Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

29 April 2010

Manfaat Pisang Untuk Anak

Pisang merupakan buah yang sangat baik untuk anak, selain bertekstur lembut, buah pisang juga kaya akan nutrisi dan energi. Ibu cerdas pasti tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya, maka tak jarang banyak ibu yang memberikan pisang untuk asupan tambahan bahkan untuk bekal sekolah.

Pilihan tepat itu, baik dilakukan karena pisang memang merupakan salah satu buah yang bisa menyediakan cukup energi bagi anak-anak agar siap beraktivitas dan belajar. Pisang bisa mengenyangkan dan hal itu tentunya berpengaruh pada konsentrasi anak.

Di dalam satu buah pisang terkandung banyak vitamin, salah satunya vitamin B yang bermanfaat untuk mempertahankan aktivitas kerja sistem syaraf. Hal tersebut akan mambantu mendorong konsentrasi anak lebih lama.

Dibanding buah dan sayuran lain, pisang memiliki kandungan mineral lebih tinggi, terutama untuk vitamin B6, vitamin C, kalium, serat dan dan juga mangan.

Buah pisang lebih unggul dari satu buah apel. Jika dibandingkan proteinnya lebih banyak 4 kali lipat, karbohidrat 2 kali lipat, zat fosfor 3 kali lipat, vitamin A dan zat besi lebih unggul 2 kali lipat, juga banyaknya vitamin dan mineralnya lebih banyak 2 kali lipat dari buah apel.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu pisang. Selain sangat bermanfaat dalam mencegah stres, pisang juga meningkatkan daya pikir, mengobati radang cerna, serta menyehatkan mata.

Pilihlah pisang berkualitas baik untuk asupan tambahan bagi anak-anak. Selain sehat dan bermanfaat bagi kesehatan anak, pisang juga bisa jadi asupan baik ketika anak sedang sulit makan. Kandungan vitamin dan zat penting lainnya sudah mencukupi kebutuhan yang dibutuhkan anak-anak. (by Pipit)

Sumber: www.KabariNews. com/?34635

25 March 2010

Beatiful Mushrooms

Jamur dalam bahasa Indonesia sehari-hari mencakup beberapa hal yang agak berkaitan. Arti pertama adalah semua anggota kerajaan Fungi dan beberapa organisme berkaitan (jamur lendir). Arti kedua berkaitan dengan sanitasi dan menjadi sinonim bagi kapang. Arti terakhir, yang akan dibahas dalam artikel ini, adalah tubuh buah yang lunak atau tebal dari sekelompok anggota Fungi (Basidiomycetes) yang biasanya muncul dari permukaan tanah atau substrat tumbuhnya. Bentuk umum jamur biasanya adalah seperti payung, walaupun ada juga yang tampak seperti piringan. Pengertian terakhir ini berkaitan dengan nilai ekonomi jamur sebagai bahan pangan manusia atau sumber obat-obatan.

Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, seperti jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram (Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis). Jamur yang beracun contohnya adalah Amanita muscaria, dan jamur yang dikenal sebagai “destroying angel”.

wikipedia.

 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms1 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms2 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms3 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms4 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms5 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms6 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms7 Most Beautiful Mushrooms

Mushrooms8 Most Beautiful Mushrooms

 Most Beautiful Mushrooms

29 January 2010

Waktu Teduh

Apa Itu Waktu Teduh
Waktu teduh adalah waktu dimana kita menjalin relasi pribadi dengan Tuhan, saat kita menghayati dan mengalami kembali kehadiran-Nya secara pribadi. Di sana kita tunduk luruh dalam keagungan kasih-Nya, bertelut dalam kebesaran kuasa-Nya. Bayangkan, seorang anak yang bersimpuh di hadapan ayah yang sangat mengasihi dan dikasihinya. Seperti itulah kita dalam melakukan waktu teduh. Kita “berbicara” kepada Bapa, bersyukur, memohon, mengucapkan segala isi hati. Sekaligus kita membuka diri untuk “mendengarkan suara-Nya”, menerima penghiburan dan tuntutan-Nya, nasihat dan teguran-Nya, sehingga kita pun dapat menjalani hari-hari kita dengan lebih baik dan lebih bermakna.

