Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

31 March 2009

Elang & Kalkun

Konon, dulu Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik dan mereka selalu pergi bersama-sama. Satu hari ketika mereka terbang,  Kalkun berbicara pada Elang , “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perutku sudah lapar nih!”

Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus.”

Jadi mereka melayang turun ke bumi dan melihat beberapa hewan lain sedang makan dan memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat seekor sapi yang tengah sibuk makan jagung. Melihat bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri di dekatnya, sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini.”

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada hewan lain berbagi makanan dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”

Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan di sini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan.”

Elang dan Kalkun terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun bertanya lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami tidak perlu bekerja untuk makanan.”

Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang kamu ingin kamu makan?”

Sapi menjawab, “Tepat sekali! Tidak hanya itu, dia juga memberikan tempat untuk kami tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi shock berat! Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mancari naungan. Kalkun lalu berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja keras. Dan gudang yang di sana cocok dijadikan sarang. Di samping itu, saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup. Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan. Di samping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik.”

Akhirnya, Kalkun memutuskan untuk menetap di mana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah kepada si Kalkun, Elang pun terbang untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimanan ke depanynya. Semuanya berjalan dengan baik bagi si Kalkun. Dia makan semua yang dia inginkan dan tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari ia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi, dan alangkah indahnya jika ada hidangan kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, si Kalkun memutuskan sudah saatnya untuk minggat dari pertanian itu, dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk  dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-epakkan sayapnya. Akhirnya di hari Thanksgiving, keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging kalkun besar yang sedap.

Ketika Anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, Anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan Anda, dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi. Selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus.

30 March 2009

Suami di Sayang Istri

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.

Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, tanya suami saya dengan terkejut.

“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,” jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya suami saya bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?”

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya : Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......

“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.”

“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.”

“Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu.”

“Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah...... Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu.”

“Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir. Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

“Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.”

“Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

28 March 2009

Weekly Scripture – Matius 6:8

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. - Matius 6:8

27 March 2009

Hachiko Monogatari

Di Kota Shibuya, Jepang, tepatnya di alun-alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.

Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.

Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.

Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.

Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko.. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.

Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan, “Saya akan menunggu tuan kembali.”

“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!”, teriak pegawai kereta setengah berkelakar. Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras, “Guukh!”

Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.

Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.

Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh.. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.

Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.

Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.

Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemudian, dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.

Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.

Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.

Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.

Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemudian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.

Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.

Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiku pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

Sungguh kisah yg menggugah hati....tak habis2nya saya meneteskan air mata membaca cerita hidup Hachiko....

Film ttg kisah hachiko dibuat d jepang tahun 1987 dgn judul "Hachiko Monagatari". Film ini byk memperoleh penghargaan...

Dan saat ini versi hollywoodnya sedang dbuat dgn judul "Hachiko : A Dog's Story" (Starring and Co-Producted by Richard Gere)

25 March 2009

12 Pelukan Sehari

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat. Pelukan Damai Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kotametropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai. Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya
dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan.Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Adarasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? Dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta

23 March 2009

Bukan Aku Tak Cinta

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.

Pukul 18.30. Tinnn....... Tiiiinnnnn............ !!

Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.

“Mama, mama.... Mama, mama....” Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, “Mama sakit ya? Mananya yang sakit? Mam, mana yang sakit?”

Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, “Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?”

Tiba-tiba... “Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!”

Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama? Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.

Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi. Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa. TIN TIIIN! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu.

Menghilang dari pandangan. “Cassie mana?”.

“Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”

Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.

Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka. Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?

21 March 2009

Humor : Kucing Dan Tikus

Seorang misionaris pergi ke Filipina dan istrinya membawa seekor kucing kesayangannya. Di dalam tembok rumah yang mereka tempati, terdapat sebuah lubang. Di dalamnya, hiduplah seekor tikus. Kucingnya senang untuk memburu tikus itu.

Setiap hari kucing itu berusaha untuk menangkap tikus itu namun tidak pernah barhasil. Sementara si tikus itu menertawai kucing tersebut.

Pada suatu hari, kucing itu hampir saja menangkap si tikus. Pada hari itu, kucing tersebut menunggu dengan sabar di depan lubang tikus itu. Tikus amat takut karena ia terus mendengar kucing itu mengeong. Si kucing tetap berada di sana sambil terus mengeluarkan suara meongnya.

Akhirnya suara meong itu berhenti dan sebagai gantinya si tikus mendengar suara, “huk, huk, huk.”

Tikus merasa amat senang. Dengan sangat girang ia keluar dari lubangnya, karena ia tahu bahwa ia telah diselamatkan.

Ketika si tikus keluar dari lubangnya, si kucing dengan segera menangkap dan memakan tikus itu seraya berkata terhadap dirinya sendiri, “Ada enaknya juga, ya, untuk menguasai dua bahasa.”

20 March 2009

Akiane

AKIANE ANAK PRODIGY BERTEMU TUHAN SEJAK 3 TAHUN & BELAJAR MELUKIS DARI TUHAN

Monday, 02 February 2009

Istilah Anak prodigy memiliki arti, “Anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun”.

Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni gambar dan puisi ini salah satunya adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun. Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya pada Tuhan.

Foto Akiane

image 

Akiane mengakui sebenarnya dia tidak sepenuhnya belajar sendiri tetapi mendapat bantuan dari Tuhan, dia berkata tentang Tuhan, “Seorang pria yang saya tidak pernah tahu sampai saya berumur 4 tahun dan mendapat penglihatan dari Dia saat tidur. Dia menunjukkan semua galaksi yang indah dan tempat-tempat lain. Saya bertanya padaNya siapa Dia dan Dia berkata bahwa saya sudah tahu, tetapi jangan memberitahukan orang lain. Saya tidak memberitahukan siapapun sampai 1 minggu kemudian, tetapi setelah itu saya harus memberitahu mama saya!”.

