Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

08 October 2007

Please Read This! Penting buat kita semua!

Suatu ketika para setan berkumpul mengada kan kongres setan sedunia. Pada pidato pembukaannya.

Sang pemimpin berkata: "Kita nggak mungkin menjauhkan umat kristiani dari gereja. Kita tidak bisa mencegah mereka membaca Alkitab dan mengetahui kebenarannya. Kita bahkan tidak bisa mencegah mereka berhubungan dengan Sang Penyelamat. Sekali mereka memperoleh kontak dengan Jesus, maka kekuasaan kita akan hancur. Biarkan saja mereka ke gereja. Begitu mereka selesai makan malam, curilah waktunya, sehingga mereka tidak punya waktu untuk membangun hubungan dengan Jesus Kristus."

"Inilah yang harus kalian lakukan," kata setan. "Jauhkan mereka dari Sang Penyelamat, dan konsentrasilah ke jaringan-jaringan vital yang mengatur hidup mereka sepanjang hari."

"Apa yang harus kami lakukan ?" teriak setan-setan yang hadir.

"Buat mereka sibuk untuk hal-hal yang sepele dalam hidup mereka & dapat mempengaruhi jalan pikiran mereka," jawab Sang Pemimpin.

"Perbanyak waktu luang mereka dan sibukkan. Usahakan ibu2 rumah tangga bekerja lebih lama & suaminya juga bekerja 6-7 hari seminggu, 10 - 12 jam sehari, sehingga mereka tidak sempat bersosialisasi. Buat mereka tidak punya waktu luang buat anak. Begitu keluarga mereka terpecah, maka kesibukan menjadi tempat pelarian."

"Arahkan jalan pikiran mereka sehingga tidak mendengar hati nurani lagi. Usahakan mereka memutar kaset atau mendengarkan radio pada saat mengemudi. Jaga agar TV, VCD Player, CD & komputer tetap diputar terus menerus di rumah mereka dan usahakan tidak terdengar lagu-lagu rohani di setiap toko maupun restoran yang ada didunia. Ini akan mempengaruhi pikiran mereka dan memutuskan hubungan dengan Kristus."

"Isi ruang tamu mereka dengan majalah dan surat kabar. Penuhi pikiran mereka dengan berita selama 24 jam. Pasang billboard/iklan disepanjang jalan, agar terbaca pada saat berkendaraan. Banjiri kotak suratnya dengan katalog barang, promosi barang, undian dan segala macam penawaran barang gratisan dengan janji-janji palsu."

"Percantik semua model yang muncul di majalah-majala h dan TV, sehingga para suami merasa kecantikan lahiriah lebih penting dan merasa kecewa dengan penampilan istri sendiri."

"Buat para istri kelelahan, sehingga tidak ada waktu romantis dengan suaminya. Jika mereka tidak bisa saling memberikan kasih sayang sebagai suami istri seperti layaknya, maka mereka akan berpaling ke orang lain alias selingkuh. Ini akan mempercepat keluarga tersebut berantakan."

Buat mereka sakit kepala juga.

"Berikan kepada mereka Sinterklas, agar para orang tua tidak memahami & tidak sempat menerangkan arti Natal yang sebenarnya kepada anak-anaknya. Berikan mereka telur Paskah, sehingga mereka bingung & tidak pernah berbicara tentang arti sebenarnya dari kuasa penebusan dari darah Kristus atas dosa dan maut."

"Bahkan saat rekreasi, biarkan mereka bertingkah berlebihan & terjadi konflik2, sehingga begitu mereka pulang dari rekreasi, maka badan & pikiran mereka akan kecapaian. jangan biarkan mereka pergi ke alam bebas yang bisa membuat mereka kagum atas ciptaan Tuhan. Usahakan mereka tetap sibuk dan kirim mereka ke taman bermain, tempat berolahraga, mal, konser musik dan bioskop."

"Pokoknya bikin mereka sibuk, sibuk, sibuk terus terutama sibuk mencari & mengumpulkan uang, buat mereka terus kuatir akan hari depannya, supaya mereka menjadi sakit & melakukan bermacam2 dosa dengan bebas & kreatif!"

