Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 August 2010

Fun : Masih Berpikir Untuk Loyal??

Ada seorang karyawan edan bernama SuPrayitno,SE yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, orang ini baru saja di offering oleh sebuah perusahaan BUMN yg mengelola pertambangan (yg jelas menggiurkan dari sisi income) dan mau resign, berikut cuplikan perdebatannya dengan manajernya yg mencoba menahannya

(Manajer = M, dan prayitno = P)

M = edan kowe yo prayitno, lagi 2 taun dah mau resign, dimana morality kmu?

P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full

M = sebenernya mau kmu apa? dimana2 kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini

P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho.... ya saya pilih yg rewardnya lebih

M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kmu juga bakal naik klo kmu bertahan

P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara yg lain

P = bapak udah ngomong gitu ke semua karyawan yg resign sebelum saya

M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak

P = disini juga sama aja saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik dunk......

M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya

P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu hanya mengejar "life". No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kmu itu orang gajian!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri

P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi "life" klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang "life exixtency". So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya

M = prayitno.... klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2.... selalu ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu

P = emang gak bakal abis pak.... karena itu, ngapain saya abisin disini? mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape. lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan?

M = Nyatanya itu si pak Bambang bisa sukses disini sampe level Director, itu karena dia sabar disini

P = pantesan pak Bambang tampangnya kaya gitu. Dah nyingkirin brapa orang dia pak buat ke posisi itu? Iya jabatan si Director, tapi mobilnya sama ma manajer di company baru saya. mendingan saya jadi GM disana dunk daripada jadi director disini

M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal

P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada mereka. Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa tas berat aja dicuekin

M = tapi dimana responsibility kmu?

P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan

P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil, itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! nek ngono aku yo melu resign...... ....

P = raiso pak.... kowe wis tuwo. Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai background. Cuma terbatas di sesama manufaktur elekronik hehehhee…. cacingan deh lo.....

moral historynya adalah still considering to settle??

Postingan ini cuman buat fun aja.. :)

21 August 2010

Weekly Scripture – Matius 6:33

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." - Matius 6:33

18 August 2010

Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.

Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi. Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi. Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan, Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun. Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini. KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.

* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !

17 August 2010

Beda Antara Pemimpin Dan Bos

Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,

Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

Seorang boss menimbulkan ketakutan;
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

Seorang boss mengatakan 'aku';
Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.

Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

Seorang boss menuntut rasa hormat;
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;

Seorang boss berkata, 'Pergi!';
Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'

menjadi Boss ataupun pemimpin adalah pilihan, usaha, dan takdir kita namun sentuhan dalam melaksanakannya jelas akan sangat berpengaruh pada kondisi, kesolidan dan pencapaian kerja tim.

Fun : Ketika Bodoh Tidak Bisa Disamakan Dengan Bego

Dalam sebuah pembicaraan Telepon..

Rekan yang Curhat : wah karirmu sekarang smakin bagus ya? punya kerjaan bagus, pendapatan Ok, ga kayak aku ki, ditolak perusahaan bolak-balik.. dadine malah gede di kereta gara keseringan PP Jakarta - Jogja.

Saya : halah.. rumput tetangga kan emang selalu terlihat lebih hijau, urung rejeki wae to men..

Rekan yang curhat : apa aku tak dadi wirausahawan wae yo men??

Saya : Lah katanya kepengen dadi wong kantoran? koq ra konsisten ngono men?
Rekan yang curhat : ah mbuhlah, ta pikir2 meneh ah.. opo mergo aku ki cen bodoh ya men??

Saya : ????

..dalam pembicaraan dengan rekan yang sedang bingung...

1. ada anggapan bahwa Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentunya dia berusaha merekrut orang Pintar. Walhasil Boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka di rekrutlah orang-orang pintar yang tidak pernah salah untuk meminimalisir kesalahan. Jadilah orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya kemudian berpidatolah orang bodoh yang didengarkan orang-orang dengan kekaguman.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh ikut andil agar orang pintar mau membuat undang-undangnya orang bodoh.

6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.

7. Orang bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, walhasil banyak orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

9. Saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

Pertanyaan Moralnya adalah:
1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh??
3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??

Kesimpulan:
1. Jangan slalu mau jadi orang pinter, mawas diri hilang dan lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
2.  mau menjadi orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
3. "resiko" dan "berusaha", orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh.

16 August 2010

5 Rules In Life

* This post contains slideshow. To download this slideshow please visit

http://www.ziddu.com/download/11193164/5RulesinLife.pps.html http://depositfiles.com/files/muet3jodh

14 August 2010

Membebaskan Diri Dari Obsesi Menikah

Setelah menyelesaikan kuliah S2 nya di Australia, Becky (29) memutuskan untuk bekerja di Indonesia dan melanjutkan salah satu "tujuan hidupnya" yaitu mencari suami. Namun pencariannya ternyata tidak mudah, akhirnya ia menerima cinta teman sekantornya meski sebenarnya tidak ada kecocokan di antara mereka.

Tidak mengherankan kalau hubungan mereka dipenuhi pertengkaran, tapi Becky tetap bertahan sambil berharap kekasihnya itu segera melamar. Sang kekasih akhirnya melamar, tapi bukan ke Becky, melainkan wanita lain yang selama ini juga dikencaninya.

Mungkin kita akan bertanya-tanya, mengapa seorang wanita berpendidikan tinggi seperti Becky mau melakukan hal bodoh dengan menghabiskan waktu dengan seseorang yang salah. Masih banyak Becky lain di sekitar kita, meski dunia semakin canggih, tetap saja menikah masih menjadi tujuan hidup banyak orang.

Sebenarnya apa yang menjadi motivasi orang-orang yang terobsesi untuk menikah?

Yuk, simak uraian berikut :

1. Sindrom "Tidak Bisa Hidup Sendiri"

Banyak orang yang memutuskan menikah dengan pasangannya karena merasa tidak bisa hidup tanpa pasangannya. Akibatnya terjadi semacam shock di awal pernikahan. Menurut Mary Jo Fay, konsultan di situs helpfromsurvivor.com, jika Anda memiliki sindrom tersebut, ingatlah bahwa orangtua Anda telah mengurus Anda dengan baik, berpikirlah dua kali karena berada di bawah "asuhan" pasangan yang sebenarnya tidak cocok hanya akan membawa Anda dalam hubungan yang tidak sehat.

2. Target hidup

Biasanya orang, khususnya perempuan, selalu menetapkan target pencapaian berdasarkan umur, dan dibuat sangat spesifik. Misalnya menikah di usia 25,punya anak paling lambat 27 tahun. Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa psikolog, sebenarnya perempuan, sama halnya dengan pria juga takut untuk berkomitmen, tetapi "target-target" tadi menekan mereka. Semakin dewasa dan makin luasnya wawasan, biasanya mereka akan melupakan target tadi. Bukankah lebih baik menunda pernikahan daripada terperangkap dengan orang yang salah ?

3. Lingkungan dan Keluarga

Hidup dalam masyarakat yang ikatan kekeluargaannya masih kuat seperti di Indonesia tidak selalu enak. Salah satunya adalah tuntutan dan desakan dari keluarga besar jika ada salah satu anggota keluarga yang belum menikah. Ada sebagian keluarga yang menganggap bercerai masih lebih baik "ketimbang" tidak menikah sama sekali. Usia 30 tahun adalah angka keramat, jika sampai usia tersebut seseorang belum menikah dan tidak ada tanda-tanda menjalin hubungan serius, orang akan berpikir apakah ada yang salah dengan orang tersebut.

4. Uang

Biasanya terjadi pada wanita. Desakan ekonomi ternyata menjadi salah satu alasan sebagian perempuan untuk menikah. Memiliki suami kaya raya, hidup enak tanpa perlu bekerja keras masih menjadi impian. Banyak pula yang akhirnya bercerai ketika usia perkawinan mereka belum berjalan 5 tahun. Pati (35) seorang ibu satu anak dan sudah bercerai di usia 29 tahun, membagi pengalamannya :

"Meski mantan suami saya berasal dari keluarga kaya, tetapi sejak tahun lalu ia berhenti memberi tunjangan pada anak kami. Sekarang saya melanjutkan kuliah dan bekerja keras membesarkan anak saya, kelak ketika ia akan menikah saya akan memastikan ia menikah karena cinta, bukan uang".