Dia mengaku bahwa sebenarnya dia sudah bertemu Tuhan sejak 3 tahun tetapi dia belum mengerti sampai umur 4 tahun. Mama Akiane sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan anaknya, tetapi bagaimana Akiane begitu yakin dia sudah bertemu dengan Tuhan, sedangkan dia adalah ateis?

Tetapi Akiane kemudian berkata tentang “sesuatu yang hangat, kekuatan yang indah, keberadaan yang sangat luar biasa” yang telah dia lihat, sehingga mamanya mulai menganggap serius. Akhirnya, setelah beberapa waktu, mamanya menjadi Kristen bersama seluruh keluarganya. Ini merupakan hasil dari kekuatan Akiane dapat gambarkan, melalui karya seni dan puisinya di mana dia dapat memperlihatkan Tuhan melalui gambar-gambarnya dan tulisannya pada tingkat di mana orang akan dapat memulai untuk melihat Tuhan juga di mana dia selalu berdoa pada tiap pagi sebelum memulai melukis dan juga membaca Alkitab tiap hari.

Akiane terus belajar sehingga kemampuan melukisnya meningkat terus dan pada umur 7 dia telah berhasil melukis dengan sempurna dan kemudian Akiane melukis potret wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun lukisan itu dia sebut “Prince of Peace”

Foto Akiane bersama lukisannya "Prince of Peace"

image

Akiane sedang melukis "Prince of Peace"
image

Gambar Sketsa karya Akiane pada umur 5 tahun:

image

Karya Akiane umur 7 tahun:

image

Lukisan Tuhan Yesus dengan judul "Father Forgive Them":

image

Bersama Oprah:

image 

Alasan Menggambar Lukisan Potret Yesus pada umur 8 tahun
"Adalah waktu Tuhan, saya sudah mencari model untuk Tuhan Yesus selama 2 tahun dan saya tidak dapat menemukan wajah yang cocok. Hingga satu hari saya meminta keluargaku untuk berdoa dengan saya tiap hari. Kita meminta Tuhan untuk mengirimkan model datang ke depan pintu rumah kami. Hari berikutnya seorang tukang kayu yang bertubuh tinggi datang. Dia sangat rendah hati, dan saya terkejut karena dia setuju menjadi model bagiku. Tetapi seminggu kemudian dia menelpon balik dan berkata bahwa dia tidak layak untuk menjadi wakil dari Tuannya. Kami berdoa lagi dan beberapa hari kemudian dia menelpon balik dan memberitahukan bahwa Tuhan ingin dia untuk melakukan hal itu, tetapi dia harus memotong rambut dan janggutnya dalam tiga hari. Lalu kami mengambil beberapa foto dan saya mempelajari wajahnya untuk waktu yang lama. Setelah berlusin-lusin sketsa, saya memulai melukis. Ini membutuhkan waktu 40 jam untuk menyelesaikan lukisan Yesus - Pangeran Damai, dan saya ingat pada saat itu saya kehilangan 4 gigi saya" (dikutip dari situs web Akiane)

Berikut ini adalah fakta-fakta kehidupan Akiane:
* Akiane dilahirkan di dalam air di rumah pada tanggal 9 Juli 1998, di  Mount Morris, Illinois dari ibu rumah tangga keturunan Lithuania dan ayah Amerika.

* Anak ini mengikuti program homeshool saat ini

* Kemampuan menggambar Akiane dimunculkan sejak umur 4, dan umum 6 mulai melukis di mana dia mempelajari kemampuan menggambar dan melukis secara otodidak dan biasanya dengan observasi/pengamata n yang teliti dan belajar, bahkan dia juga menyebutkan bahwa Tuhan lah yang mengajarinya.

* Akiane dapat berbicara dalam 4 bahasa yaitu Lithuania, Rusia, Inggris dan bahasa isyarat.

* Pada umur 4 tahun dia mengalami transformasi spiritual dan membawa keluarganya kepada Tuhan.

* Pada umur 7 tahun dia mulai menulis puisi dan aphorism

* Puisi-puisinya seringkali datang dari hasil angan-angannya

* Inspirasi dari karya seni dan literaturnya datang dari penglihatan (vision), mimpi dan pengamatan kepada manusia, alam dan Tuhan.

* Dia melukis dari imajinasi, materi referensi dan model

* Stylenya: Akianism - gabungan universal dari realism dan imaginism

* Dia ingin orang lain menemukan harapan pada lukisan-lukisannya

* Dia memiliki tujuan yang sama untuk lukisannya: menjadi inspirasi untuk orang lain dan untuk menjadi hadiah untuk Tuhan

* Media favorit: acrylic untuk gambar orang seluruhnya dan cat minyak untuk lukisan potret berukuran besar

* Dia bangun pada pukul 4 pagi 5-6 hari seminggu untuk bersiap melukis di studio dan menulis, bekerja kurang lebih 4-5 jam tiap hari

* Seringkali bekerja lebih dari 100-200 jam pada satu lukisan saja, menghasilkan 8 sampai 20 lukisan setahun

* Biasa melakukan sketsa sebelum melukis

* Bekerja pada satu lukisan saja dalam satu waktu

* Subjek favorit: Manusia dan subjek spiritual

* Aktivitas favorit dan hobi: seni lukis, puisi, piano, membaca dan menolong orang

* Yang disukai dari dirinya: sensitivitas kepada orang lain

* Yang tidak disukai dari dirinya: ketidaksabaran

* Penilaian terhadap karakter diri sendiri: "hati yang berani dan pikiran yang berhati-hati"

* Keinginan terbesar: "semua orang mengasihi Tuhan dan satu sama lain"

* Tujuan hidup: membagikan kasih kepada Tuhan dan pada semua orang di dunia

Dari kisah Akiane, kita bisa belajar bahwa Tuhan ada dekat dengan kita dan Tuhan Yesus telah menyatakan kasih dan kuasaNya atas manusia melalui diri seorang anak luar biasa ini yang sangat mengasihi Tuhannya. Tuhan itu nyata!

