Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 October 2011

Diamlah & Tenanglah

Di dalam kehidupan manusia pasti ada masalah yang akan dihadapi, namun yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu. Ada berbagai macam sikap orang ketika dia memiliki masalah : ada yang marah-marah, ada yang merajuk dan mengurung diri di kamar, ada yang menceritakan masalahnya pada orang lain, ada yang menutup dirinya pada semua orang dan ada orang langsung berdoa masuk kamar dan menceritakan masalahnya pada Tuhan.

Ada seorang ibu yang tegar dalam menghadapi masalah. Ibu ini adalah seorang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan. Ibu ini juga adalah seorang yang ramah dan disukai oleh semua orang. Dia juga seorang yang rajin berdoa pada Tuhan. Keluarga ibu ini seringkali menghadapi masalah yang berat namun tidak pernah satu kalipun terlihat kesedihan di mukanya atau tercetus pernyataan bahwa Tuhan jahat. Dia selalu mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Salah satu teladan yang patut dipelajari dari sang ibu adalah ketika dia menghadapi masalah, dia jarang tergesa-gesa/ kuatir, akan tetapi ketika dia menghadapi masalah pertamakali yang dia lakukan adalah berlutut dan berdoa mohon Tuhan mengasihi dia dan keluarganya.

Dalam perjanjian Lama, ada satu ayat dalam Mazmur 46:11 "Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah..." Diam disini artinya adalah kita berdiam diri ketika kita menghadapi masalah, kita tidak usah gegabah dan langsung berlutut mencari Tuhan. Menangislah di hadapan Tuhan dan Tuhan akan memulihkan dan menyelesaikan masalah kita.
Saat ini apa masalah kita? Pekerjaankah? Kesehatankah? Pelayanankah? Atau apapun juga masalah kita, belajarlah seperti Yesaya " diamlah ", tenanglah dan kenallah Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menyelesaikan masalah kita dan memberikan jalan keluar tepat waktu dan rencana Tuhan.
Kiranya artikel ini memberikan kekuatan baru kepada kita untuk menjalani masalah dengan penuh ketenangan dan hubungan yang dekat dengan Tuhan. Tuhan memberkati setiap kita yang membaca. Amin.

Sony Chow

Kelimpahan Anugerah

Bacaan Setahun : Markus 14-16
Nats : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Matius 5:44)

Bacaan : Matius 5:38-48

Pada 4 Agustus 1987, Carlina White yang baru berusia 19 hari diculik seorang wanita yang menyamar sebagai perawat di Harlem Hospital, New York. Saat masih kecil, ia kerap dipukul. Maka, saat remaja, White curiga apakah benar Pettway ialah ibu kandungnya. Terutama saat "sang ibu" menolak memberikan akta kelahirannya, saat ia hendak mengurus SIM. Kini, misteri itu terkuak dan si penculik sedang menjalani pemeriksaan FBI.

Ketika Joy White ibu kandung Carlina dipertemukan dengan anaknya pada 2010, ia berkata: "Saya ingin Pettway menderita seperti yang saya alami selama 23 tahun ini." Namun, sungguhkah Joy White bisa puas dan bahagia ketika si penculik dihukum seberat-beratnya? Ia memang telah menderita selama 23 tahun, tetapi bukankah seharusnya seluruh penderitaan itu sirna dan diganti dengan kebahagiaan serta syukur melimpah karena Tuhan mengembalikan anaknya? Begitulah kebanyakan manusia mengukur keadilan, yakni dengan hukum "mata ganti mata, gigi ganti gigi" (ayat 38). Bahkan dendam bisa menutupi kebaikan dan kasih Allah yang masih berlaku baginya.

Namun, seseorang yang telah mengalami anugerah Tuhan akan dimampukan untuk melihat bagaimana tangan Allah berkarya baginya. Dengan begitu, ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan juga, tetapi mengasihi musuh dan berdoa baginya (ayat 39, 44). Ini tidak gampang. Kekuatan manusiawi saja tak sanggup melakukannya. Itu sebabnya kita perlu kekuatan surgawi, yakni jamahan kasih Allah, supaya kita dapat menunjukkan sikap sebagai anak-anak Bapa (ayat 45): tidak mendendam dan tidak membalas segala hal tidak baik hanya untuk memuaskan hati --SST

DENDAM ITU TAK BERGUNA DAN TAK MENYELESAIKAN MASALAH
HANYA KASIH YANG MELEGAKAN DAN MEMUASKAN JIWA YANG RESAH

Sabda.org