8:50:00 AM
Peak
Matius 28:20b - "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 7; Matius 7; Kejadian 13-14
Ketika David Livingstone ke negeri asalnya, Skotlandia, setelah enam belas tahun masa yang sulit sebagai seorang penginjil dan penjelajah di Afrika, banyak orang yang mengenalnya melihatnya dengan keheranannya. Tubuhnya sudah tidak seperti dahulu ketika ia berangkat dari negara tersebut. David terlihat kurus karena dua puluh tujuh kali mengalami demam yang menjalar sampai pembuluh-pembuluh darahnya selama tahun-tahun pelayanannya. Tangan kirinya tergantung tak berdaya di sisi tubuhnya akibat diserang oleh seekor singa.
Saat berbicara kepada para mahasiswa di Glasgow University, ia berkata, "Apakah yang membuat saya bertahan melewati masa-masa sulit dan kesepian di sepanjang hidup saya itu? Jawabannya adalah karena Janji Kristus yang tertulis dalam Matius 28 ayat 20, ‘Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.'"
Janji itu adalah milik kita juga. Apa pun pencobaan yang kita hadapi, Kristus tidak pernah meninggalkan kita. Ia beserta dengan kita di setiap langkah perjalanan! Peganglah janji itu dalam hidup Anda untuk hari ini dan sampai selamanya!
Penyertaan Tuhan di dunia ini menjadi bagian setiap orang-orang yang setia menjalankan firman-Nya.
Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia
7:25:00 AM
Peak
Miryam, seorang wanita pengusaha sutra yang sukses, memiliki keluarga yang bahagia. Suaminya, Yaakov, adalah seorang nelayan. Avram, putranya, juga seorang nelayan, serta Binyamin, masih bayi. Tinggal pula bersamanya, istri Avram, Rachel, yang tengah mengandung.
Namun, kehidupan bahagia bersama keluarga itu tidak berlangsung lama. Para prajurit Romawi yang dipimpin oleh Gaius telah merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya. Bukan hanya itu, para prajurit romawi juga menghancurkan bisnis Miryam dengan membakar rumah dan perlengkapan usahanya.
Peristiwa inilah yang kemudian membawah Miryam menjumpai Raja Herodes untuk meminta keadilan. Namun, tampaknya, Herodes pun tidak dapat memberi keadilan yang ia harapkan. Suatu malam, Miryam terbaring di kedai Marisa – seorang penjaja jimat, dan ia berjanji kepada para dewa bahwa ia akan menyerahkan segala sesuatu serta menjadi apa saja, kalau para dewa itu mau menolongnya membalaskan kematian anggota keluarganya. Miryam putus asa karena keadilan yang diinginkan tak kunjung diraih, dan karenanya berpaling kepada dewa-dewa. Namun, yang ia dapati hanyalah hidup yang semakin tidak keruan.
Mengapa para prajurit romawi itu membunuh anggota keluarga Miryam dan menghancurkan bisnisnya? Lantas, apakah yang akan terjadi pada hidup Miryam selanjutnya? Sanggupkan ia mendapatkan keadilan dan bagaimana ia dapat kembali kepada Yang Mahakudus?
*Miryam dari Magdala merupakan sebuah Novel berlatar belakang sejarah pada zaman Yesus. Kisah kehidupan seorang tokoh di dalam Alkitab – Maria Magdalena, yang penuh suka derita dalam mencari keadilan, hingga kemudian berjumpa dengan Yesus, dan mengiring Dia hingga kayu salib. Di samping tokoh fiktif untuk menghidupkan cerita, tanpa mengurangi keakuratan catatan sejarah yang ada.
**Miryam dari Magdala, Angela Hunt, Gloria Graffa, 2009