Tuhan telah menciptakan galaksi, bumi, manusia dan surga yang begitu luar biasa di mana Dia ingin kita hidup dalam kasihNya dan bertemu denganNya di surga. Tuhan itu nyata dan Tuhan Yesus bukanlah manusia biasa, dia adalah Tuhan bagi Akiane dan Tuhan bagi setiap manusia.Tuhan Yesus adalah wujud Allah yang mengasihi kita, apabila Anda belum mengenal Tuhan Yesus dan belum menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda…

19 March 2009

Hidup Yang Berkelimpahan

Seorang bocah yang hidup di suatu dusun yang agak terpencil pada tahun sekitar 1800 telah mencapai umur dua belas tahun. Selama hidupnya ia belum pernah menonton sebuah sirkus. Betapa senang hatinya, ketika pada suatu hari diumumkan melalui poster di sekolah, bahwa ada sebuah rombongan sirkus akan singgah di sebuah kota dekat dusun di mana dia tinggal.

Ia berlari pulang penuh kegirangan dan bertanya kepada ayahnya, “Daddy, bolehkah aku pergi menonton?” Meskipun keluarga itu miskin, ayahnyapun merasa betapa pentingnya hal ini untuk anaknya. “Bila kamu menyelesaikan semua tugasmu pada hari Sabtu yang akan datang, aku akan mempertimbangkan untuk memberikanmu uang guna menonton sirkus itu.”

Pada hari Sabtu pagi, anak itu telah menyelesaikan semua tugas pekerjaannya dan bocah itu berdiri di samping meja makan dalam pakaiannya yang terbaik. Ayahnya mengambil dompetnya dan mengeluarkan selembar uang $1,- jumlah yang belum pernah dimiliki oleh anak itu sepanjang hidupnya. Ayahnya mengatakan agar ia berhati-hati dan akhirnya anak itu berangkat ke kota untuk menonton sirkus yang ia begitu idam-idamkan itu.

Bocah itu demikian senangnya, sehingga ia berlarian menuju ke kota. Setelah ia tiba di batas kota itu, ia melihat banyak orang berada di pinggir jalan. Setelah ia berhasil menembus orang banyak itu, ia baru tahu apa yang sedang terjadi. Suatu barisan pawai yang hebat sedang masuk ke dalam kota. Barisan itu adalah parade sirkus!

Pawai ini adalah sesuatu yang paling hebat yang ia pernah saksikan selama hidupnya. Binatang-binatang buas dalam sangkar sedang menggeram-geram ketika lewat. Orkes musik dengan lagu-lagunya yang menimbulkan semangat dan gairah membuat suasananya hidup dan ramai. Orang-orang berbadan pendek sedang berakrobatik sementara bendera-bendera dan umbul-umbul dengan pelbagai warna yang cerah dan indah berkibar di udara. Akhirnya, pawai ditutup oleh sekelompok badut yang beraksi dengan amat lucu. Ketika para badut sedang melewati bocah itu, dia merogoh dari dalam sakunya dan memberikan uang dolarnya yang tak ternilai itu kepada salah seorang badut itu dan kemudian ia balik pulang rumah. Apa yang terjadi? Bocah itu mengira bahwa ia telah menonton sebuah sirkus, padahal ia hanya menyaksikan pawainya saja yang digelar sebelum tontonan sirkus yang sebenarnya dimulai.

Apakah Anda telah menyaksikan dan mengalami segala sesuatu yang Tuhan telah sediakan bagimu dalam kekayaan-Nya yang tak terhingga? Ingat, kehidupan orang percaya adalah suatu perjalanan petualangan yang indah dan penuh pesona. Sebuah perjalanan yang sungguh menyenangkan dan menggairahkan.

Banyak orang, termasuk orang-orang percaya sudah puas dengan hal-hal yang remeh dan kurang berarti. Apakah Anda menginginkan suatu kehidupan yang berlimpah-limpah seperti yang dijanjikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus? Apakah Anda ingin suatu kehidupan yang sejati? Kalau demikian, raihlah cita-citamu yang lebih tinggi. Janganlah menempatkan tujuan hidupmu terlalu rendah. Bertekadlah untuk menjadi yang terbaik sesuai seperti Tuhan telah menciptakanmu. Berilah dirimu kepada Kristus sepenuhnya. Ikutlah Dia secara mutlak dan biarkanlah Roh Kudus bekerja dalam hidupmu dan melalui hidupmu.

18 March 2009

Segitiga Cinta

Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu/ apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.

Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until the death do us apart”.

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)

Intinya adalah, jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan dalam hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta yang sebenarnya…

Pohon Apel & Anak Kecil

image 

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image 

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

17 March 2009

50 Tahun Salah Paham

Dikisahkan, disebuah gedung pertemuan yang amat megah, seorang pejabat senior istana sedang menyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi oleh tamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana, pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dari seluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega dari kerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahun perkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangat meriah.

Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum menikmati kamuan tersebut, seluruh hadirin mengikuti prosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istana kepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikan emas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikan emas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangat terkenal.

“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal. Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikah dan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usia perkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilan ini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan, kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabat senior dalam pidato singkatnya.

Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruh hadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabat senior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuh kelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala dan ekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isteri menerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan dengan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, dan mengharukan tersebut.

Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabat tampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya dan bertanya, “Mengapa engkau menangis, isteriku?”

Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan, “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu, aku telah dengan melayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demi kasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekor ikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.” tutur sang isteri.

Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya, “Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”

Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan, “Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling aku sukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demi sumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”

Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi, “Walaupun telah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu saling mencintai, ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”

Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat. Tamu-tamu terhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi dan mereka kemudian bersulang untuk menghormati kedua pasangan tersebut.

