Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 December 2009

Cape Deh…

Seorang anak kelas 1 SD tidak mau bergabung dengan teman-teman sebayanya yang dengan ceria ngobrol tentang liburan Natal.

"Apa kamu ngak suka liburan Natal?" tanyaku.

"Nggak terlalu," katanya.

"Capek, karena orang tuaku slalu menghadiri banyak sekali kebaktian Natal, dan aku harus selalu ikut."

"Loh, orang tuamu pendeta ya?" tanyaku penasaran.

"Bukan, hanya anggota gereja biasa," jawabnya, "tapi kami harus selalu ikut agar mama tidak perlu masak lagi di rumah, capek deh..."