membuat kita berani mengakui dan mengakrabi ketakutan kita? Justru panggilan umat beriman adalah memberi "jawaban" teologis terhadap misteri besar itu. Barangkali cukup bijak jika kita mengakui bahwa keadaan psikogis dan batin kita, di satu pihak, gentar akan kematian, namun di pihak lain kita mantap dan damai di dalam iman. Kita berada di titik tegang dari kedua hal ini. Ini bisa jadi adalah sebuah titik tegang yang kreatif, titik tegang yang sarat kesaksian, titik tegang yang esensial, dan membawanya ke dalam pengakraban mendalam terhadap realitas maut seutuhnya.

Istilah kematian atau dunia orang mati lebih banyak muncul dalam Perjanjian Lama ketimbang Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru, istilah dunia orang mati ini hanya dimunculkan sebanyak 10 kali. Alkitab Terjemahan Baru terbitan LAI dan versi BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) memakai istilah : alam maut, kematian, kerajaan maut, kematian, dan maut. Dalam Alkitab New International Version (NIV) dipakai istilah : hades, depths, death, hell, dan grave. Alkitab perjanjian baru versi Yunani menggunakan istilah hadesh dan thanatos, dalam bentuk maskulin. Dalam bahasa Ibrani, istilah dunia orang mati disebut sebagai syeol. Istilah lain yang juga dipakai untuk dunia orang mati, terutama bila yang dimaksudkan adalah neraka, yaitu gehenna, yang berasal dari kata gay hinnom (Ibrani) : Lembah Hinom.

Para penafsir tidak selalu sependapat tentang persamaan atau perbedaan istilah-istilah tersebut. Ada yang membedakan dunia orang mati dengan neraka, ada pula yang cenderung memperhatikan keterkaitannya secara akurat.

Lalu apa yang dapat kita pegang? Banyak! Pertama, Alkitab menyaksikan adanya kematian yang dialami setiap orang. Kedua, ada suatu realitas setelah kematian. Ketiga, ada Allah di dalam realitas itu. Oleh karenanya, bagi orang beriman kematian, tidaklah memisahkan kita dari Allah. Keempat, kita mengakui kemisterian maut dan realitas setelah maut, namun kita juga sekaligus menyakini rahmat dan kasih Tuhan, Allah orang hidup dan orang mati.

Dikutip dari : Meracik Jamu Kehidupan, Daniel K Listijabudi, Gloria Gaffa, 2008

1000 Burung Kertas

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, girl & boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah!!"

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl. Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah. Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.
Apakah Cinta itu?

Oleh: Tidak Diketahui

Pilihan Kerja

"Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman" - Amsal 28:20

Nimis Setiana (29), Jumat 21 September 2007 memandangi anaknya, Nurhasanah, yang nyaris dijual suami sendiri ke Serang, Banten, tetapi digagalkan aparat Polsek Tangerang. Leni Frederica (51), salah satu tersangka pelaku kasus penjualan bayi tersebut merupakan anggota sindikat perdagangan anak. Leni mengaku memiliki teman yang biasa menampung bayi untuk dijual ke pihak lain, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam pemeriksaan di Polres Metro Tangerang, Leni mengaku sudah 2 kali mengirim bayi kepada AF. Seorang bayi dihargai 2,5juta rupiah. Baik AF maupun Leni tak mengetahui keberadaan bayi-bayi itu sekarang.

Untuk mendapat uang guna memenuhi kebutuhannya, manusia selalu memiliki berbagi alternatif. Ada orang yang mencari uang dengan jalan wajar : bekerja dengan cara benar memperoleh hasil secara benar pula. Namun, ada juga yang menempuh jalan lain. Karena tergoda segera mendapat hasil banyak dengan cara mudah, beberapa orang memilih mengambil jalan pintas : merampok, mencuri, menipu, korupsi, menjadi pengedar narkoba, menjual diri, bahkan menjual sesamanya seperti kasus di atas. Orang seperti ini pasti tidak peduli lagi dengan forman Tuhan. Mereka tidak sadar bahwa telah terjebak oleh tipu muslihat iblis.

Kita hasu memastikan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dia memang berjanji akan memberkati kita, tetapi kita harus berusaha meraih hal tersebut dengan cara yang benar. Meski untuk itu terkadang kita harus bekerja keras. Ingatlah, hanya berkat yang diperoleh dengan benar yang akan diberkati Tuhan. (ndd)

PEKERJAAN YANG BAIK AKAN MEMBUAHKAN DAN BERDAMPAK KEBAIKAN PULA

Renungan Pagi

27 August 2008

Lessons For Life

Pesta Rakyat Merdeka

Tanggal 25 Agustus 2008 sebuah event BESAR diadakan di kota Semarang, tepatnya di pusat kota Semarang atau kalau orang Jawa bilang di alun-alunnya Kota Semarang, yaitu di simpang lima. Di acara ini "Pesta Rakyat Merdeka", kita anak-anak Tuhan memberkati kota ini, ada potong rambut gratis, sunat masal gratis, pengobatan gratis, pasar murah dan yang ga kalah serunya ada pagelaran di sore harinya hingga malam hari.

Malam itu menjadi malam yang tidak seperti biasanya. Malam yang biasanya diadakan konser musik dangdut, musik pop atau rock, malam kali ini nama Yesus jadi populer. What a great history has been printed, sebuah pagelaran yang mau menyatakan bahwa Yesuslah Tuhan atas kota Semarang, atas bangsa Indonesia. Nama Yesus dielu-elukan, dipuja dan disembah di tengah-tengah lapangan terbuka, dimana orang-orang awam yang sedang lewat mendengar dengan jelas puji-pujian, sorakan bahwa Yesuslah Tuhan. Doa kelahiran barupun diikuti oleh banyak umat yang hadir, inilah saatnya kaum Kedar dan Nebayot di bawa ke Tuhan. Hallelujah..

Ada sedikit potret2 waktu acara itu berlangsung. Sayang kemaren juga di video tapi gagal :(

Liat disini ya buat reportase nya .. :)

Pesta Rakyat Merdeka

Sebuah Surat Untuk di Baca

Nats : 2 Korintus 3:1-6

“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, … ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup,…” - 2 Korintus 3:3

Regina bersiap-siap untuk pindah ke kota lain, ketika dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Direktur perusahaan di mana dia bekerja, menulis surat rekomendasi untuknya. Ketika membaca surat rekomendasi itu, Regina berkata, “Ah, direktur saya memberikan rekomendasi yang sangat baik tentang diri saya! Dia menjelaskan dalam surat itu tidak hanya sebagai pekerja keras, tetapi juga berkemampuan tinggi, sangat teliti dan hati-hati. Surat itu akan menolong Regina untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Rasul Paulus bertanya kepada orang-orang percaya di Korintus, “Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Tidak,” dia menjawab “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang” (ayat 1,2)

Sebagai hasil dari kesetiaan pelayanan Paulus di antara mereka, orang-orang Korintus sudah didamaikan dengan Allah. Dia sudah menerima mereka ke dalam keluarga-Nya dan tahap demi tahap kehidupan mereka dibaharui dan diubahkan. Orang-orang di Korintus dapat menyaksikan sikap-sikap dan perbuatan-perbuatan mereka yang baru. Mereka adalah surat yang hidup untuk dibaca oleh semua orang.

Dalam hal yang sama, Anda adalah surat Allah bagi orang-orang yang ada di sekeliling Anda. Apa yang Allah sudah tulis di dalam hati Anda? Apa yang mereka baca? Ijinkanlah Allah terus menerus mengubah hati Anda agar orang-orang membaca Yesus Kristus dalam hidup Anda. Kemudian, sementara mereka melihat Dia, mereka mau datang untuk mengenal Dia juga.

