Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 July 2009

Biarkan Tuhan Yang Menilaimu

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok akan dilupakan orang.Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.

JANGAN PEDULIKAN apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.

Tetapi, percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang yang jujur, dan Dia dapat melihat ketulusan hatimu.

(Mother Theresa)

Unbreakable

2 tawarikh 27:6 Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 7; Matius 7; 2 Raja-Raja 5-6

Tidak ada seorang pun yang suka jika dirinya disebut lemah. Semua orang ingin menjadi kuat. Waktu kita kuat (memiliki kapasitas yang besar), kita dapat melakukan banyak hal, mulai dari jalan-jalan, angkat-angkat, lompat-lompat, apalagi main futsal. Tapi kalau badan kita lemah (memiliki kapasitas yang kecil), kita tidak bisa melakukan banyak hal yang membutuhkan banyak energi. Bayangkan orang sakit yang terbaring lemah, terkulai dan tak berdaya. Kita tidak mungkin bisa meminta pertolongan kepada orang-orang seperti itu bukan?

Ada berbagai macam cara untuk menjadi kuat. Dalam teks bahasa Inggris (NIV), ayat di atas berbunyi demikian: “Jonathan grew powerful because he walked steadfastly before the LORD his GOD”. Kunci yang membuat Yotam menjadi kuat adalah karena ia berjalan dengan setia terhadap Tuhan, Allahnya. Kesetiaan akan membuat Anda menjadi kuat. Kesetiaan kita terhadap Tuhan dan firman-Nya akan membuat kita menjadi kuat. Ingat, kesetiaan merupakan cara kita menikmati kesetiaan Tuhan di dalam hidup kita.

Yeremia 1:19 mengatakan, “Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan”. Kita kuat karena kita melekat (menempel) dengan Tuhan yang kuat, seperti sebatang lidi menempel pada sebatang besi. Itulah arti kata “menyertai”.

Dengan begitu kita, orang-orang yang terus-menerus menempel dengan Tuhan merupakan orang-orang yang tidak dapat dikalahkan. Telah terbukti, banyak orang yang kaya, memiliki popularitas dan kekuasaan, tetapi mudah dikalahkan oleh hawa nafsu, kekecewaan, ketakutan dan keputusasaan. Popularitas, kekayaan dan kekuasaan bersifat sementara. Kita bisa kehilangan segalanya dalam hitungan menit, atau bahkan detik. Namun, kita tidak akan pernah bisa kehilangan Tuhan Yesus kecuali jika kita yang meninggalkan Tuhan.

Seperti apa yang tertulis di dalam Roma 8:35, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”.

Mengandalkan kekuatan sendiri sama halnya dengan membuang air di dalam gelas ketika Anda sedang dahaga. Tanpa Tuhan apapun yang Anda lakukan sia-sia.

Jawaban.com