Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 November 2011

Dari Mulut Wanita Cantik

Audrey Hebrun, seorang aktris layar lebar yang terkenal, pernah diminta untuk berbagi pengalaman hidupnya, dan inilah yang ditulisnya:

Untuk bibir yang menarik, berbicaralah tentang kata-kata yang ramah.

Untuk mata yang bagus, carilah hal-hal yang baik dalam diri manusia.

Untuk tubuh yang langsing, berbagilah makananmu dengan yang lapar.

Untuk rambut yang indah, biarlah seorang anak mengelus-elus rambutmu setiap hari, atau berjalanlah dengan tenang dengan pengetahuan bahwa anda tidak pernah jalan sendiri.

Manusia, lebih daripada apapun, butuh dipulihkan, diperbarui, disegarkan dan ditebus, karena itu janganlah pernah menolak sesamamu.

Ingatlah, bila anda membutuhkan tangan yang menolong, anda akan menemukannya di akhir kedua lenganmu. Bila anda menjadi dewasa, anda akan menemukan bahwa anda mempunyai dua tangan, yang satu untuk menolong dirimu, dan yang lain untuk menolong orang lain!

Kualitas Kesetiaan

Bacaan Setahun : Lukas 15-18
Nats : ... jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa ... (Keluaran 19:5)

Bacaan : Keluaran 19:1-6

Ada sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa janji adalah utang. Maksudnya, apabila seseorang sudah mengucapkan sebuah janji maka janji itu harus ditepati. Jika tidak, orang itu bisa dianggap "pengobral janji palsu".

Hari ini kita juga belajar tentang janji. Yakni janji antara Tuhan dan umat-Nya. Janji ini digagas oleh Allah dan bersifat mengikat antara Allah dengan umat Israel. Dalam janji ini Allah berinisiatif menjadikan bangsa Israel "harta kesayangan di antara segala bangsa" (ayat 5) dan "kerajaan imam dan bangsa yang kudus" (ayat 6). Tawaran semacam ini tentu sangat istimewa sebab Tuhan sendirilah yang berjanji. Janji yang disampaikan Allah sudah pasti mengandung "jaminan mutu"; tak perlu diragukan lagi.

Permasalahannya, apakah umat Israel mampu memenuhi syarat untuk hidup sebagai umat perjanjian? Syaratnya satu saja: "sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku" (ayat 5). Dengan kata lain, umat perjanjian ini mesti berikrar setia dengan segenap hati untuk hidup sebagai umat kepunyaan Allah, yang hanya bersandar pada sabda-Nya!

Kita adalah umat Allah. Kepada kita, Allah telah memberikan diri-Nya dan juga perjanjian kasih-Nya. Sebagai tanggapannya, bagaimanakah kualitas kesetiaan kita? Bagaimanakah sikap kita jika persoalan dan kesulitan hidup datang? Apakah kita menjadi kecewa dan marah kepada Allah, lalu lari meninggalkan-Nya? Setialah, setialah ... walaupun kadang kala hal itu terasa berat untuk dilakukan. Ingatlah, Allah kita yang setia selalu siap mendukung kita "di atas sayap rajawali"-Nya (ayat 4) --DKL

ALLAH KITA ADALAH PRIBADI YANG SETIA
KIRANYA HIDUP KITA JUGA MENUNJUKKAN SETIA KEPADA-NYA

Sabda.org