Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

18 December 2008

Kasti

Bob dan Tuhan berdiri bersama, mengamati pertandingan kasti. Tim Surga sedang bertanding melawan Tim Neraka. Tim Surga sedang melakukan pukulan, skornya adalah nol nol. Itu adalah saat akhir dari putaran ke sembilan dan sudah dua kali bola keluar. Mereka berdua mengamati ketika Kasih sebagai pemukul berikutnya, menuju ke lapangan. Kasih langsung berhasil memukul bola di lemparan pertama, karena Kasih tidak pernah gagal.

Pemukul berikutnya adalah Iman, yang juga berhasil memukul bola di lemparan pertama, karena Iman bekerja dengan Kasih. Pemukul berikutnya adalah Hikmat. Tim Neraka berusaha curang dalam melempar bola. Ketika Hikmat melihatnya, ia membiarkannya lewat, karena Hikmat tidak menanggapi kecurangan. Tiga kali bola curang dibiarkan dan Hikmat bebas berjalan, karena ia tidak menanggapinya. Sekarang semua kandang sudah terisi.

Tuhan menoleh kepada Bob dan berkata akan memasukkan pemain bintanya-Nya. Maka Kasih Karunia masuk ke lapangan. Bob memandanginya. Kasih Karunia tidak terlihat hebat. Tim Neraka juga memberi tanggapan yang serupa. Mereka semua tenang dan menertawakan Kasih Karunia. Berpikir telah menang, tim neraka melempar bola sekenanya. Di luar dugaan, Kasih Karunia memukul bola lebih keras dari siapapun. Tetapi Tim Neraka tidak kuatir, pemain tengahnya, Penguasa di udara, mengulurkan tangannya. Tetapi bola terus meluncur mengenai kepalanya dan membuatnya terjatuh, lalu Home Run, mereka berhasil memenangkan pertandingan itu. Tim Surga menang.

Tuhan lalu bertanya kepada Bob mengapa Kasih, Iman dan Hikmat bisa mencapai kandang tetapi tidak bisa memenangkan pertandingan itu sendiri. Bob mengaku tidak tahu. Tuhan lalu menjelaskan, “Jika kasihmu, imanmu atau hikmatmu bisa memenangkan pertandingan, maka kamu akan berpikir kalau kamu bisa memenangkannya dengan kekuatanmu sendiri. Tetapi Kasih Karunia menolongmu untuk menyelesaikan semuanya. Kasih Karunia-Ku adalah sesuatu yang tidak bisa dihentikan oleh setan.

Humor : Alamat Email

Tahun ajaran baru selalu memunculkan pertanyaan-pertanya an menarik bagi konsultan komputer di sekolah.

Pertanyaan yang banyak muncul adalah mengenai bagaimana memakai e-mail dan menggunakan internet.

Salah satu anak yang benar-benar lugu, kemarin datang ke kantor konsultasi dan mengeluh karena e-mailnya tidak berfungsi.

Usahanya untuk mendapat tiket secara online dalam sebuah konser di sekolah selalu berujung pada dikembalikannya e-mailnya.

Ia menunjukkan alamat e-mail yang ia tuju. Lalu oleh petugas kantor, ia ditanya dari mana ia mendapat alamat e-mail yang tidak biasa itu.

Ia menjawab, "Dikatakan dalam iklan konser itu: `Dimulai(at) 07.30`."