Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

11 November 2009

Peka Akan Suara Tuhan

Seorang anak muda berdoa pada Tuhan karena ingin melihat mujizatNya dinyatakan. “Tuhan apabila Engkau benar-benar berkuasa turunkanlah api dari langit seperti yang Kau lakukan pada Elia. Tuhan apabila Engkau benar-benar berkuasa redakanlah semua badai yang terjadi di bumi saat ini juga seperti yang telah Engkau lakukan saat menyeberang danau Galilea.”

Setelah menunggu lama, anak muda itu tidak melihat satupun dari doanya itu terjadi. karena itu dia mulai bertanya-tanya pada Tuhan. “Tuhan dimanakah kuasaMu yang dulu? Mengapa Engkau hanya diam tanpa menjawab doaku? Apakah Engkau sudah tidak sanggup melakukannya lagi? Atau barang kali Engkau sudah terlalu tua sehingga tidak bisa melakukan hal-hal yang besar seperti dulu lagi...”

Sebulan kemudian pemuda itu mendapat sebuah surat. Di amplop surat itu terdapat tulisan “YHWH - arsitek alam semesta”. Karena penasaran dengan cepat dia membuka suratnya. Sesaat kemudian sambil membaca surat itu dia mulai meneteskan air mata penyesalan karena kebodohannya selama itu.

Surat itu berisi :
Anakku mengapa engkau buta dan tuli... Bukankan aku telah menjawab semua doamu... Aku menurunkan api dari langit, bukan untuk membakar korban bakaran yang mati, tapi untuk membakar semangat orang-orang yang telah memberikan dirinya sebagai korban yang hidup, untuk menyalakan roh mereka sehingga mereka dapat menjadi saksiKu di dunia ini. Aku meredakan semua badai di bumi, bukan badai yang mengamuk di lautan atau angin puyuh di daratan, tapi Aku meredakan semua badai yang mengamuk di kehidupan anak-anak yang Kukasihi termasuk Engkau...

Salam,
Bapa yang sangat mengasihimu