Doa : “Bapa, sementara orang-orang membaca kehidupanku kiranya mereka beroleh berita yang mendorong mereka untuk memiliki kerinduan mengenal-Mu. Amin.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta

26 August 2008

Steve Jobs

ATT00202

Tahun 1976,  bersama rekannya Steve Wozniak, Jobs yang baru berusia 21 tahun mulai mendirikan  Apple Computer Co. di garasi milik keluarganya. Dengan susah payah mengumpulkan  modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga,  usaha itu pun dimulai. Komputer pertama mereka, Apple 1 berhasil mereka jual  sebanyak 50 unit kepada sebuah toko lokal. Dalam beberapa tahun, usaha mereka  cukup berkembang pesat sehingga tahun 1983, Jobs menggaet John Sculley dari  Pepsi Cola untuk memimpin perusahaan itu. Sampai sejauh itu, Apple Computer  menuai kesuksesan dan makin menancapkan pengaruhnya dalam industri komputer  terlebih dengan diluncurkannya Macintosh. Namun, pada tahun 1985, setelah  konflik dengan Sculley, perusahaan memutuskan memberhentikan pendiri mereka,  yaitu Steve Jobs sendiri.

Setelah menjual sahamnya, Jobs yang mengalami  kesedihan luar biasa banyak menghabiskan waktu dengan bersepeda dan berpergian  ke Eropa. Namun, tak lama setelah itu, pemecatan tersebut rupanya justru membawa  semangat baru bagi dirinya. Ia pun memulai usaha baru yaitu perusahaan komputer  NeXT dan perusahaan animasi Pixar. NeXT yang sebenarnya sangat maju dalam hal teknologinya ternyata tidak membawa hasil yang baik secara komersil. Akan tetapi, Pixar adalah sebuah kisah sukses lain berkat tangan dinginnya. Melalui  Pixar, Jobs membawa trend baru dalam dunia film animasi seiring dengan diluncurkannya film produksinya Toy Story dan selanjutnya Finding Nemo dan The Incredibles.

Sepeninggal Jobs dan semakin kuatnya dominasi IBM dan  Microsoft membuat Apple kalah bersaing dan nyaris terpuruk. Maka, tahun 1997,  Jobs dipanggil kembali untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dengan  mengaplikasi teknoligi yang dirancang di NeXT, kali ini Apple kembali bangkit  dengan berbagai produk berteknologi maju macam MacOS X, IMac dan salah satu yang  fenomenal yaitu iPod.

Kisah  sukses Steve Jobs mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kesuksesan yang  instan. penolakan dan kegagalan seringkali mewarnai perjalanan hidup kita, tapi  jangan biarkan semua itu membuat kita berhenti.

Humor : 1 Mei

Kiki pagi itu kelihatan gembira sekali berangkat ke sekolah. Ketika ditanya ayahnya mengapa ia lain dari biasanya, Kiki menjelaskan, "Sekalang tanggal satu Mei, Ayah.., Kiki tidak sulit lagi menyebut nama bulan kalau ditanya Ibu Gulu, tidak sepelti bulan Januali sampai Aplil kemalin..... "

Mati Lalu Hidup Lagi

Nats : 1 Korintus 15:3-8

Seorang ibu mengalami kesulitan menjawab pertanyaan anaknya laki-laki yang kristis. Anak Sekolah Minggu ini minta bukti bahwa benar-benar Tuhan Yesus bangkit dari kematian-Nya. Anak ini sering mendengar ada orang yang sakit lalu mati. Bahkan kalau ada kebangkitan orang mati mengapa ada kuburan di mana-mana?

Ibu yang saleh itu memberi gambaran tentang kebangkitan Tuhan Yesus seperti listrik yang sering padam di musim hujan. “Apakah lampu di rumah kita akan mati terus?” tanya ibu itu kepada anaknya. “Tidak, bu. Sebentar biasanya akan nyala lagi dan nyala terus” jawab anak itu. “Kalau listrik mati dan tidak hidup lagi lalu bagaimana dengan pabrik-pabrik dan perkantoran yang selalu menggunakan listrik?” Anak itu terbuka pikirannya dan mau percaya bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari mati.

Kebangkitan Tuhan Yesus adalah inti iman Kristen. Alkitab memberi kesaksian bahwa bukti kebangkitan-Nya disaksikan oleh para pengikut Yesus dan banyak orang pada masa itu. Alkitab menuliskan peristiwa ini sebagai suatu kebenaran agar tidak ada orang yang meragukan lagi bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit kembali dan hidup.

  • Kebangkitan Tuhan Yesus terjadi sesuai dengan nubuat Kitab Suci. (Mazmur 16:10; Matius 12:40)

  • Kebangkitan Tuhan Yesus telah mengubah setiap orang percaya dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang penuh makna (ay. 9-10). Jangan pernah merasa hidup ini sia-sia, tak berguna, penuh derita dan air mata. Hidup ini indah karena ada Tuhan Yesus yang tidak berubah dari dulu,sekarang sampai selama-lamanya (Ibrani 13: 8).
  • Kebangkitan Tuhan Yesus mendorong setiap orang percaya untuk berkarya lebih indah bagi Dia dan sesama kita. Apa yang kita kerjakan pasti ada gunanya dan maknanya karena Tuhan selalu menyertai kita. (ay.10).

Amin.

Pdt. Andreas Gunawan Pr, STh.

25 August 2008

Nancy Matthews Edison (1810-1871)

ATT00199

Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. Ibunya membaca kertas tersebut, "Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah."

Sang  ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, "Anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia."

Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia  hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua  ternyata bukan penghalang untuk terus maju.

Tak  banyak orang mengenal siapa Nancy Mattews, namun bila kita mendengar nama  Edison, kita langsung tahu bahwa dialah penemu paling berpengaruh dalam sejarah. Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas  namanya. siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya  adalah ibunya!

Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya. Nancy yang memutuskan untuk menjadi  guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri   Edison, dan hal itu mungkin sangat berat baginya. Namun ia tidak sekalipun  membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

Ujian Tidak Melebihi Kekuatan

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." - 1 Korintus 10:13

Sering kali kita mendengar orang bilang kalau Tuhan tidak akan mencobai kita melebihi kekuatan kita. Kayanya kata-kata itu sudah jadi bahasa yang biasa diucapkan untuk menghibur kita ketika sedang mengalami musibah atau masalah. Namun ucapan itu jadi terkesan seperti basa-basi kalau terlalu sering di ucapkan.

Terpikir juga, mengapa Tuhan tidak pernah mencobai kita melebihi kekuatan kita. Apa sih yang menjadi motivasi Tuhan dan kenapa Tuhan melakukannya?

Seorang siswa kelas 3 tidak akan diuji dengan soal ujian untuk kelas di atasnya, karena sudah pasti dia tidak akan mampu menyelesaikannya. Ia kan di uji berdasarkan tingkatannya dan pelajaran yang sudah di dapatnya. Tujuannya agar ia bisa mengerjakan soal ujian itu dengan baik. Bahkan guru yang mengajar pun berharap supaya setiap siswa didiknya mampu menyelesaikan ujiannya dengan baik.

Setiap ujian yang kita hadapi sudah terkondisi sedemikian rupa supaya bisa kita atasi. Tuhan menjadi pendukung kita yang kasih semangat supaya kita mampu menyelesaikannya. Cia yo!

Bayangkan! Kalau bahasanya, Tuhan aja 'beriman' kalau kita mampu menyelesaikannya, mengapa kita menjadi berkecil hati dan takut ketika menghadapi sesuatu yang sudah pasti mampu kita atasi? Tuhan pikir kita mampu mengatasinya, mengapa kita tidak berpikir yang sama dengan pikiran Tuhan?

Bersukacitalah ketika ujian itu datang, karena itu adalah cara supaya kita naik ke tingkat yang lebih tinggi. Lebih bersuka cita lagi, karena ujian yang kita alami itu pasti mampu kita atasi. Dan yang lebih luar biasa, Tuhan sendiri percaya, kalau kita bisa mengatasinya.

Tashya

Tinggalah pasangan suami istri sederhana yang dikaruniai satu orang anak perempuan yang berumur 5 tahun. Keluarga ini adalah keluarga yang takut Tuhan, hari-hari mereka selalu diwarnai dengan doa dan ibadah. Nilai-nilai kebenaranpun ditanamkan dalam diri si anak sedari kecil.

