Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

30 May 2008

Indah Pada WaktuNya

Tiap langkahku diatur oleh Tuhan,dan tangan kasihNya membimbingku
Ditengah badai topan menghanyutkan,'ku kuat sebab Tuhan dekat
Tiap langkahku ku tahu ya Tuhan pimpin,ketempat tinggi ku diangkatnya
hingga sekali nanti aku tiba,dirumah bapa surga yang baka

Mungkin anda sudah sering mendengar lagu ini.Lagu ini yang selalu memotivasi saya untuk dapat tetap kuat berjalan bersama Tuhan.Mengikut Tuhan bukan berarti kita tidak pernah mangalami masalah dan kesulitan.Semua itu pasti akan kita hadapi dan temui dalam kehidupan ini.

Namun,jika kita dapat menghadapinya dengan iman yang teguh kepadaNya apapun halangan yang ada didepan kita dapat kita tempuh diluar dari kesadaran akan kekuatan dan kemampuan kita.Sebagai manusia,kita semua pasti pernah mengalami kekecewaan dalam menjalani hidup.Namun dengan belajar menjalani hidup dengan rendah hati,penuh KASIH dan penuh pengampunan akan membawa kita kepada hidup yang tenang dan damai dan itulah yang sesungguhnya dalam menjalani hidup ini.

Dulu sebelum saya bertemu dengan calon suami saya, saya adalah orang yang sombong dan angkuh ( dan sepertinya benih-benih itu belum semua hilang dari diri saya).Namun dengan penuh kerendahan hatinya,dia selalu mengajarkan saya akan kerendahan hati dalam menjalani hidup.Saya adalah orang yang sangat beruntung karna telah Allah pertemukan dengan calon suami saya.Dengan tidak bosan-bosan selalu mengingatkan saya akan semua itu.

Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah rencana Allah dalam setiap pribadi manusia.Jodoh,rezeki,kematian,kehidupan,umur panjang dan yang lainnya sudah Tuhan atur dalam setiap pribadi kita.Namun,satu hal yang pasti jangan pernah tinggalkan Tuhan dalam setiap langkahmu karna DIA TIDAK PERNAH MENINGGALKANMU.

Cinta Marlin

Mazmur 139

Marlin dan Coral, sepasang ikan badut, sedang menanti telur-telur mereka menetas. Mereka asyik membicarakan nama anak-anak mereka nanti. Mereka juga mengenang masa indah pertemuan mereka dulu. Namun, rupanya bahaya mengintai mereka. Seekor barakuda berkelebat dan menerjang sarang mereka! Akibatnya, Marlin kehilangan Coral dan seluruh telur mereka. Seluruhnya? Oh, ternyata masih tertinggal satu butir! Dengan penuh sayang Marlin melindungi telur itu, dan bertekad untuk selalu melindunginya. Nemo, nama ikan dari telur yang tersisa itu, sudah dicintai ayahnya, bahkan sebelum ia menetas.

Cinta Marlin dalam film Finding Nemo mengingatkan kita akan kasih ilahi. Namun kasih-Nya jauh lebih besar! Mari kita perhatikan. Manusia baru bisa menyambut bahagia seorang anak saat mereka tahu ada janin yang hadir dalam kandungan seorang wanita. Namun sungguh luar biasa Allah. Dia telah mencintai kita bahkan sebelum kita hadir di rahim ibu kita (ayat 13)!

Selanjutnya, orang mungkin menyukai kita karena berwajah cantik atau tampan, berdompet tebal, berbakat mengagumkan, berkedudukan tinggi, atau berjasa baik. Dengan kata lain, kita dicintai karena kinerja atau kebaikan kita. Namun, Allah mengasihi kita jauh sebelum kita mampu melakukan sesuatu bagi Dia (ayat 16). Allah bahkan tetap mengasihi sekalipun kita kerap memberontak kepada-Nya, karena Dia telah memutuskan untuk mengasihi kita.

Hari ini, sejak kita bangun di pagi hari, kasih Allah sudah menyambut kita. Mari kita menghambur ke dalam pelukan-Nya dan mengucap syukur