Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

30 September 2009

Alpukat Dan Benalu

Suatu hari, sebatang pohon alpukat sedang menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari.

"Selamat sore alpukat", sapa benalu.

"Oh, kamu benalu, selamat sore juga", balas alpukat.

"Wah Kat, sekarang kamu sudah besar, ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar" , puji benalu.

"Iya Lu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah", kata alpukat dengan bangga.

Kemudian benalu melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali, boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, satu malam saja?".

Tanpa berpikir panjang, alpukat langsung mengabulkan permohonan benalu, “Jangankan 1 benalu, 50 benalupun saya masih tidak terasa,” pikir alpukat, karena benalu itu sangat kecil dibandingkan dengan pohonnya.

Maka sejak itu benalu tinggal di pohon alpukat. Tanpa disadari oleh alpukat, benalu makin hari semakin besar dan beranak banyak. Suatu hari alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering, saat itulah alpukat sadar bahwa benalu sudah merugikan dirinya. Lalu alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya.

“Kat, semua akar-akar saya sudah tertancap dalam tubuhmu jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu,” kata benalu sambil tertawa.

Semakin hari alpukat makin kurus dan akhirnya mati karena benalu terus menghisap makanan dari tubuh alpukat tanpa belas kasihan.

Banyak orang yang bertindak seperti alpukat, ketika dosa-dosa kecil datang menggoda dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya, mereka pikir, “Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan memengaruhi keimanan saya. Saya akan tetap rajin berdoa”.

Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa, yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa.

Jauhilah nafsu orang muda. Jangan merasa diri kuat iman sehingga anda bebas bermain-main dengan dosa. Setiap perbuatan dosa, harus kita jauhi dan hindari.

29 September 2009

Memberi

Alkisah ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark, yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya. Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar. Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak-anaknya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus.

Tiba-tiba Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata, “Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak”, sambil menjulurkan lembaran 20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya. Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada Ayah Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi keluarganya. Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga besar itupun pun segera masuk ke dalam sirkus.

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. Ya, mereka batal nonton sirkus, karena uang Ayah Clark sudah diberikan kepada Bapak 8 anak tadi. Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak dapat menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat.

Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi. The Power of Giving. Lebih tepatnya lagi “Giving and Receiving”. Karena memberi dan menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dari cerita diatas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas memberi. Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan yang diperoleh si pemberi. Bapak 8 anak yang “diselamatkan” oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu akan merasa sangat bahagia. Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan kebahagiaan yang sangat luar-biasa.

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi dari alam semesta itu sendiri. Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success mencantumkan “Law of Giving” sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan.. Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman menggunakan karbon-dioksida dalam proses foto sintesa dan membebaskan oksigen. Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir. Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah : Apakah yang harus saya berikan? Jawabannya sama dengan pertanyaan : Apa yang Anda ingin dapatkan? Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi :)

Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg bisa Anda terapkan. Jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving Anda:

1. Hadiah.
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita jaman dahulu, namun sering kita lupakan. Perhatikan saja, orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah teman atau saudara selalu membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar membawa sebungkus coklat, bunga atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda kosong, berikan doa ketika Anda bertemu dengan seseorang.
 
2. Bersyukur.
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah, Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini ada yang memberikan handphone atau iPod baru kepada Anda. Jelas Anda harus syukuri apa yang Anda terima.

3. Cinta.
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan setiap saat : Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktek-kan. Ya, kalau Anda sudah memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa kali Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/istri Anda?
 
4. Tawa.
Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti anak Anda lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda.
 
5. Pengetahuan.
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang. Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan. Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha Kuasa.

28 September 2009

Kisah Sukses, Rejeki Dan Kasih

Seorang wanita keluar rumah dan ia mendapatkan tiga orang tua berjanggut putih duduk di halaman rumahnya. Wanita itu tidak mengenal mereka dan berkata, “Aku tidak mengenal Anda semua, namun tentunya Anda lapar, mari masuk dan makan bersama kami.”

“Kita tak dapat masuk bersama-sama, Anda hanya bisa mengundang salah satu dari kami”, jawab mereka. Salah seorang dari mereka memperkenalkan diri, “Saya adalah Sukses, teman saya ini adalah Rejeki dan yang ini adalah Kasih. Rundingkanlah dengan suamimu siapa yang ingin Anda undang.”

Wanita itu masuk dan menceritakan pada suaminya tentang ketiga orang asing di luar. Suaminya berkata, “Kalau begitu undanglah Sukses agar aku selalu sukses dalam pekerjaanku.”

Namun wanita itu menyatakan pendapat yang lain, “Menurutku sebaiknya kita undang Rejeki agar kita selalu berkelimpahan Rejeki.”

Menantu perempuan mereka yang ikut mendengarkan percakapan itu ikut berbicara, “Menurutku kita undang saja Kasih agar rumah ini dipenuhi kasih.”

Kedua suami isteri itu menyetujui pendapat menantunya dan mereka mengundang Kasih untuk masuk. Kasih pun bangkit dari duduknya berjalan masuk ke rumah. Namun kedua yang lain juga ikut bangkit dan ikut masuk. Keluarga itu heran, “Bukankah hanya Kasih yang kami undang, mengapa yang lain juga ikut?”

Kasih pun menjelaskan, “Bila kalian mengundang Sukses maka saya dan Rejeki tidak dapat masuk. Begitu juga bila kalian mengundang Rejeki maka saya dan Sukses harus tinggal di luar. Namun karena kalian mengundang aku maka kedua temanku akan menyertaiku. Karena di mana ada Kasih, di situ ada Sukses dan Rejeki.”

Matius 14:13-19 :

13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
17. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
18. Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
19. Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

27 September 2009

Humor : Bertemu Tuhan

Dua orang kosmonot Uni Soviet, Yuri Gagarin dan Gherman Titov, berhasil keluar dari pesawat sputnik dan berjalan-jalan di luar angkasa. Mereka adalah manusia-manusia pertama yang berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Saat itu adalah puncak era perang dingin dan ideologi atheis komunis masih mencengkeram erat di negeri beruang merah ini.

Suatu hari sekembalinya di bumi, kedua kosmonot ini mengadakan jumpa pers dengan masyarakat di Eropa Barat, khususnya kaum cendekiawan.

Dengan pongahnya Yuri Gagarin mengatakan, "Saya sudah pergi ke luar angkasa dan berjalan-jalan di sana, tetapi saya tidak melihat Tuhan."

Seorang mahasiswa yang religius dan berpikiran kritis kemudian bertanya, "Kamerad, apakah ketika Anda berjalan-jalan di luar angkasa, Anda memakai helm dan tabung oksigen?"

"Ya, tentu saja. Apabila tidak, saya tidak akan bisa bernapas di sana," jawab kosmonot.

"Ya, pantas. Coba saja bila Anda berjalan di luar angkasa tanpa helm dan tabung oksigen, seketika Anda akan bertemu Tuhan!" ujar mahasiswa itu ketus.

26 September 2009

Humor : Kemajuan Teknologi

Kira-kira apa yang terjadi jika sistem teknologi di dunia sudah sangat canggih. Apalagi kalau sistem database sudah mampu mengatur kehidupan manusia. Berikut ini rekaman percakapan telepon pemesanan Pizza pada tahun 2020 antara seorang operator Pizza dengan konsumennya.

Operator: Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Apakah yang bisa saya....

Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.

Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda pak?

Konsumen : Tunggu, ini nih: 6102049998-45- 54610.

Operator : Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda

021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?

Konsumen : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?

Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak.

Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?

Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.

Konsumen : Kenapa?

Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.

Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?

Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.

Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?

Operator : Hmmm minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul "Popular Hokkien Dishes" dari perpustakaan nasional.

Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya ?

Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang pak, total keseluruhan adalah Rp. 190.000.

Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?

Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda telah over limit, dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda dan

kendaraan bermotor.

Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.

Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.

Konsumen : Busyet.... udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?

Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak yang sudah butut.

Konsumen : APA ????

Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2000 dengan no pol B3344CD betul kan pak?

Konsumen : Sialan luh, bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain di tonjok ya!!

Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi??

Konsumen : (Diamm, bingung, pusing 700 keliling)

Operator : Ada yang lain pak?

Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?

Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak.

Konsumen : Siallaaannnnn. BATALIN AJA SEMUA !!

Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk kompalain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan, terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot.

25 September 2009

Jual Ikan Segar

Pak Ho mulai berjualan ikan segar di pasar tradisional, di pinggir kota Guang Zhou. Ia memasang papan pengumuman menggunakan papan yang bertulisan. “Disini Jual Ikan Segar.” Ia lalu menaruhnya di dekat meja dagangannya.

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya, “Pak Ho, mengapa kamu menulis kata DISINI? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?”

“Benar juga!,” pikir Pak Ho, lalu ia mengambil pembersih cat dan dihapusnya kata “DISINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya. “Pak Ho, mengapa kamu memakai kata SEGAR? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”

“Benar juga,” pikir Pak Ho, lalu ia kembali mengambil pembersih cat dan dihapusnya kata ‘SEGAR’ dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN”.

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya, “Pak Ho, mengapa kamu menulis kata JUAL? Bukankan semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?”

Pak Ho berpikir sebentar lalu kembali mengambil pembersih cat dan dihapusnya kata JUAL dan tinggallah tulisan ‘IKAN’.

Selang beberapa waktu kemudian, datang seorang pengunjung keempat yang juga menanyakan tulisannya. “Mengapa kau tulis kata IKAN? Bukankan semua orang sudah tahu kalau ini ikan bukan daging?”

“Benar juga,” pikir Pak Ho, lalu diturunkannya papan pengumuman itu. Kemudian datanglah pengunjung kelima, tampaknya ia sudah lelah berkeliling di pasar. Pembeli itu berkata, “Aku sudah berkeliling mencari penjual ikan, tetapi trnyata kamu ada disini. Sebaiknya kamu memasang papan yang bertuliskan ‘DISINI JUAL IKAN SEGAR”. Pak Ho pun terdiam.

