Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 October 2009

Artikel Untuk Natal

Shalom,

Bulan Desember tak terasa sudah hampir tiba, dan perayaan Natal pun semakin dekat. Banyak acara-acara di televisi yang menayangkan acara-acara seputar Natal dan event-event off air lainnya.

Untuk menyambut datangnya Natal di bulan Desember nanti yang sudah semakin dekat. Rumahrenungan.com ingin menampilkan selama bulan Desember artikel-artikel yang berbau Natal, jadi siapa saja yang mempunyai cerita, artikel, tips, kesaksian, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Natal dan ingin menampilkan di Rumahrenungan.com, kami membuka kesempatan itu mulai dari hari ini, dan kirim ke samuel@rumahrenungan.com, karena kami butuh banyak artikel Natal untuk di tampilkan selama bulan Desember nanti. Setiap cerita yang masuk akan kami proses terlebih dahulu dan kemudian akan kami tampilkan. Jika artikel tersebut mempunyai sumber, cantumkan juga sumbernya.

Kami tunggu kiriman artikel dari Anda semua. Terima kasih

Tuhan Yesus Memberkati…

Samuel MS
+ Moderator +

The Secret Of Happiness

The old man shuffled slowly into the restaurant. With head tilted, and shoulders bent forward, he leaned on his trusty cane with each unhurried step.

His tattered cloth jacket, patched trousers, worn out shoes, and warm personality made him stand out from the usual Saturday morning breakfast crowd. Unforgettable were his pale blue eyes that sparkled like diamonds, large rosy cheeks, and thin lips held in a tight, steady smile.

He stopped, turned with his whole body, and winked at a little girl seated by the door. She flashed a big grin right back at him. A young waitress named Mary watched him shuffle toward a table by the window.

Mary ran over to him, and said, "Here, Sir. Let me give you a hand with that chair."

Without saying a word, he smiled and nodded a thank you. She pulled the chair away from the table. Steadying him with one arm, she helped him move in front of the chair, and get comfortably seated. Then she scooted the table up close to him, and leaned his cane against the table where he could reach it.

In a soft, clear voice he said, "Thank you, Miss. And bless you for your kind gestures."

"You're welcome, Sir." She replied.

"And my name is Mary. I'll be back in a moment, and if you need anything at all in the mean time, just wave at me!"

After he had finished a hearty meal of pancakes, bacon, and hot lemon tea, Mary brought him the change from his ticket. He left it lay. She helped him up from his chair, and out from behind the table. She handed him his cane, and walked with him to the front door.

Holding the door open for him, she said, "Come back and see us, Sir!"

He turned with his whole body, winked a smile, and nodded a thank you. "You are very kind." he said softly.

When Mary went to clean his table, she almost fainted. Under his plate she found a business card and a note scribbled on a napkin. Under the napkin was a one hundred dollar bill.

The note on the napkin read...

"Dear Mary, I respect you very much, and you respect yourself too. It shows by the way you treat others. You have found the secret of happiness. Your kind gestures will shine through those who meet you."

The man she had waited on was the owner of the restaurat where she worked. This was the first time that she, or any of his employees had ever seen him in person. (Steve Brunkhorst)

Mencoba, Apa Salahnya?

Markus 5:34 - "Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 114; 2 Petrus 1; Yehezkiel 33-35

Suatu ketika seorang guru berkata kepada muridnya seperti ini, "Ayo kerjakan. Jangan takut gagal bila belum mencobanya." Tidak tahu apakah perkataan itu benar-benar dari hatinya, tetapi kata-kata tersebut berhasil membuat muridnya untuk mengerjakan soal mata pelajaran yang ia berikan walaupun hasilnya masih salah.

Sang guru tidak mempersoalkan hasil yang didapat oleh anak didiknya benar atau salah. Baginya keinginan untuk berusaha memecahkan soal yang ia berikan adalah sebuah langkah yang tepat daripada mendengar muridnya tersebut berkata, "saya tidak bisa pak". Demikian juga sebenarnya yang Allah inginkan dalam kehidupan kita.

Seringkali kita pasrah dengan keadaan yang menyesakkan kehidupan kita. Tanpa melakukan apapun, kita sudah berkata kepada Tuhan "saya sudah tidak sanggup" atau "masalah ini begitu berat, pasti saya tidak bisa keluar dari hal ini". Semua pikiran dan kata-kata negatif keluar hingga diri kita dikuasai dan akhirnya kita pun kalah.

Rancangan-Nya bagi setiap kita adalah menjadi pemenang dan itu tidaklah berubah sampai sekarang ini dan karya penebusan Yesus Kristus di atas kayu salib adalah buktinya. Namun, semuanya ini tidak akan terjadi dalam kehidupan kita bila kita tidak mengambil langkah untuk mempercayai firman Tuhan.

Gunakan iman Anda dan mulai berjalanlah selangkah demi selangkah dalam janji perkataan-Nya. Ketika Anda melakukan hal itu, kemenangan yang sudah Tuhan janjikan tersebut akan Anda raih.

Ketakutan adalah cara termudah yang iblis pakai untuk membuat Anda tidak berjalan dalam rancangan indah Tuhan.

Jawaban.com