Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 October 2008

Lukisan

Vincent dan Alfredo baru saja berkenalan di sebuah kontes melukis. Mereka berdua sangat berbakat dan mempunyai karakteristik masing-masing dalam lukisan mereka. Tetapi pemenang kontes ini adalah Alfredo dan hasil lukisan para pemenang dipajang di sebuah pameran.

Salah seorang pengunjung pameran lukisan itu adalah seorang direktur sebuah perusahaan bergengsi, ia sedang merenovasi sebuah gedung kantornya dan berencana untuk membeli sebuah lukisan untuk dipasang di ruang kantornya yang baru. Ia terkesan dengan lukisan Alfredo dan membayarnya untuk membuat lukisan yang akan dipasang di ruang kantornya.

Alfredo begitu senang ketika mendapat kesempatan baik itu. Ia mencurahkan seluruh ide dan hatinya buat lukisannya. Ketika lukisan itu telah selesai dibuat, ia meminta ijin kepada pengelola gedung untuk mencoba memasangnya di gedung kantor yang sudah dijanjikan. Ia mengajak Vincent untuk memberikan pendapatnya. Ternyata gedung kantor itu belum selesai dibangun. Masih banyak tukang bangunan yang sedang bekerja, membangun tembok, mengecat dan sebagainya. Alfredo dan Vincent naik ke lantai 12 gedung itu dan langsung ke tempat bakal ruang kantor direktur. Mereka mencoba berbagai kemungkinan posisi lukisan itu, mencoba mencari letak yang paling tepat dan pas untuk dipasang supaya bisa dipertimbangkan desaini interiornya.

Sesaat ketika Alfredo melihat-lihat ke arah lukisannya, ia ingin mencoba melihatnya dari jarak yang lebih jauh. Perlahan-lahan ia berjalan mundur. Tiba-tiba Alfredo terbelalak melihat Vincent yang dengan cepat mencoreng lukisan Alfredo dengan cat milik tukang yang sedang berada disebelahnya. Alfredo marah bukan kepalang, ia segera berlari ke depan lalu menanyakan kenapa Vincent tega melakukan hal itu.

Sambil menunduk Vincent berkata, "Kamu hampir saja jatuh ke belakang. Kalau tadi aku berteriak mengingatkanmu, pasti kamu terkejut dan sangat mungkin untuk jatuh. Maafkan aku". Jadi yang Vincent lakukan adalah untuk menarik perhatian Alfredo supaya segera berjalan maju menjauhi pinggiran gedung yang belum jadi itu.

Terkadang hal yang baik yang Tuhan coba lakukan, menurut pandangan manusia adalah jahat. Padahal Tuhan sedang menolong hidup kita dari kejatuhan yang jauh lebih fatal akibatnya.

Yesus Mengecewakan

Tiga setengah tahun adalah masa yang penuh sukacita untuk murid-murid Yesus. Mereka sungguh senang dengan setiap pelayanan yang berhasil, banyak mjizat dan kesaksian yang mereka kumpulkan. Dan mereka tidak sabat untuk menanti saat Yesus sang Mesias, membebaskan mereka dari perjalanan Romawi.

Ketika Tuhan Yesus mengatakan waktunya sudah dekat dan Ia akan disalibkan, semua murid-Nya menjadi goncang. Bahkan Petrus menentang hal itu. Mereka begitu menginginkan idolanya untuk melakukan yang terbaik yang mereka bayangkan. Tetapi rencana Tuhan bukan rencana manusia.

Yesus ditangkap, disiksa lalu disalib. Semua murid-muridNya kecewa. Mereka menyangka kalau Yesus akan membebaskan mereka dari penjajah yang kejam. Mengapa Ia memilih "jalan-Nya" sendiri tidak memikirkan perasaan sahabat-sahabat-Nya? Mengapa Yesus harus berkenalan dan mengajak mereka pelayanan jika dalam tiga setengah tahun semuanya kandas di tengah jalan? Mengapa Yesus tidak berkonsultasi dulu dengan mereka tentang tindakan-Nya? Apa yang akan mereka katakan kepada istri dan orang tua mereka? Tetangga mereka akan mencemooh. Semua orang di sekitar Yesus merasa dikecewakan dengan pilihan yang Yesus ambil untuk mau ditangkap dan tidak melawan dengan kuasa-Nya.