"Biarkan saja mereka menghadiri kebaktian atau persekutuan doa, tapi libatkan mereka dalam gossip dan basa basi, jangan sampai pikirannya terfokus kepada Allah & hatinya terbuka untuk dibentuk ulang & menjadi berubah, tapi buat mereka menjadi orang yang munafik, pura2 rohani & sehingga mereka hanya ber-main2, cuek & tidak sadar apalagi takut sekalipun sedang berada di hadapan Allah saat itu."

Paling baik lagi, bila mereka "diakali" agar merasa tidak puas & kecewa oleh orang2 gereja sendiri, sehingga dengan penuh kesadaran tidak mau datang lagi ke gereja.

Kacaukan tujuan hidup mereka dengan harta benda yang menyebabkan mereka tidak punya waktu utk bersandar, berharap & meneladani kehidupan dari Jesus. Ini akan membuat mereka bekerja dengan kekuatan sendiri mengorbankan kesehatan mereka dan keluarga hanya utk harga benda atau materi."

Biarkan harta itu dibawanya kekuburan atau menjadi biang keributan diantara anak2nya nanti.

" Ini pasti berhasil...... ! " "Ini pasti berhasil.....! "

BUSY (sibuk) berarti : Being Under Satan's Yoke
[ berada di bawah kuk yang dipasang setan ]

Walaupun ini adalah sebuah rencana sederhana. Nampaknya setan2 ini telah berhasil melaksanakan tugas mereka, sehingga byk umat kritiani di dunia ini terlihat begitu sibuk pontang panting kesana kemari, sehingga hanya mempunyai waktu sedikit saja dengan Tuhan dan keluarga!!!!

Bahkan dibuat sampai tidak punya waktu untuk menceritaka n tentang kuasa Tuhan yang telah menyelamatk an & merubah hidup mereka kepada orang lain.

Apakah setan telah sukses dengan rencananya kepada Anda juga ? Don't let this happend. Semoga hikmat dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertai mu saat ini !

[ Sebarkan Artikel ini, jika anda tidak terlalu sibuk ]
God bless...... :)

Lakukanlah Semuanya untuk Kemuliaan ALLAH

Sekedar Bekerja atau Beribadah
Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
(1 Korintus 10:31)

Tiga orang kuli bangunan tampak sedang sibuk bekerja di bawah panas terik matahari. Terlihat jelas ketiganya sedang mandi keringat setelah bekerja dari pagi tadi. Namun ada sesuatu yang berbeda dari mereka bertiga. Ketiganya menunjukkan ekspresi wajah yang tidak sama. Penuh rasa penasaran, seorang pemuda menghampiri ketiga kuli bangunan tersebut.

“Pak, apa yang sedang bapak kerjakan?”, tanya si pemuda. Kuli bangunan pertama ini menjawab dengan nada yang kurang bersahabat : “Pak, apa bapak tidak bisa lihat kalau saya sedang bekerja? Kalau bapak mau bantu, bantulah. Ngga usah pakai acara tanya-tanya segala. Macam wartawan saja!”. Si pemuda ini kemudian minta maaf dan pindah ke kuli bangunan yang kedua. “Pak, maaf, apa yang sedang bapak kerjakan?”, tanya si pemuda kepada kuli bangunan yang kedua. Kali ini, jawaban yang diterimanya agak berbeda. “Saya sedang nyari duit, Mas. Sekarang sulit cari kerja, jadi saya terpaksa melakukan pekerjaan apa pun. Yang penting halal”, katanya sambil menghapus keringat di keningnya. Si pemuda ini pun mengangguk.

Si pemuda kemudian melangkahkan kakinya menuju kuli bangunan ketiga. Sambil tersenyum, si pemuda ini kembali bertanya : “Maaf pak, apa yang sedang bapak kerjakan?” Berbeda dengan kedua temannya, kuli bangunan yang ketiga ini memberikan sebuah senyuman sembari menjawab pertanyaan tadi. “Sudah lama saya bercita-cita agar bisa melakukan sesuatu yang usianya melebihi usia hidup saya di dunia ini namun rupanya Tuhan baru memberikan kesempatan itu sekarang”, katanya.