Suatu hari, sang suami diberhentikan dari pekerjaan karena alasan yang tidak jelas. Awalnya ia kuat, namun lama-kelamaan ia mulai kecewa dan nyaris putus asa, bahkan ia mulai meragukan kebaikan dan keperdulian Tuhan dalam keluarganya. Iapun mulai enggan berdoa. Dengan penuh kesabaran sang istri terus menghibur dan menguatkan sang suami dengan firman Tuhan. Sang istripun terus berdoa dan berpuasa agar suaminya tetap kuat dalam Tuhan.

Keuangan yang terus menipis memaksa mereka untuk lebih berhemat, termasuk dalam makanan sehari-hari. Suatu malam mereka berkumpul untuk makan malam. Di hadapan mereka tersedia hidangan yang sangat sederhana. Tiba-tiba si anak memanggil sang ayah. "Ayah, Tasyha pengen makan ayam goreng."

Mendengar keinginan si anak, sang ayah merasa hancur, air matanya hampir menetes. Dengan lembut sang Ibu menjawab, "Tasyha, apapun yang Tuhan beri kita harus mengucap syukur. Lagipula lauk kita malam ini tidak kalah enaknya kok dengan ayam goreng, apalagi kalau sebelum makan kita berdoa dulu." Ia juga menyentuh tangan suaminya, tanda agar suaminya tidak menangis di depan sang anak.

Dengan wajah gembira sang anak menatap ayahnya. "Oh iya, Tashya lupa, ayah pernah bilang sama Tashya bahwa dalam Tuhan Yesus semuanya bisa terjadi dan berubah. Itu artinya Tuhan bisa merubah rasa lauk ini jadi rasa ayam goreng. Benarkan, Ayah?"

Gelagapan si ayah menjawab, "Iya."

"Ma, Tashya aja yang berdoa ya!". Setelah selesai berdoa, dengan kepolosannya sang anakpun makan dengan lahapnya sambil sedikit menjerit. "Wah, Tuhan Yesus hebat. Rasa lauk ini benar-benar seperti rasa ayam goreng. Ayah cobain dech!". Sang anak memasukkan ke dalam mulut sang ayah.

Sang ayahpun menangis. Ia bukan lagi menangis karena tidak bisa memberikan ayam goreng. Ia menangis karena ternyata anaknya yang berumur lima tahun lebih beriman dibanding dirinya yang telah mengenal dan mengecap pertolongan Tuhan puluhan tahun.

Jujur saja, kita pun sering seperti ini; mengenal Tuhan bertahun-tahun bahkan merasakan pertolongan-pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Namun saat ujian datang, dengan mudah kita melupakan kebaikan-Nya. Mengapa saat ujian datang kita lebih memandang beratnya ujian tersebut? Mengapa bukan kebaikan-Nya yang kita pandang?

Tuhan Yesus Memberkati

24 August 2008

Dibalik Lagu "Sentuh Hatiku"

"Lagu ini saya tulis oleh karena inspirasi sebuah kisah nyata sahabat saya yang terjadi 15 tahun yang lalu", ini adalah kata pembuka Jason sesaat dia selesai menaikkan pujian diatas.

Lima belas tahun yang lalu, ada seorang sahabat dekat saya mendatangi saya sambil menangis dan berkata, "Jason, saya hamil ..."

"Masalahnya bukan apa siapa yang menghamili dia", Jason menjelaskan [dalam penafsiran saya : suku - ras - agama]

Sahabat saya itu berkata, "Saya dihamili Papa saya, Jason...., antarkan saya pulang..."

Sesampai dirumahnya, sahabat saya menyebut mamanya dan berteriak, "Mama, bunuh anak dalam kandungan ini!"

Sejak saat itu juga, hidupnya berubah. Ia hidup dalam belenggu rantai besi. Empat belas tahun kemudian suatu kali ikatan rantai besi ini terlepas dan dia pun mengambil sebilah pisau siap menggoreskan pisau di lengan untuk memutuskan urat nadi.

"Tuhan Yesus, mengapa saya harus mengalami seperti ini?", air mata sudah habis, "Ampuni saya Tuhan Yesus, saya sudah tidak kuat lagi". Seketika itu juga ada tangan yang kuat menahan tangannya dan memeluknya, "Aku mengasihi engkau anak-Ku"

Tuhan menunjukkan kepada sahabat saya betapa kelam hidupnya bila ia mengambil komitmen bunuh diri.

"Ampuni papamu, Aku mengasihi engkau"

Air mata pun mulai mengalir. Sahabat saya pulang kembali kerumah.

"Papa"

Papanya terdiam tanpa gerak tanpa suara. Sahabat saya mendekati papanya dan memeluk, "Ampuni saya papa, karena selama empat belas tahun saya tidak dapat mengampuni papa". Mereka berpelukan dalam tangis kelepasan. Sejak saat itu juga , kehidupan sabahat saya dipulihkan

SENTUH HATIKU
(Lyric dan lagu : Jason)

BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T'LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI

BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK
OLEH KARENA KASIH

REFF :
BAPA, SENTUH HATIKU, UBAH HIDUPKU
MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU
BAPA, AJARKU MENGERTI SEBUAH KASIH
YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

Yesaya 61:2-3 : "untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya."

Sahabat Jason telah menyingkirkan :
* abu dari kepalanya
* kain kabung
* semangat yang pudar
* dan terlebih segala akar-akar kepahitan dan kekecewaan
Sebab itu

Yesaya 61:7 : "Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu."

Ia telah mendapatkan gantinya dua kali lipat
Maukah Anda mendapatkan gantinya juga?

DORONG!!

2 KORINTUS 5 : 11- 15

Kalau Saudara masuk ke sebuah tempat atau ruangan yang ber-AC, di pintu ada tertulis:

“DORONG” Pintu itu harus didorong baru Saudara bisa masuk ke dalam atau keluar dari tempat tersebut. Pernah terjadi seorang pelamar pekerjaan yang telah lulus test, tinggal selangkah lagi ia harus menghadap pimpinan perusahaan itu. Ketika pimpinan tersebut bertanya jawab dengan pelamar, ia menanyakan begini, ”Saudara, apa kira-kira yang menjadi motto hidup saya?”

Sebuah pertanyaan yang aneh terdengar. Bagaimana orang baru kenal bisa tahu hal-hal yang pribadi dari bapak pimpinan tersebut. Tapi pelamar itu tidak mau kehilangan akal dan kesempatan. Ia langsung menjawab: “Tahu pak, motto Bapak adalah DORONG!”

Pelamar itu baru saja melihat kata DORONG di daun pintu masuk ruang direktur itu. Pelamar itu akhirnya diterima menjadi salah seorang staf di perusahaan tersebut. Kenapa? Alasannya sederhana yaitu bahwa pelamar itu termasuk orang yang mau didorong untuk maju.

Kadang-kadang hidup ini harus ada yang mendorong dan mau didorong kalau kita mau maju dan berani menatap masa depan. Rasul Paulus tidak akan berhenti dalam memberitakan Injil (ay.11….meyakinkan orang), karena telah didorong oleh Kasih Kristus (ay.14a). Bagaimana agar hidup kita terus memiliki dorongan kasih Kristus untuk memberitakan Injil?

  1. Hiduplah dalam keterbukaan kepada Allah dan sesama
    Keterbukaan adalah jalan di mana Allah dan kita bisa menjalin hubungan yang akrab dan dekat. Kita tidak lagi disebut hamba tetapi sahabat. (Yoh.15:15). Sahabat Allah itu diberitahu hal-hal yang Allah tahu. Hal-hal yang kita terima dari Allah inilah yang harus kita sampaikan kepada sesama. Ini hanya mungkin terjadi kalau kita menjadi orang-orang yang terbuka kepada sesama. Injil akan berhenti tersebar kalau kita menutup diri dipakai Allah untuk misi yang indah itu.

