Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 July 2008

Saat Anda Jatuh

Pada olimpiade musim panas tahun 1982 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redman melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan.

Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya.

Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu. Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya.

Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini. Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?

Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu. Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, "Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena."

Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, "Itu anak saya." Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish. Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh. Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda, tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya. Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?

Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang berharga di mataNya! Anda adalah kesayangan Bapa di Sorga. Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah Anda menuju garis finish.

Mungkin ada beberapa orang di antara Anda yang tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi Dia tetap ada disana menanti Anda. Dia rindu memeluk Anda sebagai seorang anak yang berharga dan melindungi Anda, di setiap langkah, di dalam menjalani perlombaan yang telah ditentukan bagi Anda. Satu-satunya jalan untuk menghampiri Bapa adalah melalui AnakNya. Yesus berfirman, "Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan yang lebih besar lagi, selain dari kenyataan bahwa: Dia yang memanggil kita untuk menjalani perlombaan ini adalah juga Dia yang membantu kita untuk sampai ke garis finish.

Jangan Diperdaya Iblis

Pernahkah anda menerima e-mail yang berkata seperti ini : "Jika anda menghapus email ini setelah membacanya? Anda akan sial selama setahun". Atau email yang berkata seperti ini :

Jika anda mengirim e-mail ini ke :
1 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam waktu setahun
3 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam waktu 6 bulan
5 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam 3 bulan
15 orang~ permohonanmu akan terjadi dalam 1 har, dst.

"Tetapi jika anda tidak mengirim e-mail ini, anda akan mendapatkan masalah segera."


Hati-hati...!!

Kalimat-kalimat seperti itu dapat menjadi kutuk bagi kita kalau kita mempercayainya. E-mail seperti itu berisi intimidasi dengan cara menakut-nakuti.  Kalimat "Jika anda menghapus email ini setelah membacanya? anda akan sial selama setahun" atau "Tetapi jika anda tidak mengirim e-mail ini, anda  akan mendapatkan masalah segera" adalah bentuk intimidasi.

Jangan terpancing dengan intimidasi yang berkata bahwa kita akan sial, sakit, mati, dll kalau kita tidak memforward e-mail seperti itu. Intimidasi dapat memperdaya anda sehingga anda mem-forward e-mail itu karena anda takut. Kita harus menyadari bahwa Tuhan tidak mengintimidasi dan tidak menakut-nakuti manusia melainkan iblislah yang melakukan seperti itu.

Mungkin orang berkata : "Tetapi e-mail seperti ini kan banyak yang membawa pesan-pesan rohani, berisi gambar Yesus atau Salib atau Maria , bahkan ada yang berisi ayat-ayat alkitab."

Saya jawab : Ya..tetapi jangan lupa ada serigala yang berbulu domba. Kalau ada e-mail yang membawa-bawa nama Tuhan tetapi pada akhirnya MENG-INTIMIDASI/MENAKUT-NAKUTI dan MEMAKSA kita untuk memforward, itulah pekerjaan serigala berbulu domba.

Selain itu, email seperti ini dapat membawa anda pada suatu pemahaman bahwa Allah itu jahat, karena memberi kutuk dengan sakit, mati, dan kesialan lainnya hanya karena tidak memforwad e-mail. Padahal Allah itu adalah Allah yang sangat baik, penolong dan penyelamat.

Tahukah anda bahwa impian dan permohonan anda terjadi adalah karena anugerah Allah, jika anda memintanya dengan IMAN? Yesus selalu mengasihi kita dan perduli kepada kita. Berkat-Nya kepada  kita tidak tergantung pada seberapa banyak email seperti itu kita kirim/forward. Percaya kepada-Nya, dan kita akan diberkati.

Ok, ini yang saya harap (bukan harus) anda lakukan. Sebarkan ini kepada teman-teman anda! Kapan saja terserah anda. Beritahu mereka bahwa keselamatan dan segala kebaikan yang mereka terima dari Tuhan adalah karena ANUGERAH Tuhan oleh iman mereka bukan karena usaha mereka apalagi karena memforward e-mail. Beritahu mereka bahwa Yesus sangat mengasihi mereka dan tidak akan mengutuk mereka dengan sakit penyakit, kesialan atau kematian karena tidak memforward email seperti yang dimaksudkan diatas.

Di dalam Yesus, kita orang merdeka. Jangan mau dikenakan kuk perhambaan dan penghukuman (Roma 8:2 & 2 Kor 3:17). Dia mengasihi kita selamanya.

God Bless You.