Kata “teduh” sendiri tidak semata merujuk pada suasana di luar diri, suasana yang hening, jauh dari kebisingan dan gangguan, sekalipun itu juga penting. Akan tetapi, jauh lebih penting keteduhan di dalam diri.Suasana tenang diluar hanyalah sarana untuk mencapai keteduhan di dalam diri.

Bisa diumpamakan begini : kita tengah berlari di sebuah taman. Kita terus berlari dan berlari. Lalu ada saatnya sejenak kita berhenti, menariknapas panjang, membiarkan semilir angin sejuk menerpa wajah, merasakan kedamaian suasana sekitar.  Tenang. Teduh, sehingga kelegaan melingkupi jiwa kita.

Atau, bisa juga diumpamakan seperti cerita ini : Seorang pemuda tengah memotong kayu dengan kapak.Dari pagi hingga siang hari ia terus bekerja. Tanpa jeda. Tanpa waktu untuk sejenak beristirahat. Ia harus mengejar target. Seorang tua yang  melihat itu menghampiri. “Anak Muda, kapakmu sudah  tumpul,” katanya. “Berhentilah sejenak untuk mengasahnya.”

Seperti itulah waktu teduh. Jiwa kita pun akan “tumpul” apabila terus menerus digedor dan digelontor dengan kesibukan dan hiruk pikuk rutinitas sehari-hari. Kita perlu sejenak mengambil “jarak” dari segala kegaduhan itu dengan bersaat teduh, menutup mata, menutup telinga. Sambil kita membuka hati kepada Tuhan, menghayati kehadiran-Nya, membiarkan Dia menyapa melalui cara-Nya.

Jadi, waktu teduh adalah kebutuhan kita, sebagaimana tubuh jasmani kita membutuhkan makan dan minum, seperti itulah tubuh rohani kita membutuhkan waktu teduh. Karenanya, waktu teduh perlu kita jalani dengan rasa suka dan syukur, bukan dengan terpaksa, apalagi sekedar kewajiban.

Teladan Tuhan Yesus
Tuhan Yesus juga tidak lepas melakukan waktu teduh. Di tengah segala kesibukan-Nya melayani orang banyak, Dia selalu menyediakan diri untuk “mengasingkan” diri, “berteduh” bersama Sang Bapa (Matius 14:13, Markus 1:35, Lukas 5:16).

Dua momen terpenting dalam “masa bakti-Nya” di dunia, Dia lalui dalam persekutuan pribadi dengan Sang Bapa. Pertama, di Taman Getsemani (Matius 26:36-46), saat via dolorosa (jalan penderitaan) sudah diambang mata.

Secara manusiawi, Dia sungguh layak merasa takut dan gentar. Betapa tidak? Derita hebat tidak terperi tengah menanti-Nya, seolah siap “melumat” tubuh ringkih-Nya yang teramat sangat, berubah menjadi penyerahan diri seutuhnya. “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!”, demikian Dia berkata.

Kedua, di Padang Gurun (Matius 4:1-11). Saat “panggilan hidup” menyelamatkan dan memenangkan manusia, membentang di depan mata. Sebuah tugas “mahaberat” dan mahal pula harganya. Di padang gurun nan sunyi, dalam persekutuan pribadi dengan Sang Bapa, Dia bersiap diri, meneguhkan hati, menata langkah guna mewujudkan visi dan misi yang mesti diemban-Nya. Dan, disana Dia juga lulus dengan predikat summacum laude dari jerat si Penggoda licik, yang dimasa lalu berhasil membuat Adam dan Hawa jatuh bertekuk lutut.