5. Membuat deadline kapan menikah

Membuat deadline kapan kita akan menikah sah-sah saja, tergantung apa motivasi yang melatar belakanginya. Dengan adanya deadline kita akan bekerja keras untuk mencapai tujuan, asalkan bukan menikah hanya untuk melengkapi tujuan.

LEBIH BAIK...

Tahu apa yang dicari. Tanyalah pada diri sendiri ; bagaimana kita ingin menjalani hidup? Dengan siapa? Dimana? Setelah semua pertanyaan itu terjawab, siapa tahu Anda akan sadar kalau selama ini hanya membuang waktu karena berhubungan dengan orang yang salah. Hargai target pasangan. Jika sekarang Anda sudah menemukan the right person tetapi ia belum ingin menikah, bersabarlah. Pernikahan bisa terjadi jika dua belah pihak sudah siap bukan?

DON'T...

Menikah menjadi tujuan hidup.

Lebih baik menunda atau bahkan menolak lamaran jika hati kecil kita mengatakan tidak, daripada menghabiskan hidup tanpa rasa bahagia. Masih ingat kisah Becky di atas bukan ? karena obsesinya untuk menikah ia jadi "gelap mata" dengan menjalin hubungan dengan pria yang salah.

Semua dijadikan beban.

Mari kita andaikan deadline Anda telah lewat dan Anda masih juga melajang. Atau misalnya Anda telah menjalin hubungan dengan seorang pria /wanita  yang baik tetapi he or she's not the one, dan Anda merasa kesal karena merasa membuang waktu dengannya. Sebenarnya tidak ada yang sia-sia, jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran. Itu yang disebut dewasa. Tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman hidup dari kesalahan yang pernah kita buat, karena dari situ kita justru bisa memilih orang yang lebih baik.

Lupa bersyukur

Seringkali kita jadi kecewa dan merasa jadi orang yang paling tidak berbahagia dan hidupnya tidak lengkap karena masih melajang. Kita jadi lupa kalau kita dikelilingi orang-orang yang sayang dan perhatian; keluarga, sahabat, teman-teman. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelangga. Seseorang yang percaya bahwa dirinya tetap manusia yang utuh meski belum memiliki pasangan, serta menikmati hidup dan membaginya dengan orang lain telah terbukti akan memiliki perasaan yang kuat dan biasanya kelak memiliki hubungan yang sehat dan menyenangkan dengan pasangannya. Biarkan semua mengalir dengan wajar, tak ada yang perlu dikejar. Selama kita tetap membuka diri untuk bertemu banyak orang, seseorang yang tepat & istimewa akan datang pada saat yang tepat.

So, think carefully before getting married friends,

13 August 2010

Tipe Manusia Menurut Status FB (Facebook)

Kocak abis.....⌣ ⌣ ⌣

1.Manusia Super Update

Kapanpun dan dimanapun update status. Status nya ga panjang2 amat..tapi terlihat bikin risih, karena hal2 yang ga terlalu penting juga dia publikasikan.

contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menuju neraka..", "Saatnya baca koran..", dsb.

2.Manusia Melankolis

Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar dari teman2nya atau hanya sekedar menuangkan unek2nya ke facebook, tapi biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan solusi yg terbaik kepada yang laen..

contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih km sudah sayang ama aku selama ini..", dsb..

3.Manusia Tukang Ngeluh

Ga pagi, ga siang, ga malem, ga dikasih ujan, ga dikasih panas, ga dikasih uang, ga dikasih makan, pokonya semuanya dia keluhkan..

contoh : "Jakartamaceeet. .!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in..capehatig ara2 si do'i..", dsb..

4.Manusia Sombong

Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel..

contoh : "Otw ke Paris ..!!", "BMW ku sayang, saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", dsb..

5.Manusia Puitis

Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara, tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas pesan tersembunyi nya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan..

contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi", "Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu", dsb..

6.Manusia in English

Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis, sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan mengatakannya dalam bahasa Inggwis Gicyu Low..

contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth, you Pink sun.." dsb.. Kira2 seperti itu lah..sebenernya masih banyak lagi dalam pikiran..tapi keburu mau berangkat..kapan2 diterusin ya..hehe..  Mudah2an ga ada yang tersinggung. .just 4 fun kok..

7. alay...

updatenya gaul2... dan bahasa dewa.. ejaan yang dialaykan..

contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" << lol~

8. obsesi...

ngarep... tp ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat2.. dll..

contoh : :duwh... sesi pemotretan lagi! cape...

9. Sok tau..

sotoy tenarnya..

contoh : pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla... pdahal ga taw apa yang ditulis..

10. bioskop mania..

update film yang abis ditonton dan kasih comment..

contoh : ICE AGE 3..REcomended! !

11. tipe pedagang:

contoh: "jual sepatu bla bla bla"

12. tipe penyuluh masyarakat:

contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"

13. Pengguna Facebook Tipe Kaskuser

baru online 'PERTAMAXXXX GAN!'... 5 menit lagi 'kalo berkenan cendolnya donk gannn'.... 1 jam lagi 'aduh sial gagal pertamax di trid sendiri'.... .. beberapa jam lagi 'YES GW UDAH ISO2000', trus nawarin 'bagi2 cendol gratiss di kaskus ngerayain ISO ' kalo online pagi 'pagi2 enaknya ngaskus gan!', 'tidur telat bangun pagi2 nyalain komputer ngaskus lagi

14.Manusia Alay..

Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim..ato mungkin ada yg fusion..

Alay1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"
Alay2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "
Alay3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h d3ch..!!"
(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikir dulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)

15.Tipe Hidden Message

Tipe ini biasanya ga to the point, tapi tentunya punya niat biar orang yg dituju membaca nya..bagus2 kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu, padahal langsung aja sms ya..

07 August 2010

Istri Jelek vs Istri Cantik

Kalo istri cantik kebelet minta dibeliin mobil baru suami bilang: sabar ya sayang, nabung dulu... apa sih yang nggak aku beri buat kamu...
kalo istri jelek kebelet minta dibeliin mobil baru suami bilang: kamu tuh... ga tau apa cari duit susah, minta aneh2 lagi

Kalo istri cantik lagi hamil tua lewat depan suami suami bilang: sayang... wanita itu kalu sedang hamil justru sexy lho.
kalo istri jelek lagi hamil tua lewat depan suami suami bilang: weleh... gentong jalan,ngapain sih mondar mandir aje

kalo istri cantik ga mau nyuci pakaian suami bilang: ahhh kan ada pembantu dan mesin cuci, lagian ntar tangan kamu jadi kasar lho...
kalo istri jelek ga mau nyuci pakaian suami bilang: dasar sok... timbang nyuci pakaian aja ga mau... (sambil geleng2 kepala)

kalo istri cantik lagi ngambek dan cemberut suami bilang: kamu biar cemberut gitu tetep keliatan manis kok yang...
kalo istri jelek lagi ngambek dan cemberut suami bilang: muka dari tadi dilipet ga dilipet juga sama aja...

kalo istri cantik lupa bangunin suami untuk kerja suami bilang: kamu tidurnya nyenyak banget ya semalam, gapapa kok sekali2 aku
telat kekantor...
kalo istri jelek lupa bangunin suami untuk kerja suami bilang: Tidur apa pingsan... aku bakal kena marah boss nih gara2 kamu...

kalo istri cantik dandan pake make up mahal suami bilang: kamu tambah cantik deh... I Love You
kalo istri jelek dandan pake make up mahal suami bilang: dasar BUBOR... Ibu-ibu Boros...!

kalo istri cantik kentut suami bilang: ga papa sayang... klkentut di tahan2 bikin penyakit lho...
kalo istri jelek kentut Suami bilang: bau tau ga...! ga ada sopan santunnya sama sekali

kalo istri cantik ngajak plesiran ke Bali suami bilang: Bali is beautiful place
Kalo istri jelek ngajak plesir ke bali suami bilang: alah... ancol aja kenapa yang deket!!!

kalo istri cantik lagi sakit suami bilang: Sebentar lagi juga sembuh... kamu banyak istirahat ya
kalo istri jelek lagi sakit suami bilang: wah... jangan2 bentar lagi nih... namanya juga umur

kalo istri cantik pulang kerja lembur sampe malam suami bilang: kamu pasti lelah sekali malam ini...
kalo istri jelek pulang kerja sampe malam suami bilang: Ngapain sih ngelembur2 segala sampe lupa masakin suami

kalo istri cantik udah bbrp kali melahirkan suami bilang : ikutan senam di gym aja biar tetap bugar dan km tetap cantik
kalo istri jelek udah bbrp kali melahirkan suami bilang : Tuh badan melar semua...ikutan senam sana tiap minggu pagidi halaman PUSKESMAS...