Penuh rasa penasaran, si pemuda kembali bertanya : “Maksud bapak apa?”. Kuli bangunan ketiga kembali tersenyum dan balik bertanya : “Anak muda, tahukah engkau apa yang sedang kami kerjakan saat ini?” Si pemuda hanya bisa geleng-geleng kepala. “Kami sedang membangun sebuah gereja. Saya secara pribadi sangat senang diperkenankan ambil bagian dalam pembangunan ini. Semoga dalam beberapa bulan ke depan, gereja ini bisa berdiri dan menjadi berkat bagi saya serta semua orang yang beribadah di sini,” jelasnya.

Cerita sederhana di atas seakan hendak mengingatkan kita bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan barangkali memiliki nilai yang mulia alias tidak sekedar bekerja. Sering kita temui orang yang bekerja hanya untuk mendapatkan uang. Betapa menyedihkan! Saya masih ingat pengalaman beberapa tahun silam ketika saya masih berkarya sebagai jurnalis. Saat itu seorang teman mengingatkan saya agar jangan terlalu “ngotot” dalam bekerja. Rupanya ia memakai prinsip KSO alias kerja sesuai ongkos.

Sebaliknya, ada seorang teman yang memberikan prinsip yang berlawanan. “Kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan dengan sebaik-baiknya dan imbalannya akan mengikutimu,” begitu nasihatnya. Saya rasa nasihat ini benar. Jika kita senantiasa melakukan hal yang terbaik, prestasi dan reputasi akan menghampiri diri kita.

Dr. Jimmy B. Oentoro dalam bukunya The 7-40 Journey mengatakan orang yang bekerja sekedar untuk mendapatkan upah lebih mirip perbudakan daripada kebebasan. Ada juga orang yang bekerja demi menyediakan kebutuhan orang lain, seperti istri dan anak-anak. Ini adalah alasan yang mulia. Namun di sisi lain pekerjaan dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk mengekspresikan talenta yang dimilikinya, misalnya seorang penulis atau pelukis. Pekerjaan juga dapat dipandang sebagai sarana untuk memberikan kontribusi positif kepada kehidupan orang lain. Misalnya, seorang salesman yang baik akan berusaha untuk membantu memecahkan masalah konsumennya.

Pekerjaan juga dapat menjadi sebuah doa, bahkan ibadah kepada Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh hati dapat menjadi sebuah doa dan ucapan syukur kepada Sang Pemberi Kehidupan. Inilah yang membuat hidup seseorang bernilai. Bukankah Tuhan ingin agar setiap manusia mengembangkan potensi yang telah diberikan-Nya? Pengembangan potensi diri secara maksimal jelas merupakan bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan. Bukan hanya itu, potensi diri yang dikembangkan dan kemudian digunakan demi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi sesama tentu akan memuliakan nama Tuhan di muka bumi ini.

Ijinkanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat bijak dari Martin Luther King, Jr. : “Kalau seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michelangelo melukis, atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan sedemikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi akan tertegun dan berkata, di sini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat, yang melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya. Bagaimana Anda memandang pekerjaan Anda saat ini? ***

Artikel ini dikutip dari Buku Melangkah Maju di Masa Sulit (Stand Strong) karya Paulus Winarto, Penerbit Andi 2005.

Di Balik Penciptaan Lagu : DIA Buka Jalan (GOD Will Make A Way)

Pengharapan Hanya Ada Di Dalam Dia

Lagu ini diciptakan oleh Don Moen setelah tragedi yang dialami keluarganya. Di suatu larut malam Don Moen menerima telpon yang memberitakan berita menyedihkan bahwa adik iparnya telah kehilangan putra sulungnya dalam suatu kecelakaan mobil.

Craig dan Susan Phelps dan keempat anak mereka sedang melakukan perjalanan dari Texas ke Colorado saat mobil mereka ditabrak oleh truk peti kemas. Pada saat tabrakan terjadi semua anak mereka terlempar keluar dari mobil, hanya mereka berdua saja yang masih di dalam mobil. Dengan susah payah mereka berdua mencari keempat anak mereka dan mengumpulkannya di suatu tempat. Keempat anak mereka mengalami luka parah,tapi sewaktu Craig ( ia seorang dokter) mendapati Jeremy, anak itu telah meninggal karena patah leher, sehingga tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menolongnya.