Tentang kisah pencobaan di padang gurun ini, ada pendapat bahwa itu pengalaman rohaniah. Sebab tidak ada gunung yang demikian tinggi hingga orang bisa melihat seluruh kerajaan dunia (ayat 8). Jadi, pastilah itu merupakan pencobaan rohaniah, yang munculnya bisa melalui angan-angan atau pikiran manusiawi. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa itu pengalaman lahiriah. Sebab di antara Yerusalem dan Laut Mati memang terdapat sebuah gurun pasir, yang dalam Perjanjian Lama disebut Yeshimmon, artinya Pembinasaan. Disebut demikian karena tempatnya sangat “mengerikan”, tanahnya coklat berkapur, tandus, berbatu terjal dan berlereng curam, ditambah udara panas yang menyengat. Disanalah Tuhan Yesus menyediri.

Kita dapat menerima kisah ini dari kedua sudut itu, pengalaman lahiriah maupun batiniah, bahwa perjuangan-Nya bukan fisik semata, melainkan juga batin. Kisah pencobaan di padang gurun ini juga menunjukkan, bahwa persekutuan pribadi dengan Sang Bapa adalah titik awal kiprah-Nya di dunia. Selanjutnya, Dia menjalani panggilan hidup-Nya dengan taat dan rela, dari awal hingga akhirnya.

Oleh : Ayub Yahya, Renungan Harian Edisi Januari 2010

19 January 2010

Tertawa VS Marah

AKIBAT TERTAWA

1x tertawa sakit kepala hilang
2x tertawa bencipun sirna
3x tertawa masalah lari
4x tertawa penyakit sembuh
5x tertawa jadi awet muda
6x tertawa hati penuh sukacita

Bila kita tertawa maka di dalam tubuh kita akan terbentuk hormon endorphin yang berfungsi untuk membuat otot menjadi rileks, sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi meningkat dan kadar Oksigen dalam darah juga naik.

Jadi memang benar bahwa tertawa itu menyehatkan dan merupakan salah satu dokter terbaik di dunia, yaitu dokter Gembira.

Kita dapat tertawa karena pikiran kita dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan, tidak ada beban lagi yang menakutkan dan membatasi kita, semuanya menjadi bebas lepas.

Dan bila emosi kegembiraan itu kita lepaskan dalam bentuk tawa, maka dampaknya luar biasa karena dapat membuat sakit kepala menjadi hilang, rasa benci pun menjadi sirna, masalah yang sedang kita hadapi lari menyingkir, segala penyakit menjadi sembuh, kita tetap awet muda, dan juga mendapatkan hati yang penuh sukacita.

Karena itu tertawalah atau tersenyumlah pada semua orang, termasuk juga pada orang-orang yang telah menyakiti kita.

Hal ini jelas akan memperbaiki hubungan kita dengan orang lain, menjadikan suasana gembira, membuat hidup kita bergairah kembali sehingga semuanya dapat kita jalani dengan penuh semangat.

------------------------

AKIBAT MARAH:

1x marah sukacita hilang
2x marah akal sehat terbang
3x marah tekanan darah naik
4x marah teman2 pergi
5x marah jadi cepat tua
6x marah pintu dosa terbuka

Marah merupakan suatu bentuk emosi manusia yang dapat menghancurkan diri sendiri.

Apakah kita tidak boleh marah? Tentu saja boleh, asal pada tempatnya.

Kita berhak marah bila melihat ada hal-hal yang tidak benar, misalnya kita perlu marah terhadap orang-orang yang mengumbar emosinya dengan melempari dan membakar Gereja St Albertus di Bekasi beberapa hari yang lalu.

Kemarahan tersebut perlu dikeluarkan, bila tidak malah akan merusak diri kita juga, tetapi tentu saja secara positip, misalnya untuk para pelempar dan pembakar Gereja tersebut melalui jalan hukum.

Tetapi banyak juga rasa marah yang negatip, yaitu hanya untuk meluapkan nafsu dan emosi yang ada hanya untuk kepuasan diri sendiri.