28 July 2010

Marah Itu Mudah

Banyak situasi dan kondisi saat ini yang bisa membuat orang untuk mudah marah. Mudah marah dengan kondisi jalanan yang macet, mudah marah dengan orang yang tidak kita senangi, mudah marah dengan situasi kerja yang tidak kondusif dan hal-hal lain yang mungkin bisa membuat emosi marah dalam diri kita mencuat keluar.

Satu baris kalimat yang ditulis oleh suami saya di dinding kamarnya, pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di rumahnya:

MARAH ITU MUDAH,
TAPI…..
MARAH PADA ORANG YANG TEPAT
PADA WAKTU YANG TEPAT
PADA TEMPAT YANG BENAR
DENGAN KADAR YANG SESUAI
TIDAK LAH MUDAH!

Untaian kalimat itulah yang senantiasa mengingatkan saya, bahwa banyak orang yang mengaku bijak dan merasa telah adil, merasa telah melakukan hal yang benar tidak mampu untuk berlaku bijak, adil dan sesuai dengan yang sebenarnya dalam bertutur kata dan bertingkah laku.

Emosi marah, sedih, senang yang dianugrahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita, adalah sesuatu yang berharga untuk kita. Namun bagaimana kita me-MANAGE emosi dalam diri kita menjadi sesuatu yang indah, yang proporsional dalam diri kita, melihat segala sesuatu secara OBJECTIF dan TIDAK SUBJECTIF.

Hidup ini belajar, dan karenanya saya harus banyak belajar dan belajar banyak dari hal-hal yang saya temui selama perjalanan hidup ini agar yang bisa bersikap objektif dengan segala sesuatu dan bisa me-manage emosi marah saya pada: orang, waktu, tempat yang tepat, dan kadar yang sesuai.

27 July 2010

Pecahnya Cangkang Telur

“Teng…teng…” bel tanda masuk berbunyi, Bu Heni dan bu Han memanggil anak-anak masuk ke dalam ruangan. Anak-anak pun segera berkumpul dan satu persatu duduk di karpet. Namun di ujung saung terlihat masih ada empat anak yang masih asyik bermain. Aisha dengan Nadwa yang sibuk dengan lomba larinya, Rian yang masih asyik bermain dengan boneka naruto yang baru dibelinya, dan Raihan yang sedang asyik memberi makan kelinci di halaman.

Bu Han pun segera memanggil Aisha, Nadwa, Rian dan Raihan untuk segera masuk karena waktu istirahat telah selesai. Tiba-tiba Rian memukul Raihan, sehingga Raihan menangis tersedu-sedu. Bu Han pun segera berlari menuju tempat kejadian, begitu pun Aisha dan Nadwa. Bu Han bertanya, "Mengapa Rian memukul Raihan". Rian berkata, “Raihan mengambil narutonya”, seketika Raihan menjawab “Aku kan hanya pinjam” tanpa menghentikan tangisannya. Bu han pun segera melerainya, dan meminta Aisha dan Nadwa untuk berkumpul dengan teman-teman yang lain. Sedangkan Bu Han meminta Rian dan Raihan untuk duduk dan menyelesaikan masalahnya. Aisha dan Nadwa yang sedang asyik melihat kejadian tersebut pun pergi ke kelas sambil mengucap “Dasar Cengeng”. Bu han yang mendengar kalimat tersebut meminta Aisha dan Nadwa untuk segera masuk kelas.

Setelah Bu Han, Rian dan Raihan menyelesaikan masalahnya, mereka pun segera bergabung dengan Bu Heni dan teman-teman yang lain. Ternyata hari ini Bu Heni membawa tiga butir telur yang siap untuk dimasak. Bu Heni meminta Aisha untuk memecahkan telur ke dalam mangkok yang sudah disiapkan di depannya. Sedangkan untuk dua telur yang lain di pecahkan oleh Rana dan Fathia.

Bu Heni bertanya “Apa yang terjadi dengan telurnya?”

Serentak anak-anak pun berkata, “Telurnya pecah bu..”

“Bu, telurnya terbelah menjadi dua, dan aku bisa melihat kuning dan telurnya masuk ke mangkok.” Ujar Rana.

“Bagus sekali, Nah sekarang kalian siap? Siapa diantara kalian yang bisa mengatakan kepada ibu bagaimana caranya agar ibu bisa mengembalikan isi telur kedalam cangkangnya?”

Suasana kelas menjadi hening, sang guru tersenyum dan menggoda anak-anak itu.

“Ayo, Ibu menunggu jawaban kalian….”

“Bu heni, kita tidak bisa mengembalikan isi telur itu, kan?” Tanya Rian yang penasaran.

“Menurutmu bagaimana?” Bu heni balik bertanya.

“Tidak bisa bu, kurasa tidak akan bisa” jawabnya dengan hati-hati.

“Bagus, Excellent Rian. Kita tidak bisa membuat telur itu utuh lagi. Dan kalian tahu sebabnya? Sekali sebutir telur pecah, dia akan tetap pecah.” Tutur bu hen sambil menoleh kepada Rian dan Raihan. Begitu juga dengan kata-kata. Setiap kali sepatah kata keluar dari mulut kita, kata itu tidak akan pernah bisa kembali. Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan kepada orang lain. Kata-kata bisa menyakitkan, persis seperti ketika kita memecahkan telur.”

Tiba-tiba Rian beranjak dari tempat duduknya dan mendekati tempat duduk Raihan seraya berkata, “Maafin aku yach karena telah menonjokmu..”

Raihan pun menyambut tangan Rian dan berkata, “aku juga minta maaf karena mengambil mainanmu.”

Aisha pun tak ketinggalan meminta maaf pada Raihan karena telah mengatai nya cengeng. Dan suasana kembali gaduh karena semua bersiap-siap untuk menggoreng roti yang dilapisi dengan telur.

Sakitnya pukulan mungkin bisa hilang dalam beberapa waktu, namun bagaimana dengan hati? Jika kata-kata yang keluar dari mulut kita ternyata menyakiti saudara kita? Lalu dengan cara apa kita mengembalikannya? Dengan apa kita menghapusnya? Sudah berapa telurkah yang sudah kita pecahkan? Bagaimana mengembalikannya?

26 July 2010

Kata-kata Mutiara

Smile is the shortest distance between two people.
Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia.

Real power does not hit hard , but straight to the point.
Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras, tetapi tepat sasaran.

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

Only the man who is in the truth is a free man.
Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

Every dark light is followed by a light morning.
Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.

The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

To be silent is the biggest art in a conversation.
Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

Dig a well before you become thirsty.
Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

Good manners consist of small sacrifices.
Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.

IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.

LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.

THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.

KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.
A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN

A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)

THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN

IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.

BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.

ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.

13 July 2010

Generasi Penuntas – Panggilan Raja

Pdt. Petrus Agung Purnama

Bahan Renungan : Yehezkiel 37 : 21 - 24

Nabi Yehezkiel berbicara mengenai Daud 400 thn setelah Daud meninggal. Tuhan sangat berkenan atas kehidupan Raja Daud, hari ini kita belajar mengenai Reputasi Daud. Daud statusnya adalah Raja namun hidupnya menyentuh seluruh aspek panggilan.