Kekecewaan itu begitu mendalam dan melukai perasaan mereka ketika pemimpin yang selama ini tengah mereka banggakan ternyata "hanya" mati disalib. Umur pelayanan mereka "hanya" tidak setengah tahun. Mereka merasa bahwa kekecewaan ini adalah akhir dari persahabatan pendek mereka dengan Yesus.

Pemikiran itu berubah tiga hari kemudian. Yesus bangkit! Paradigma mereka semakin diubahkan ketika Roh Kudus turun dan berkuasa atas hidup mereka. Hal itu tidak akan terjadi kalau Yesus tidak mati.

Ada kalanya hal yang sepertinya buruk dan mengecewakan terjadi dalam hubungan persahabatan kalian. Namun hal itu ternyata membawa perubahan yang luar biasa dalam diri kalian ke arah yang baik. Mungkin kamu bisa menjadi kecewa, marah, tertekan, tetapi hal itu akan membuat kalian menjadi semakin bertumbuh dan mengalami terobsesi.

Dimana Saya Dapat Menemukan Kasih?

Jika pertanyaan yang ada dalam hati Anda adalah, “Dimana saya dapat menemukan kasih sejati ini?” maka saya akan berbagi beberapa kabar baik ini untuk Anda. Anda sebenarnya sudah dikasihi. Dalam ayat yang paling populer dalam Alkitab, dikatakan kepada kita bahwa, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” - Yohanes 3:16

Yesus menjelaskan cakupan kasih Allah bagi orang percaya. Kepada murid-murid-Nya Yesus berkata, “... janganlah kamu kuatir dan berkata : Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” - Matius 6:31-33. Hanya jika kita percaya bahwa kita dikasihi dengan sedemikian rupa, maka kita mendapatkan rasa aman untuk mengambil resiko dalam mengasihi orang lain.

Sudahkan Anda berinisiatif untuk menemukan kasih dalam Pribadi dan perbuatan Kristus? Sudahkah Anda memercayakan diri Anda kepada-Nya? Sudahkan Anda percaya ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus wafat untuk dosa-dosa Anda?

Berikut ini adalah cara memulainya. Akuilah dosa Anda dan kebutuhan Anda kan Kristus, yang telah datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilag” (Lukas 19:10). Di dalam Kristus, kita dapat menemukan kasih Allah, dan di dalam Dia kita melihat apa artinya hidup dalam kasih seperti yang dijelaskan Paulus. Dialah Allah yang tidak hanya memanggil kita untuk berbuat baik, tetapi juga untuk mengizinkan Dia menyatakan kehidupannya melalui kita.

Sumber :Seri Dinamika Iman, Apakah Kasih Sejati itu? Yayasan Gloria, 2004, Bill Crowder

Hidup Setiap Hari

“Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta” - Amsal 15:15

Bacaan : Amsal 15:13-31

Ketika Tamer Lee Owens merayakan ulang tahunnya yang ke-104, ia berterima kasih atas “tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil” yang membuatnya bertahan hidup. Wanita itu masih dapat menemukan sukacita setiap hari dengan mengobrol, berjalan-jalan, dan membaca Alkitab seperti yang telah dilakukannya sejak kecil. “Saya tidak tahu berapa lama lagi Dia mengizinkan saya tinggal disini”, katanya. “Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan-Nya kepada saya”.

Kebanyakan orang tidak mencapai usia 104 tahun, tetapi kita dapat belajar dari Tamer Lee bagaimana cara menikmati setiap hari yang diberikan kepada kita.

Tawa : “Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat” (Amsal 15:13). Kebahagiaan sejati dimulai jauh di lubuk hati kita dan terpancar di wajah kita.

Tuhan : “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan” (ay. 33). Jika Allah menjadi fokus utama hati kita, Dia dapat mengajarkan jalan-Nya kepada kita melalui setiap pengalaman hidup.

Hal-hal kecil : “Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian” (ay. 17). Memelihara hubungan yang penuh kasih dan menikmati hal-hal mendasar dalam hidup jauh lebih penting daripada kekayaan dan kesuksesan.

Tidak semua orang akan hidup hingga usia lanjut, tetapi kita dapat menjalani hidup dengan baik setiap hari melalui tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil.

KEBAHAGIAAN BUKANLAH TUJUAN MELAINKAN PERJALANAN HARI DEMI HARI

Sumber : Renungan Harian