Yang penting saya senang, saya suka, dan saya menang, tidak peduli dengan orang lain.

Marah negatip inilah yang ada dalam diri orang-orang yang melempari dan membakar Gereja.

Pikiran mereka hanya dipenuhi oleh ‘aku’ !

Marilah kita buang rasa marah yang negatip, karena dapat menimbulkan berbagai efek yang menghancurkan dan merugikan diri kita sendiri, misalnya hilangnya sukacita, terbangnya akal sehat, naiknya tekanan darah, ditinggal teman, menjadi cepat tua, dan membuka pintu dosa. Bahkan dikatakan bila tujuh kali kita marah, maka kita sendiri yang menjadi gila, malah kalau sembilan kali marah maka lengkaplah menjadi suatu novena marah yang menghasilkan voucher masuk neraka ...

(Ketarangan : Novena adalah suatu bentuk doa Katolik yang dilakukan sebanyak sembilan kali).

Marilah kita kuasai diri kita sehingga keinginan marah yang negatip dapat diredam dan dialihkan menjadi hal yang positip dan bermanfaat bagi semua orang. Amin.

12 October 2009

Hak Yahudi Atas Tanah Israel

Banyak orang salah kaprah dgn mengatakan bahwa orang-orang Yahudi dipaksa keluar dari tanah mereka oleh tentara Romawi setelah Kuil Kedua mereka di Yerusalem dihancurkan tahun 70 M. Lalu menurut pengertian sejarah salah kaprah ini; 1.800 tahun kemudian, tiba-tiba orang-orang Yahudi kembali ke Palestina dan menuntut kembali tanah airnya. Faktanya adalah: orang-orang Yahudi tetap mempertahankan tanah air mereka selama 3.700 tahun. Bahasa nasional dan kebudayaan khas Yahudi tetap bertahan di wilayah itu.

Yahudi menganggap Israel sebagai tanah airnya berdasarkan empat hal:
1. Tuhan sendiri yang menjanjikan tanah warisan ini kepada Abraham
2. Orang-orang Yahudi tetap hidup disitu dan merawat daerah itu
3. Pemberian kedaulatan penuh oleh PBB kepada Yahudi di Palestina
4. Penguasaan daerah berdasarkan perang bela diri.

Istilah “Palestina” dipercaya diambil dari kata Filistine, yakni merujuk pada orang-orang Aegea yang pada abad 12 SM tinggal di tepi Mediterania yang sekarang dikenal sebagai Israel dan Jalur Gaza. Abad 2M, setelah menghancurkan pemberontakan Yahudi, Pemerintah Romawi untuk pertama kalinya memberi nama Palestina pada tanah Yudea (bagian selatan Israel yang sekarang dikenal sebagai Tepi Barat) dalam usaha untuk menciutkan identitas Yahudi dengan tanah Israel. Kata Arab “Filastin” diambil dari nama Latin ini.

Sejak th 1000 SM, ke-12 suku Israel sudah membentuk kerajaan pertama di Palestina. Raja kedua, yakni David, menentukan Yerusalem sebagai ibu kota. Meskipun akhirnya Palestina pecah jadi dua kerajaan, kemerdekaan orang Yahudi tetap berlangsung sampai 212 tahun. Jangka waktu ini hampir sama dengan lamanya kemerdekaan Amerika Serikat sekarang.

Bahkan setelah dihancurkannya Kuil Kedua di Yerusalem dan saat awal pengasingan, orang-orang Yahudi tetap hidup di Palestina dan beranak-pinak. Abad ke 9M, terdapat masyarakat Yahudi dalam jumlah besar di Yerusalem dan Tiberias. Abad ke 11M, masyarakat Yahudi berkembang di Rafah, Gaza, Ashkelon, Jaffa dan Caesarea.