Reputasi Daud (1 Samuel 16 : 13 - 23)

1. Daud Diurapi oleh Tuhan (1 Sam 16 : 13)

2. Roh Tuhan Menguasai Daud (1 Sam 16 : 13) --> Daud Tetap Menggembalakan Kambing dan domba.

3. Penyembahan Daud Melalui Permainan Kecapinya bisa mengusir roh jahat yg menguasai Saul.

4. Daud Mempunyai Cool Spirit

5. Daud memiliki elok perawakannya.

Musik dan Penyembahan Bisa menarik hadirat Tuhan, Tarian bisa mengusir setan dan mendatangkan keintiman dengan Tuhan.

Ketika Daud mengalahkan Goliat, ia menyiapkan 5 buah batu. Ecclesia artinya dipanggil untuk dijadikan satu untuk berperang.

II Samuel 5 : 17 - 25 --> Raksasanya Filistin tidak hanya satu melainkan 5 raksasa.

By His Grace

Joshua

12 July 2010

Generasi Penuntas (Session 6)

Raja
Pdt. Petrus Agung Purnama

Bahan Renungan : Yehezkiel 37 : 21 – 24

Setiap dari kita dipanggil Tuhan untuk menjadi generasi penuntas, panggilan Tuhan untuk kita berbeda – beda dan tugas kita berbeda – beda. Yehezkiel 37 : 21 “Tahun 1948 Israel menjadi suatu negara”.

Yehezkiel 37 : 22 – 24 “Tuhan menyebutkan hambaKu Daud akan menjadi rajanya,…. Hal ini terjadi sekitar 400 tahun setelah kematian Raja Daud. Saat ini Generasi Penuntas yang dipanggil untuk menjadi Raja. Panggilan Raja adalah punya hati seorang Raja yang berkenan di hati Tuhan. Panggilan Raja akan terjadi tergantung dari sikap hati kita.

Mazmur 19 : 13 – 15 “Daud mengungkapkan bahwa Sikap Hati kita ini penting”. Dalam terjemahan The Message mengatakan siapakah yang dapat mengetahui error (ketidakberesan).

Bagi orang yang mempunyai panggilan Raja harus memiliki hati yang melekat dan seirama dengan Raja. Minta sama Tuhan untuk membebaskan kita dari apa yang kita tidak sadari. Saat ini Tuhan sangat sulit mencari orang – orang yang mempunyai hati Raja.

Mazmur 19 : 14 “Dosa yang sangat arogan : kesombongan, kecongkakan, kurang ajar, nekat, terlalu berani.” Minta kepada Tuhan untuk melindungi kita dari dosa yang sangat arogan.

Kalau kita berpikir bisa mengambil alih pekerjaan Tuhan adalah Lancang dan Stupid. Amin.

By His Grace

Joshua

11 July 2010

Generasi Penuntas (Session 5)

Pilar “Soko Guru”
Ev. Drg. Yusak Tjipto

Ketika Tuhan menyuruh kami membuat KKR Bahtera pada tahun 2005, Tuhan mengajarkan kepada saya untuk nyerah sama Tuhan, santai dan glinding wae. Sebagai Generasi Penuntas Tuhan memberikan pesan untuk orang – orang yang dipanggil menjadi Soko Guru atau Pilar adalah tidak boleh Komplain, tidak boleh ngomel, tidak boleh milih-milih.

Generasi Penuntas yang dipanggil untuk menjadi pilar harus siap di injak – injak. Tuhan Yesus hari ini bagikan Jubah – Jubah yang baru untuk Pilar – PilarNya. Yohanes 3 : 16 “Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, sehingga Ia memberikan anugerahNya untuk pilar – pilar. Tugas pilar sangat berat oleh sebab itu kita harus berjalan dalam anugerahNya. Pilar – Pilar setiap hari harus baca Firman Tuhan.

Generasi Penuntas Pilar harus menjadi penurut – penurut Firman Tuhan, Kuasa Tuhan akan dinyatakan dalam hidupmu. Menyenangkan Hati Tuhan !! Amin.

By His Grace

Joshua

10 July 2010

Generasi Penuntas (Session 4)

Mempelai
Ev. Nany Susanty, SH

Generasi Penuntas yang dipanggil menjadi Mempelai adalah generasi yang menyalakan api di bangsa ini. Sebelum Acara Generasi Penuntas ini, kami 6 Hamba Tuhan mempunyai tugas untuk pergi ke Korea dan mengambil Api Kebangunan Rohani di Korea. Tuhan Yesus memberikan tugas yang berbeda – beda kepada 6 Hamba Tuhan.

Saya dan Daniel, Tuhan menyuruh kami untuk mengambil bara api dan api di Korea Selatan. Tuhan mau Api Lawatan Tuhan yang di bawa dari Korea Selatan diimpartasikan ke 33 propinsi yang ada di Indonesia.

I Raja 18 : 20 – 23 “Tuhan menginginkan kita sebagai Elia – Elia di akhir jaman, membakar bangsa ini dengan Api Lawatan Tuhan”. Tuhan Yesus memberikan tugas kepada kita para mempelai agar Api terus menyala yaitu :
1. 1 Raja 18 : 30 “Datang Mendekat Kepada Tuhan”
2. Memperbaiki Mezbah Kita (Praise & Worship, Saat Teduh, Doa)
3. 1 Raja 18 : 31, 36 “Harus ada Kesatuan didalam Tubuh Kristus” Ada 33 Batu yang Tuhan susun di atas Indonesia untuk menjadi Mezbahnya Tuhan. Amin.

By His Grace

Joshua

09 July 2010

Generasi Penuntas (Session 3)

Imam
Ev. Daniel Krestianto

Tuhan berkata : “banyak orang yang hadir di Holy Stadium hanya sekedar mau jadi generasi penuntas”. Sebagai generasi Penuntas kita harus berani ambil resiko. Roma 5 : 18 – 21 “Generasi Penuntas adalah orang – orang yang berkata : makananku ialah melakukan kehendak Bapa diSurga (Yohanes 4 : 34).

Generasi Penuntas adalah generasi yang tidak pernah berpikir, generasi yang bergerak dengan cepat dan dengan ketepatan. Generasi Penuntas ini tahu untuk masuk dengan waktu yang tepat.

Generasi Penuntas yang masuk dalam panggilan Imam harus mati daging. Generasi Penuntas yang masuk dalam panggilan imam ini harus rela berkorban dan rela menyerahkan nyawanya bagi saudara – saudaranya.

Generasi Penuntas tidak memakai usahanya sendiri. Generasi ini melakukan yang menjadi bagian kita dengan benar. Generasi ini harus menang dari 4 kelemahan manusia, yaitu : Seks, Kesombongan, Keuangan, Keluarga.

Generasi ini harus menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi hidup kita. Amin.

By His Grace

Joshua

08 July 2010

Generasi Penuntas (Session 2)

Tentara
Ev. Rachel Iin Tjipto Wenas

II Samuel 23 : 8 – 17

Generasi Penuntas adalah Generasi Triwira yang mempunyai cara pandang yang berbeda, generasi yang memiliki karakter seperti Karakter Yesus Kristus, generasi yang memiliki gelora cinta, keintiman dan ketaatan. Selamat Menjadi Generasi Penuntas Yang Menggenapkan kehendak Bapa.

Generasi Triwira ini berhadapan dengan 800 orang, perbandingannya 1 orang Triwira akan berhadapan dengan 800 orang. Ini menandakan bahwa generasi penuntas ini akan menghadapi hal - hal yang tidak mungkin, hal yang tidak mungkin akan diubahkan oleh generasi penuntas menjadi sesuatu hal yang mungkin.

Generasi Penuntas akan mempunyai satu tekad yaitu selalu bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Generasi ini akan terus maju pada saat orang lain mengundurkan diri. Generasi ini akan mengerjakan tugas yang bukan bagiannya disaat orang lain berkata ini bukan bagian saya.

Generasi Penuntas akan timbul dan tidak peduli dengan orang - orang yang mundur. Generasi ini akan berkata : "apapun yang Tuhan suruh itu bagianku."

Generasi Penuntas akan berperang sendiri disaat orang - orang tidak peduli dengan hal - hal mengenai peperangan rohani.

Ada banyak orang yang mau menjarah berkat saja tetapi tidak mau berperang dan bekerja. Generasi Penuntas akan maju berperang dan giat bekerja. Generasi ini disetiap sel dalam hidupnya akan berkata ya buat setiap panggilanNya.