Moral cerita diatas:
Bisa saja, sepasang suami - isteri saling mencintai dan hidup serumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika di antaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, maka kemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik. Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena seperti menyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetap disimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakan secara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terus bermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan dan akhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulah luka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebih menyakitkan.

Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbuka dengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan, pengertian dan kebiasaan berpikir positif.

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Humor : Gembala Sidang

Saat selesai Ibadah Minggu di Gereja "APA ADANYA", seorang jemaat menghampiri Gembala Sidang Pdt. "APA ADANYA" & menyampaikan sesuatu

Jemaat : Pak Gembala, kata teman saya yg juga jemaat gereja kita, bahwa ibunya punya penghasilan 4 juta sebulan tapi hanya memberikan perpuluhan 200 ribu

Gembala Sidang : itu tidak benar, tolong kamu sampaikan ke ibu teman kamu itu agar memberikan perpuluhan 10 % dari penghasilannya

Jemaat : waduh, berat juga pak kalau saya yg menyampaikan, ibu itu galak & suaminya saja takut sama ibu itu pak

Gembala sidang : kalau begitu biar saya yg menyampaikan

Jemaat : waduh, lebih berat lagi kalau pak gembala yg menyampaikan

Gembala Sidang : berat nya kenapa ?

Jemaat : soalnya ibu teman saya itu istri pak gembala

Gembala Sidang : ha.. ?!!

13 March 2009

3 Pohon

Ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka. Pohon pertama berkata, “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya”.

Kemudian pohon kedua berkata, “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku”.

Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya, “Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku”.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu. Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi, doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.

Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi, ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.

Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berganti dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.

Kemudian suatu hari, sepasang suami istri tiba di kandang, sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa.

Bertahun-tahun kemudian, sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai, “Diam!!! Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti.

Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas segala raja. Akhirnya...
Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya...

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU. JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA, IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR. KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN..

BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA. KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA...

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams. 3:5)

12 March 2009

Everlasting Love

Salah satu pasien favorit kami terbiasa keluar masuk rumah sakit kecil setempat, dan kami semua, dari bagian bedah, telah begitu mengenal dia dan suaminya.

Meski menderita kanker yang mematikan disertai derita sakitnya, tak pernah ia lalai memberi kami senyum atau dekapan. Setiap kali suaminya bertamu, ia langsung begitu suka ria seakan bara menyala... Suaminya seorang pria yang baik, sangat sopan dan ramah bersahabat sama seperti istrinya itu. Saya telah begitu terbiasa dan seakan terikat pada mereka dan bahkan selalu merasa senang merawatnya.

Sangat kukagumi ekspresi cinta kasih mereka. Setiap hari, ia membawakannya bunga2 segar dan sebuah senyuman,lalu ia duduk diranjangnya sambil berpegangan tangan dan berbicara pelan2. Ketika sakitnya terlalu keras dan ia menjerit atau jadi bingung, suaminya merangkulnya lembut disertai bisikan2 hiburan sampai ia tertidur. Ia menghabiskan setiap saat yang ada disamping tempat tidurnya, memberinya sedotan2 air minum dan membelai keningnya.

Setiap malam, sebelum ia kembali pulang, ia menutup pintu sehingga mereka bisa
tinggal berduaan saja. Ketika ia sudah pergi, kami lihat istrinya tertidur damai dengan sebuah senyum dibibirnya. Tapi pada malam ini, keadaannya menjadi lain. Segera setelah aku melapor hadir, perawat harian yang bertugas memberitahu bahwa keadaannya menjadi makin memburuk saja dan dikuatirkan tak akan buat bertahan sampai esok.

Meskipun aku sedih, aku tahu ini yang terbaik. Setidaknya sahabatku ini tidak perlu menderita sakit lebih lama lagi. Aku tinggalkan kantor dan pergi memeriksanya dulu. Waktu aku memasuki kamarnya, ia membangunkan diri dan bersenyum lemah, tetapi pernapasannya sudah berat dan aku bisa mengira ini tak kan tahan lama.

Suaminya duduk disampingnya, tersenyum, juga,dan berkata, "Kekasihku dan Cintaku akhirnya akan menerima pahalanya."

Mataku mulai membasah, jadi aku tanya apakah ada sesuatu yang diperlukan dan cepat2 menghilang. Aku tawarkan perawatan dan hiburan sepanjang malam itu, dan sekitar tengah malam ia meningggal dunia, didampingi suaminya yang masih memegangi tangannya. Aku menghiburnya dan dengan air mata menuruni pipinya ia berkata, "Tolong, izinkan aku tinggal sebentar lagi bersamanya, tolong, boleh ya..?" Aku mendekapnya dan menutup pintu dibelakangku. Aku berdiri diluar pintu, menghapus air mataku dan merasakan kehilangan sahabatku dan senyumnya. Dan aku bisa merasakan sakit pedih suaminya dalam hatiku sendiri. Tiba2 dari dalam kamar itu terdengar bunyi nyanyian suara pria terindah yang pernah kudengar.? Kedengarannya begitu mencekam - seram, hampir2 menegakkan bulu roma - ketika suara itu menggema, beralunan melewati lorong2 dan serambi2.