Abad ke 12, banyak orang Yahudi dibantai oleh para tentara Perang Salib, tapi mereka dapat berkembang lagi dalam dua abad selanjutnya dengan datangnya para rabi dan peziarah Yahudi dalam jumlah besar ke Yerusalem dan Galilea. Para rabi terkemuka membentuk masyarakat Yahudi di Safed, Yerusalem dan di daerah lain selama 300 tahun berikutnya. Awal abad ke 19 sebelum kelahiran gerakan Zionist modern, lebih dari 10.000 orang Yahudi telah hidup di daerah yang sekarang dikenal sebagai Israel.

Ketika orang-orang Yahudi mulai berdatangan ke Palestina dalam jumlah besar di tahun 1882, kurang dari 250.000 Arab hidup di sana, dan kebanyakan dari mereka datang dalam dekade akhir. Palestina tidak pernah jadi suatu negara Arab yang berdaulat, meskipun perlahan-lahan bahasa Arab jadi bahasa yang paling banyak digunakan setelah penyerangan Muslim di abad ke tujuh. Tidak pernah ada negara Arab atau Palestina yang berdaulat di Palestina.

Ahli sejarah Arab terkemuka AS, Prof. Phillip Hitti dari Universitas Princeton, membuat pengakuan di depan Anglo-American Committee di tahun 1946, dengan mengatakan: “Tidak pernah ada “Palestina” dalam sejarah, sama sekali tidak.” Memang, Palestina juga tidak pernah ditulis dengan tegas dalam Qur’an, yang disebut adalah “tanah suci” (al-Arad al-Muqaddash).

Sebelum adanya pembagian daerah, orang-orang Arab Palestina tidak melihat diri mereka punya identitas yang terpisah. Tapi ketika First Congress of Muslim-Christian Associations bertemu di Yerusalem di bulan Februari 1919 untuk memilih wakil-orang Palestina untuk Konferensi Perdamaian Paris, pernyataan berikut diumumkan: Kami merasa Palestina adalah bagian dari Syria Arab, karena bagian ini tidak pernah terpisah dari Syria dalam waktu kapanpun. Kami berhubungan dengan Syria secara kenegaraan, agama, bahasa, ekonomi dan ikatan daerah.

Tahun 1937, pemimpin Arab setempat, Auni Bey Abdul-Hadi, menyatakan Peel Commission yang pada prinsipnya menuntut bagian Palestina: “Tidak ada negara (Palestina)! Kata ‘Palestina’ itu diciptakan oleh Zionist! Tidak ada kata Palestina dalam Alkitab. Tanah air kami sejak berabad-abad merupakan bagian dari Syria.”

Wakil Arab Higher Committee untuk PBB mengajukan pernyataan di General Assembly di bulan May 1947 yang menyatakan bahwa “Palestina merupakan bagian dari Propinsi Syria” dan karenanya,” secara politis, orang-orang Arab Palestina tidak terpisah dari Syria dan tidak bisa membentuk kesatuan politis yang terpisah dari Syria.”

Beberapa tahun kemudian, Ahmed Shuqeiri, yang lalu jadi ketua PLO, mengatakan pada Security Council: “Sudah jadi pengetahuan umum bahwa Palestina adalah bagian selatan Syria.”

Nasionalisme Arab Palestina kebanyakan muncul setelah Perang Dunia I. Tapi ini tidak jadi gerakan politik yang bermakna sampai terjadi Perang Enam Hari di tahun 1967 dan Israel menguasai Tepi Barat.

“Surat Tanda Lahir” Israel secara internasional disahkan oleh janji Tuhan dalam Alkitab; masyarakat Yahudi yang tinggal terus menerus di Israel sejak jaman Yoshua sampai saat ini; Deklarasi Balfour di tahun 1817; Mandat Liga Bangsa-Bangsa, yang berhubungan dengan Deklarasi Balfour; partition resolution PBB tahun1947; diterimanya Israel di PBB tahun 1949; pengakuan atas negara Israel oleh sebagian besar dunia; dan yang terpenting dari semuanya, masyarakat yang diciptakan oleh orang-orang Israel selama berpuluh-puluh tahun berkembang menjadi suatu negara yang dinamis.