  2. Hidup dalam penguasaan diri
    Meyakinkan orang untuk percaya perlu penguasaan diri. Menyaring apa yang patut untuk kita sampaikan atau menahannya. Apakah mungkin kita memberitakan Injil atau menjadi saksi Kristus dalam kondisi marah, jengkel, benci kepada orang lain bahkan emosi? Penguasaan diri termasuk salah satu buah Roh (Gal 5:23). Keteladanan hidup yang menyerupai Kristus hanya bisa dilakukan bila kita berada dalam penguasaan diri dan tidak dikuasai oleh apapun dan siapapun.

  3. Hidup yang dikuasai kasih Kristus
    Orang yang sudah dikuasai oleh Kasih Kristus, dia tidak akan hidup untuk dirinya sendiri. Karena kasih Kristus tidak dapat dibandingkan dengan semua kasih yang pernah ada di dunia ini. Hidupnya tidak lagi berkata : “Untuk aku dan demi aku“ tetapi semua diarahkan dan ditujukan kepada Kristus. Didorong oleh kasih Kristus tidak akan membuat orang untuk kembali kepada hidupnya yang lama. Mata dan hatinya akan selalu terarah kepada salib Golgota, tempat Ia pernah memberikan dan mengorbankan hidup-Nya demi keselamatan manusia. Adakah orang yang pernah ditolong oleh orang lain tidak mengucap terima kasih? Mungkin itu bisa saja terjadi. Tetapi bagaimana bila Tuhan Yesus yang telah menolong Saudara mengentaskan Saudara dari hukuman kekal dan api neraka, tidak mendapat tempat yang layak bagi-Nya?

Adakah hari ini Saudara sudah tidak memiliki pendorong lagi untuk berbuat kasih kepada sesama? Adakah pendorong hidup Saudara sudah berganti dengan yang lain? Satu-satunya pendorong yang membuat hidup kita tetap bersemangat hanyalah Yesus Kristus.

Kalau Saudara tetap mau didorong, Saudara akan terus maju menuju hari depan yang indah dan mulia di dalam Dia. Amin.

ORANG KRISTEN YANG DIDORONG KASIH KRISTUS TIDAK AKAN PERNAH MUNDUR WALAUPUN HARUS HANCUR

Pdt. Andreas Gunawan, Pr. STh.

23 August 2008

Dosa VS Grace

Ketika seorang pemimpin rohani melakukan kesalahan atau seorang pelayan di gereja terlibat hubungan yang tidak baik, kita sering mendengar istilah "jatuh dari kasih karunia". Kita telah dibawa untuk mempercayai kalau seseorang jatuh ke dalam dosa, ia jatuh dari kasih karunia. Tetapi Allah ingin kita mengetahui bahwa ketika seseorang jatuh ke dalam dosa, ia tidak jatuh dari kasih karunia. Justru ia jatuh ke dalam kasih karunia! Dan disanalah kasih karunia Allah berada untuk membuatnya bangkit kembali.

Alkitab menceritakan tentang pelacur dan pemungut cukai, pendosa yang jatuh ke dalam kasih karunia Allah dan dipulihkan kembali. Kalau dosa di dalam hidup mereka mampu menghentikan kasih karunia Allah, mereka tidak akan pernah dapat menerima kuasa kasih karunia-Nya yang menyembuhkan dan menolong.

Sekarang, penting buat kamu untuk tahu kalau Tuhan membenci dosa, sebab dosa menghancurkan hidup kita, hubungan kita dan tubuh kita. Dosa adalah jahat! Tetapi tidak menyelesaikan masalah dengan membicarakannya atau dengan kekuatan kita sendiri. Diperlukan kasih karunia Allah untuk menghancurkan dosa. Bahkan sebenarnya, waktu kamu ada di bawah kasih karunia-Nya, disa tidak lagi berkuasa atasmu. (Roma 6:14) Saat itulah kamu melihat kasih karunia-Nya dengan menyediakan anak-Nya untuk menghapus dosamu dan membuatmu selamanya dibenarkan tanpa dosa yang mengekangmu.

Iblis akan berkata kepadamu, "Kamu pikir bisa diberkati oleh Tuhan setelah apa yang kamu perbuat tadi pagi?" Itulah waktunya kamu berkata, "Ya, apa yang kulakukan adalah salah. Dan karena aku tidak sempurna maka Kristus adalah kebenaran dan kesempurnaanku. Karena aku tidak layak maka aku hanya bersandar pada kasih karunia Allah yang sebenarnya tidak layak aku terima."

Dosa tidak akan dan tidak bisa menghentikan kasih karunia Allah. Kalau kasih karunia Allah bisa dipatahkan dengan dosa, Yesus tidak akan pernah datang menyelamatkan kita karena kita semua adalah pendosa. Tetapi puji Tuhan "dimana dosa berlimpah, kasih karunia lebih dilimpahkan."

Lihat betapa kasih karunia Allah lebih besar, lebih kuat dan lebih berkuasa daripada dosamu. Terima kasih karunia-Nya sekarang untuk berjalan dalam kemenangan atas kelemahanmu atau dosa dalam hidupmu dan setiap aspek hidupmu.

Hari Cuci

Senin-Hari Cuci

Tuhan, tolonglah aku untuk mencuci bersih semua kepentingan dan kecongkaanku agar aku dapat melayani Engkau dengan segala kerendahan hati sepanjang minggu yang akan datang.

Selasa-Hari Setrika

Tuhan yang Maha kasih, tolonglah aku untuk menyeterika pergi semua kekusutan akan prasangka-prasangka yang aku telah kumpulkan selama bertahun-tahun agar aku mampu melihat keindahan dalam diri orang lain.

Rabu-Hari Tambal

O, Tuhan, tolonglah aku untuk memperbaiki cara-caraku sehingga aku tidak sampai menjadi contoh yang buruk bagi orang lain.

Kamis-Hari Bersih-Bersih

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk menyapu bersih kesalahan-kesalahanku yang banyak dan yang aku sembunyikan di pojok-pojok gelap dari hatiku.

Jumat-Hari Belanja

O, Tuhan, berilah aku kasih karuniaMu agar aku dapat berbelanja secara bijak supaya aku dapat membeli kebahagiaan abadi untuk diriku dan orang lain yang membutuhkan akan kasih-sayang.

Sabtu-Hari Masak

Tolonglah aku, Juru Selamatku, untuk memasak sebuah panci penuh dengan kasih-sayang persaudaraan dan menyajikannya disertai roti yang manis akan keramahan manusiawi.

Minggu-Hari Tuhan

O, Tuhan, aku telah menyediakan rumahku untukMu. Kiranya Engkau berkenan masuk ke dalam hatiku sebagai tamu agungku, supaya aku senantiasa dapat melewati hari ini dan seluruh hidupku dalam kehadiranMu.

Humor : Mobil

Pak Haji meninggal dua hari yang lalu dan hari ini ia diterima seorang malaikat penjaga gerbang surga. Sang malaikat Berkata, “Pak Haji, jalan ke surga masih jauh, ini saya kasih Suzuki Carry supaya nggak capek jalan kesananya dan kendaraan ini buat Pak Haji yang dapat digunakan selamanya di surga nanti”.

Pak Haji, “Wah, terima kasih sekali!” sambil tersenyum. Pak Haji dengan senangnya mengendarai Suzuki Carry pemberian si malaikat tadi.

Beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba ada sebuah Toyota Corolla melaju dari belakang dan menyalip Suzuki Carry yang dikendarai Pak Haji. fiiiooosshhh…… Pak Haji secara sekilas sempat melihat pengendara Toyota Corolla tadi..ternyata seorang pastor! Pak Haji agak jengkel dan nggak terima… masa ia cuma dikasih Suzuki Carry. Akhirnya ia balik arah hendak menemui si malaikat lagi. Begitu sampai Pak Haji langsung berkata, “Ini tidak adil, masa si pastor bisa dapat Toyota Corolla sedang saya cuma Suzuki Carry?”