Banyak orang di sekitar kita yang akan selalu memberikan pendapat mereka tentang kita. Rambut kurang panjang, gigi kurang rapi, pakaian kurang trendy, badang kurang kurus. Padahal kalau kita melakukan apa yang mereka sarankan, belum tentu itu menyenangkan yang lainnya. Bukankah kita sendiri yang cape mengikuti keinginan orang. Bagaimana kalau kita mengikuti keinginan Tuhan saja dan tidak terus menerus berusaha menyenangkan manusia.

Love

24 September 2009

Happiness Is Voyage

23 September 2009

Pohon

Ada 3 hal yg kita bisa belajar tentang pohon  :

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon, dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah, semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak. Ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita.

Ada cerita menarik, katanya buah kurma itu manis sekali. Kenapa bisa begitu? Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yg luar biasa. Seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan.

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang

Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yg menikmati justru orang lain. Ini bicara tentang prinsip memberi, di mana kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja utk memberi buah, artinya apa? Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yg membutuhkan, jadi bukan untuk kenikmatan sendiri, cukupkanlah dirimu dengan apa yg ada padamu, tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

Pelajaran dari Warren Buffet seperti email yg sering anda terima tentang kehidupan dia, beliau adalah orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan, katanya masih hidup di rumah yang sama yang dia tinggalin puluhan tahun lalu, pakai mobilnya yang lama juga, tapi ketika kekayaannya 35 Miliar USD dia berkomitmen untuk menyumbang 31 Miliar USD, itu katanya pas jaman pemerintahan Bill Clinton awal. Sekarang kekayaannya justru bertambah-tambah banyak.

Berapa banyak dari kita yang sulit untuk menahan nafsu terhadap barang-barang bermerek, mobil-mobil mewah, gonta ganti HP.

3. Buah yg dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi impact terhadap orang lain. Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan, tapi masalah pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain.

Claudio Ranieri, pelatih Juventus berkata bahwa Del Piero itu adalah pemimpin, walau ban kaptennya dicopot sekalipun dia tetap pemimpin, ngerti kan? Bukan Mengenai ban kaptennya, itu hanya pengakuan saja.

Bicara tentang impact, pendiri Astra bercita-cita menjadikan perusahaan ini sebagai sebuah pohon besar yang rindang dan menjadi tempat berteduh buat banyak orang dan hal itu mulai tercapai hari-hari ini dengan jumlah karyawan 120.000 artinya memberi penghidupan kepada sekitar 600.000 jiwa. Perusahaan ini dibangun bukan karena keserakahan memperkaya diri sendiri, tapi karena cita-cita utk "Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara" (Catur Dharma ke-1)

Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon ...

22 September 2009

Ma, Lihatlah Kueku

Hari ini ulang tahun pernikahan papa dan mama. Sejak sore mereka pergi dan akan makan malam di luar. Aku ingin membuat kue tart dari resep yang kudapat di sebuah majalah. Setelah dua belas tahun, inilah pertama kalinya aku belajar membuat kue.

Aku akan mencoba membuat kue terbaik untuk kupersembahkan kepada papa dan mama di hari istimewa ini. Aku sudah membeli semua bahan yang diperlukan dan begitu mobil yang dikendarai apa dan mama keluar dari pagar rumah, aku segera berlari ke dapur untuk membuat kue.

Aku sangat sibuk dengan kueku sehingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari sudah malam dan mungkin sebentar lagi papa dan mama akan pulang. Aku mengangkat kueku dari oven. Aku mencicipinya dan lapisan luarnya terasa agak pahit karena gosong.

Aku menarik nafas sambil memandang dapur yang berantakan. Blender dan mixer yang kotor, ada tepung yang bertaburan di lantai dan meja, ditambah lagi dengna mangkok-mangkok kotor yang belum sempat kubereskan, dan sebagainya.

Mana yang lebih dahulu harus kukerjakan, apakah menyelesaikan lapisan coklat di kueku atau membereskan dapur yang berantakan. Akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan kueku. Ketika kueku selesai, aku mendengar suara mobil memasuki halaman rumah.

Aku segera mematikan lampu dan berharap ketika papa dan mama masuk ke dapur akan senang dengan kejutanku. Benar saja, papa dan mama berjalan berdampingan menuju dapur dan ketika mereka sampai di pintu, aku menyalakan lampu sambil berteriak, “SURPRISE …!”

Mereka tersenyum dan aku memeluk mereka sambil mengucapkan selamat atas pernikahan indah mereka. Namun beberapa saat kemudian raut wajah mama berubah dan mama menjadi marah. “Coba lihat, apa yang sudah kau perbuat di dapur ini sehingga sangat berantakan. Sudah berapa kali mama katakan kepadamu untuk segera merapihkan sendiri segala sesuatu yang sudah kau buat menjadi kacau”

“Tetapi Ma …”

Belum sempat aku menjelaskan semuanya, mama sudah berpaling berjalan menuju kamarnya sambil berkata, “Seharusnya mama mengawasimu merapikan semua ini sekarang juga, tetapi sekarang mama sedang kesal. Besok pagi mama mau semuanya sudah rapih.”

“Sayang, coba lihat ke meja itu,” kata papa mencoba meredakan amarah mama.

“Aku tahu bahwa meja itu juga sangat berantakan dan aku juga tidak akan tahan melihatnya,” kata mama sambil berjalan.

Aku dan papa hanya terdiam. Aku menangis dan memeluk papa sambil berkata, “Pa, bahkan mama tidak melirik sedikit pun ke kue itu.”

Papa membelai rambutku sambil berkata, “Sayang, banyak orang tua menderita penyakit situational timberculer glaucoba - ketidakmampuan melihat gambaran secara menyeluruh karena terpengaruh oleh hal-hal kecil, dan itu yang terjadi kepada mama. Besok setelah mama tahu kau membuat kue untuknya, hatinya pasti akan terharu.”

Kita seringkali gagal melihat motivasi baik yang terbungkus oleh suatu keadaan yang buruk. Situational timberculer glaucoba membutakan kita sehingga kita tidak bisa melihat bentuk cinta kasih atau penghargaan yang dipersiapkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Ada seorang ibu yang mencubit anaknya hingga memar karena anaknya memecahkan dua buah piring yang akan dicucinya. Manakah yang lebih berharga, terbentuknya kerajinan anak atau harga dua buah piring yang pecah itu ?

Jangan lukai perasaan orang yang kita kasihi karena hal-hal yang kecil, telusuri motivasi awal mereka ketika melakukan suatu hal kemudian bimbing mereka untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik.

21 September 2009

Mencintaimu Segenap Jiwa dan Ragaku

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.

Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan.

Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.

"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya.

"Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia".

"Kau tidak perlu meyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa nyaman.

"Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya."

Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yang dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke. Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri.

"Pelatih", panggilnya.

"Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? Ini sangat penting bagiku. Aku mohon?"

Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih ekstra keras dalam beberapa hari ini.

"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke.

"Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."

Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan. Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan.

"Pertandingan yang sangat mengagumkan," katanya kepada Luke.

"Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?"

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesenggukan ia berkata, "Pelatih, ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik akibat kecelakaan itu. Minggu lalu... Ibuku meninggal."

Luke kembali menangis. Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata, "Hari ini... hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka".

Luke kembali menangis terisak-isak. Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak. Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke. Ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orangtuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya. Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya. Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka, membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka. Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya.

Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN : Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah dan ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan. Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi dan hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita. Bukannya melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji yang membuat mereka malu.Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda?

Sumber: Gifts From The Heart for Women - Karen Kingsbury

20 September 2009

Humor : Dua Orang Sakit Jiwa

Suatu siang di RSJ terkenal, terjadi percakapan antara dokter dan dua pasiennya (Alex & Joni).

Dokter : “Alex, kamu harus minum obat kamu supaya cepat sembuh.”

Alex : “Nggak mau, saya kan dewa. Saya nggak bisa mati.”

Dokter : “Siapa bilang kamu dewa, kamu ngelindur lagi, ya.”

Alex : “Tuhan sendiri yg bilang pada saya tadi malam.”

Joni : “Bohong, Dok, dia ngimpi. Saya nggak pernah bilang seperti itu ke dia.”

19 September 2009

Humor : Mengajar Anjing Duduk

Si kecil Timmy sudah tidak sabar ingin segera pulang dari ganti baju dan terus memikirkan anjing peliharaannya sambil makan siang. Saat dia selesai mencuci piring, ia langsung main dengan anjingnya.

Tak lama, ibunya mendengar Timmy berteriak, “Amin! Amin! Amin!”

Ibunya segera melihat apa yang ia lakukan. Kemudian si ibu melihat Timmy sedang mengacungkan tangan pada anjingnya sambil berteriak, “Amin!”

“Apa yang kamu lakukan?,” tanya ibunya.

“Mengajarnya untuk duduk,” jawab Timmy.

“Lalu mengapa kamu malah bilang ‘amin’, bukankah harusnya kamu bilang ‘duduk’?”

“Ya,” jawab Timmy, “tapi kata ‘amin’ selalu manjur saat digunakan pendeta, saat dia berkata ‘amin’, semua jemaat langsung duduk.”

18 September 2009

Triangulation

Triangulation berarti “menyampaikan keluhan atas seseorang kepada pihak ketiga, bukan kepada yang bersangkutan”. Mengacu pada pengertian ini, mungkni kita semua pernah terlibat di dalamnya. Atau, mungkin kita sedang dalam suatu triangulation yang belum tuntas. Entah sebagai pihak pertama, pihak kedua, pihak ketiga, atau perpaduan ketiganya.

Triangulation biasanya terjadi karena seseorang khawatir menyampaikan keluhan secara langsung kepada yang bersangkutan. Takut menerima reaksi yang tidak menyenangkan. Atau, terlalu pesimis orang itu tidak akan mendengarkan. Atau, ini sudah merupakan “hobi”. Padahal triangulation dapat memicu beredarnya gosip dan rumor. Juga dapat menimbulkan konflik, bahkan kekacauan yang tak terkendali.

Untuk membedakan tiga pihak yang terlibat dalam triangulation, masing-masing akan kita sebut P1 (sasaran keluhan), P2 (yang mengeluhkan P1), dan P3 (perantara P1 dan P2). Berikut ada empat saran praktis. (Uraian singkat tentang topik ini lihat The Lutheran Handbook for Pastor, 2006).