Para jururawat lainnya keluar melongok dilorong mendengarkannya menyanyikan lagu "Beautiful Brown Eyes" yang seakan meledak keluar dari paru2nya. Ketika lagu itu mulai berakhir dan suaranya menghilang, pintu kamar terbuka dan ia memanggilku. Ia menatap dalam2 mataku, merangkulku, katanya, "Dari sejak hari pertama kami bertemu, lagu itu kunyanyikan untuknya setiap malam. Biasanya aku tutup pintu dan mengecilkan suara agar tak sampai mengganggu pasien2 lainnya. Tapi malam ini aku inginkan kepastian bahwa ia mendengarkanku selagi dalam perjalanan kesurga. Ia harus tahu bahwa ia selamanya akan menjadi cintaku.Mohon mintakan maaf pada pasien2 lain yang merasa terusik. Aku benar2 tak tahu bagaimana nantinya tanpa dia, tapi aku akan terus menyanyikan lagu padanya setiap malam. Kau pikir ia akan mendengarku?" Aku mengangguk mengatakan "iya", tak berdaya menahan air mataku. Ia merangkul ku lagi, mengecup pipiku, mengucap terima kasih telah menjadi perawat sekaligus sahabat mereka. Ia berterima kasih juga kepada perawat lain2nya, lalu berbalik dan berjalan menelusuri balai, punggungnya agak membungkuk, dan dengan lembut menyiulkan lagunya itu.

Sambil mengawasinya berjalan pergi aku berdoa semoga aku, juga, suatu hari
bisa mengenal jenis cinta kasih kekal seperti itu. (A U)

11 March 2009

Yesus & Alexander

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang satu mati dan hidup untuk diri sendiri;
Yang satu mati untuk engkau dan aku.
Yang orang Yunani mati di atas tahta kerajaan;
Yang orang Yahudi mati di atas kayu salib.
Kehidupan yang satu tampaknya suatu kemenangan;
Yang lain tampaknya suatu kerugian.
Yang satu memimpin pasukan yang besar;
Yang lain berdoa sendirian.
Yang satu menumpahkan darah seluruh dunia;
Yang lain memberikan darah-Nya sendiri.
Yang satu memenangkan dunia, dan kehilangan semuanya itu dalam kematian.
Yang lain kehilangan nyawa-Nya, untuk memenangkan segenap iman dunia.

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang satu mati di Babel dan yang satu di Golgota.
Yang satu memperoleh semuanya untuk dirinya sendiri ;
Dan yang satu Diri-Nya sendiri yang diserahkan-Nya.
Yang satu mengalahkan semua kerajaan ;
Yang lain mengalahkan semua kuburan.
Yang satu menjadikan dirinya sendiri allah ;
Yang Allah menjadikan diriNya hina.
Yang satu hidup untuk menghancurkan ;
Yang lain hidup untuk memberkati.
Ketika yang orang Yunani mati, tahtanya yang berdiri di atas pedang runtuh selama-lamanya.
Tetapi Yesus mati untuk hidup selama-lamanya sebagai Tuhan atas segala tuan.

Yesus dan Alexander mati pada usia tigapuluh tiga.
Yang orang Yunani menjadikan semua manusia budak ;
Yang orang Yahudi menjadikan semua manusia merdeka.
Yang satu membangun tahta di atas darah ;
Yang lain membangun tahta di atas kasih.
Yang satu lahir dari dunia ; Yang lain dari Sorga
Yang satu memenangkan seluruh dunia ini, sehingga kehilangan seluruh dunia dan sorga.
Yang lain menyerahkan segala-galanya, supaya semuanya diserahkan kepada-Nya.
Yang orang Yunani mati untuk selama-lamanya ;
Yang orang Yahudi hidup selama-lamanya.
Yang orang Yunani kehilangan semua yang didapat ;
Yang orang Yahudi memenangkan segala perkara yang mengasihi.

by Charles Ross Weede

10 March 2009

Mudah Sulit

09 March 2009

Pencuri

Seorang wanita sudah menunggu di bandara semalaman. Dengan sisa beberapa jam yang cukup lama sebelum keberangkatannya, dia membeli sebuah buku, sekantong biskuit, lalu mencari tempat untuk menghabiskan waktunya. Dia begitu sibuk membaca, sampai suatu hal terjadi. Pria yang duduk di sebelahnya, sepertinya sangat sopan. Ia mengambil satu atau dua biskuit dari bungkusnya.

Dia mencoba untuk mengacuhkannya, sambil menghindari untuk memandangnya. Ia membaca, mengunyah biskuit dan melihat jam. Tapi “pencuri biskuit” yang berani itu mulai menghabiskan persediaan biskuitnya. Dan setelah beberapa menit berlalu, dia mulai merasa terganggu sambil berpikir, “Kalau dia tidak begitu ramah, pasti sudah kutonjok matanya!”

Lalu setiap potong biskuit yang diambil oleh wanita itu, pria itu pun mengambil sepotong. Dan ketika tinggal tersisa sepotong, dia membayangkan apa yang akan dilakukan pria itu. Dengan sebuah senyuman di wajahnya dan sebuah tawa yang agak ragu, laki-laki itu mengambil potongan biskuit terakhir dan membaginya menjadi dua potong. Sambil memakan setengah dari biskuit itu, laki-laki itu menawarkan setengahnya lagi. Dia pun segera mengambil separuhnya dan berpikir, “Ya ampun, laki-laki ini memang berani dan juga kasar, mengapa dia tidak menunjukkan rasa berterima kasih sedikitpun!”

Wanita itu begitu marah dan dengan mengeluh dia mengumpulkan barang-barangnya dan pergi ke pintu gerbang. Ia menolak untuk melihat kembali kepada wajah pencuri itu. Ia segera naik ke pesawat dan duduk di kursinya. Kemudian dia mengambil kembali buku yang hampir selesai dibacanya. Dan ketika meraih kopernya, dia terkejut sekali. Ia melihat kantong biskuit di depan matanya!

“Jika punyaku ada disini, jadi yang tadi itu adalah miliknya dan dia mencoba untuk berbagi.”

Dia pun mengeluh lemas. Sudah terlambat untuk meminta maaf, dia pun menyadari dengan perasaan bersalah.

Kita seringkali salah menilai kesalahan orang, yang padahal sesungguhnya adalah kesalahan kita. Jangan menghakimi, karena itu adalah bagian Tuhan. Jangan menuduh, karena itu adalah pekerjaan iblis.

