Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

07 January 2010

Miryam Dari Magdala

Miryam, seorang wanita pengusaha sutra yang sukses, memiliki keluarga yang bahagia. Suaminya, Yaakov, adalah seorang nelayan. Avram, putranya, juga seorang nelayan, serta Binyamin, masih bayi. Tinggal pula bersamanya, istri Avram, Rachel, yang tengah mengandung.

Namun, kehidupan bahagia bersama keluarga itu tidak berlangsung lama. Para prajurit Romawi yang dipimpin oleh Gaius telah merenggut nyawa seluruh anggota keluarganya. Bukan hanya itu, para prajurit romawi juga menghancurkan bisnis Miryam dengan membakar rumah dan perlengkapan usahanya.

Peristiwa inilah yang kemudian membawah Miryam menjumpai Raja Herodes untuk meminta keadilan. Namun, tampaknya, Herodes pun tidak dapat memberi keadilan yang ia harapkan. Suatu malam, Miryam terbaring di kedai Marisa – seorang penjaja jimat, dan ia berjanji kepada para dewa bahwa ia akan menyerahkan segala sesuatu serta menjadi apa saja, kalau para dewa itu mau menolongnya membalaskan kematian anggota keluarganya. Miryam putus asa karena keadilan yang diinginkan tak kunjung diraih, dan karenanya berpaling kepada dewa-dewa. Namun, yang ia dapati hanyalah hidup yang semakin tidak keruan.

Mengapa para prajurit romawi itu membunuh anggota keluarga Miryam dan menghancurkan bisnisnya? Lantas, apakah yang akan terjadi pada hidup Miryam selanjutnya? Sanggupkan ia mendapatkan keadilan dan bagaimana ia dapat kembali kepada Yang Mahakudus?

*Miryam dari Magdala merupakan sebuah Novel berlatar belakang sejarah pada zaman Yesus. Kisah kehidupan seorang tokoh di dalam Alkitab – Maria Magdalena, yang penuh suka derita dalam mencari keadilan, hingga kemudian berjumpa dengan Yesus, dan mengiring Dia hingga kayu salib. Di samping tokoh fiktif untuk menghidupkan cerita, tanpa mengurangi keakuratan catatan sejarah yang ada.

**Miryam dari Magdala, Angela Hunt, Gloria Graffa, 2009

0 comments:

Post a Comment