Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

08 August 2008

Prinsip 90/10

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya ?

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.

Contohnya :

Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.

Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.

Bagaimana caranya ? …. Dari cara reaksi anda !!

Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.

Marilah kita lihat contoh dibawah ini :

Kondisi 1

Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi anda :

Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya.

Akhirnya anak anda ketinggalan bis.

Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan

mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.

Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.

Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah.

Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.

Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.

Mengapa ? … Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*

1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?

2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?

3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?

4. Apakah anda penyebabnya ?

Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.

Kondisi 2

Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan

kondisi berbeda.

Mengapa ?

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !

Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri.

Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.

Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?

Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ?

Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.

Contoh lain :

- Anda dipecat.

Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?

Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.

Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sikapilah segala sesuatu dengan hati yang lemah lembut, selalu positive thinking, beraksilah secara positif, bukalah hati kita  untuk saling mengampuni, dan berikanlah senyummu setiap hari niscaya hidup itu akan terasa indah.

Oleh : STEPHEN COVEY

Dia Buka Jalan

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:19)

Suatu hari kakak saya menginformasikan bahwa ayah menabrak orang dengan mobilnya. Pikiran saya secara spontan membayangkan. Ayah harus menanggung pembiayaan orang yang ditabraknya. Saya tahu dengan pasti bahwa pengeluarannya cukup banyak. Sejujurnya saat itu saya tidak memiliki cukup uang untuk membantu pembiayaan. Lima orang kakak saya bahu membahu untuk iuran menutupi pengeluaran akibat kecelakaan tersebut. Akhirnya saya mengirim SMS kepada kakak. Saya menanyakan besarnya iuran. Lalu ia enyebutkan jumlahnya. Dari situlah akhirnya saya berbicara kepada tuhan, "Bapa, saya membutuhkan dana untuk membantu kecelakaan papi, buat mukjizat-Mu di minggu ini."

Saya ingat sekali di atas mobil, saya berdoa dan minta kepada Tuhan secara spesifik, "Saya akan memberikan sejumlah uang kepada kakak." Saya tidak mengerti dapat uang dari mana, tetapi di akhir minggu itu tiba-tiba ada telpon dari teman lama, ia bilang, "Tuhan menyuruh saya untuk memberkatimu." Saya benar-benar melonjak karena Dia benar-benar buka jalan. Akhirnya tuhan menyediakan dana untuk membantu kecelakaan papi kami.

Alkitab menceritakan bahwa suatu ketika Yesus dan Petrus diminta untuk membayar bea Bait Allah. Hal yang menarik adalah Dia menyuruh Petrus untuk memancing di danau, dan Dia berkata, "Ikan pertama yang terpancing bukalah mulutnya untuk menemukan uang di dalamnya." Dan mukjizat pun terjadi, ada uang di dalam mulut ikan!

HAl yang sama akan Dia kerjakan dalam hidup kita. Kerinduan-Nya sangatlah jelas, memberkati kita dan membuat mukjizat bagi kita! (bud)

SEBAB BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

Renungan Pagi

Pengucapan Syukur Yang Sejati

Ditrich Bonhoeffer, seorang pendeta Jerman telah dipenjarakan dalam tahun 1943 untuk oposisi politiknya dan sebagai seorang Kristen di jaman rezim Nazi. Hukumannya telah dilaksanakan dua tahun kemudian. Pada hari pelaksanaan hukumannya, ia memimpin sebuah kebaktian untuk orang-orang tawanan lainnya. Salah seorang dari tawanan itu, seorang opsir tentara kerajaan Inggris, menceritakan kisah ini :

“Bonhoeffer agaknya selalu menyebarkan suatu suasana kebahagiaan dan kesukacitaan akan peristiwa bahkan yang paling kecil sekalipun dan suatu rasa syukur yang dalam akan faktanya bahwa mereka masih hidup. Ia merupakan salah seorang sedikit yang pernah saya jumpai dan yang menganggap Allah itu begitu nyata dan senantiasa begitu dekat dengan dirinya.

Nah, pada hari Minggu, tanggal 8 April 1945, pendeta Bonhoeffer memimpin sebuah ibadah kecil dan ia telah berbicara kepada kami semua dengan cara yang menyentuh hati kami dengan amat mendalam. Ia dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk mengutarakan jiwa dari keadaan kami sebagai tawanan.

Baru saja ia menyelesaikan doanya, ketika pintu terbuka dan dua orang dalam pakaian preman masuk. Mereka mengatakan, “Tawanan Bonhoeffer, ikutilah kami!” Bagi para tawanan tidak lain, ini berarti : Tiang Penggantungan! Kami semua menyatakan selamat berpisah kepadanya. Ia memanggil aku sendiri dan berkata, “Inilah akhir dari segala-galanya, namun bagiku, inilah permulaan dari kehidupan!” Esok harinya, ia digantung sampai mati di Flossenburg.

Keluar dari penderitaan lahirlah ekspresi terbesar dari pengucapan syukur dan kiranya dalam pasca ancaman serta serangan-serangan teroris, avian-flu dan antrax, keadaan ekonomi yang masih semrawut, kecelakaan pesawat terbang, kita bahkan mempunyai lebih banyak alasan lagi untuk bersyukur dan merayakan hari ucapan syukur.

The Benefits of Being in God’s Family

Since you are his child, everything he has belongs to you - Galatians 4:7 (NLT)

The moment you were spiritually born into God’s family, you were given some astounding birthday gifts : the family name, the family likeness, family privileges, family intimate access, and the family inheritance!

The New Testament gives great emphasis to our rich “inheritance.” It tells us, “My God will meet all your needs according to his glorious riches in Christ Jesus” (Philippians 4:19 NIV). As children of God we get to share in the family fortune. Here on earth we are given the riches of his grace, kindness, patience, glory, wisdom, power, and mercy.

But in eternity we will inherit even more.

Paul said, “I want you to realize what a rich and glorious inheritance he has given to his people” (Ephesians 1:18 NLT). What exactly does that inheritance include?

· First, we will get to be with God forever.

· Second, we will completely change to be like Christ.

· Third, we will be freed from all pain, death, and suffering.

· Fourth, we will be rewarded and reassigned positions of service.

· Fifth, we will get to share in Christ’s glory.

What an inheritance! You are far richer than you realize.

The Bible says, “God has reserved a priceless inheritance for his children. It is kept in heaven for you, pure and undefiled, beyond the reach of change and decay” (1 Peter 1:4 NLT).

This means that your eternal inheritance is priceless, pure, permanent, and protected. No one can take it from you; it can’t be destroyed by war, a poor economy, or a natural disaster.

This eternal inheritance, not retirement, is what you should be looking forward to and working for. Paul says, “Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for men, since you know that you will receive an inheritance from the Lord as a reward” (Colossians 3:23-24 NIV).

Rick Warren