Sang malaikat berkata dengan kalem: “Begini Pak Haji, bapak kan hidupnya di dunia sudah enak, bisa kawin, bisa punya istri empat lagi. Sedangkan seorang pastor kan hidup selibat dan harus mengatasi keinginan duniawi. Jadi mengertilah, kini saatnya si pastor tadi mendapat imbalan.”

Pak Haji berpikir sejenak dan mengangguk: “Oya..ya..benar juga. Oke lah saya nggak apa-apa pakai Suzuki Carry yang penting bisa sampai ke surga.”

Dengan gembira Pak Haji mengendarai Suzuki Carrynya lagi dan meluncur dengan santai.

Tetapi tanpa disangka-sangka ada kendaraan lain lagi yang melaju kencang dan langsung menyalip Pak Haji. Kali ini Mercedes SL-500 open kap dan pengendaranya adalah seorang pemuda berambut gondrong dan ngebut. Rambutnya berkibar tertiup angin saking kencangnya Mercedes tersebut. Kali ini pak Haji geram dan berkata dalam hati, “Huh! Kalau tadi pastor dengan Corolla, bisa saya terima. Tapi kali ini pemuda berambut gondrong dengan Mercy SL-500, itu keterlaluan!!!”. Dengan cepat Pak Haji berbalik menemui si malaikat lagi. Setelah sampai, ia langsung lompat dari mobil dan marah-marah, “Ini sudah keterlaluan, masa seorang pemuda gondrong dan ngebut bisa dapat Mercy? Open kap lagi!???”.

Si malaikat tampak ketakutan dan terus celingak-celinguk, akhirnya ia berbisik ke Pak Haji: “Ssstttt…itu…Jesus…!!!” :)

Weekend Scripture - 2 Tawarikh 32:31

Kita tidak mengenal diri kita sendiri ataupun apa yang menjadi kebutuhan kita yang sesungguhnya.

"Demikianlah juga ketika utusan-utusan raja-raja Babel datang kepadanya untuk menanyakan tentang tanda ajaib yang telah terjadi di negeri, ketika itu Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya." - 2 Tawarikh 32:31

22 August 2008

Apakah Kita Orang Orang Munafik ?

Ini pertanyaan yang seru untuk diperdebatkan. Tetapi didalam menjawab pertanyaan seperti ini kita mesti jujur terhadap diri kita sendiri dan hatinurani kita.

Kita hidup didalam dunia. Mau tidak mau kita mengikuti pola yang ada didalam dunia (sekularisme) Alkitab banyak mengajar kita untuk hidup dengan radikal.

Yesus mengajarkan …

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” - Mat 5: 27-28

Dan masih banyak hal lagi.

Kalau saya boleh bertanya …
“Apakah kamu butuh uang ???”
Tentu dengan sepakat kita mengatakan kita mau.
Tentu kita ingat bahwa “Kita tidak boleh terikat apapun juga didalam dunia”.
Tentu kalau kita dengan uang kan nggak ada masalah.
Ok.. saya juga setuju dengan hal ini..

Tapi pernahkan kita berpikir .. apakah kita bisa hidup tanpa memegang uang ????
“Trust in the Lord ???”

Saya rasa saya juga berpikir susah juga.
Saya masih suka untuk banyak menghabiskan uang saya.
Saya lebih memilih naik ojek dari pada naik angkot.
Saya lebih suka makan daging daripada sayuran.
Saya kepingin punya rumah, mobil dsb…

Kalau begitu apakah uang itu mengikat diri saya ???
Saya berpikir dan lama berpikir…….
Saya memang butuh uang but saya juga nggak mau terikat dengan itu.
Mungkin dengan ilustrasi akan lebih memudahkan ..
“Tiba - tiba kita mendapat undian BCA ataupun apapun juga
Kita mendapat 250 jt. Apakah yang akan kita lakukan ??”

Pasti kita berpikir akan diberi ke PD atau Gereja atau ke Panti Asuhan sekian puluh jt.
Terus sisanya kita mau gunakan untuk apa ????
Coba buat list dulu sebelum kita lanjutkan….
…………wait for 1 minute…….

Kita sering berkata I love You Lord.. more than everything
Coba kita katakan lalu kita liat List kita ?????
he.. he.. he.. ternyata susah untuk mencintai Tuhan.
Ternyata masih banyak keinginan kita sendiri dari pada keinginan Tuhan.

Saya pernah membaca sebuah buku ada tulisan seperti ini.
“Saya kepingin punya rumah pribadi dengan segala barang yang mewah TV besar, sound system, AC

Saya ingin sarapan pagi saya dikamar
Dengan telur dadar, sosis, segelas susu

Saya ingin dilayani oleh para pembantu
Saya perintah untuk mengambilkan saya koran, minum

Saya ingin punya seoran sopir pribadi
Yang siap mengantar saya kemanapun saya pergi
Saya ingin berada dalam sebuah mobil mewah
Dengan sound sytem yang ada, TV, kulkas mini, AC

Saya kepingin punya seorang istri
Cantik, sabar, lembut dan penuh pengertian
Saya mau dia menemani saya pada waktu sore hari
Saya mau berdua dengan dia melihat matahari terbenam

Saya ingin punya anak yang lucu dan manja
Saya ingin melewatkan waktu tua saya dengan istri
Dengan anak saya dengan menantu saya dengan cucu saya

Tetapi semua itu hanya keinginan saya
Semua telah kupersembahkan kepada Tuhan”

Ini adalah semua puisi yang telah ditulis oleh seorang Pastur

Semua keinginan itu boleh kita miliki.
Tapi apakah kita ingat apa yang Tuhan mau. (God First)
Sayapun masih terlalu susah untuk mencintai Tuhan terus apakah kita harus ambruk……
Kita masih terus diberi kesempatan untuk boleh mencintai Tuhan lebih lagi…..
Kalau kita masih hidup hari ini … ini tanda bahwa Tuhan
memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai Tuhan lebih
lagi dan memperbaiki diri kita. he… he.. he…..

Ternyata seru juga ngetik kaya gini…
OK … mari kita coba secara bersama.
Saya rasa kita bukanlah orang munafik.
Karena kita masih punya keinginan
dan kita mau jujur bahwa kita masih punya keinginan ketika ditanya orang.
But kita mau mencari kehendak Tuhan didalam hidup ini
dan mau persembahkan seluruh keinginan kita bagi Kemuliaan Tuhan.

Saran : Mulailah berdoa sebelum kita mengambil sebuah keputusan untuk masa depan kita dan minta orang berpengalaman untuk membimbing kita.

Ok.. God Bless You all

Christiano Ronaldo Lagi

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16

Ada data statistik dari ESPN yang cukup mengejutkan tentang daftar pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan. Di klub Manchaster United pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan adalah Christiano Ronaldo yaitu sebanyak 97 kali. Angka ini cukup mengejutkan mengingat peringkat kedua dipegang oleh back Nemanja Vidic dengan 50 kali tekel.

Mengalami 2 kali lebih banyak serangan merupakan hal yang cukup membuat frustasi. Tidak punya kesempatan mengembangkan permainan ketika megontrol bola dan terutama resiko akan cedera. Nyatanya hampir setiap pertandingan, Ronaldo menjadi incaran para pemain lawan untuk dijatuhkan. Bahkan banyak yang berharap supaya ia cedera.

Namun hal ini adalah wajar, mengingat ia adalah seorang pemain yang paling ditakuti lawan saat ini. Ia menerima gelar pemain terbaik versi pemain, versi wartawan, versi fans dan gelar pemain muda terbaik versi pemain.

Kalau kamu pernah bartanya dalam hatimu, kenapa setelah kamu menerima Tuhan lalu aktif di pelayanan, mengalami pertumbuhan rohani, tiba-tiba begitu banyak "tekel" yang datang. Sakit, difitnah orang, salah paham dengan pemimpinmu, bertengkar dengan orang tuamu atau hal-hal lain yang tiba-tiba datang bertubi-tubi seperti dijegal sebelas pemain sekaligus.

