7:43:00 AM
Peak
Dalam perang dunia yang kedua, terdapat dua orang pemuda yang merupakan sahabat karib satu dengan yang lain. Setelah mengalami pertempuran yang amat dahsyat hari itu, salah seorang pemuda itu baru mengetahui bahwa kawan akrabnya belum kembali dari medan pertempuran hari itu. Ia tahu bahwa kawannya itu pasti masih tertinggal terluka di daerah tak bertuan. Ia kemudian minta ijin kepada komandannya agar ia boleh mencari kawannya di daerah itu.
Komandannya menjawab tidak ada gunanya untuk mencari kawannya, karena boleh dipastikan bahwa ia sudah mati setelah terluka dan harus berada di tengah-tengah pertempuran yang sengit selama satu hari lamanya. Tetapi pemuda itu terus mendesak dan akhirnya komandannya memberikan ijin kepadanya.
Setelah beberapa waktu kemudian, pemuda itu kembali dengan menggendong sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa di atas pundaknya. Komandan mengatakan, “Aku kan sudah mengatakan bahwa tidak ada gunanya untuk mencari kawanmu itu?”
Pemuda itu menjawab dengan mata yang bersinar-sinar “Ada gunanya, pak. Aku tiba di sisinya untuk mendengar ia berbisik, “Aku tahu kamu akan datang.”
Refleksi :
Mengasihi bukan cuma menjadi dekat, tetapi menjadi sahabat yang mau mendengar keluhan sesamanya.
7:24:00 AM
Peak
Setelah menderita sakit untuk sekian lamanya, seorang wanita mati dan tiba di pintu masuk surga. Ia mengintip melalui celah-celah pintu masuk dan melihat sebuah meja makan besar yang penuh dengan hidangan. Sekeliling meja itu duduk kedua orang tuanya dan orang-orang yang ia kasihi, namun telah meninggal dunia sebelumnya.
Mereka melihat wanita itu dan mulai memanggil untuk menyambut kedatangannya. “Halo, kami sudah menantimu! Senang sekali kita boleh bertemu lagi!”
Ketika petugas gerbang surga tiba, wanita itu berkata, “Tempat ini begitu indah. Bagaimana aku dapat masuk?”.
Petugasnya menjawab, “Anda hanya diminta untuk mengeja satu kata saja”. “Kata apa itu?”, tanya wanita itu. “Kasih”. Wanita itu dengan mudah mengeja kata kasih dengan benar dan langsung masuk ke surga.
Setelah 2 tahun kemudian, ia diminta oleh penjaga pintu gerbang untuk mengganti menjaga pintu gerbang hari itu. Ketika wanita sedang menjaga pintu masuk surga, suaminya tiba di gerbang. “Aku tak mengira bertemu denganmu di sini”, kata wanita itu. “Bagaimana keadaanmu?”
“O, aku baik-baik saja setelah kamu mati,” jawab suaminya. “Aku telah menikah lagi dengan seorang wanita cantik lagi muda belia. Kemudian aku memperoleh hadiah utama dari lotere. Aku menjual rumah kecil kami dan membangun sebuah rumah besar. Aku dan isteri melancong dan berkeliling dunia selama satu tahun. Ketika kami berlibur, kami sedang bermain ski air hari ini. Aku jatuh, skinya menghantam kepalaku dan sekarang aku berada di sini. Bagaimana aku dapat masuk surga?”
“Kamu hanya perlu mengeja satu kata, ” jawab wanita itu. “Dan apa katanya?” tanya sang mantan suami.
“Czechoslovensko”