Generasi ini mau membayar berapapun harganya. Generasi ini akan melakukan tepat seperti apa yang Tuhan mau, semuanya itu karena Anugerah.

Generasi ini akan menangkap persis apa yang Tuhan mau. Generasi Penuntas mempunyai sifat yang berbeda. Generasi ini akan mengerti arti pandangan mata Tuhan. Generasi ini mengerti sebuah kerinduan Tuhan. Generasi ini mengerti apa yang Tuannya mau untuk dia lakukan.

Doa : Tentara Tuhan dalam Generasi Penuntas harus mempunyai keintiman, pengertian, gelora cinta, mempunyai kekuatan untuk mencapai garis akhir. AMIN

By His Grace

Joshua

07 July 2010

Sombong VS Percaya Diri

Orang yang percaya diri biasanya mudah bergaul dengan orang lain. Sedangkan orang sombong biasanya malas didekati oleh siapapun. Pasalnyabanyak orang yang bingung sebenarnya posisinya ada dimana. Berikutperbedaan antara orang sombong dan orang percaya diri:

1. Orang sombong menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Sedangkan orang percaya diri percaya bahwa dirinya memiliki keunikan dan talenta sebagaimana yang dianugerahkan berbeda kepada setiap orang.
2. Orang sombong seolah selalu tahu apa yang paling baik untuk orang lain. Sedangkan orang yang percaya diri selalu terbuka tentang pendapatnya terhadap orang lain.
3. Orang sombong biasanya tajam terhadap orangyang ia lihat sebagai saingan. Orang percaya diri sudah lahir dengan kemampuan untuk bersaing.
4. Orang sombong sulit dan bahkan tidak pernah mengakui kesalahan mereka. Orang percaya diri tidak takut untuk mengaku bahwa ia melakukan kesalahan.
5. Orang sombong biasanya sukajika orang lain melakukan kesalahan sedang mereka yang percaya dirisuka membantu orang menghadapi kesalahan yang mereka buat.
6. Orang sombong biasanya sangat peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya. Sedangkan orang percaya diri tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain terhadap dirinya.
7. Orang sombong biasanya suka membanggakan dirinya, sedangkan mereka yang percaya diri cenderung diam.

Sombongkah atau percaya dirikah Anda?

Generasi Penuntas (Session 1)

Pekerja
Pdt. Petrus Hadi Santoso

Bahan Renungan :
Ibrani 11 : 38 - 40

Ibrani 11 : 38 "Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua - gua, dan celah - celah gunung."

Iman mereka diperhadapkan dengan ujian, tantangan. Sebagai Generasi Penuntas kita mengalami ujian dan tantangan.

Ibrani 11 : 39 "Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik."

Orang - orang kudus seperti Abraham, Yosua, Daniel, Gideon, Barak dan lain - lain tidak memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan, tetapi mereka tetap setia. Iman mereka telah memberikan kesaksian yang baik kepada kita generasi penuntas.

Ibrani 11 : 40 "Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita ; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan."

Generasi Penuntas, Tuhan sudah menyediakan untuk kita sesuatu yang lebih baik, oleh sebab itu kita harus berlari untuk mencapai kesempurnaan yang telah disediakan Tuhan.

Disetiap jaman akan ada orang yang muncul untuk memegang tongkat estafet, saat ini kita adalah generasi penuntas yang memegang tongkat estafet. Kita harus dengan tepat mengambil tongkat estafet itu. Generasi penuntas harus berlari cepat dan mencapai target sebagai generasi terakhir.

Generasi penuntas adalah generasi korporat, generasi terakhir yang menangkap hati Tuhan, ambil tongkat dan lari secepatnya. Amin

By His Grace

Joshua

06 July 2010

Wortel, Telur dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat,nak?”

"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa artisemua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”

“Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukahkamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

"Mana yang kau pilih??"

05 July 2010

Semuanya Terjadi Karena Suatu Alasan

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington.

Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat. Saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.

Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan
ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang, lalu aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan."

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA

03 July 2010

Jangkar Yang Kokoh

Roma 5:1-5

1.  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

2.  Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

3. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

4. dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita

Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19). Pengharapan itu bagai jangkar. Begitu ditancapkan ke dasar laut, kapal menjadi mantap. Punya pegangan. Tidak diombang-ambingkan ombak.

Pengharapan membuat orang beriman bisa berjalan mantap, walau janji Tuhan belum genap. Rasul Paulus berkata, kita sudah "beroleh jalan masuk" menuju keselamatan, walau belum sepenuhnya "menerima kemuliaan Allah" (ayat 2).

Apa yang meyakinkan kita bahwa kelak kemuliaan ALLAH itu akan kita terima? Pengharapan!

Dengan pengharapan, biar jalan di depan sulit, hati tidak menjadi pahit. Malahan makin tekun dan tahan uji, karena yakin yang terbaik pasti akan datang (ayat 4,5).

Harapan kita sering keliru. Kadang kita mengharapkan jalan yang mudah. Atau, berharap hidup berjalan sesuai skenario kita. Harapan seperti itu bisa mengecewakan.

Namun, pengharapan bahwa kita akan menerima kemuliaan ALLAH adalah jangkar yang kokoh.

Marabahaya bisa datang. Usaha bisa kandas. Cita-cita bisa tidak kesampaian. Namun, pengharapan membuat kita yakin: ini bukan akhir segalanya. Yang terbaik masih akan datang!

KETIKA KITA DIOMBANG-AMBINGKAN ANEKA PERSOALAN JANGAN LUPA TANCAPKAN JANGKAR PENGHARAPAN KEPADA TUHAN

Tuhan Yesus memberkati…

02 July 2010

Senangkan Ortu Semasa Hidup

Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu, ayah sendirian di kampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang bergiliran menjenguknya.

Kami semua sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari kampung halaman di Teluk Intan. Sebagai anak sulung, saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Setiap kali saya menjenguknya, setiap kali itulah istri saya mengajaknya tinggal bersama kami di Kuala Lumpur.

"Nggak usah. lain kali saja!", jawab ayah.

Jawaban itu yang selalu diberikan kepada kami saat mengajaknya pindah. Kadang-kadang ayah mengalah dan mau menginap bersama kami, namun 2 hari kemudian dia minta diantar balik. Ada-ada saja alasannya.

Suatu hari Januari lalu, ayah mau ikut saya ke Kuala Lumpur. Kebetulan sekolah masih libur, maka anak-anak saya sering bermain dan bersenda-gurau dengan kakek mereka. Memasuki hari ketiga, ia mulai minta pulang. Seperti biasa, ada-ada saja alasan yang diberikannya.

"Saya sibuk, ayah. tak boleh ambil cuti. Tunggulah sebentar lagi. akhir minggu ini saya akan antar ayah," balas saya. Anak-anak saya ikut membujuk kakek mereka.

"Biarlah ayah pulang sendiri jika kamu sibuk. Tolong belikan tiket bus saja”, katanya yang membuat saya bertambah kesal. Memang ayah pernah berkali-kali pulang naik bus sendirian.

"Nggak usah saja yah." bujuk saya saat makan malam. Ayah diam dan lalu masuk ke kamar bersama cucu-cucunya. Esok paginya saat saya hendak berangkat ke kantor, ayah sekali lagi minta saya untuk membelikannya tiket bus. "Ayah ini benar-benar nggak mau mengerti yah. saya sedang sibuk, sibuuukkkk!!!" balas saya terus keluar menghidupkan mobil.

Saya tinggalkan ayah terdiam di muka pintu. Sedih hati saya melihat mukanya. Di dalam mobil, istri saya lalu berkata, "Mengapa bersikap kasar kepada ayah? Bicaralah baik-baik! Kasihan khan dia.!" Saya terus membisu.

Sebelum istri saya turun setibanya di kantor, dia berpesan agar saya penuhi permintaan ayah. "Jangan lupa, Pa.. belikan tiket buat ayah," katanya singkat. Di kantor saya termenung cukup lama. Lalu saya meminta ijin untuk keluar kantor membeli tiket bus buat ayah.

Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah dan minta ayah untuk bersiap. "Bus berangkat pk. 14.00," kata saya singkat. Saya memang saat itu bersikap agak kasar karena didorong rasa marah akibat sikap keras kepala ayah. Ayah tanpa banyak bicara lalu segera berbenah. Dia masukkan baju-bajunya kedalam tas dan kami berangkat. Selama dalam perjalanan, kami tak berbicara sepatah kata pun. Saat itu ayah tahu bahwa saya sedang marah. Ia pun enggan menyapa saya.

Setibanya di stasiun, saya lalu mengantarnya ke bus. Setelah itu saya pamit dan terus turun dari bus. Ayah tidak mau melihat saya, matanya memandang keluar jendela. Setelah bus berangkat, saya lalu kembali ke mobil. Saat melewati halaman stasiun, saya melihat tumpukan kue pisang di atas meja dagangan dekat stasiun. Langkah saya lalu terhenti dan teringat ayah yang sangat menyukai kue itu. Setiap kali ia pulang ke kampung, ia selalu minta dibelikan kue itu. Tapi hari itu ayah tidak minta apa pun. Saya lalu segera pulang.

Tiba di rumah, perasaan menjadi tak menentu. Ingat pekerjaan di kantor, ingat ayah yang sedang dalam perjalanan, ingat Istri yang berada di kantornya. Malam itu sekali lagi saya mempertahankan ego saya saat istri meminta saya menelpon ayah di kampung seperti yang biasa saya lakukan setiap kali ayah pulang dengan bus. Malam berikutnya, istri bertanya lagi apakah ayah sudah saya hubungi. "Nggak mungkin belum tiba," jawab saya sambil meninggikan suara.

Dini hari itu, saya menerima telepon dari rumah sakit Teluk Intan. "Ayah sudah tiada." kata sepupu saya disana. "Beliau meninggal 5 menit yang lalu setelah mengalami sesak nafas saat Maghrib tadi." Ia lalu meminta saya agar segera pulang. Saya lalu jatuh terduduk di lantai dengan gagang telepon masih di tangan. Istri lalu segera datang dan bertanya, "Ada apa, bang?"

Saya hanya menggeleng-geleng dan setelah agak lama baru bisa berkata, "Ayah sudah tiada!!"

Setibanya di kampung, saya tak henti-hentinya menangis. Barulah saat itu saya sadar betapa berharganya seorang ayah dalam hidup ini. Kue pisang, kata-kata saya kepada ayah, sikapnya sewaktu di rumah, kata-kata istri mengenai ayah silih berganti menyerbu pikiran.

Hanya Tuhan yang tahu betapa luluhnya hati saya jika teringat hal itu. Saya sangat merasa kehilangan ayah yang pernah menjadi tempat saya mencurahkan perasaan, seorang teman yang sangat pengertian dan ayah yang sangat mengerti akan anak-anaknya. Mengapa saya tidak dapat merasakan perasaan seorang tua yang merindukan belaian kasih sayang anak-anaknya sebelum meninggalkannya buat selama-lamanya.

Sekarang 5 tahun telah berlalu. Setiap kali pulang ke kampung, hati saya bagai terobek-robek saat memandang nisan di atas pusara ayah. Saya tidak dapat menahan air mata jika teringat semua peristiwa pada saat-saat akhir saya bersamanya. Saya merasa sangat bersalah dan tidak dapat memaafkan diri ini.

Benar kata orang, kalau hendak berbakti sebaiknya sewaktu ayah dan ibu masih hidup. Jika sudah tiada, menangis airmata darah sekalipun tidak berarti lagi. Kepada pembaca yang masih memiliki orangtua, jagalah perasaan mereka. Kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat kita sewaktu kecil dulu.

01 July 2010

Mangkok Sang Pengemis

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini, "Apa yang engkau inginkan dariku?”

Si pengemis itu tersenyum dan berkata, "Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku
dapat memenuhi permintaan hamba."

Sang raja terkejut, ia merasa tertantang, "Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!"

Maka menjawablah sang pengemis, "Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa."

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasihat dari seorang pengemis. "Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya."

Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan mangkuk penadah sedekah, "Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku inginkan."

Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis di hadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas!. Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah. Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis, ternyata dia bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya, "Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?"

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum, "Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya".

"Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan.. Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Anak cucumu kelak mengatakan : power tends to corrupt; Kekuasaan cenderung untuk berlaku tamak".

Raja itu bertanya lagi, "Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?"

"Tentu ada, yaitu rasa syukur terhadap segala sesuatu yang telah kau miliki. Jika engkau pandai bersyukur, Itu akan menambah nikmat padamu," ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang.

30 June 2010

Menjual Sisir Pada Biksu

Pertanyaan :
Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul)  -- Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda?

a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)

Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.

Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU

Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru. Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat  kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan, jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.

Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.

Tugasnya adalah menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C). Pimpinan pewawancara memberi tugas.

"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."

Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"

Mr. A menjawab: "Hanya SATU."

Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"

Mr. A menjawab: "Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."

Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"

Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."

"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha."

Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"

Mr. C menjawab: "SERIBU buah!"

Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran. Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"

Mr. C menjawab : "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.'  Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"

MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.

Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akanlemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."

"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegang teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." - Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3

Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah
SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"

Jesus Bless You..

29 June 2010

Belajar Bijak Dari Nelayan

Belajar Bijak Dari Nelayan
Kiriman humor ini dari seorang teman di atas mengajarkan kita beberapa hal ..

Pertama.
Kita tidak boleh sombong . Firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang tinggi hati akan direndahkan . Sebaliknya , orang yang rendah hati akan di tinggikan pada waktunya .

Kedua.
Setinggi apa pun pendidikan kita , kita tidak mungkin menguasai semua ilmu, apalagi ketrampilan.

Ketiga.
Kita membutuhkan orang lain , tidak peduli seberapa rendah pendidikan orang itu.

Belajar Bijak Dari Nelayan 2  Belajar Bijak Dari Nelayan 3  Belajar Bijak Dari Nelayan 4

28 June 2010

Jesus Love You

Pernahkah saat kau duduk santai dan  menik  mati hari, dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk seseorang? Itu adalah TUHAN yang sedang berbicara denganmu melalui roh kudus-Nya.

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada org yang disekitarmu yang dapat kau curhati? Itulah saat dimana TUHAN menginginkanmu untuk berbicara pada-Nya.

Pernahkah  saat kau memikirkan seseorang yang sudah lama tak kau temui, dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telp darinya? Itu adalah kuasa TUhan. Tidak  ada sesuatu yang kebetulan.

Pernahkah kau menerima sesuatu yang tak  terduga, yang tak sanggup kau dapatkan? Itu adalah Tuhan yang  mengetahui keinginan/suara hatimu.

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, terluka dan tidak tahu  bagaimana luka itu dapat disembuhkan. .. Itulah saat dimana kita  belajar mempercayakannya kepada BAPA di Surga, dan tidak  mengandalkan kekuatan kita yang terbatas  ini.

Apakah kau pikir e-mail ini tak sengaja terkirim padamu? TIDAK!...ini terjadi karena KASIHNYA kepadamu, sehingga seseorang digerakkan hatinya untuk mengirimkannya kepadamu.

Marilah berdoa...

Dear  God...
Aku tahu bahwa kau  memperhatikan ku. Dan aku sangat bersyukur atas berkat-Mu. Apapun yang  telah aku doakan, Kau-lah yang mengetahui yang terbaik untukku. I  love u Jesus.
Ketika aku melihat  nama2 penerima email ini, dan melihat email ini terkirim juga kepada ku; aku tahu bahwa ada "doa & harapan yang baik" telah dipanjatkan untuk setiap kita sehingga kita hidup dalam kemenangan bersama Tuhan  hari ini....

Bersukacitalah  sahabat.. He Knows the best for you..

Jesus Bless You…

26 June 2010

Priority In Life

* This post contains slideshow. You can download this slideshow please visit.
Server #1 or Server #2

25 June 2010

Weekly Scripture – Matius 21:22

"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." - Matius 21:22

Perbuatan Baik Akan Kembali Kepada Kita Lagi

The man slowly looked up. This was a woman clearly accustomed to the finer things of life. Her coat was new.
Dengan perlahan-lahan orang itu memandang keatas. Tampak olehnya seorang
wanita yang pasti biasa hidup mewah. Mantel bulunya tampak baru.