08 March 2009

Humor : Pendeta & Sepeda

Pada minggu pagi 2 orang Hamba Tuhan berboncengan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dari ketep menuju Yogjakarta, melihat hal tersebut seorang Polisi menghentikan kendaraan Hamba Tuhan tsb,

Polisi : Maaf , bapak tau kesalahan bapak, bapak mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi

Hamba Tuhan : Maaf juga pak, kami mengejar waktu krn kami harus Khotbah di Yogja & ini sudah telat pak, Jemaat pasti sedang menunggu kami

Polisi : tapi itu dapat mencelakakan bapak berdua

Hamba Tuhan : jangan kuatir pak " Tuhan menyertai Kami"

Polisi : kalau begitu saya benar2 akan menilang bapak krn tidak di benarkan ber-tiga dalam satu sepeda motor

Hamba Tuhan : Haa.?!

07 March 2009

Weekly Scripture – 1 Yehezkiel 3:18

"Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." - 1 Yehezkiel 3:18

Kemurahan Allah

Bahan Renungan : Matius 15 : 21 – 22

Tuhan Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru : “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.

Melihat dari Matius 15 : 21 – 22, perempuan Kanaan ini berteriak atau berseru minta kemurahan Allah. Perempuan Kanaan ini minta belas kasihan Tuhan dan berteriak kepada Tuhan Yesus. Kita akan melihat bermacam – macam teriakan atau seruan :

1. Teriakan Kesombongan

Kita melihat dalam Alkitab contoh teriakan kesombongan. Teriakan Nebukadnezar dalam Daniel 4. Nebukadnezar dalam hatinya berpikir ia lebih dari semua yang ada di bumi bahkan ia mempunyai kesombongan, ia merasa seperti Tuhan.

Walaupun kita hanya berpikir dalam hati, Tuhan tahu segala motivasi kita. Seringkali kita sombong dalam pikiran. Seperti seorang pelajar mempunyai nilai yang lebih baik dalam pelajaran dibandingkan dengan temannya. Walaupun diluarnya ia tidak berkata apa – apa namun dalam hatinya ia berpikir bahwa ia lebih pintar dari temannya. Kita sudah berteriak kesombongan dalam hati kita.

2. Teriakan Penderitaan

Kita melihat dalam 1 Samuel 1 : 7 – 10, Hana seorang wanita yang tidak mempunyai anak. Hana adalah seorang istri yang tidak mempunyai keturunan dari suaminya, sedangkan Penina istri suaminya yang lain mempunyai anak. Hana berteriak kepada Tuhan dalam penderitaannya. Hana di ejek oleh Penina. Hana menangis dalam kepedihan.

Seringkali dalam hidup kita banyak kepedihan yang kita alami, kita berteriak pada Tuhan dalam kepedihan. Ketika ada teriakan kepedihan dalam hidup kita, Tuhan sanggup ubahkan kepedihan dalam hidup kita menjadi sukacita.

3. Teriakan Penolakan

Kita akan belajar dari kehidupan Yusuf, Yusuf seorang pemuda yang mempunyai mimpi dan visi yang besar dalam hidupnya, namun ia mengalami penolakan dari saudara – saudaranya. Yusuf di jual kepada Bani Ismael dan dijadikan budak di rumah Potifar. Penolakan terhadap Yusuf tidak hanya sampai disitu aja, ia masuk penjara dan ia tidak ingat oleh juru minuman dan juru roti. Padahal juru minuman dan juru makanan sudah mendapat arti mimpi dari Yusuf.

Dalam kehidupan ini kita seringkali mendapatkan penolakan dari lingkungan kita, teman – teman kita, saudara – saudara kita, keluarga kita. Efesus 1 : 3 à Tuhan mengambil kita dari tempat yang paling rendah, Tuhan angkat kita dan Tuhan telah mengaruniakan berkat rohani di dalam Surga.

4. Teriakan Orang Yang Merasa Tidak Aman

Dalam Alkitab kita melihat murid – murid Tuhan Yesus, ibunya Zebedeus meminta kepada Tuhan Yesus kedudukan untuk anak – anaknya. Ibunya Zebedeus merasa tidak aman atas kedudukan anak – anaknya saat ini. Didalam dunia ini banyak orang yang merasa tidak aman seperti Ibunya Zebedeus.

5. Teriakan Kecemburuan

Dalam Bilangan 12 : 2 à Miriam dan Harun protes kepada Tuhan, karena mereka merasa cemburu dengan Musa. Mengapa Miriam dan Harun komplain kepada Tuhan ? karena iri hati. Kenapa iri hati ? karena Miriam dan Harun tidak mengetahui apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup mereka.

Seringkali dalam hidup kita, kita cemburu melihat orang yang hidupnya berhasil dan diberkati padahal ia tidak sungguh – sungguh sama Tuhan.

6. Teriakan Minta Kemurahan

Seperti perempuan Kanaan yang anak perempuannya kerasukan setan, ia minta kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan dalam bahasa Yunaninya artinya Belas Kasihan. Lukas 17 : 13 à 10 Orang yang sakit Kusta meneriakkan minta kemurahan kepada Tuhan Yesus. Matius 9 : 27 à Orang Buta berteriak minta kemurahan Tuhan : “Anak Daud kasihanilah aku”.

Lukas 18 : 13 à penagih pajak (pemungut cukai) menangis minta kemurahan Tuhan, sedangkan orang Farisi berkata dengan sombong : Tuhan aku sudah melakukan semua hukum Taurat. Mazmur 123 : 1 – 2 à Seperti mata para hamba laki – laki memandang kepada tangan tuannya, ini berarti Tuhan berbelaskasihan padaku.