Sewaktu Don Moen menerima kabar tersebut beberapa jam kemudian ia berkata, "Saya merasa terguncang, tapi besok saya harus terbang ke kota lain untuk melakukan rekaman sesuai dengan jadwal yang telah diatur beberapa minggu sebelumnya. Sekalipun saya tahu mereka berduka, saya tak dapat bersama mereka sampai satu hari sebelum pemakaman.

Dalam penerbangan pagi itu Tuhan memberinya suatu inspirasi baginya satu lagu baru dengan syair sebagai berikut , "God will make a way where there seems to be no way. He works in ways we cannot see. He will make a way for me.(Dia buka jalan saat tiada jalan, dengan cara yang ajaib Dia buka jalan ku)"

Dasar dari lagu ini adalah Yesaya 43:19,"Lihat, Aku hendak membuat membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?" Ya, aku hendak mebuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."

Di kemudian hari Susan menulis,"Kami melihat kebenaran dari ayat tersebut." Sewaktu teman-teman Jeremy mengetahui bahwa ia telah menerima Kristus sebelum ia meninggal, mereka mulai bertanya-tanya kepada orangtuanya masing-masing tentang suatu jaminan bahwa mereka dapat ke surga sewaktu mereka meninggal. Kecelakaan itu juga membawa berkat terselubung bagi Craig dan Susan, karena sejak peristiwa itu hubungan mereka dengan Tuhan semakin meningkat dan mereka masuk ke dalam pelayanan yang lebih lagi padaNya.

Susan juga menceritakan," Di hari kecelakaan itu sewaktu saya keluar dari mobil untuk menolong anak saya, saya merasa bahwa putra sulung saya telah meninggal. Dan saya mempunyai pilihan untuk marah dan mengalami kepahitan atau secara total menerima semua rencanaNya pada saya. Dan saya pun melihat buah dari semua pilihan saya itu, dan pilihan yang saya ambil, akan berulang secara terus menerus. Saya merasa bahwa kematian putra saya tak sia-sia, begitu saya mengetahui di kemudian hari begitu banyak jiwa yang datang pada Tuhan karena tragedi ini. Benar ! Ia telah membuka jalan bagi kami sekeluarga."

Segera setelah "God Will Make Away" masuk dapur rekaman, Don Moen menerima begitu banyak telpon, surat dan sharing yang menceritakan tentang tragedi yang mereka alami. Semua telpon dan surat yang masuk mempunyai tema yang sama bahwa Tuhan telah membuka jalan bagi mereka, saat mereka dalam keadaan putus harapan. Betapa Tuhan telah membawa mereka keluar dari situasi mereka yang tak ada harapan dengan memberi mereka kekuatan, iman dan harapan baru untuk menghadapi kehilangan yang mereka alami. Kesaksian ini membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi mereka yang menaruh harapan kepadaNya, dan hal ini bukanlah suatu hal yang sia-sia.

Lirik lagu ini adalah sebagai berikut :

God will make a way
Where there seems to be no way
He works in ways we cannot see
He will make a way for me

He will be my guide
Hold me closely to His side
With love and strength for each new day
He will make a way
He will make a way

By a roadway in the wilderness
He'll lead me
And rivers in the desert will I see

Heaven and earth will fade
But His love will still remain
He will do something new today.

(Repeat first stanza)

Dia buka jalan,
saat tiada jalan,
dengan cara yang ajaib,
Dia buka jalan bagiku,
Dia menuntun-ku,
Dan memeluk diriku,
Dengan kasih dan kuasa-Nya,
Dia buka jalan,
Dia buka jalan

Di belantara Dia tetap menuntunku
Sungai di gurun - aku temui
Langit bumi kan lenyap
Tapi firmanNYA tetap
Saat ini... .Dia buka jalan .

(Kembali ke bait pertama)

Sumber : diambil dari judul Dibalik Penciptaan Lagu : God Will Make A Way - Diterjemahkan Oleh: Robert Tanoni