Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 July 2009

Kalau Engkau…

Kalau engkau tertawa, ketahuilah engkau beresiko dikatakan tolol

Kalau engkau menangis, bukankah engkau dapat dikatakan cengeng?

Kalau engkau mengasihi, bukankah engkau juga harus siap tidak dibalas dengan kasih sayang?

Kalau engkau bertanya, bersiaplah dikatakan orang yang bodoh!

Kalau engkau memberi, bersiaplah kalau pemberianmu dapat ditolak!

Kalau engkau sudah menentukan pilihan, bersiaplah engkau kehilangan pilihan yang lain

Kalau engkau curhat pada sahabatmu, bersiaplah untuk tidak didengarkan

Kalau engkau mengungkapkan perasaanmu, bukankah engkau juga siap diketahui jati dirimu yang sesungguhnya?

Kalau engkau menjelaskan gagasanmu, bersiaplah juga kalau gagasanmu akan dipertanyakan dan dikritik…

Kalau engkau belajar memasak, bersiaplah untuk dikatakan masakanmu tidak enak, keasinan, kemanisan, terasa hambar!

Kalau engkau menulis apapun, siap-siaplah untuk dikomentari dari sudut pandang manapun juga...

Tapi kalau engkau tidak pernah membuat keputusan apapun, engkau juga tidak akan dikenal siapakah dirimu!

Hidup itu keputusan terus menerus, agar makin jelaslah siapakah dirimu sesungguhnya!

Keputusan itu selalu diikuti resiko...dan diikuti ketidakpastian, namun dibutuhkan kepercayaan. .. agar tumbuh pengharapan. .karena keputusan apapun dalam hidup itu menjadi saat kesempatan paling indah untuk tergantung pada Tuhan!

Dalam Tangan Sang Artis

Yesaya 64:8 : "Tetapi sekarang. Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 28; Matius 28; Yesaya 9-10

Ada sebuah kisah menarik tentang seorang artis dari Inggris bernama William Wolcott yang pergi ke New-York pada tahun 1924 untuk mencatat kesannya terhadap kota besar itu. Suatu pagi ia sedang mengunjungi kantor seorang mantan rekannya saat desakan untuk membuat sketsa muncul dalam dirinya. Ketika melihat sehelai kertas di atas meja kerja sahabatnya, ia bertanya, "Bisakah aku memintanya?"

Sahabatnya menjawab, "Itu bukan kertas sketsa. Itu kertas pembungkus kertas biasa."

Karena tidak ingin kehilangan ilham yang muncul itu, Wolcott mengambil kertas pembungkus tersebut dan berkata, "Tak ada yang biasa-biasa saja jika kita tahu bagaimana menggunakannya." Pada kertas biasa itu Wolcott membuat dua sketsa. Kemudian hari, salah satu sketsa itu dijual dengan harga $500 dan yang lainnya dengan harga $1000., suatu jumlah yang sangat besar pada tahun 1924.

Orang di bawah pengaruh seseorang yang memberi kekuatan seperti sehelai kertas di tangan seorang artis besar. Tidak peduli dari apa kertas tersebut dibuat, kertas itu dapat menjadi harta yang sangat berharga.

Yang menjadikan Hidup Anda bernilai bukanlah apa yang ada pada Anda, melainkan siapa yang menciptakan Anda.

Jawaban.com