1. Menghindari Triangulation
Sedapat-dapatnya, kita menghindari triangulation dalam komunitas kerja, jemaat, dan keluarga. Jika bermasalah dengan seseorang (P1), kita sebaiknya berbicara langsung kepada yang bersangkutan. Mari pertimbangkan beberapa hal ini:

  • Dalam hidup sehari-hari, hindari terlalu banyak mengeluh dan mepercakapkan hal-hal sepele secara mendalam. Kita hendaknya membicarakan hal-hal penting dengan serius dan jangan menganggap serius hal-hal sepele.
  • Sebaiknya kita temui P1 dalam kasih persaudaraan. Kasih itu akan memengaruhi kata-kata dan cara kita berkomunikasi. Tak ada yang terlalu sulit bagi orang yang mengasihi.
  • Cari waktu dan situasi yang tepat, seperti saat mood P1 dalam kondisi baik. Orang cenderung menolak kebenaran jika menghadapi situasi kondisi, dan cara yang tidak tepat.
  • Mohon hikmat Tuhan saat menyampaikan permasalahan. Hikmat selalu berisi semangat penyelesaian masalah tanpa menambah atau memperparah masalah.
  • Jika yang kita sampaikan berkaitan dengan kritik, kita hendaknya memilih kata-kata yang lebih konstruktif, bukan ofensif. Misalnya, jika hendak menegur sifatnya yang pemarah atau pemberang, jangan katakan, “Saya sangat membencimu, karena kau terkenal sebagai pemarah uluh.” Sebaliknya, sampaikan harapan yang tulus, “Saya akan sangat menghargai dan berterima kasih jika kau lebih lemah lembut dalam bersikap dan berkata-kata!” Pesannya sama, tetapi yang terakhir lebih meneguhkan dan membawa perubahan tanpa mengorbankan kebenaran dan persahabatan. Kita membenci “sifat pemarahnya”, tetapi mengasihi orangnya.

Dalam berjemaat, kita bisa berjumpa orang-orang sulit, troublemaker, pengadu domba, dan sebagainya, yang menghalangi terciptanya kesatuan dan kedamaian jemaat. Firman Tuhan dalam Matius 18:15-17 kiranya menjadi pedoman kita :

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Ayat-ayat ini dapat diterapkan apa adanya, tanpa tafsiran atau penjabaran panjang lebar. Tentu dengan kasih persaudaraan seperti yang sangat ditekankan dalam pengajaran Tuhan Yesus.

2. Menghadapi Triangulation Dengan Kasih
Jika seorang P3 menjumpai kita dan berkata, “Banyak orang mengeluhkan sikap dan perbuatan Anda” atau “Seseorang meminta saya menyampaikan keluhannya tentang Anda”, kita hendaknya mendengarkan sepenuh hati dan menerima informasi selengkap dan sejelas mungkin. Kemudian kita bisa menanyakan nama-nama (P2) yang dimaksud. Sekiranya orang itu tidak mau memberi tahu, kita tak perlu bereaksi berlebihan atau berusaha mempertahankan diri sambil menyerang. Kita cukup merenungkan dan memperbaiki diri jika benar, atau melupakannya jika itu tidak benar. Ungkapkan penghargaan kita kepada P3 atas niat baik dan kepeduliannya.

Jika P3 memberitahukan nama orang yang melakukan triangulation terhadap kita, sebaiknya kita menemui P2. Tanyakan mengapa ia segan atau takut berbicara kepada kita. Dan yang terpenting, kita memasuki inti masalah dengan kasih persaudaraan. Jika keluhannya benar, kita perlu mengekspersikan rasa terima kasih karena ia menolong memperbaiki kelemahan kita. Namun, jika yang dikeluhkannya tidak benar, kita dapat memberi penjelasan secukupnya tanpa menyerang tau menjadi berang.

Penolakan seseorang pada keluhan orang lain yang mengandung kebenaran, biasanya karena orang itu terlalu memusatkan diri pada “harga diri” yang keliru, harga diri polesan dan hasil manipulasi. Padahal saat seseorang mengakui kelemhannya dan berkomitmen memulai sesuatu lebih baik, justru di situlah tampak “harga diri” yang sesungguhnya yang menerima kelemahan, tetapi mau serta mampu mengubah diri.

3. Memikul Tanggung Jawab
Jika P2 datang kepada kita dan meminta kita menjadi P3 dalam triangulation, kita dapat mendorongnya berbicara langsung kepada yang bersangkutan (P1). Jika ia tetap tidak mau atau belum mampu menyampaikan langsung dengan alasan yang masuk akal, padahal yang dikeluhkannya benar dan sangat perlu diketahui P1, kita dapat menyampaikannya. Bukan karena ada orang yang menyampaikannya kepada kita, tetapi karena kita sadar masalah itu perlu disampaikan.

Sebelum menyampaikannya ke P1, kita mesti “menyampaikannya” kepada Tuhan melalui doa. Meminta hikmat Tuhan agar “misi” kita mencapai tujuan. Dengan demikian, itu memurnikan motivasi kasih kita demi kebaikan. Jika seseorang tahu dan merasakan bahwa kita mengasihinya, ia akan menerima apa yang kita sampaikan. Meski pahit, ia akan menelannya sebagai obat dan pemulih hubungan dengan orang lain.

Yang perlu dihindari adalah godaan melakukan triangulation baru. P2 yang datang kepada kita, malah kita jadikan P1. Misalnya dengan mengatakan, “Ada yang menyampaikan keluhan tentang Anda, tetapi tidak berani mengatakannya. Jelas ia tidak berani, karena ia punya lebih banyak kelemahan dari Anda. Dialah yang perlu berkaca diri.”

4. Triangulation yang Dibenarkan
Barangkali triangulation yang dibenarkan berkaitan dengan kehidupan berbangsa atau berorganisasi berskala besar, dimana masyarakat atau anggota suatu organisasi tidak memiliki akses langsung kepada para pemimpin selain melalui jalur perwakilan, melalui media massa atau tulisan. Disini kita tak dapat mengulasnya secara tuntas. Namun, perlu ditekankan bahwa dalam triangulation yang satu ini hendaknya semua pihak berfokus pada penyelesaian masalah, bukannya malah memperkeruh suasana. Itu bisa terjadi jika semua pihak mau mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi semua dan dalam koridor kebenaran. Di dunia ini tidak ada “sistem” yang sempurna, tetapi selalu ada kesempatan untuk melakukan peningkatan atau perbaikan.

Oleh : Victor Tinambunan

Sumber : Renungan Harian Edisi Agustus 2009

17 September 2009

Terima Kasih Tuhan

I Tesalonika 5:18 : “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 79; Ibrani 13; Yeremia 11-12

Sewaktu kecil, orang tua kita selalu mengajar untuk mengucapkan terima kasih apabila diberikan sesuatu oleh seseorang, entah itu berupa barang maupun uang. Bila kita tidak melakukannya, biasanya ayah atau ibu kita akan mengingatkan kita agar mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah memberikan sesuatu kepada kita. Tanpa sadar, hal yang diajarkan itu terus teringat oleh kita sampai sekarang.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk mengucap terima kasih kepada Tuhan. Hal yang sebenarnya mungkin sering kali kita dengar di saat Ibadah gereja, persekutuan doa, atau pun dari orang tua kita sendiri. Tetapi, tahukah Anda bahwa ucapan syukur yang Anda naikkan kepada Allah adalah kerinduan dari hati-Nya sendiri?

Anda jangan salah sangka mengira pertanyaan diatas dan langsung berpikir bahwa Allah gila pujian atau kehormatan. Bukan, bukan itu yang Dia inginkan. Anda harus tahu bawa tanpa manusia pun, nama-Nya sudah ditinggikan dan dimuliakan oleh para malaikat di Surga dan seluruh alam semesta. Jadi, kalau begitu untuk apa yang manusia harus mengucap syukur kepada Allah? Jawabannya adalah karena Dia ingin berhubungan dengan makhuk ciptaan spesial-Nya ini.

Allah tahu ketika manusia tidak diajar untuk bersyukur maka ia akan menjadi orang yang tinggi hati. Ketika seseorang sudah menjadi sombong, maka dipastikan orang tersebut tidak dapat mengucap syukur. Akibatnya, hubungan ia dan Allah pun akan semakin menjauh.

Tidak ada dalam pikiran Allah untuk menjauh dari anak-anakNya. Ia selalu ingin dekat dan berbicara setiap waktu. Hanya saja hal itu dapat terjadi bila anak-anakNya memiliki hati yang mengucap syukur. Ucapan syukur yang Anda naikkan tidak hanya membuat hati Tuhan disenangkan, tetapi hidup Anda pun dipenuhi oleh kasih.

Mulailah selalu mengawali hari-hari Anda dengan mengucap syukur kepada Tuhan. Bahkan tidak hanya itu, ucapkanlah kata terima kasih kepada-Nya saat masalah atau kondisi yang tidak mengenakkan datang dalam hidup Anda. Percayalah ketika Anda melakukannya dengan segenap hati, berkat Tuhan turun dengan luar biasanya.

Terima kasih adalah kata yang sederhana, tetapi kata tersebut adalah kata yang menyukakan hati Tuhan. Sudahkah Anda membuat hati-Nya bersuka hari ini?

Jawaban.com

Lord And Me

16 September 2009

CIBFest 2009

Shalom…

Selamat pagi semua..

Tinggal sebentar lagi puncak acara CIBFest 2009 yang diadakan oleh Jawaban.com. Dan saya, sebagai admin dari RumahRenungan.com ini berterima kasih telah mendukung blog ini hingga sekarang, hingga masuk dalam posisi 50 besar blog terfavorit di CIBFest.

Dan sekarang blog ini menduduki posisi 23 dalam 25 besar blog terfavorit. Saya berharap blog ini bisa menjadi terfaovrit di acara CIBFest 2009 nanti, tapi saya serahkan kepada Tuhan, jika memang Dia yang berkehendak pasti semuanya terjadi.

Jika kalian ingin kami menjadi blog terfavorit, dukung kami, pilih kamu menjadi blog favorit kalian, klik disini atau klik logo CIBFest 2009.