Sadarkah kamu jika seorang pemain yang berbahaya untuk lawan pasti menjadi pemain yang paling diincar untuk dijatuhkan. Kamu memiliki kapastias yang luar biasa di dalam Tuhan dan tentu saja iblis tidak berani membayangkan masa depannya di hadapanmu. Kamu harus gagal, itu rencananya. Dan ia akan menggunakan segala macam cara untuk membuatmu jatuh dan tidak bangun lagi.

Tahan memiliki rencana yang lebih indah untukmu. Kejatuhanmu bukan kegagalan selamanya. Dia mau menopangmu supaya kamu mampu bangkit lagi dan tidak tertipu dengan rasa bersalah yang iblis tanamkan. Kamu bisa jadi sebesar Allah impikan dalam hidupmu. Bangkit dan jadilah pemenang! Cetak gol lebih banyak lagi.

Lemah Lembut

Sebuah kesempatan unik bisa berada di Sumbawa beberapa hari lalu untuk pelayanan Pria Sejati. Sumbawa terkenal dengan susu kuda liar yang bermanfaat untuk stamina pria. Tapi saya lebih terkesan dengan bentuk kuda Sumbawa yang bertubuh kecil namun besar kekuatannya.

Disana saya melihat sebuah andong besar ditarik oleh seekor kuda Sumbawa. Tampaknya sang kusir tidak kesulitan menangani kuda “liar” Sumbawa. Ternyata, kuda Sumbawa bisa dijinakkan dan dijaikan alat transportasi yang dahsyat. Kuda dijinakkan melalui serangkaian pelatihan. Di Sumbawa, kuda harus dikekang dan ditarik dengan motor. Tujuannya bukan sekedar dilatih taat melainkan dibiasakan berinteraksi dengan manusia dan suara kendaraan supaya tidak “kaget”. Akhirnya, selama pelatihan sekitar 1 bulan, kuda yang liar tadi mampu bekerja sama dengan manusia menghasilkan berkat yang luar biasa. Ia menjadi petarung unggul di balapan kuda, alat transportasi gabah dan menarik andong sehingga memberi penghasilan (berkat) bagi pemiliknya.

Terinspirasi dari kuda, saya teringat dengan salah satu gaya hidup pria yang belakangan ini hilang adalah lemah lembut. Banyak pria mengukur kemaksimalan dirinya sekedar dalam hal fisik / jasmani, namun dari sisi karakter sangat kurang sekali. Apa arti lemah lembut? Rubin Ong pernah mendefinisikan lemah lembut sebagai power under control  yang diaplikasikan menjadi tidak mudah tersinggung.

Tapi, setelah sekian lama mencari dan merenungkan, saya menyimpulkan bahwa pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang disekelilingnya. ‘Peka’ berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin menolong orang lain, tidak ‘cuek’. Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya. Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang peka-nya seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri. Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih memperhatikan kebutuhannya.

Lihatlah dalam Matius 11:29. Yesus mengajar tentang jiwa yang tenang diperoleh melalui 3 kata yaitu kuk, lemah lembut dan rendah hati. Ternyata kuk dipasang berkaitan dengan proses belajar, belajar rendah hati, belajar diatur Tuhan. Sama seperti Kuda Sumbawa tadi. Ia diajar untuk tunduk (menurut) sama seperti Tuhan mengenakan ‘kuk’ supaya kita belajar rendah hati yang akhirnya bertujuan mendapatkan jiwa yang tenang.

Jiwa yang tenang akan membuat setiap orang mengerti apa yang dilakukannya dan akhirnya menghasilkan berkat yang dahsyat. Jiwa tenang membuat seorang pria dapat berdoa. Doa orang (pria) benar akan menghasilkan kuasa yang besar.

Tuhan menghendaki kita serupa dengan-Nya melalui proses belajar dalam hal lemah lembut dan rendah hati. Pria yang lemah lembut dapat menikmati kebahagiaan dalam hidupnya karena Ia di ”setir” Tuhan. Tuhan-lah yang menjadi penguasa bagi hidupnya. Ketika kuda berontak, justru lebih babak belur mulutnya. Demikian juga kita dengan kuk dari Tuhan. Tanpa kelemah-lembutan, pria akan babak belur hidupnya.

Santo Agustinus berkata, “karakter rendah hati adalah awal dari munculnya segala karakter yang baik lainnya”. Pria yang rendah hati akan menikmati kelegaan & ketenangan jiwa dalam setiap keadaan. Pria maksimal adalah pria yang lemah lembut. Milikilah gaya hidup ini. Minta kepada Tuhan mengajar hidup Anda menjadi lemah lembut  sama seperti kuda Sumbawa yang akhirnya memberkati banyak orang.

Disadur dari artikel Pria Sejati

Kita Ini Adalah Buatan Allah

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,” - Efesus 2:10a

Seorang anak kecil mengunjungi sanggar kerja seorang pemahat sementara dia mulai mengerjakan pahatannya pada sebongkah batu marmer yang masih tak berbentuk. Beberapa minggu kemudian anak kecil tadi datang kembali dan melihat pahatan patung singa dari batu marmer, yang nampak gagah, garang dengan tatapan mata yang berwibawa. Sambil menatap si pemahat, anak kecil tadi bertanya, “Bagaimana Bapak bisa tahu kalau ada seekor singa yang seperti itu pada batu marmer?”

Allah adalah Pemahat dan kita adalah batu marmer. Dia mengerjakan pahatannya untuk menyatakan bentuk atau wujud dari Anak-Nya di dalam kita. Memang dalam mengerjakan pahatan itu sangat lambat, dan merupakan pekerjaan yang menyakitkan. Orang lain barangkali tidak dapat mengetahui ataupun melihat apa yang sedang dibentuk, pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Satu hari nanti kita akan menjadi serupa dengan Yesus, karena kita akan bertemu Dia dan melihat Dia seperti sebagaimana adanya Dia.

Pertama, Allah menciptakan kita, membentuk wujud dan karakter jasmaniah kita. Dia memberikan keluarga dan rumah tinggal yang akan membentuk kehidupan kita. Kemudian saat kita datang kepada Kristus, Dia mulai bekerja membentuk dan menjadikan kita ke dalam gambaran Anak-Nya. Dia mulai membentuk kita untuk pelayanan agar kita dapat melayani Dia di bumi. Yesus datang untuk melayani, dan jika kita mau menjadi serupa dengan Dia, maka kita juga akan menjadi hamba yang melayani Allah dan melayani orang banyak. Kepalan tinju dalam kemarahan akan diubah menjadi tangan yang terbuka untuk menolong orang lain.

Pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Tanggung jawab kita adalah mengikuti ke manapun Allah memimpin, mendengarkan suara-Nya dan mematuhi Firman-Nya.

Doa: “Bapa, terima kasih karena Engkau bekerja di dalam kehidupanku untuk menjadikanku serupa dengan Anak-Mu. Kiranya aku mau bekerja sama sepenuhnya dengan Engkau hari ini.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta.

21 August 2008

Humor : Khotbah

Seorang presiden menghadiri acara perayaan Natal. Ia diminta untuk memberikan sambutan seusai khotbah pendeta yang berapi-api.

"Jadi, saudara-saudara tidak ada yang mustahil bagi kita! Sekalipun harga-harga melambung tinggi, kita akan terus diberkati, bahkan di dalam Tuhan kita akan lebih kaya lagi! Haleluya!", kata sang pendeta.

Tepuk tangan pun segera bergemuruh mengiringi penutupan khotbah tersebut. Namun, suara itu pun segera senyap tatkala tiba giliran bagi sang presiden untuk memberikan sambutan.

Presiden itu tampak berdiri dan diam sejenak di atas panggung, tetapi katanya kemudian, "Saudara-saudara, saya sungguh terkagum-kagum dengan khotbah tadi. Khotbah itu jelas-jelas melampaui janji-janji saya sewaktu kampanye. Oleh karena itu, saya sarankan Saudara-saudara untuk menagih janji kepada pendeta yang tadi. Terima kasih". Presiden pun turun dari mimbar dan tepuk tangan terdengar lebih bergemuruh lagi.