She looked like she had never missed a meal in her life. His first thought was that she wanted to make fun of him, like so many others had done before.
Kelihatan dia seperti seorang yang tidak pernah kelaparan seumur hidupnya. Sekilas pada benaknya dia terpikir bahwa tentu wanita itu akan mengolok-olok kepadanya seperti yang sering dilakukan banyak mereka sebelumnya."

Leave me alone," he growled... To his amazement,the woman continued standing. She was smiling – her even white teeth displayed in dazzling rows.
“Tinggalkan aku sendirian,” gumamnya dengan marah… Tapi dia merasa heran karena wanita itu tetap berdiri disitu. Dia tersenyum – sehingga sebaris giginya yang putih rata tampak berkilauan.

"Are you hungry?" she asked. "No," he answered sarcastically. "I've just come from dining with the president.. Now go away."
”Apakah anda lapar?” dia bertanya. “Tidak,” jawabnya dengan penuh ejekan. ”Saya baru saja selesai makan malam dengan President USA ... Nah, pergilah kesana.”

The woman's smile became even broader.
Senyman dari wanita itu menjadi lebih lebar.

Suddenly the man felt a gentle hand under his arm."What are you doing, lady?" the man asked angrily. "I said to leave me alone..”
Tiba-tiba orang itu merasa tangan yang lemah lembut mencoba mengangkatnya untuk berdiri. “Nyonya, apa yang kau lakukan?” orang itu bertanya dengan marah. ”Aku sudah bilang, biarkan aku sendirian.”

Just then a policeman came up. "Is there any problem, ma'am?" he asked..
Pada saat itu seorang polisi mendekati. “Ada masalah apa, nyonya?” dia bertanya..

"No problem here, officer," the woman answered... "I'm just trying to get this man to his feet. Will you help me?"
Tidak ada masalah sama sekali, pak,” jawab perempuan itu. “Saya hanya berusaha mengangkat orang ini berdiri pada kakinya. Bolehkah anda menolong
saya?”

The officer scratched his head. "That's old Jack. He's been a fixture around here for a couple of years.. What do you want with him?"
Polisi itu menggaruk-garuk kepalanya.. “Itu adalah si Jack tua. Dia sudah beberapa tahun lamanya bergelandangan disini. Anda mau bikin apa kepadanya?”

"See that cafeteria over there?" she asked. "I'm going to get him something to eat and get him out of the cold for awhile."
“Anda lihat cafeteria itu disana?” dia bertanya. ”Saya mau memberikan makanan kepadanya dan membawa dia menghindar dari hawa yang dingin ini untuk sebentar.”

"Are you crazy, lady?" the homeless man resisted. "I don't want to go in there!" Then he felt strong hands grab his other arm and lift him up.
“Apakah anda sudah gila, nyonya?” orang yang gelandangan itu menolak tanpa bergeming. “Aku tidak mau pergi kesana!” Pada saat itu merasakan tangan-tangan yang kuat memegang lengannya yang sebelah lagi dan mengangkat dia berdiri pada kakinya.

"Let me go, officer. I didn't do anything.."
”Biarkan aku pergi, pak polisi. Aku tidak berbuat salah apa pun..”

“This is a good deal for you, Jack," the officer answered. "Don't blow it”.
“Ini adalah perbuatan baik untukmu, Jack,” jawab polisi itu. “Jangan sia-siakan itu, kawan.”

"Finally, and with some difficulty, the woman and the police officer got Jack into the cafeteria and sat him at a table in a remote corner. It was the middle of the morning, so most of the breakfast crowd had already left and the lunch bunch had not yet arrived.
Akhirnya dan dengan susah payah, wanita dan polisi itu berhasil membawa Jack kedalam cafetaria dan mendudukkan dia disamping meja yang berada disudut. Hari sudah mulai larut, jadi kebanyakan orang yang makan pagi sudah pergi dan mereka langganan untuk makan siang masih belum tiba.

The manager strode across the cafeteria and stood by his table. "What's going on here, officer?" he asked."What is all this, is this man in trouble?"
Manager cafeteria itu berjalan mendekati dan berdiri disamping meja itu. ”Ada apa ini, pak polisi?” dia bertanya.. “Apa artinya ini, apakah orang ini membuat masalah?”

"This lady brought this man in here to be fed,"the policeman answered.
Nyonya ini telah membawa orang ini untuk diberikan makan disini,” jawab polisi itu.

"Not in here!" the manager replied angrily. "Having a person like that here is bad for business."
”Tidak ditempat ini!” jawab manager itu dengan marah. ”Membiarkan orang seperti ini berada disini akan membawa malapetaka kepada dagang kami.”

Old Jack smiled a toothless grin. "See, lady. I told you so. Now if you'll let me go. I didn't want to come here in the first place."
Jack tua tersenyum menyeringai dengan giginya yang ompong. “Kau lihat itu, nyonya. Saya kan sudah katakan. Nah, sekarang biarkanlah akau bergi. Saya memang dari semula tidak mau datang kemari.

The woman turned to the cafeteria manager and smiled."Sir, are you familiar with Eddy and Associates,the banking firm down the street?"
Wanita itu berpaling kepada manager cafeteria itu sambil tersenyum. “Pak, kenalkah anda kepada Eddy and Associates, perusahaan perbankan yang ada disudut jalan itu?”

"Of course I am," the manager answered impatiently. "They hold their weekly meetings in one of my banquet rooms.."
“Tentu saja aku kenal mereka, setiap minggu mereka mengadakan pertemuan rutin mereka di salah satu ruangan pesta VIP ku untuk santap malam.

"And do you make a goodly amount of money providing food at these weekly meetings?"
“Dan anda mendapat keuntungan yang lumayan menyediakan makanan untuk pertemuan mingguan ini?”

"What business is that of yours?"
Apakah urusanmu dengan hal itu?”

“I, sir, am Penelope Eddy, president and CEO of the company."
”Saya, Pak, adalah Penelope Eddy, President dan CEO dari perusahaan itu.”

"Oh.."
”Oh..”

The woman smiled again.. "I thought that might make a difference."
Wanita itu tersenyum lagi..”Saya memang berpikir bahwa itu mungkin bisa membuat perubahan dalam sikap anda.”

She glanced at the cop who was busy stifling a laugh."Would you like to join us in a cup of coffee and a meal, officer?"
Dia melirik kepada polisi yang sedang berusaha menyembunyikan tertawanya. “Pak polisi, apakah anda mau ikut serta dengan kami menikmati secangkir kopi dan sarapan?”

"No thanks, ma'am," the officer replied. "I'm on duty."
“Oh, tidak, terima kasih, nyonya,” jawab polisi itu. “Saya sedang dalam tugas.”

"Then, perhaps, a cup of coffee to go?"
"Yes, ma'am.. That would be very nice."
“Nah, kalau begitu, mungkin secangkir kopi untuk ada bawa pergi?”
“Baiklah, nyonya.. Itu sangat baik, terima kasih.”

The cafeteria manager turned on his heel.. "I'll get your coffee for you right away, officer."
Manager cafeteria itu langsung berbalik dan berkata..”Saya akan mengambil kopinya untuk anda, pak polisi.”

The officer watched him walk away... "You certainly put him in his place," he said.
Polisi itu memandang manager itu berjalan pergi.. ”Anda sudah menyadarkan dia akan posisinya dengan baik,” katanya.

"That was not my intent... Believe it or not, I have a reason for all this."
Itu bukanlah tujuan saya sebenarnya… Tapi anda percaya atau tidak saya mempunyai alasan untuk melakukan semua ini.”

She sat down at the table across from her amazed dinner guest. She stared at him intently.
Dia duduk dipinggir meja diseberang tamunya yang melongo keheranan. Tamunya itu sekarang menerawang mukanya dengan penuh perhatian.

"Jack, do you remember me?"
”Jack, apakah anda masih ingat kepada saya?”

Old Jack searched her face with his old, rheumy eyes. “I think so -- I mean you do look familiar."
Si Jack tua memandang wajah wanita itu dengan matanya yang mulai lamur dan berkaca-kaca dengan linangan air mata. “Saya rasa begitu – maksud saya, wajah anda memang kelihatan saya kenal.”