---------------------

The Jewish Claim To The Land Of Israel

A common misperception is that the Jews were forced into the diaspora by the Romans after the destruction of the Second Temple in Jerusalem in the year 70 A.D. and then, 1,800 years later, suddenly returned to Palestine demanding their country back. In reality, the Jewish people have maintained ties to their historic homeland for more than 3,700 years. A national language and a distinct civilization have been maintained.

The Jewish people base their claim to the land of Israel on at least four premises: 1) God promised the land to the patriarch Abraham; 2) the Jewish people settled and developed the land; 3) the international community granted political sovereignty in Palestine to the Jewish people and 4) the territory was captured in defensive wars.

The term "Palestine" is believed to be derived from the Philistines, an Aegean people who, in the 12th Century B.C., settled along the Mediterranean coastal plain of what is now Israel and the Gaza Strip. In the second century A.D., after crushing the last Jewish revolt, the Romans first applied the name Palaestina to Judea (the southern portion of what is now called the West Bank) in an attempt to minimize Jewish identification with the land of Israel. The Arabic word "Filastin" is derived from this Latin name.

The Twelve Tribes of Israel formed the first constitutional monarchy in Palestine about 1000 B.C. The second king, David, first made Jerusalem the nation's capital. Although eventually Palestine was split into two separate kingdoms, Jewish independence there lasted for 212 years. This is almost as long as Americans have enjoyed independence in what has become known as the United States.

Even after the destruction of the Second Temple in Jerusalem and the beginning of the exile, Jewish life in Palestine continued and often flourished. Large communities were reestablished in Jerusalem and Tiberias by the ninth century. In the 11th century, Jewish communities grew in Rafah, Gaza, Ashkelon, Jaffa and Caesarea.

Many Jews were massacred by the Crusaders during the 12th century, but the community rebounded in the next two centuries as large numbers of rabbis and Jewish pilgrims immigrated to Jerusalem and the Galilee. Prominent rabbis established communities in Safed, Jerusalem and elsewhere during the next 300 years. By the early 19th century-years before the birth of the modern Zionist movement-more than 10,000 Jews lived throughout what is today Israel.

When Jews began to immigrate to Palestine in large numbers in 1882, fewer than 250,000 Arabs lived there, and the majority of them had arrived in recent decades. Palestine was never an exclusively Arab country, although Arabic gradually became the language of most the population after the Muslim invasions of the seventh century. No independent Arab or Palestinian state ever existed in Palestine. When the distinguished Arab-American historian, Princeton University Prof. Philip Hitti, testified against partition before the Anglo-American Committee in 1946, he said: "There is no such thing as 'Palestine' in history, absolutely not." In fact, Palestine is never explicitly mentioned in the Koran, rather it is called "the holy land" (al-Arad al-Muqaddash).

Prior to partition, Palestinian Arabs did not view themselves as having a separate identity. When the First Congress of Muslim-Christian Associations met in Jerusalem in February 1919 to choose Palestinian representatives for the Paris Peace Conference, the following resolution was adopted:

We consider Palestine as part of Arab Syria, as it has never been separated from it at any time. We are connected with it by national, religious, linguistic, natural, economic and geographical bonds.

In 1937, a local Arab leader, Auni Bey Abdul-Hadi, told the Peel Commission, which ultimately suggested the partition of Palestine: "There is no such country [as Palestine]! 'Palestine' is a term the Zionists invented! There is no Palestine in the Bible. Our country was for centuries part of Syria."

The representative of the Arab Higher Committee to the United Nations submitted a statement to the General Assembly in May 1947 that said "Palestine was part of the Province of Syria" and that, "politically, the Arabs of Palestine were not independent in the sense of forming a separate political entity." A few years later, Ahmed Shuqeiri, later the chairman of the PLO, told the Security Council: "It is common knowledge that Palestine is nothing but southern Syria."