Saya membuat blog ini bukan semata-mata ingin terkenal atau ingin dipandang, tetapi blog ini merupakan salah satu pelayanan saya kepada Tuhan Yesus yang bisa saya lakukan. Saya hanya ingin membuat semakin banyak orang menjadi mengenal Tuhan…

Terima kasih… Tuhan Yesus Memberkati kita semua…

Kaca Cermin

II Korintus 3:18 "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 78; Ibrani 12; Yeremia 5-6

Beberapa tahun yang lalu, Walter A. Maier, seorang pengkhotbah radio yang terkenal, bercerita tentang seorang kepala suku di pedalaman Afrika yang diberi sebuah kaca cermin oleh salah seorang tamunya. Kemudian kepala suku itu menatap kaca mata itu dengan rasa ingin tahu yang amat dalam, setelah itu ia lalu berkomentar tentang betapa jeleknya orang yang ia lihat dalam kaca cermin itu.

Sang tamu kemudian menjelaskan bahwa orang jelek yang dilihat dalam kaca cermin itu tak lain adalah kepala suku itu sendiri. Ketika ia mengetahui hal itu, ia pun menjadi sangat marah dan melemparkan kaca cermin tersebut pada sebuah batu, sehingga pecah berkeping-keping.

Yakobus menggambarkan Firman Allah sebagai kaca cermin tempat kita melihat diri sendiri (1:23-24). Cermin itu menunjukkan bahwa meskipun kita telah diciptakan untuk merefleksikan karakter Allah dalam kehidupan kita, namun kondisi kita yang telah jatuh dalam dosa ini justru mencerminkan bahwa kita buruk secara rohani dan tercemar oleh dosa.

Akan tetapi bila kita beriman di dalam Yesus Kristus, kita akan dilahirkan kembali secara rohani (Yohanes 3:3-8). Kemudian saat kita mencermati Firman Allah, kita melihat diri kita sama seperti Allah melihat kita, keburukan kita telah diubah menjadi kecantikan yang serupa dengan Kristus. Dan mulai saat itu kita bertumbuh dalam keserupaan dengan-Nya.

Apa yang Anda lihat saat memandang ke cermin Kitab Suci? Apakah Anda ragu membacanya karena itu menunjukkan keburukan dari ketidakpercayaan Anda? Ataukah, apakah Anda membacanya dengan ucapan syukur, melihat diri Anda seperti Allah dan Bapa di surga melihat Anda sebagai anak-Nya yang lahir baru secara rohani, dan semakin serupa dengan anak-Nya yang terkasih? (II Korintus 3:18). Ketahuilah akan hal ini, ketika Anda memiliki Yesus Kristus dalam kehidupan Anda maka Dia yang ada di dalam diri Anda akan mengubahkan kehidupan Anda.

Firman Allah adalah satu-satunya cermin yang dapat mengubah penampilan Anda.

Jawaban.com

Titipan Tuhan

07parented Di Indonesia, kita memperingati tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak. Kita tidak hanya dingatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesehatan, pendidikan, serta perlakuan yang layak (hak asasi anak). Sebagai orang percaya, hendaknya kita menyadari bahwa anak-anak kita hanya titipan Tuhan. Anak bukan milik orangtua, melainkan milik Tuhan. Tugas kita sebagai orangtua adalah merawat dan mendampingi anak tersebut bertumbuh sesuai dengan rencana-Nya, bukan rencana kita sebagai manusia.

Kita tidak bisa memilih talenta dan karunia yang Tuhan taruh dalam diri anak kita. Meski demikian, kita bisa mebantu anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan di dalam hidupnya. Kita juga tidak bisa menentukan panggilan hidup seperti apa yang akan dimiliki oleh anak kita, sebab itu adalah urusan Tuhan secara pribadi dengan anak yang bersangkutan. Namun, sebagai orangtua, kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita untuk hidup taat di dalam jalan Tuhan.

Sayangnya, di tengah pergumulan kehidupan dan kebingungan kita menghadapi masa depan, terutama saat kita berupaya menyediakan yang terbaik bagi masa depan mereka, kita sebagai orangtua justru lupa untuk BERTANYA kepada Sang Pencipta : Apa yang sebenarnya Tuhan ingin lakukan bagi anak0anak yang Dia titipkan kepada kita?

Sejak kecil kita sudah menusunskenario agar si anakbisa menjadi seorang dokter. Padahal, Tuhan menitipkan benih musik di dalam dirinya. Saat si anak bertumbuh dewasa dan berani berpendapat untuk memilih sekolah musik daripada sekolah kedokteran, kita menguliahinya panjang lebar, bahwa seni tidak bisa menghasilkan uang untuk hidup layak.

Sejak kecil anak kita terlihat aktif secara fisik dan menyukai olah raga melebihi segala kegiatan lainnya. Namun, sebagai orangtua, kita lebih tertarik untuk melihat prestasi anak kita dalam bidang matematika dan bahasa inggris.

Akhirnya, anak-anak kita tidak bertumbuh dan berkembang seperti yang Tuhan kehendaki, tetapi seperti yang orangtua kehendaki. Tentu semua orangtua menginginkan YANG TERBAIK bagi anak-anaknya. Tetapi pertanyaan penting yang harus kita jawab terlebih dahulu adalah, “Sudahkah kita BERTANYA kepada Tuhan sebelum kita menasehati anak-anak kita tentang pilihan hidupnya pada masa depan?”. Adakah rancangan kita sebagai orangtua LEBIH BAIK daripada rancangan TUHAN?

Yeremia 29:11 - “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apap yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan-rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Tuhan menitipkan talenta dan karunia di dalam diri anak-anak kita bukan untuk “diseleksi” oleh orangtua. Mana yang kita anggap cocok kita kembangkan, sedangkan kelebihan anak kita yang menurut ukuran kita “bakal tidak menghasilkan apa-apa” dalam hidupnya, sebaiknya diabaikan saja. Pernahkah Tuhan salah mengombinasikan bakat/kemampuan dalam diri anak-anak kita?

Billy Frank, putra seorang petani penjual susu, lebih suka membaca buku Tarzan dan Marcopolo dibanding membantu ayahnya memerah susu dan mengurus pertanian. Ia adalah seorang anak yang aktif dan energik, selalu berlari, menyelidiki, dan sepertinya tidak pernah merasa lelah. Kisah-kisah petualangan dan perjalanan para misionaris sangat memikat hatinya. Bahkan masa-masa kuliahnya ia lewat sembari menawarkan diri menjadi “penolong” (pembantu) bagi para penginjil yang bisa ditemuinya. Dalam suratnya kepada ibunya, “Aku ingin seperti orang ini.”

Tentu saat ini tidak ada orang kristiani yang belum pernah mendengar nama Billy (Frank) GRAHAM, bukan? Ya, kisah diatas adalah cuplikan kisah masa kecil seorang penginjil yang sangat terkenal di seluruh dunia. Lihatlah bahwa Tuhan tidak pernah salah menitiipkan talenta maupun karunia di dalam diri seorang anak. Bahwa setiap keunikannya, setiap pembawaannya, setiap minat dan hobinya, itu semua merupakan potensi yang jika ditumbuhkembangkan, akan membuat anak tersebut betul-betul menjadi seperti yang Tuhan inginkan.

Diperlukan IMAN untuk bisa menerima seorang anak apa adanya. Dan, IMAN untuk yakin bahwa Tuhan tidak pernah salah mengombinasikan segala potensi yang ada dalam diri anak-anak-Nya. Bahwa itu semua sudah Dia rancang untuk membawa maksud yang baik. Baik untuk anak tersebut, maupun baik untuk menggenapi pekerjaan Tuhan.

Efesus 2:10 : Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

John C. Maxwell mendefinisikan SUKSES sebagai berikut.
1. Mengetahui maksud Anda dalam kehidupan
2. Bertumbuh untuk mencapai potensi maksimal Anda
3. Menaburkan benih yang menguntungkan bagi sesama.

Sudahkan kita bertanya dan berserah kepada Tuhan demi panggilan hidup anak-anak kita? Bertanyalah, karena Tuhan akan menjawab. Serahkanlah, karena hanya di dalam Tuhan ada jaminan masa depan yang pasti bagi anak-anak kita.

Oleh : Meilania
Guru Sekolah Minggu, pembicara seminar dan pelatihan guru Sekolah Minggu, moderator milis diskusi e-BinaGuru

Sumber : Renungan Harian Edisi Juli 2009

15 September 2009

Tidak Alami

Bilangan 12:3 "Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 77; Ibrani 11; Yeremia 3-4

Kata-kata apakah yang muncul dalam pikiran Anda saat Anda berpikir tentang para pemimpin besar seperti Musa? Tentunya bukan kata "lembut" yang akan pertama kali terlintas dalam daftar Anda, tetapi kata itulah yang dicatat Alkitab tentang orang yang telah dipakai Tuhan membawa keluar bangsa Israel dari tanah Mesir beribu-ribu tahun yang lalu.

Musa mempunyai berbagai macam alasan bersikap rendah hati karena ia memang bukan seorang pemimpin alami. Dalam Alkitab tidak ada tanda-tanda bahwa ia dapat menarik atau memimpin suatu kelompok hingga delapan puluh tahun pertama kehidupannya. Sejauh yang kita ketahui, usaha pertamanya menggunakan pengaruhnya adalah ketika menolong orang dari sukunya yang berakibat terbunuhnya seorang mesir dan ia pun melarikan diri dari negeri itu. Empat puluh tahun berikutnya dihabiskan Musa dalam pengasingan di padang gurun Midian, suatu masa yang sunyi yang diringkaskan Firman Tuhan dalam tiga ayat (Keluaran 2:21-23).

Anda tidak perlu menjadi seorang yang berbakat "alami" untuk menjadi seorang pemimpin yang besar; Anda hanya memerlukan hati bagi Allah dan roh yang mau diajar. Sebagian pemimpin besar dalam firman Tuhan dibentuk, tidak dilahirkan. Kabar baik bagi kita, Allah masih membuatnya pada masa kini. Apakah Anda salah satunya?

Persoalan menjadi seorang pemimpin adalah kemauan untuk diproses Tuhan, bukan kemampuan diri sebagai pemimpin.