"I'm a little older perhaps," she said.
"Maybe I've even filled out more than in my younger days when you worked here, and I came through that very door, cold and hungry.”
“Mungkin aku sekarang kelihatan lebih tua,” dia berkata.
“Mungkin usiaku sudah lebih dari dua kali lipat sejak masa mudaku ketika engkau bekerja disini, dan aku berjalan masuk melalui pintu, sedang kedinginan dan lapar.”

"Ma'am?" the officer said questioningly. He couldn't believe that such a magnificently turned out woman could ever have been hungry.
“Bagaimana, nyonya?” polisi itu bertanya keheranan. Dia tidak bisa percaya bahwa seorang wanita yang begitu cemerlang tampangnya pernah mengalami lapar...”

"I was just out of college," the woman began.
"I had come to the city looking for a job, but I couldn't find anything. Finally I was down to my last few cents and had been kicked out of my apartment... I walked the streets for days. It was February and I was cold and nearly starving. I saw this place and walked in on the off chance that I could get something to eat.."
“Saya baru saja tamat dari Perguruan Tinggi,” wanita itu memulai kisahnya.
“Saya sudah datang ke kota ini untuk mencari pekerjaan, tapi tidak berhasil mendapatkan pekerjaan apa pun. Akhirnya uangku sisa beberapa sen saja, dan saya telah diusir dari apartmentku. .. Saya berjalan kesana kemari gelandangan dijalan untuk beberapa hari. Saat itu bulan Pebruari dan saya sedang sangat kedinginan dan hampir mati kelaparan. Saya melihat tempat ini dan berjalan masuk dengan harapan mudah-mudahan bisa memperoleh sesuatu yang dapat kumakan.”

Jack lit up with a smile. "Now I remember," he said. "I was behind the serving counter. You came up and asked me if you could work for something to eat. I said that it was against company policy."
Si Jack mulai tersenyum wajahnya. “Sekarang saya ingat,” dia berkata. “Saya waktu itu berdiri dibalik meja sana sedang melayani langganan. Anda mendekati saya dan bertanya kalau anda bisa melakukan apa saja dengan upah sesuatu untuk dimakan. Saya berkata bahwa itu adalah melawan peraturan dari perusahaan ini.

"I know," the woman continued. "Then you made me the biggest roast beef sandwich that I had ever seen, gave me a cup of coffee, and told me to go over to a corner table and enjoy it. I was afraid that you would get into trouble. Then, when I looked over and saw you put the price of my food in the cash register, I knew then that everything would be all right..."
“Saya tahu,” wanita itu melanjutkan. “Kemudian anda membuatkan saya sandwich roast beef yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup, dan memberikan saya secangkir kopi, dan menyuruh saya untuk pergi duduk disatu sudut cafeteria ini dan menikmatinya. Saya takut waktu itu anda akan mengalami kesusahan karena saya. Kemudian saya melihat anda memasukkan uang dan mencetak harga makanan saya itu di mesin hitung, dan saya tahu bahwa semuanya beres.

"So you started your own business?" Old Jack said.
Jadi anda memulaikan perusahaan anda sendiri?” kata si Jack tua.. 

"I got a job that very afternoon. I worked my way up.
Saya mendapat pekerjaan pada sore hari itu juga. Saya mulai bekerja dari
bawah dan makin meningkat.

Eventually I started my own business that, with the help of God, prospered.." She opened her purse and pulled out a business card.
Akhirnya saya mulaikan perusahaan saya sendiri, dan dengan pertolongan Tuhan, saya berhasil..” Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama.

"When you are finished here, I want you to pay a visit to a Mr.Lyons. He's the personnel director of my company. I'll go talk to him now and I'm certain he'll find something for you to do around the office."
“Sehabis anda makan, saya mau anda pergi menemui Mr.Lyons. Dia adalah direktur personil dari perusahaan saya. Saya akan berbicara dengan dia sekarang, dan saya merasa pasti bahwa dia akan menemukan suatu pekerjaan yang anda dapa lakukan dikantor.”

She smiled. "I think he might even find the funds to give you a little advance so that you can buy some clothes and get a place to live until you get on your feet. If you ever need anything, my door is always open to you."
Dia tersenyum. “Saya pikir dia juga akan memberikan kepada anda sedikit uang panjar supaya anda bisa membeli pakaian dan mendapat tempat tinggal sampai anda bisa mandiri. Kalau anda memerlukan apa saja dikemudian hari, pintu rumah saya selalu terbuka bagi anda.

There were tears in the old man's eyes. "How can I ever thank you?" he asked.
Air mata berlinang-linang diwajah orang tua itu. ”Bagaimana saya akan bisa berterima kasih secukupnya kepada anda?” dia bertanya.

"Don't thank me," the woman answered. "To God goes the glory. He led me to you."
“Jangan berterima kasih kepadaku,” jawab wanita itu. “Bagi Allah segala kemuliaan. Dialah yang telah menuntun saya kepada anda,”

Outside the cafeteria, the officer and the woman paused at the entrance before going their separate ways.."Thank you for your help officer," she said.
Diluar cafeteria itu, polisi dan wanita itu berdiri sekejap didepan pintu sebelum mereka berpisah…” Terima kasih untuk pertolongan anda, pak polisi” dia berkata.

"On the contrary, Ms. Eddy," he answered. "Thank you. I saw a miracle today, something that I will never forget, And thank you for the coffee."
“Sebaliknya , Ny .. Eddy,” dia menjawab. “Terima kasih kepada anda. Saya menyaksikan sebuah mujizat hari ini, sesuatu yang saya tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.. Dan terima kasih untuk kopi itu.

Have a Wonderful Day. May God Bless You always and don't forget that when you "cast your bread upon the waters," you never know how it will be returned to you. God is so big He can cover the whole world with his Love and so small He can curl up inside your heart..
Semoga anda menghadapi hari yang gemilang. Kiranya Tuhan memberkati anda selalu dan jangan pernah lupa bahwa kalau anda “menaburkan roti anda diatas air,” anda tidak tahu bagaimana itu akan kembali kepada anda kemudian. Tuhan itu begitu besar sehingga dia dapat menutupi seluruh bumi ini dengan kasihNya, dan sebaliknya Dia begitu kecil sehingga bisa masuk dan bersemayam didalam hatimu.

Jesus Bless You All!!

08 June 2010

Bunga Cantik Dalam Pot Retak

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal di lantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu. Suatu petang di musim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu.

Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya. “Lho, dia ini juga hampir Cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,” pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini.

Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh...! Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, “Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.”

Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar. “Aku rasa mungkin karena wajahku. Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi...."

Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku, “Oh aku bisa kok tidur di kursi goyang di luar sini, di veranda samping ini. Toh bis ku esok pagi-pagi juga sudah berangkat.”

Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda. Aku masuk ke dalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.

“Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.”

Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat. Selesai dengan mencuci piring-piring, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ke tubuhnya yang kecil ini..

Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka di tulang punggung. Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat! Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa-rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.

Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya di kamar anak-anak. Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, "Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal di sini lagi lain kali bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak dikursi."

Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, "Anak-anak anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak terganggu."

Aku katakan silahkan datang kembali setiap saat. Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi-pagi jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh-oleh, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar. Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami. Selama tahun-tahun ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya. Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih. Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman-kiriman dia menjadi makin bernilai...

Ketika aku menerima kiriman oleh-oleh itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang.

"Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau nerima orang macam gitu!"

Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.

Baru-baru ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman-tanaman bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan [timum] yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas. Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula. Dalam hati aku berkata, "Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam di dalam bejana terindah yang kumiliki."

Tapi temanku merubah cara pikirku. "Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu," ia coba terangkan, "dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya di taman."

Ia pastilah terheran-heran sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu di surga.

"Hah, yang ini luar biasa bagusnya," mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik hati itu."

Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu di dalam badan kecil ini." Semua ini sudah lama terjadi, dulu dan kini, di dalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.

"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati." - 1 Samuel 16:7b

Sahabat2 adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses. Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian. Tunjukkan kawan2mu betapa kau peduli.. Buatlah seseorang tersenyum hari ini.

"Your failure is not a reason for GOD to stop loving you"