ANGELS

Two traveling angels stopped to spend the night in the home of a wealthy family. The family was rude and refused to let the angels stay in the mansion's guest room. Instead the angels were given a space in the cold basement.

As they made their bed on the hard floor, the older angel saw a hole in the wall and repaired it. When the younger angel asked why, the older angel replied, "Things aren't always what they seem".

The next night the pair came to rest at the house of a very poor, but very hospitable farmer and his wife. After sharing what little food they had the couple let the angels sleep in their bed where they could have a good night's rest. When the sun came up the next morning the angels found the farmer and his wife in tears. Their only cow, whose milk had been their sole income, lay dead in the field.

The younger angel was infuriated and asked the older angel, "How could you have let this happen!? The first man had everything, yet you helped him," she accused.

"The second family had little but was willing to share everything, and you let their cow die."

"Things aren't always what they seem," the older angel replied. "When we stayed in the basement of the mansion, I noticed there was gold stored in that hole in the wall. Since the owner was so obsessed with greed and unwilling to share his good fortune, I sealed the wall so he wouldn't find it. Then last night as we slept in the farmers bed, the angel of death came for his wife. I gave her the cow instead. Things aren't always what they seem."

Sometimes this is exactly what happens when things don't turn out the way they should. If you have faith, you just need to trust that every outcome is always to your advantage. You might not know it until some time later.

Author Unknown

Sok Tahu

Nats : Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5)

Bacaan : Amsal 3:1-8

Siang itu, saya dan seorang teman berencana naik TransJakarta dari halte Senen. Di sana kami melihat dua koridor; yang satu ramai, yang lainnya sepi. Tanpa bertanya, kami memutuskan untuk antre di koridor kedua, karena kami pikir tak ada bedanya. Belasan menit sudah berlalu dan beberapa TransJakarta sudah lewat di koridor yang satu, namun tak ada satu pun yang berhenti di koridor tempat kami menunggu! Setelah bertanya kepada petugas, kami baru sadar telah menunggu di koridor yang salah. Menabur sikap sok tahu, akhirnya menuai salah jalan.

Penulis Amsal menasihati kita untuk tidak memercayai pengertian sendiri, alias sok tahu. Sebaliknya, memercayai Tuhan dengan segenap hati (ayat 5). Namun, kadang kesombongan menghalangi kita melakukan hal ini. Kita merasa tahu banyak hal. Kita mengandalkan diri sendiri. Padahal kita ini begitu terbatas, masa depan di lima detik mendatang saja tidak kita ketahui. Kita takkan pernah lebih tahu apa yang akan terjadi di hidup kita dibanding Dia yang Mahatahu.

Tuhan ingin kita memercayai dan mengandalkan Dia sepenuh hati, agar Dia dapat menjaga dan melindungi kita. Kita dapat melakukannya melalui dua cara sederhana. Pertama, memulai hari bersama Dia dan memohon pimpinan-Nya melalui waktu teduh. Kedua, senantiasa memelihara komunikasi dengan-Nya melalui doa-doa singkat, "Tuhan, tolong saya," "Tuhan, pimpin saya," "Tuhan, saya mengasihi-Mu," dan sebagainya. Doa-doa singkat seperti ini akan menolong kita untuk menyadari kehadiran dan pimpinan-Nya setiap saat. Maukah kita sungguh-sungguh berserah dan mengandalkan Tuhan hari ini? -GS

SEMAKIN BANYAK YANG HARUS KITA KERJAKAN
SEMAKIN BANYAK KITA MEMBUTUHKAN TUHAN

SABDA.org

What's Your Destiny?

Today's Scripture

"For you created my inmost being; you knit me together in my mother's womb." (Psalm 139:13)

Today's Word from Joel and Victoria

You are a person of destiny! God chose you to be here before the foundation of the world. God knew you before you were ever formed in your mother's womb. God made you with a purpose and you are a vital part of His divine plan!

You may not even realize it right now, but you have God-given dreams and desires inside of you. The dream starts as a little flame and throughout life, you have to constantly add fuel to the fire to help it grow. As you continue to fellowship with Him and with fellow believers in your church home or small group study, God will reveal Himself to you in ways you never thought possible. He will reveal the dreams in your heart, and bring them to pass!

A Prayer for Today

God I know that I am special and that You were there the day I was created. I pray that I begin to feel a true sense of purpose; please reveal to me Your wonderful plan for my life! Thank you for believing in me. In Jesus' name - Amen.


Joel Osteen Ministries