Jawaban.com

Rumah Di Balik Rumput Liar

Ada dua orang anak kecil yang sedang berjalan di suatu jalan yang berdebu. Mereka menemukan sebuah bangunan tua dengan jendela-jendela yang pecah kacanya. Warna dindingnya sudah amat kusam dan rumput sudah tumbuh tinggi mengelilingi bangunan tua itu. Kedua anak itu tetap ingin memasuki bangunan itu. Mereka membuka pintunya yang hampir tak dapat dibuka karena engselnya sudah rusak.

Ternyata bangunan itu adalah sebuah gereja yang sudah lama tidak digunakan lagi. Bangku-bangkunya penuh dengan debu dan kotoran, sedangkan meja mimbarnya masih terdapat sebuah Alkitab di atasnya. Disamping itu juga masih terdapat kantong kolekte dan beberapa buku puji-pujian di atas lantai. Agaknya gereja ini ditinggalkan dengan tergesa-gesa. Di sudut sana masih terdapat sebuah piano yang ketika itu pasti masih dapat mengeluarkan banyak sekali puji-pujian yang merdu. Kemudian kakak beradik, Billy dan Tommy, memandang satu dengan yang lain.

“Mengapa kita tidak membersihkan gereja ini?”

Mulailah mereka menyapu dan mengepel lantainya serta mengumpulkan kaca-kaca yang pecah. Selanjutnya mereka memotong rumput yang sudah terlampau panjang. Akhirnya mereka menggantung kembali papan nama gereja yang sudah jatuh di antara rerumputan itu.

Selanjutnya mereka pulang. Ternyata ayah mereka sudah tidak nampak lagi, sedangkan ibunya berada di belakang menangis karena ayah mereka menyakitinya seperti biasa.

“Mama, janganlah menangis, hapuslah air matamu, mama”, kata si kecil Billy, ” sebab kami punya sebuah kejutan jaraknya sekitar 1,5 km dari sini”, sambung Tommy.

Mereka menarik tangan ibunya sehingga membuat ibu mereka berlari dengan mereka. “Ada apa, sih, apa yang kalian telah lakukan?”, tanya ibu mereka.

Akhirnya mereka sampai di bangunan tua yang tersembunyi di balik rerumputan liar itu. Dan di tempat itulah mereka berdiri di depan sebuah gereja dusun yang nampak seperti sedia kala.

“Mam, mengapa mama menangis?”, tanya anak-anaknya.

“Kami mengira telah membuat mama senang.”

Ibu mereka menjawab, “Memang anak-anakku, sekarang diamlah dan dengarkanlah dengan seksama.”

Mereka semua diam, dan terdengarlah oleh mereka suara seseorang dari dalam gereja itu. Suara ayah mereka yang sedang berdoa dengan kepala tertunduk.

“Ampunilah aku, ya Tuhan! Ampunilah aku! Aku tidak layak menerima kasihMu! Berikanlah aku TerangMu supaya aku dapat keluar dari kegelapan untuk memperoleh keselamatanMu. Aku telah tersesat dan telah menjalani hidupku dengan salah, sampai aku menemukan gereja ini, tempat di mana semestinya aku berada. Berkatilah, Tuhan berkatilah mereka yang telah membuatku melihat kembali gereja kecil yang tersembunyi di balik rerumputan liar ini.”

Kemudian ia menengadahkan kepalanya dan kedua tangannya terangkat untuk mengundang dua anak kecil dengan wajah kotor disertai istrinya yang mendampingi mereka. Mereka berlari menubruk ayah sekaligus suami dalam satu pelukan erat sambil mengeluarkan air mata.

“Janganlah khawatir, anak-anakku, aku kini bukan lagi ayah kalian yang dulu kalian kenal. Sekarang, segala sesuatu telah menjadi lain. Bersuka citalah dan marilah kita mengumpulkan orang-orang supaya mereka mau mengunjungi gereja kecil ini lagi.”

Mereka berbahagia, karena Tuhan telah mengembalikan ayah mereka, dan itulah yang lebih berharga dari pada seluruh emas di dunia. Pada hari Minggu, semua bangku penuh dengan pengunjung dan semua terlihat bergembira, terutama dua orang anak kecil yang telah menemukan gereja tua di balik rerumputan liar ini yang tak terlihat oleh orang.

Tidak ada sesuatu yang sukar dicari… bila anda berjalan dengan Terang Bapa Surgawi!

Penulis: Sherri Puckett
Mayfield, Ky

14 September 2009

Pada Waktu Senang Dan Susah

Mazmur 91:14-15 - "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 76; Ibrani 10; Yeremia 1-2

Tuhan telah disebut dengan banyak nama. Dialah Tuhan Penyembuh kita, Pemelihara kita, Panji kita dan Kebenaran kita. Dia juga berjanji untuk menjadi pembebas kita. Dalam dunia yang susah ini mungkin menjadi yang paling sering kita butuhkan ialah Dia sebagai pembebas.

Tetapi banyak orang percaya yang tidak pernah mengalami kuasa pembebasan Tuhan yang perkasa karena mereka tidak berjalan dengan dekat Dia setiap hari. Mereka menanti sampai bahaya melanda, baru mereka berseru kepada-Nya. Itu tidak akan berhasil.

Jika Anda mau Tuhan meluputkan Anda pada waktu susah, Anda harus bersekutu dengan Dia pada waktu senang. Mengapa? Karena Tuhan menanggapi iman. Iman kita, bukannya kebutuhan kita yang menyebabkan Dia bertindak untuk kepentingan kita. Dan kita takkan sanggup mengembangkan jenis iman itu, jenis kepercayaan dan keyakinan itu kepada-Nya, jika kita tidak cukup meluangkan waktu bersama Dia untuk mengenal-Nya.

Dalam I Yohanes 3:20-22 dikatakan bahwa kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Tuhan bila kita melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Nya. Jika kita hanya berbakti pada Tuhan dengan setengah hati maka kita takkan mempunyai keberanian percaya kepada-Nya untuk membebaskan kita dari kesukaran. Bila bahaya menimpa kita, kita akan mendapati diri kita dilumpuhkan oleh ketakutan.

Kasihilah dan layanilah Tuhan dengan segenap hati. Berjalanlah dekat Dia di waktu senang. Kemudian bila Anda membutuhkan Dia sebagai Pembebas Anda, maka Anda akan tahu tanpa ragu bahwa Anda dapat mempercayai-Nya untuk memelihara Anda!

Saat Anda dapat mengucap syukur kepada Tuhan pada waktu senang, di kala masalah datang Anda pun akan dapat bersyukur kepada-Nya

Jawaban.com

Manage Your Boss

Hubungan dengan atasan tidak disangkal lagi mempengaruhi kinerja dan karier kita. Untuk membina hubungan dengan atasan pertama-tama yang kita perlu lakukan adalah mengerti kebiasaan dan peribadi atasan, tatau kalau mengambil istilah Steven Covey dikenal dengan First to Undertand than to be Understood. Bayangkan saja kalau ide dan proposal kita sering ditolak yang mungkin hanya disebabkan oleh karena kita tidak mengenal gaya, kebiasaan dan pribadi atasan kita.

Dalam tes kepribadian biasanya ada 4 jenis kelompok utama yang namanya tentu saja bergantung alat tes yang digunakan, dari yang paling sederhana sampai yang lengkap dan terpadu. Perusahaan banyak yang menggunakan DISC profiling atau yang sederhana seringkali juga menggunakan Color Code dari Hartman. Tentu saja untuk dapat berhubungan baik dengan atasan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui pribadi kita terlebih dahulu. Kalau tidak ada kesempatan melakukan tes tentu saja kita dapat menganalisa kebiasaan-kebiasan keseharian kita dan atasan kita dengan melihat perilaku sehari-harinya.

Berikut ilustrasi cara mengenal atasan secara sederhana. Coba kita perhatikan kebiasaan atasan kita dengan cara misalnya melihat meja kerjanya. Apakah meja kerjanya rapi? Kalau ya, coba perhatikan lagi apakah yang bersangkutan sangat detail, analitis, prefeksionis, teliti dan senang dengan angka? Kalau jawabannya ya, maka segala bentuk usulan atau proposal harus dilengkapi dengan data, analisa dan rekomendasi yang jelas. Selain itu tipe bos seperti ini cenderung disiplin sehingga kalau ada janji dengan dia, Anda wajib datang tepat waktu dan sekali-kali datang terlambat karena dapat dipastikan bahwa bos Anda akan tidak senang dan segala proposal yang sudah dipersiapkan menjadi sia-sia. Jangan lupa bahwa bos seperti ini cenderung banyak pertimbangan dan mempunyai kesulitan dalam mengambil keputusan.

Ada tipe bos yang sangat ramah, komunikatif dan persuasif. Pembawaannya fun dan meja kerjanya tidak rapi alias berantakan. Seringkali impulif dan tidak disiplin tetapi karismatik. Dapat dibayangkan kalau saja bawahannya mempunyai tipe seperti diatas yang sangat detail dan tidak menyesuikan dengan tipe bos yang ramah seperti ini, maka proposal yang disiapkan secara detail, rapi dengan penuh angka dan analisa menjadi tidak efektif lagi. Karena bos seperti ini tidak terlalu suka angka-angka dan tidak detail. Bos seperti ini senang dengan laporan yang bersifat verbal dan disampaikan dengan cara tidak terlalu formal. Jangan lupa juga membuka percakapan yang bersifat pribadi karena tipe bos seperti ini seringkali sharing perasaan pribadinya. Mengadakan meeting saat lunch atau di cafe dapat membantu memperlancar diskusi dengan bos seperti ini. Kadang proposal Anda tidak perlu dibaca lagi dan langsung disetujui. Tentu saja hal ini yang kita harapkan kan?

Tipe bos ketiga adalah bos yang sangat dominan, tegas dan senang menunjukkan kekuasaannya. Bos seperti ini cenderung to the point dan tidak sabaran. Dalam mengajukan proposal tentu saja harus menyajikan data faktual dan juga keuntungannya. Rasanya percuma saja memuji bos seperti ini mengenai penampilannya karena bagi bos seperti ini kinerja pekerjaannya yang membuat bangga dirinya. Untuk menghadapi bos seperti ini sebaiknya tetap fokus pada tujuan dan tunjukkan hasil yang positif.