Palestinian Arab nationalism is largely a post-World War I phenomenon that did not become a significant political movement until after the 1967 Six-Day War and Israel's capture of the West Bank.

Israel's international "birth certificate" was validated by the promise of the Bible; uninterrupted Jewish settlement from the time of Joshua onward; the Balfour Declaration of 1917; the League of Nations Mandate, which incorporated the Balfour Declaration; the United Nations partition resolution of 1947; Israel's admission to the UN in 1949; the recognition of Israel by most other states; and, most of all, the society created by Israel's people in decades of thriving, dynamic national existence.

Sumber : jewishvirtuallibrary.org

08 October 2009

Sedlec Ossuary

Sedlec Ossuary adalah kapel Katolik Roma kecil di Sedlec, suburban Kutná Hora di Ceko.Ossuary ini terdiri dari kira-kira 40.000-70.000 tulang manusia yang telah disusun untuk membentuk dekorasi kapel. tulang-tulang tersebut merupakan tulang prajurit Turki ottoman dan masyarakat yg menjadi korban perang salib pada abad ke 14. Gereja ini juga pernah masuk acara tv populer Ripley's Believe It Or Not













03 October 2009

Kopi Luwak

Kopi luwak merupakan biji kopi matang pohon yang dimakan oleh binatang luwak (Viverridae) dan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran binatang tersebut. Jadi, di dalam pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras, tetapi mengalami proses pencampuran dan fermentasi dengan makanan luwak lainnya.

Sebagai pemakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan, luwak merupakan binatang yang pandai memilih makanan yang baik untuknya. Maka, proses fermentasi di dalam pencernaan luwak itulah yang membuat rasa kopi ini berbeda. Aromanya lebih harum serta ada rasa pahit dan getir asam yang lebih khas dan spesial.   

Daripada sulit membayangkan, ok kita simak saja prosesnya melalui gambar-gambar ini ya. 

Pertama, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah matang di pohon, yang berwarna merah. 

O ya gambar-gambar ini diambil di perkebunan kopi Bondowoso, Jawa Timur.


Kedua, setelah buah kopi terkumpul, dip ilah lagi yang bagus-bagus saja, soalnya hanya buah kopi matang (warna merah)  yang akan disantap musang sebagai makanannya.


Ketiga, luwak atau bagaimana Anda menyebutnya? Civet? Musang? A small squirrel-like arboreal mammal, hehehe, dipersilakan memakan buah kopi terbaik yang sudah dipilih oleh para petani tadi. O ya tubuh luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja, sementara bijinya nanti akan tetap utuh saat dikeluarkan kembali dalam bentuk feces, hiks.


Dan keempat .... in ilah bentuk feces luwak yang terkenal itu, seperti sudah disebut di atas, bijinya tetap utuh kan ? Secara fisik, biji kopi luwak dan kopi lain bisa dibedakan dari warna dan aromanya. Biji kopi luwak berwarna kekuningan dan wangi, sedangkan biji kopi biasa berwarna hijau dan kurang harum.


Kelima, selanjutnya biji kopi yang tercampur dalam feces, dipisahkan, dikumpulkan, dibersihkan, kemu dian dijemur, dan .... jad ilah biji kopi luwak yang terkenal mahal itu. Bisa dipastikan, ini adalah biji kopi terbaik, sebab hanya buah kopi matang yang dipilih musang sebagai makanannya. Kopi Blue Mountain - Jamaika atau kopi Arabica Supremo - Kolombia? Hahah, lewat! :)

Kopi luwak mantap diminum tanpa gula, rasa getir dan aroma kopi pun sangat terasa, begitu nikmatnya sampai jika kita minum minuman lain setelahnya, entah itu air putih, teh, coklat, atau minuman lainnya, bahkan sudah dipakai ciuman satu jam pun, rasa nikmat kopi luwak masih terasa manis di mulut. Lho? Hahaha.

ada yang udah nyoba??