Mazmur 86 : 5 à Tuhan itu baik dan suka mengampuni, Ia berlimpah – limpah kasih setia. Efesus 2 : 4 à Tuhan kaya dengan kemurahan. Kita harus berseru minta kemurahan Tuhan. Jangan tunggu ada masalah dalam hidup kita, kita baru minta kemurahan Tuhan. Habakuk 3 : 1, Habakuk 2 : 1 – 2, Habakuk 3 : 2 à Dalam penghakiman Tuhan, Ingatlah belas kasihan Tuhan.

Ratapan 3 : 22 à oleh kemurahanNya yang besar kita tidak akan dihanguskan. Mazmur 33 : 18 à Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Tuhan, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Yudas 1 : 21 à Peliharalah dirimu dalam kasih Allah. Dalam hidup ini ada 3 point : Love Of God, Mercy Of God dan Eternal Life.

Disadur dari Kotbah : Rev. James Singh

Oleh : Joshua Ivan S S

Humor : Yahoo sudah tutup?

Suatu hari, Ipul, dan Dede memperbincangkan ponsel baru Tio yang memiliki kemampuan 3G. Dengan ponsel tersebut, Tio mengaku bisa melakukan apa saja, termasuk mencari pacar lewat situs Friendster.

Tio : Nih, cewe baru gue. Kenalan di Friendster

Dede : Wah, hebat banget lo! bisa kenalan di friendster lewat hape. Gue juga mau, dong.

Tio : Ya udah, lo punya account di Friendster, ga? gampang kok. Lo punya email, ga?

Dede : Belom punya. Gimana caranya?

Tio : Lo ke Yahoo aja.

Dede : (sambil melihat arloji di tangannya). Yah, udah jam 6 sore gini. Pasti Yahoo udah tutup.

Tio : (bengong, lalu garuk-garuk kepala)

Ipul, yang sedari tadi hanya mendengarkan pembicaraan kedua orang tersebut, tiba-tiba angkat bicara.

Ipul : Ya udah, De... Besok aja gue yang ke Yahoo, pagi-pagi, sekalian gue ngantor. Kan Yahoo deket sama kantor gue.

Tio : (semakin bengong, lalu menggaruk kepala lebih keras)

06 March 2009

Pesan Tuhan Untuk Umat-Nya

Ringkasan Kotbah
Ibadah JKI Anugerah
Rabu, 4 Maret 2009

Ev. Rachel Indriati Wenas Tjipto

Bahan Renungan : Nehemia 2 : 1 – 10

Ketika saya berdoa untuk mempersiapkan kotbah buat jemaat Tuhan di Cirebon, Tuhan memberikan pewahyuan baru dari Nehemia 2 : 1 – 10. Sebelumnya saya belum pernah menyampaikan kotbah dari Nehemia 2 : 1 – 10 seperti sekarang ini. Ada beberapa pesan Tuhan untuk jemaat Tuhan di Cirebon :

1. Ketika Aku Mengangkat Anggur dan Menyampaikannya kepada Raja

Tuhan berkata kepada saya : Jemaat Tuhan di Kota Cirebon menyampaikan anggur kepada Tuhan. Anggur sebagai lambing cinta dan sukacita harus dipersembahkan kepada Tuhan oleh jemaat Tuhan di Cirebon. Sudah lama jemaat di Cirebon tidak memberikan sesuatu kepada Tuhan yang menggetarkan hati Tuhan.

Sebagai Ilustrasi : beberapa hari yang lalu anak saya Steven pulang dalam keadaan kaki yang terluka, ada daging yang tersobek, namun Steven hanya bilang minta diobati. Dia tidak menceritakan kepada saya, tetapi ketika saya mendengar berita dari teman – temannya bahwa steven terjatuh dari motor. Saya sebagai ibunya tidak mengetahui bahwa ia sedang mempunya hobi baru yaitu trek-trekan motor. Lalu saya pulang dan bertanya kepada steven, steven kamu kenapa tidak bilang sama mama, lalu jawabnya saya sudah minta maaf dan sudha terjadi ya nasib. Lalu saya ajak bicara steven : steven, dulu kalau kamu pergi pasti kamu bawakan mama sesuatu, sekarang sudah lama tidak pernah dilakukan lagi. Kamu dulu setiap hari selalu bawakan mama bunga dan suka mencium mama setiap hari kenapa sekarang tidak. Lalu jawab steven : ya sudah nasib ! dengan cuek ia pergi meninggalkan saya. Demikian juga Tuhan saat ini merasa sedih karena saudara – saudara di Cirebon sudah tidak ada gelora cinta, cuek ama Tuhan. Ada sesuatu yang hilang di jemaat Tuhan di Kota Cirebon . Hubungan yang intim dengan Tuhan sudah hilang, banyak orang yang kehilangan hubungannya dengan Tuhan.

Seringkali sudah merasa capai, kita kecewa dengan keadaan sehingga tidak ada sukacita lagi yang kita rasakan, semua yang kita lakukan adalah rutinitas. Saat ini Tuhan tidak ingin alasan kita, Tuhan inginkan pertobatan kita. Tuhan ingin kita dekat dengan Tuhan. Jemaat di kota cirebon memang bertumbuh namun tidak ada cinta kepada Tuhan.

2. Nehemia 2 : 2 – 4

Tuhan tidak sedang marah kepada jemaat cirebon , Tuhan tidak akan menghukum jemaat cirebon . Tuhan bertanya kepada saudara : Jadi, apa yang kau inginkan ?

Saat ini saya rasakan jemaat cirebon tidak ada api, semua melakukannya karena tugas dan kewajiban saja. Semua kegiatan dilakukan dengan rutinitas saja. Saudara saat ini tuliskan apa yang saudara inginkan ? Saudara tuliskan saat ini baik itu di Alkitabmu atau di secarik kertas.

Saudara lakukan apa yang ada dengan sukacita. Saat ini saya bisa merasakan hati Tuhan perih karena sesuatu hal, Ia mau kita mengerti hatinya Tuhan. Sukacita adalah buah Roh.