Ada tipe bos yang senang dengan kedamaiaan alias tidak suka akan konflik. Bos seperti ini pendengar yang baik, pembawaannya tenang, sangat teroganisir. Dalam menghadapi bos seperti ini perlu kesabaran dan seringkali mudah dipengaruhi oleh pihka lain sehingga keputusannya seringklai berubah.

Ilustrasi di atas merupakan sekedar gambaran untuk langkah awal membina hubungan kita dengan atasan kita meskipun dalam kenyataannya terjadi kombinasi dari beberapa tipe dasar tersebut atau adanya situasi yang tidak mempengaruhi hal di atas. Selain dari mengenal atasan di atas ada hal-hal yang secara umum disukai oleh atasan kita atau yang kita dapat hindari supaya hubungan tetap baik. Berikut beberapa tips umum yang dapat menjadi acuan dasar.

Informasikan tidak hanya masalah saja melainkan beri solusi atas masalah yang kita hadapi. Kalau kita amati, bawahan seringkali membawa permasalahna-permasalahan tanpa disertai solusi. Hal ini tentu saja dapat menyita waktu atasan yang tentu sdaja sudah mempunyai berbagai masalah sendiri. Dalam hal kita harus meminta pendapat atau solusi pastikan kita tahu persis apa yang menjadi masalah utama. Permasalahan terjadi karena ada gap antara target dan realisasi. Untuk itu kita perlu memastikan apakah solusinya minta tambah sdm, atau revisi waktu, atau peninjauan budget, atau hal lainnya.

Hindari untuk meminta solusi yang tidak pasti. Hindari untuk memberi kejutan tidak menyenangkan. Atasan paling tidak suka memnerima kejutan yang tidak menyenangkan apalagi kalau mendengan dari orang lain. Untuk menghindari masalah ini, kita harus bersikap terbuka dan tidak perlu ada yang ditutupi. Diskusikan resiko-resiko yang mungkin terjadi sebelum sesuatu dieksekusi sehingga dalam pelaksanaannya segala sesuatu sudah dapat diprediksi. Andaikan terjadi yang tidak menyenangkan, bicarakan langsung dengan atasan sebelum atasan mendengar dari pihak ketiga.

Beri informasi selengkap mungkin dan jangan berasumsi kalau bos kita tahu segalanya. Jadi kita perlu melakukan edukasi dan memberi informasi terkini tentang situasi, keadaan dan informasi lainnya kepada atasan kita.

Cari waktu yang tepat untuk memberi informasi. Seringkali kita bertemu dengan waktu yang tida pas, karena atasan sedang ada masalah, sedang sibuk atau sedang tergesa-gesa. Untuk memperoleh hasil yang optimal gunakan waktu yang pas untuk bertemu.

Ciptakan kepercayaan dengan tidak memberi janji yang tidak dapat diberikan. Pertimbangkan secara matang sebelum kita mempunyai komitmen terhadap target atau pun hasil kerja kita. Terlalu sering membuat janji berlebih dapat mengurangi kredibilitas.

by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com

13 September 2009

Humor : Ponsel Canggih Dari Indonesia

Yono, orang paling kaya di Indonesia sedang bermain golf bersama dua orang temannya yang beda kewarganegaraaan. Satu warga negara Amerika dan lainnya adalah Jerman. Mereka bermain di salah satu padang golf ternama di Indonesia.

Saat menuju hole ke-3, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah dering ponsel. Ternyata, ponsel milik teman Yono yang berwarga negara Amerika. Sang Amerika pun meminta maaf dan mohon izin untuk mengangkat telepon sebentar.

Ia pun berjalan selangkah. Mendekatkan jempol kirinya ke telinga kiri, sedangkan kelingking kirinya diletakkan tepat di depan mulutnya. Ia pun memulai percakapan.

Setelah selesai, sang Amerika melihat Yono dan orang Jerman itu terkesima. Ia pun berkata "Ini merupakan teknologi ponsel terbaru di Amerika. Satu chip dibenamkan di jempol, dan satunya lagi di kelingking. Antena untuk menangkap sinyal disematkan di topi saya. Teknologi yang canggih sekali, kan?" ujar si Amerika.

Mereka pun melanjutkan bermain golf. Tepat di hole ke-9, telepon kembali berbunyi. Kali ini milik si Jerman. Teknologi ponselnya lebih canggih. Sebelum mulai  berbicara, ia terlebih dahulu memalingkan wajahnya ke kanan. Tanpa menggunakan apa-apa ia pun mulai bercakap-cakap dengan temannya di seberang sana. Setelah selesai, ia langsung menjelaskan teknologi canggih itu pada Yono dan si Amerika.

"Teknologi ponsel di Jerman memungkinkan saya melakukan percakapan tanpa perangkat apapun. Sebuah chip sudah terbenam di gigi saya sedangkan satu chip lagi dibenamkan di kuping. Antena untuk menangkap sinyal saya letakkan di kancing baju. Ini teknologi asli Jerman," paparnya.

Permainan golf pun berlanjut.

Pada hole ke-13, sebuah dering ponsel kembali membahana. Kala itu juga Yono langsung berlari menuju semak belukar di pinggir padang Golf. Kedua Jerman dan Amerika itu saling bertatapan aneh melihat aksi Yono. Keduanya pun mencoba mencari Yono di balik semak belukar.

Amerika dan Jerman langsung heran ketika Yono berada di balik semak dan mulai menanggalkan celananya dan berjongkok.

"Hei, apa yang kamu lakukan, No?" tanya si Amerika
Yono pun mendongak ke arah si Jerman dan si Amerika yang berada tepat di atas kepalanya. Lalu ia berkata "Saya sedang menunggu fax dari teman saya."

Kebesaran Hati

Markus 10:43 - "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 75; Ibrani 9; Habakuk 1-3

Memiliki kemampuan yang besar menjadi harapan dari setiap orang karena dengan begitu nama orang tersebut akan mudah dikenal dan mendapat sorotan dari lingkungannya. Namun, bagaimana bila kemampuan yang kita miliki hanyalah seperti kerikil? Akankah kita tetap percaya diri dan mau melayani Dia?

Dalam sebuah kebaktian perjamuan kudus di awal tahun 1968, Dr. Martin Luther King Jr pernah berkat, "Setiap orang bisa menjadi besar karena setiap orang bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi seorang sarjana untuk melayani, tidak perlu mengenal Plato atau Aristoteles untuk bisa melayani. Anda hanya membutuhkan hati yang penuh kasih karunia dan jiwa yang digerakkan oleh kasih."

Ketika para murid Yesus berdebat untuk memperebutkan tempat terhormat di Surga, Yesus berkata kepada mereka, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa yang ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10: 43-45)

Pengertian kita seharusnya sama dengan pengertian Yesus mengenai kebesaran karena kita adalah murid-muridnya. Allah tidak pernah memandang rendah pelayanan yang sedang Anda kerjakan saat ini bahkan Dia merasa disukakan karena Anda melakukan semuanya itu dengan sukacita.

Ingatlah akan hal ini, bahwa ketika Anda menyediakan diri kepada Tuhan untuk menjadi pelayan, Anda akan mendapatkan kebesaran yang sejati karena sekecil apapun perkara yang sedang Anda lakukan di dalam nama Yesus merupakan perkara yang besar.

Segala sesuatu yang besar pasti dimulai dari sesuatu yang kecil

Jawaban.com

12 September 2009

Lihatlah Hati Dan Potensinya

Kejadian 17:3-5 "Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 74; Ibrani 8; 2 Tawarikh 35

Pada saat Allah menciptakan seorang manusia, sebenarnya benih keberhasilan ada dalam manusia itu, hanya saja tidak semua menyadarinya. Kemampuan untuk menemukan benih keberhasilan orang lain membutuhkan kesetiaan, kerajinan, dan suatu keinginan tulus untuk memusatkan perhatian kepada orang lain.

Anda harus melihat karunia-karunia, tempramen, semangat, keberhasilan, sukacita, dan kesempatan mereka. Dan sekali Anda menemukan benih itu, Anda perlu memberikannya pupuk dengan dorongan dan menyiramnya dengan kesempatan. Jika Anda melakukannya, orang itu akan berkembang di depan mata Anda.

Mengangkat orang ke tingkat lebih yang lebih tinggi dan menolong mereka berhasil lebih penting dibanding hanya memberi mereka informasi atau keahlian. Kabar baiknya ada bahwa jika Anda mengerti beberapa konsep dasar tentang manusia, pintu pada kemampuan Anda untuk mengembangkan orang-orang lain menjadi terbuka. Ingatlah beberapa hal dibawah ini:

Setiap orang ingin merasa berharga. Setiap orang membutuhkan dan menanggapi dorongan. Orang secara alami mempunyai motivasi. Orang percaya kepada orang lain sebelum percaya pada kepemimpinannya. Semakin Anda mengerti orang lain, semakin besar kesempatan Anda untuk berhasil dalam pembimbingan.

Keberhasilan utama seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa banyak kesuksesan yang telah ia buat, tetapi dari seberapa banyak ia mencetak pemimpin-pemimpin

Jawaban.com

Weekly Scripture – Amsal 11:28

"Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda." - Amsal 11:28

Humor : Telepon Istri Di Surga

Seorang duda yang baru ditinggal mati istrinya baru saja membeli ponsel PDA baru sekaligus kartu SIM-nya. Tak kuasa menahan rindu pada sang istri, dia pun langsung melakukan panggilan ke istrinya di surga dari kota Nganjuk, Jawa Tengah, selama satu jam. Dan ternyata, setelah pulsanya dicek, si duda baru saja menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu atas panggilan tersebut. Sontak si duda kaget. Dia gusar sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, si duda masih penasaran dengan penghitungan tarif telepon yang demikian besar. Lalu dia coba melakukan panggilan ke istrinya lagi di surga selama satu jam, dan ternyata dia hanya dikenakan biaya Rp1000. Akhirnya si duda memutuskan untuk melampiaskan amarahnya di meja customer service (CS) salah satu operator telekomunikasi ternama di Jakarta.

"Saya mau protes! Kenapa selisihnya begitu besar? Padahal durasinya sama," bentak si duda kepada customer service yang meladeninya.

"Dari Nganjuk habis Rp500 ribu. Dari Jakarta?" tanya karyawan customer service tersebut memastikan.

"Cuma seribu perak!" jawab si duda lugas.