Four People You Will Meet In Life

Four people you will meet in life. Life is the process of finding love; every person will need to find four people in their life.

First person is you, second person is the one you love most, third person is the one who love you most, and the fourth is the one you spend the rest of your life with.

In life, firstly you will meet with the one you love most, and learn how love feels. Because you know how love feels, so you can find the person who loves you most. When you have experienced the feeling of loving others and being loved, you will then know what it is you need most. Then you will find the person who is most suitable for you, to be able to spend the rest of your life with.

Sadly, in real life, these three people are usually not the same person.

The one you love most doesn’t love you. The one, who love you most, is never the one you love most. And the one you spend your life with, is never theone you love most or the one who love you most.

He is just the person who happens to be at the right place at the right time.

Which person are you in other people’s life?

No person will purposely have a change of heart. At the point in time when he loves you, he really loves you. But when he doesn’t love you anymore, he really doesn’t love you anymore. When he loves you, he can’t pretend that he doesn’t. Same goes, when he loves you no more, there’s no way he can pretend he loves you.

When a person doesn’t love you and wants to leave you. You must ask yourself if you still love him, if you also don’t love him anymore, do not keep him just to save your pride. If you still love him, you should wish him happiness, and hope that he will be with the one he loves most, not stop him from it. If you stop him from finding true happiness with the one he loves, it shows you already don’t love him, and if you don’t love him, what rights do you have to blame him for a change of heart?

Love is not possessive, if you like the moon, you can’t just take it down and put it in your basin, but the moonlight still shines upon you. In other words, when you love a person, you can use another method of possessing the person. Let him become a permanent memory in you life. If you really love a person, you must love him for what he is. Love him for his good points, and the bad, you can’t wish for him to become like what you like him to be just because you love him. If he can’t change to become what you like him to be, you don’t love him anymore.

When you really love a person, you cannot find a reason why you love him, you only know that no matter when and where, good mood or bad mood, you will wish to have this person be with you. Real love is when two people can go through the toughest problems without asking for promises or listing criterias. In a relationship, you have to put in effort and give in at times, not always be on the receiving end. Being away from each other is a type of test, If the relationship isn’t strong, then you can only admit defeat. Real love will never become hate.

When two people are in love, they love to ask each other to swear, to make promises. Why do they ask each other to swear and promise? Because they don’t trust each other, they don’t trust their lover. These swear and promises are useless; Till the sky falls, till the ocean dry, my love for you will never change! We all know that the sky will never fall; the ocean will never dry, even if it does happen, are we still alive by then?

Be careful when making promises; don’t make promises that you cannot keep. Swear by things that can never happen, because it can never happen, so no harm just saying it casually. Remember, swearing by things that can never happen are the most touching!! In a relationship, what you say is one thing, but what you do is another; The one saying, doesn’t believe; the one listening, also doesn’t believe.

NB:
I always felt that my love life seems doesn’t go well as I wish. It always hurt.

Those words really have a great great meaning and too easy to be written but it’s absolutely difficult to do..

Bertekunlah

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar" - Lukas 16:10

Sepuluh tahun lalu hidupnya terlunta-lunta di salah satu kota di Jawa Tengah. Diusir dari satu kos ke kos berikutnya hal biasa baginya. Maklum tidak mampu membayar. Tidak punya pekerjaan tetap. Nekad merantau dari Sumatera ke Pulau Jawa. Tidur beralaskan koran hal yang sering dialaminya. Teman-teman perantauan yang senasib, menolaknya karena dianggap benalu. Lha, siapa yang mau menanggung biaya hidupnya? Cari kerja sulit karena tidak punya ijazah. Bahasa Indonesia ala kadarnya. Sulit dipahami orang lain. Loga bahasanya kental dengan daerah asalnya. Baca tulis saja tidak bisa. Hanya satu bulan menduduki bangku SD. Itulah keadaan Luluk 10 tahun lalu. Berjuang dengan keterbatasan, dilakoninya. Kursus baca tulis pernah dijalani. Saya salah seorang guru les yang dipanggilnya kala itu. Walau tidak menerima bayaran, namun saya gembira karena akhirnya ia bisa membaca dan menulis. Jari-jarinya kaku karena jarang pegang pulpen. Kalau pegang cangkul sih biasa. Ini fakta. Satu hal yang saya pelajari darinya. Ia tekun.

Kesetiaannya teruji tatkala mendirikan koperasi tanpa pengetahuan memadai. Berulangkali ditipu, namun ia tekun memulainya lagi. Ia lugu tak berpendidikan. Namun karakter dasarnya tekun. Hasilnya, jika Anda bertemu hari ini, Anda akan tercengang dengan bisnisnya yang tergolong sangat maju. Mempunyai puluhan karyawan bertitel S1 dan S2, walau ia hanya kursus baca tulis. Setia,tekun dan fokus itulah kuncinya.

Firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk setia dalam perkara kecil sehingga perkara besar akan ditambahkan. Walau pekerjaan kita nampaknya sepele, jangan abaikan. Tekunlah! (ZG)

PEKERJAAN ADALAH SAKSI KESETIAANKU DALAM MELAYANI TUHAN

Renungan Pagi

20 August 2008

Mengubah Pikiran Anda

Anda tidak dapat mencegah burung-burung untuk terbang di atas kepala Anda, tetapi dapat mencegahnya agar tidak bersarang di rambut Anda. Kita tidak mempunyai kontrol absolut akan pemikiran kita. Namun, Allah menghendaki kita bertanggungjawab atas apa yang kita renungkan. Berikut ini beberapa kiat untuk mengubah pikiran agar tidak letih dan stress.

Mengisi pikiran kosong.
Kita harus selalu aktif mengisi pikiran dengan hal-hal yang positif dan fokus pada tugas yang sedang dihadapi. Jadikanlah Allah sebagai fokus pemikiran kita.

Mengadakan pemindahan.
Selama pikiran kita diisi dengan pemikiran yang positif, pemikiran yang negatif dan destruktif (merusak) akan dipindahkan dan tidak akan memengaruhi kehidupan kita.

Menghentikan pemikiran.
Pendekatan efektif yang harus kita lakukan. Maksudnya menggunakan segala kemampuan kita untuk menghentikan pimikiran yang tidak produktif. Saat kita sadar bahwa kita melihat, mendengar, atau memikirkan sesuatu yang tidak baik, kita harus segera menghentikannya dan memfokuskan diri pada sesuatu yang berharga. Kalau hari ini sudah terbentuk dengan baik, kita akan semakin peka dan menjadi lebih mudah memiliki kecenderungan untuk memikirkan hal-hal yang baik.

Hilangkan kebohongan.
Kita perlu mengevaluasi pemikiran yang terlintas, apakah semua itu merupakan kebenaran yang berasal dari Allah atau kebohongan dari Iblis. Kita jangan sampai terjatuh dalam berbagai kebohongan. Kita harus memikirkan perkara-perkara yang di atas (Kolose 3:2)

Penilaian ulang yang konstruktif.
Kita perlu mendefinisikan kembali masalah-masalah hidup di masa lalu agar tidak terlihat mengerikan. Dengan demikian kita dapat bertahan dari tragedi-tragedi yang menakutkan.

Ketika kita mampu mengubah cara berpikir, kita akan merasakan sesuatu yang enjoy.

Sumber : Mengatasi Keletihan dan Stres, Dr. Dwight L. Carlson, ANDI

Ibu..

Ini adalah tulisan yang sangat indah. Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmatilah. Jangan tergesa. Ini adalah harta karun bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi bagi para ibu, kamu akan mencintainya...

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.

"Apakah jalannya jauh?", tanyanya.

Pemandunya menjawab, "Ya, dan jalannya berat. Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini. Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya."

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari pada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru, "Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini."