Saudara jika saat ini kita mau menuliskan keinginan kita, berdoalah kepada Allah semesta langit, minta petunjuk dari Roh Kudus. Saya merasakan masih banyak potensi di jemaat Cirebon yang belum keluar, masih banyak selubung yang belum dibukakan. Saudara harus temukan cara intim dengan Tuhan sendiri, saudara tidak bisa ikut gaya ibu Nany, gaya pak Yusak, gaya saya atau gaya Pak Agung, sebab setiap orang mempunyai cara intim yang berbeda – beda setiap orangnya.

3. Nehemia 2 : 6 – 7

Hari – hari ini Tuhan sangat rindu untuk mengutus kita jemaat cirebon , ada beberapa orang yang berani berkata : Tuhan, utuslah aku. Saya merasakan ada beberapa orang yang diutus untuk sekolah, pelayanan yang baru, pekerjaan baru dan daerah yang baru. Tuhan akan utus kita dalam beberapa waktu, ada jangka waktunya.

Tuhan sudah sediakan dan tangan Tuhan yang murah sedang terulur pada kita dan Tuhan akan melindungi kita. Bulan maret ini jemaat Tuhan Cirebon akan mengalami kemurahan dan kemudaahan dari Tuhan. Tuhan sudah siapkan surat yang siap dicap, akan ada pasukan yang mengawal jemaat Cirebon . Tuhan akan berikan kemenangan kepada jemaat Cirebon . Pasukan yang kuat dan pasukan berkuda akan mengawal jemaat Cirebon .

Meskipun masih banyak orang – orang yang tidak suka dengan keberadaan jemaat Cirebon , masih banyak musuh dan mata – mata. Tuhan katakan tetap tenang dan melangkah bersama Tuhan.

Tak Menangis Saat Kalah

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.

04 March 2009

Percaya Atau Tidak

Ada sepasang suami istri yang atheis mempunyai seorang anak. Mereka tidak pernah mengajarkan pada anak ini tentang Tuhan. Suatu malam ketika anak ini berumur 5 tahun, kedua orang tuanya bertengkar dengan hebat, sampai sang ayah menembak sang ibu, kemudian sang ayah bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Anak ini melihat semua kejadian tragis tersebut.

Kemudian ia hidup di rumah yatim piatu. Ibu yang mengasuhnya di rumah yatim piatu itu adalah seorang Kristen dan suatu hari Ibu ini mengajaknya ke Gereja. Dan ia memberitahu guru sekolah minggu untuk bersabar dalam menghadapi anak ini karena dia belum pernah sama sekali mendengar tentang Tuhan.

Ditengah-tengah guru sekolah minggu ini sedang mengajar, ia memegang gambar Yesus dan bertanya, “Apakah ada dari kalian yang tahu gambar siapakah ini?”.

Anak kecil itu menjawab, “Aku tahu, itu adalah gambar dari orang yang memelukku erat-erat pada saat kedua orang tuaku meninggal.”

Amsal 3:25-26 : Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.

03 March 2009

Apakah Cinta Itu?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan
penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

02 March 2009

Lost In Translation

“Semua laki-laki sama saja,” bombardir Callie.

“Itu tidak adil,” suaminya, Greg, menentang. “Aku tidak seperti laki-laki yang lain. Aku kan punya kepribadian sendiri.”

“Tetapi lihatlah bagaimana tindakanmu.”

“Memang, aku bertindak seperti layaknya seorang laki-laki. Itu karena aku laki-laki. Tidak semuanya buruk. Kamu jatuh cinta kepadaku karena aku laki-laki. Kenapa sih kok kamu tiba-tiba bersikap negatif?”

Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Pasangan suami istri pernah saling tidak menyetujui, mereka mempertahankan pandangan masing-masing yang di anggap benar, dan mereka melakukan apa saja untuk membuktikan alasan-alasannya.

Meskipun begitu, yang mengejutkan saya adalah, setelah menangangi para pasangan lebih dari dua puluh lima tahun, apa yang kita pikir kita pertengkaran, sebenarnya itu bukan hal yang benar-benar kita pertengkaran.

Dan, apa masalah mendasar yang paling besar? Saya menyimpulkan sekurang-kurangnya 50% pertikaian antara suami dan istri pada dasarnya adalah tentang perbedaan gender. Saya juga mendapatkan kesimpulan lain : seandainya kita dapat memahami perbedaan-perbedaan ini, mungkin saja kita tidak akan terlalu sering bertengkar.

Itulah maksud saya menulis buku ini, menolong Anda lebih memahami pasangan Anda dan belajar untuk lebih menghargainya. Tujuan saya adalah memperbaiki hubungan Anda dengan suami atau istri Anda. Memahami perbedaan-perbedaan membuat kita bertoleransi terhadap pasangan kita.

Laki-laki dapat memahami jalan pikiran kaumnya, begitu pula dengan perempuan. Pada dasarnya hubungan gender benar-benar merupakan pengalaman lintas budaya. Laki-laki dan perempuan berpikir, merasakan, dan berkomunikasi secara berbeda. Kadang semuanya berbeda.

Perbedaan itu nyata. Dan, perbedaan itu memang benar untuk laki-laki dan perempuan pada umumnya. Tetapi, tak ada ciri-ciri yang menunjukkan sifat semua laki-laki atau semua perempuan. Kita semua memiliki kepribadian masing-masing. Masih banyak faktor lain selain faktor gender, faktor-faktor semacam genetika individu, susunan kelahiran, keteladanan, pengalaman masa kanak-kanak, pembelajaran, dan kepribadian yang saling berinteraksi, sehingga membuat kita menjadi pribadi yang sangat unik.

Dikutip dari Lost In Translation, Dr. Steve Stephens