"Oh, itu masalahnya. Artinya, Jakarta lebih dekat..," terang karyawan customer service dengan tenang.

"Maksudnya lebih dekat??" tanya si duda bingung.

"Di Jakarta, bapak dikenakan tarif lokal. Kemungkinan surganya masih dekat, pak. Jadi lebih murah," jelas customer service tersenyum.

11 September 2009

Kisah Seorang Pendeta Di India

Ada seorang pendeta yang bernama Paul. Ia bertempat tinggal di sebuah kota besar di India. Ia seorang Baptis yang ditugaskan untuk memimpin sebuah jemaat di kota itu. Ia sering mengunjungi desa-desa di sekitar kota itu untuk mengabarkan Injil sehingga banyak jiwa percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Orang-orang Hindhu yang fanatik tidak suka bahwa banyak orang India menjadi orang Kristen. Pada suatu hari, beberapa orang Hindhu yang fanatik menyerbu masuk gereja dimana sedang diadakan kebaktian. Mereka menyeret pendeta Paul keluar gereja dan memukulinya secara bertubi-tubi. Mereka mengatakan, agar ia tidak mengabarkan Injil lagi. Jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan ketika ia boleh pulang dari rumah sakit itu, ia kembali ke gerejanya untuk berkhotbah lagi di depan jemaatnya.

Sekali lagi orang-orang Hindhu yang fanatik itu mengancam agar ia berhenti mengabarkan Injil, namun pendeta itu tetap mengabarkan Kabar Kesukaan. Akibatnya adalah bahwa mereka menghajarnya kembali sehingga seorang dari jemaatnya membewanya ke rumah sakit. Setelah sembuh dari luka-lukanya, ia kembali memimpin jemaatnya dan meneruskan pekerjaannya sebagai hamba Tuhan yang setia.

Karena ia tetap tidak mau menurut, maka kali ini mereka membawa puteri sang pendeta dihadapannya dan mengatakan akan membakar puterinya jika ia tetap tidak berhenti berkotbah. Ketika pendeta itu tetap tidak mau berhenti mengabarkan Injil, mereka mengguyur puterinya dengan bensin dan membakar tubuh anak perempuan itu. Ketika api sedang membakar tubuhnya, puterinya berseru, “Pap, janganlah berhenti mengabarkan Injil. Kabarkanlah, kabarkanlah Injil!!” Kemudian ia meninggal di depan ayahnya.

Lagi pendeta Paul mengabarkan Injil. Kali ini, orang-orang India yang fanatik itu manghajar hamba Tuhan yang setia secara habis-habisan. Mereka mengambil batu yang besar dan dengan batu itu mereka menghantam perut pendeta Paul dengan sekuat tenaga. Akibatnya, dubur pendeta itu hancur dan ususnya keluar melalui dinding perutnya yang jebol. Para anggota jemaatnya membawanya ke rumah sakit dan mereka mengira ia tidak ada harapan untuk hidup. Namun, ia tidak mati. Hanya sekarang ia harus mengenakan sebuah colostomy di perutnya karena duburnya yang hancur.

Sampai saat ini, pendeta Paul masih tetap mengabarkan Injil walaupun harus membawa colostomynya kemana dia pergi. Kesaksian ini dikisahkan oleh bruder Andy Leper yang bertemu dan berbicara dengan pendeta Paul bulan lalu. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi melalui email addressnya: peacefreek@aol.com

Membalikkan Keadaan

Rabu, 9 September 2009
“Membalikkan Keadaan”

Pdt. Petrus Agung Purnomo

Bahan Renungan : II Raja 4 : 1 – 7

Menurut tradisi orang yahudi, para Rabi mempunyai kesepakatan tentang seorang janda yang ditolong oleh Elisa, janda itu adalah jandanya obaja. Kalau kita melihat dalam I Raja 18 : 1 – 4; Obaja adalah seorang pegawai raja Ahab yang takut akan Allah, obaja memelihara 100 nabi ketika Izebel istri Ahab memberikan perintah untuk membunuh semua Nabi yang ada di Israel. Obaja ini memelihara seratus nabi dengan membagi dua kelompok, masing-masing kelompok berisi 50 orang. Obaja banyak mengeluarkan biaya untuk memelihara kehidupan para nabi itu selama 3 tahun, sehingga obaja mempunyai banyak hutang. Orang yang memelihara nabi akan menerima upah nabi juga. Ketika obaja meninggal anak dan istrinya harus menanggung hutang obaja, namun cerita itu tidak selesai sampai disitu. Tuhan menolong janda dari obaja beserta dengan anak-anaknya. Tuhan menolong mereka dengan luar biasa. Janda Obaja tidak menanggung hutang.

Pesan ke dua yang Tuhan mau katakan adalah : Pinjam bejana-bejana dan jangan terlalu sedikit. Tuhan mengatakan seberapa besar akan terjadi pembalikan keadaan adalah tergantung seberapa besar bejana atau tempayanmu. Pembalikkan keadaan tergantung dari seberapa rakus dan tamaknya engkau akan kelaparan akan kebenaran firman Allah. Kenapa saya memakai kata tamak dan rakus? Karena saya melihat kalau orang hanya merasa laparnya sedikit maka respon kepada Tuhannya juga sedikit atau kecil, jika kita mempunyai rasa tamak dan rakus akan kebenaran Tuhan maka akan terjadi pembalikkan keadaan menurut rasa rakus dan tamak akan kebenaran akan Allah. Pembalikkan keadaan terjadi sesuai dengan respon dan reaksi kita akan rakus dan lapar akan kebenaran Tuhan atau hal-hal dari Tuhan. Jika kita hanya sedikit lapar maka respon kita akan kecil, pelan dan lambat hal ini menunjukkan daya tampung yang sedikit.

Pesan Profetik :
Musim dingin telah berakhir bagi umat Allah di kota cirebon, musim semi telah tiba atas umat Allah di kota Cirebon. Musim semi akan memunculkan bunga-bunga yang indah dan menghasilkan buah-buahan. Cirebon tidak akan sama lagi, akan terjadi pembalikkan keadaan, melalui jemaat ini Tuhan akan munculkan pengajaran-pengajaran yang dari Tuhan dan akan memberkati bangsa ini. Jemaat Cirebon akan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

10 September 2009

Anakku Adalah murid Tuhan

Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan dan besarlah kesejahteraan mereka (Yes 54:13)

Elizabeth memandang Kyle, putranya yang berumur 15 tahun sedang berdiri di tempat pengambilan bagasi di bandara udara. Dia hampir tak mengenalinya karena Kyle berpakaian hitam-hitam dari kepala sampai ujung kakinya. “Mengapa dia berbuat seperti itu?”, tanya Elizabeth dalam hatinya sambil memperhatikan bibirnya, kukunya yang diwarna hitam dan rambutnya yang disisir lurus ke atas. Telinga dan hidungnya ditindik. Dia mengenakan jas sepanjang mata kakinya.

Sekarang ini diluar suhu amat panas! Elizabeth berpikir bukankah Kyle baru seminggu tinggal di tempat ayahnya yang telah berpisah dengan dirinya! “Mengapa Dale, mantan suaminya, mengirim dia pulang seperti ini!”, kata Elizaberth dengan geram.

Ketika Elizabeth mendengar orang banyak berbisik dan melihat sambil menunjuk-nunjuk ke arah Kyle, maka bangkitlah belas kasihnya kepada Kyle. Dalam hati Elizabeth berkata, ”Tuhan, aku ingin menunjukkan belas kasih dan cinta yang Kau berikan kepadaku saat aku memberontak kepada-Mu. Tolong bantulah aku untuk dapat bersabar terhadap Kyle.”

Kyle mulai mengunjungi ayahnya ketika Elizabeth dan Dale bercerai 2 tahun yang lalu. Elizabeth telah berdoa dan melepaskan Kyle dalam perlindungan Tuhan pada setiap kali mengunjungi ayahnnya. Setiap kali Kyle pulang, dia menjadi semakin gelisah dan suasana hatinya berubah-ubah. Kyle semakin sukar didekati. Kehadiran Tuhan menguatkan Elizabeth dan menolongnya untuk lebih sabar.

Dia tak henti-hentinya berdoa, “Tuhan, apapun yang terjadi, Kyle adalah anakku dan muridMu. Aku mengajarkan firmanMu. Dia mematuhinya dan memperoleh damaiMu.”

Suatu pagi di hari Minggu sebelum ke gereja, Kyle sengaja dengan keras kepala tak mau meninggalkan kamarnya. Ibunya menunggu selama 1 jam, dan akhirnya dengan santainya turun dari kamarnya ke bawah. Elizabeth tidak memarahinya, dia malah terdorong untuk berdoa dengan Kyle. Kyle tidak menolak ketika Ibunya berdoa dam memeluknya.

“Ibu, maafkan aku”, Kyle menangis. “Aku menjadi sangat bingung ketika mengunjungi ayah. Seakan dia membenci Tuhan dan tidak setuju dengan semua yang ibu ajarkan padaku dari Alkitab. Aku mencintai ayah, tapi setiap kali aku pergi ke sana telah membuat aku semakin buruk. Aku justru merasa damai ketika di rumah bersama Ibu.”

Ketika engkau mengajarkan firman Tuhan pada anak-anakmu, jangan mundur dan putus asa untuk berharap ketika mereka tak mematuhi. Tuhan bersama mereka seperti Dia bersamamu.

Engkau adalah busur dimana anak-anakmu sebagai panah yang hidup dilepaskan.

Diterjemahkan dari: “God’s Hand on my Shoulder”
Oleh: Rachel S. Winata

Musnahkan

Roma 6:12 : "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 72; Ibrani 6; Zefanya 1-3

Anda pernah mendengar Guam? Guam adalah sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Pasifik. Daratan Guam ini dipenuhi dengan ular-ular yang menjalar dengan liar.

Ular-ular pohon berwarna yang coklat merayap ke sana kemari, membunuh burung-burung di pulau indah itu juga ular-ular mengancam keselamatan penduduk. Karena kalau tidak hati-hati ular-ular inipun akan membunuh manusia dengan bisanya yang sangat beracun itu. Oleh sebab itu penduduk setempat bermaksud untuk memusnahkan ular-ular tersebut.