Lalu malam tiba bersama badai. Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan. Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantolnya. Anak-anak itu berkata, "Ibu, kami tidak takut, karena ada dekat ibu. Tak ada yang dapat menyakiti kami."

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya, "Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai." Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.

Saat sampai di puncak, mereka berkata, "Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa Ibu."

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata, "Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan."

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi. Awan perang, kebencian dan kejahatan. Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap. Ibunya berkata, "Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar." Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi yang menuntun mereka melalui kegelapan dan malam harinya ibu itu berkata, "Ini hari yang terbaik. Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun. Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.

Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani. Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu. Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar. Ibu berkata, "Saya sudah sampai pada akhir perjalananku. Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya. Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan anak-anak mereka ada di belakang mereka.'

Dan anak-anaknya menjawab, "Ibu selalu akan berjalan bersama kami. Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu."

Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat. Dan mereka berkata, "Kita tak dapat melihat ibu lagi. Tetapi dia masih bersama kita. Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan. Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu. Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan. Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci. Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.. Ibumu hidup dalam tawa candamu. Ia terkristal dalam tiap tetes air mata. Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu. Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu. Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu. Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian. Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Berjalan Bersama Tuhan

Dalam perjalanan hidup yang sama alami, hanya satu prinsip utama yang perlu saya pahami, manusia melakukan bagiannya dan Tuhan melakukan yang selebihnya!

Pada tahun 2004, saya bersama keluarga meninggalkan kota Solo menuju kota Yogyakrata untuk mengembangkan usaha ekspedisi Muatan Kapal Laut (MKL) bersama seorang rekan. Semula semuanya berjalan baik, bulan kedua juga demikian. Namun menginjak bulan keenam, mulai terlihat sesuatu yang kurang beres pada rekan saya. Rupanya, ia tidak jujur. Saya terus bergumul tentang hal ini, dirinya dan usaha kami berdua.

Dalam kondisi tersebut, sata mencoba bertanya, "Apakah yang harus saya lakukan?". Saya berdoa agar Tuhan memberi tuntunan. Puji Tuhan, Dia membuka jalan. Sejak April 2006 saya jualan soal-soal try out, semacam Lembar Kerja Siswa, untuk Sekolah Dasar. Dari hasil berjualan saya dapat mengumpulkan uang untuk tabungan kami sekeluarga. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Dia tahu, sebagai manusia biasa saya bisa sakit hati terhadap rekan yang tega berbuat curang. Namun, dengan larisnya soal-soal try out tersebut sungguh menghibur saya. Rupanya Tuhan memberkati saya dengan cara istimewa.

Situasi yang menghibur itu ternyata tidak berlangsung lama. Sesungguhnya saya mulai merajut berbagai rencana untuk mengembangkan usaha maupun kehidupan kami sekeluarga. Namun itu tak terlaksana. Gempa yang terjadi di DIY dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 telah menghancurkan usaha yang saya rintis dengan susah payah. Baik usaha ekspedisi MKL maupun usaha soal-soal try out yang sedang laris-larisnya. Usaha saya hancur bukan lantaran kehilangan aset semata, melainkan karena sebagian besar pelanggan kami berdomisili di Bantul.

Dengan mata kepala sendiri saya melihat rumah-rumah mereka yang hancur dan harta benda mereka juga ikut luluh lantak. Saya tidak sampai hati menagih. Kenyataan ini membuat saya sedikit goncang. Maklum, menyangkut masa depan keluarga dan relasi bisnis yang selama ini bekerja sama.

Untunglah, Tuhan dengan cara unik-Nya telah mempersiapkan saya. Selama di Yogyakarta, saya berjemaat dan melayani di Gereja Betel Indonesia (GBI) "Aletheia" Jl. Magelang. Saya mendapat siraman rohani yang selalu menguatkan saya. Saya melayani sebagai singer, choir, diaken serta school of worker. Rumah kami digunakan untuk persekutuan doa pagi setiap jam lima sampai jam enam. Saya sadar, semuanya itu Tuhan atur agar saya dan keluarga sudah siap saat krisis melanda.

Ketika terjadi bencana gempa bumi, sebagai humas di lingkungan tempat kami bermukim, saya juga berkeliling untuk mengantarkan nasi bungkus bagi para korban gempa. Di sini pun saya menyaksikan tangan Tuhan yang memberkati. Saya memberi, tapi saya juga diberi. Bahkan hingga September 2006, saya masih membawa beras ke Solo, pemberian orang waktu gempa, melanda DIY dan sekitarnya.

Tayangan tentang gempa susulan yang berulang-ulang disiarkan televisi, menyebabkan orang tua dan mertua meminta kami segera kembali ke Solo. Walau saya sebetulnya betah di Yogyakarta, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami memutuskan kembali ke Solo. Tak lama kemudian, seorang rekan menawarkan kerjasama. Ia berjanji akan memberi fasilitas dan gaji untuk saya. Saya memutuskan menerima tawaran tersebut. Namun hingga bulan ketiga gaji yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan.

Saya merasa khawatir, apalagi istri saya sedang hamil. Walau saya tetap "setor gaji" setiap bulannya, tetapi sebetulnya uang itu saya usahakan sendiri, bukan dari gaji yang dijanjikannya.

Di saat yang lain, tawaran datang dari seorang teman. Kerjanya mencari truk untuk muatan dari Solo menuju Surabaya. Tiap satu truk sewanya tiga juta rupiah. Dari sana saya mendapatkan berkat untuk kelanjutan kehidupan kami. Saya diberi uang oleh yang menyewa maupun teman yang meminta saya bekerja dengannya. Puji Tuhan! Uang dari hasil tersebut dapat mencukupi biaya kelahiran anak kami yang ketiga. Sungguh Dia memenuhi kebutuhan kami dengan cara-Nya yang kadang tidak pernah terpikir.

Bila saya renungkan cara Tuhan menolong, sungguh luar biasa. Rekan kerja yang awalnya berjanji menggaji saya, datang kembali. Kali ini ia datang dengan 30 tabung gas. Ia berkata, "Pak Sri, saya tidak minta apa-apa. Sekarang Bapak jualan gas". Wah luar biasa, Tuhan menolong memberi pekerjaan sehingga istri dan ketiga anak saya tidak kelaparan.

Selain berjualan tabung gas LPG dan air mineral, dari hari ke hari Tuhan memberkati kami. Pekerjaan diberkati, tetapi "burung gagak" juga Tuhan kirim untuk mencukupi kebutuhan kami setiap hari. Ada saja orang yang dipakai Tuhan untuk memberkati kami.

Saya bertekad melayani Tuhan melalui pekerjaan yang dipercayakan-Nya. Sekarang Tuhan terus menambahkan pelanggan gas dan air mineral. Rata-rata 8 sampai 10 tabung gas dan air mineral terjual setiap hari. Ya, hitung-hitung dapat membantu kami untuk bertahan hidup.

Dalam menjalankan pekerjaan ini, saya memiliki prinsip tidak perlu khawatir, sesuai firman Tuhan (Matius 6:25).

Oleh : Sri Haryono

Humor : Mengapa Ayam Menyebrang Jalan?

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Martin Luther King, Jr.:
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan tanpa mempertanyakan kenapa.

Freud:
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush:
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan kami.
Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin:
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein:
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela:
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki:
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan jalan.

Isaac Newton:
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi:
Ooohh... Aahhh... Yeeahh... Mmmhhh...

Programmer Oracle:
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikannya jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah loosely coupled.

Sutiyoso:
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto:
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya dikebumiken saja.

Habibie:
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke seberang jalan.

Nia Dinata:
Pasti mau casting '30 Hari Mencari Ayam' ya?

Desi Ratnasari:
No comment!

Dhani Ahmad:
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga...

Cinta Laura:
Ayam nyebrang jhalaan..? Karena gak ada owject...biecheeck. ...

Julia Perez:
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada di sana! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaahhhh dia kesana laahh... Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten:
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil sesenggukan).

Butet Kartaredjasa:
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Megawati:
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko:
Berdasarkan petunjuk presiden

And the best answer is:

Gus Dur :
'Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot!' .