Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 November 2009

Belum Terlambat

Galatia 6:10a : "Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 142; Yohanes 19; Zakharia 4-6

Dalam kehidupan ini, hampir setiap manusia pasti pernah menyesal dan keadaan itu tidaklah menyenangkan. Bagi seorang suami yang meninggalkan anak istrinya berpuluh-puluh tahun, ketika dia sadar bahwa perbuatannya salah maka rasa penyesalan timbul dan akan terus menghantui dirinya. Begitu pun dengan seorang dokter yang terlambat datang ke rumah pasiennya yang menyebabkan si pasien meninggal sebelum dia diperiksa olehnya. Hati dokter itu pasti tidak akan tenang dan akan terus teringat dengan peristiwa sedih tersebut.

Kesalahan di masa lalu seringkali terbawa hingga kepada kehidupan di masa kini. Rasa penyesalan yang dalam karena tidak dapat berbuat hal baik membuat seseorang lupa dengan keadaanya saat ini. Ia tidak ingat bahwa saat satu orang pasien meninggal, masih ada pasien-pasien lain yang membutuhkan bantuannya dan menunggu untuk disembuhkan. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa sesal, lebih baik kita melakukan apa yang dapat kita lakukan.

Rasul Paulus menulis surat kepada Jemaat Galatia yang berisi nasihat agar mereka berbuat baik kepada semua orang selagi waktu masih ada. Ia mengingatkan orang-orang percaya di sana jangan menunggu waktu bila ingin membantu mereka yang dalam kesusahan. Dan perkataan itu masih berlaku sampai hari ini.

Tentu Anda mempunyai teman-teman dekat yang belum mengenal Tuhan, saksikan iman Anda sebelum terlambat. Tentu ada orang-orang menderita yang membutuhkan perhatian, ulurkan kasih dan perhatian Anda sebelum terlambat. Marilah kita gunakan kesempatan yang masih ada untuk melakukan kebaikan, agar kita tidak menyesal setelah kesempatan itu hilang. Maukah Anda berbuat baik selama belum terlambat?

Tak ada kata telat bagi mereka yang ingin berubah menjadi baik dan memberkati orang lain.

Sumber: Untaian kata-kata bijak: Yayasan Komunikasi Bersama

Jawaban.com

Lupakah Anda?

Saya kenal seorang teman yang membenci bosnya karena bosnya itu tidak pernah memberinya kenaikan gaji. Ia pulang ke rumahnya dari kantor dengan kemarahan pada bosnya. Dan, karena tak mampu mengontrol kejengkelannya sewaktu-waktu, ia melemparkan kemarahan itu pada istri dan anak perempuannya. Ia ke tempat tidur tapi tidak dapat tidur karena sementara itu ia merencanakan cara-cara membunuh bosnya. Pagi hari ia bangun dengan keputusan untuk mendamprat bosnya; kemudian ia duduk di kursinya dan mengubur kemarahannya untuk sementara waktu.

Akan datang saatnya ketika Anda datang ke tempat tidur dan membanting bantal. Anda sama sekali sendirian dengan pikiran-pikiran Anda sendiri, aset-aset Anda dan kekurangan-kekurangan Anda. Kemudian tanyakan pada diri Anda apa yang Anda lupa lakukan selama hari yang telah berlalu tadi.

Apakah Anda lupa tersenyum, setidak-tidaknya sekali sehari?

Apakah anda lupa untuk memuji seseorang atas perbuatan baiknya? Atas kata-kata baik yang ia ucapkan?

Lupakan bahwa Anda dapat bahagia, bahwa Anda dapat membiasakan kebahagiaan?

Apakah Anda melupakan kemarahan, kekesalan, perasaan-perasaan negatif ini yangmenjauhkan Anda dari diri Anda dan membuat Anda menjadi kerdil dari sesungguhnya?

Lupakah Anda dilahirkan untuk sukses dalam hidup?

Apakah Anda lupa bahwa Anda memiliki aset-aset dalam diri Anda yang Tuhan Anda berikan?

Apakah Anda lupa bahwa Anda bermartabat karena anda diciptakan sebagai Citra Allah?

Apakah Anda lupa untuk bersikap tulus?

Apakah Anda lupa untuk memahami kebutuhan orang lain?

Apakah Anda lupa untuk berbelaskasihan ?

Apakah Anda lupa untuk percaya diri?

Apakah Anda lupa untuk menerima diri Anda apapun Anda dan tidak mencoba menjadi orang lain?

Apakah yang Anda lupakan hari ini?

Pikirkanlah satu hal yang tidak Anda ingin lupakan besok. Ini akan membuat Anda relaks danlebih baik. Adakanlah pemeriksaan terhadap diri Anda setiap hari. Hal ini menyumbangkan citra diri Anda dan memberi Anda kedamaian pikirin untuk meraih cita-cita esok hari. Lakukan sesuatu yang berarti buat diri anda sendiri maupun orang lain dan Anda akan menpunyai makna buat hidup orang lain.