Sebenarnya ular-ular tersebut bukanlah berasal dari Guam, melainkan datang sebagai penumpang gelap di sebuah pesawat yang mendarat di Guam dan berasal dari Micronesia dan kemudian ular-ular ini berkembang biak menjadi ribuan jumlahnya.

Ular-ular itu terkenal rakus. Mereka telah menghabiskan 9 dari 11 spesies burung asli di kepulauan tersebut. Di samping itu ular-ular ini juga berbahaya bagi para relasi dagang yang datang ke Guam. Dan tentu saja hal ini akan merugikan kegiatan perdagangan di Guam, karena mereka akan takut datang ke pulau itu.

Seperti ular-ular mematikan itu berbahaya bagi Guam, demikian juga dengan dosa yang berbahaya bagi hidup kita bila kita tidak menghadapinya dengan sungguh-sungguh. Nafsu jahat, percabulan, keserakahan, kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan kebohongan dapat timbul dalam kehidupan orang Kristiani (Kolose 3:5-9).

Seperti ular, dosa dapat bertumbuh, berkembang biak, dan akhirnya menguasai Anda. Dosa juga dapat menghancurkan keefektifan Anda dalam melayani Kristus dan merusak kesaksian kita tentang Dia.

Jalan keluarnya adalah berkata tidak terhadap dosa (Roma 6:12). Bukan hanya itu saja, Anda juga perlu memusatkan perhatian pada Kristus dan firman-Nya, "Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi." Kita juga harus mematikan dosa-dosa yang berusaha merasuki kehidupan kita (Kolose 3:2,5,16). Itulah jalan keluar untuk memusnahkan dosa!

Dosa seperti ilalang di kebun, bersihkan mereka atau mereka akan tumbuh semakin liar

Jawaban.com

09 September 2009

Kembangkan Kepemimpinan

Amsal 31:4-5 : "Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras. jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 71; Ibrani 5; 2 Tawarikh 33-34

Mulai akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an orang berbicara tentang "menemukan diri sendiri", dimana mereka berlomba-lomba mencari tahu suatu cara untuk merasa puas atas diri sendiri. Seperti menjadikan "kebahagiaan" sebagai tujuannya, kepuasan diri diidentikkan dengan hal-hal yang membuat hati senang.

Tetapi, pengembangan pribadi berbeda. Tentu, pada sebagian waktu, pengembangan pribadi akan membuat Anda merasa senang, tetapi itu adalah hasil sampingan, bukan tujuannya. Pengembangan pribadi adalah sebuah panggilan yang lebih tinggi; itu merupakan pengembangan potensi kita sehingga kita dapat menggenapi maksud kita diciptakan.

Ada saatnya pengembangan pribadi memang memuaskan, tetapi pada saat-saat lain tidak demikian. Tetapi, tidak peduli bagaimana itu membangkitkan perasaan kita, pengembangan pribadi selalu mempunyai suatu pengaruh: menarik pada tujuan hidup kita. Seperti yang dikatakan Rabbi Samuel M. Silver, "Mukjizat terbesar adalah bahwa kita tidak perlu mewujudkan masa depan sekarang, tetapi kita dapat memperbaiki diri jika kita menggunakan potensi yang dinamakan Allah dalam diri kita."

Kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan yang memfokuskan pada peningkatan diri orang itu, bukan keberhasilan yang telah dicapainya

Jawaban.com

Allah Bapa

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? 

"Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tersebut.

Minggu berikutnya, guru tersebut menagih PR dari setiap murid yang ada.

"Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter.

"Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!"

"Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar anak yang lain.

"Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar."

"Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga, "Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."

"Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!", ujar seorang anak tidak mau kalah.

"Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat.

Guru tersebut tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak-anak lain.

"Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?", ujar ibu guru dengan lembut.

Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak-anak yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.

Eddy hampir-hampir tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab, "Ayah saya seorang pemulung... jadi  saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung."

Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan.

"Eddy," ujar ibu guru lagi.

"Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"

Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab, "Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya."

Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

08 September 2009

Prophetic Journey Bengkulu Hari Ke 4

Hanya satu kata Luar Biasa Tuhan Yesus itu, apa yang Dia kerjakan selama perjalanan kami di Bengkulu. Puji Tuhan, kami semua bisa melewati dengan dengan luar biasa.

Pagi hari kami sarapan pagi dan siap – siap check out dari Hotel Madelin, kami pergi ke GBI Bengkulu untuk melayani di GBI Riak Siabun. GBI Riak Siabun adalah salah satu cabang dari GBI Bengkulu. GBI ini digembalakan oleh seorang ibu yang mempunyai tiga anak. Ibu Harni ini sejak anak – anaknya masih kecil ditinggal oleh suaminya untuk menghadap Bapa di Surga, Ibu ini dengan tekun menggembalakan jemaat di desa, perjalanan yang kami tempun sekitar 8 km dari kota Bengkulu. Jalan yang harus kami lalui dengan menggunakan mobil adalah jalan yang berbatu2 dan bila hujan sangat becek dan lengket. Kami di antar oleh Bapak Rendra, seorang hamba Tuhan yang saat ini duduk di kursi DPRD Kota Bengkulu. Mujijat Tuhan yang beliau katakan bahwa ia bisa duduk dikursi DPRD kota, sepanjang sejarah baru periode kali ini ada seorang anak Tuhan duduk di kursi DPRD Kota Bengkulu.

Sungguh membuat kami terharu, kami melihat jemaat ibadah dengan segala keterbatasan, alat musik yang sederhana dan lagu – lagu rohani yang lama. Bagi saya pelayanan ini merupakan kehormatan, kami di Jawa sangat nyaman segala fasilitas tersedia. Jujur, selama ini saya pikir saya adalah orang yang tidak pandai berbicara, saya cenderung pendiam, saya pikir saya akan menyampaikan kotbah hanya 10 menit ternyata saya bisa berbicara sekitar 30 menit.

Baca selengkapnya..

Sumber : Generasi Yoel

Prophetic Journey Bengkulu Hari Ke 3

Prophetic Journey Bengkulu
Hari Ketiga
Sabtu, 29 Agustus 2009

Indahnya mentari yang terbit dari ufuk timur kota Bengkulu, begitu hangatnya menyinari bumi ini, Puji Tuhan hari ketiga sudah kami lalui bersama Tuhan Yesus Kristus. Kami tim Bengkulu sebelum melakukan tugas kami, kami menyiapkan diri dalam doa dan perjamuan kudus.

Sekitar jam sembilan pagi kami berangkat ke GBI Bengkulu untuk sama – sama melakukan doa keliling dan disertai doa dan puasa. Jam 10.00 pagi kami menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan Yesus Kristus. Jam 11.00 kami melakukan doa keliling dengan dua buah kendaraan. Puji Tuhan kami disertai dengan 13 orang pendoa dari kota Bengkulu.

Route doa keliling kami mulai dari titik 0 km di Benteng Malborough, kemudian kita menyusuri kota Bengkulu. Setiap pintu – pintu gerbang kota kami mendoakannya, kami menutup setiap pintu masuk kuasa kegelapan yang akan masuk ke kota Bengkulu. Kami juga membuka pintu gerbang kota Bengkulu agar berkat dari Tuhan Yesus Kristus masuk ke kota ini. Kami juga masuki ke pintu gerbang pelabuhan (Tanjung Bai). Kami melakukan doa keliling sekitar dua jam.
Setelah doa keliling kami pulang ke GBI Bengkulu untuk doa penutup dan setelah itu kami melanjutkan dengan makan siang (buka puasa) bersama pengurus GBI Bengkulu (Ibu Gembala, Wakil Gembala dan Ibu Yunita).

Baca selengkapnya..

Terbiasa

II Timotius 2:1 "Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 70; Ibrani 4; 2 Raja-raja 20-21

Ada sebuah kisah tentang seorang lelaki tua yang pensiun setelah bertahun-tahun bergabung dalam Angkatan darat Inggris. Suatu hari, ada temannya yaitu seorang pria yang mengetahui benar tentang sejarah karier militernya yang panjang dan istimewa itu, berniat untuk mengerjainya.

Saat lelaki tua itu berjalan kaki dengan kedua tangannya yang dipenuhi dengan barang bawaan, temannya yang iseng itu kemudian mengendap-endap mendekati lelaki tua tersebut dan kemudian setelah pria iseng itu berada di belakangnya ia pun berteriak, "Perhatian!" kemudian tanpa ragu sedikitpun, lelaki tua itu langsung merapatkan kedua tangannya di samping tubuhnya dalam posisi siap. Akibatnya, semua barangnya berjatuhan di trotoar. Kemudian tertawalah pria yang iseng itu.

Tanpa sadar, apa yang dilakukan oleh lelaki tua adalah gerakan yang sudah menjadi kebiasaanya saat ia aktif dalam dunia kemiliteran. Sehingga hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.

Demikian pula, sebagai pengikut Kristus, jika Anda mengatakan bahwa Anda hidup dalam Kristus dan Anda pun aktif dalam kegiatan pelayanan rohani, Anda seharusnya menanggapi segala sesuatu dengan cara yang sesuai dengan pola hidup Anda. Perilaku dan perkataan Anda harus senantiasa selaras dengan teladan hidup Yesus Kristus.

Memang, pada kenyataanya, Anda pasti masih berurusan dengan keinginan-keinginan yang penuh dosa, oleh karena itu Andas perlu mendisiplinkan diri Amda sendiri untuk menjadi orang yang dikehendaki Allah. Seperti halnya prajurit atau atlet yang berlatih (II Timotius 2:3-5), Anda pun berlatih berulang kali sampai kita terbiasa melakukannya dengan benar.

Melalui iman dalam Kristus, Anda adalah anak-anak Bapa Surgawi. Dengan kuasa Roh yang berdiam dalam hati, marilah mengembangkan kebiasaan untuk taat pada Firman Allah. Kemudian dalam setiap situasi kehidupan, Anda akan menyadari bahwa menaati Dia berarti terbiasa melakukan kehendak-Nya dengan benar.

Bila Anda berjalan bersama Kristus setiap waktu Anda akan menjadi semakin serupa dengan-Nya

Jawaban.com

Seorang Sarah

Pada pertengahan Desember yang dingin dan berangin, Sarah berjalan dengan agak tergesa-gesa menuju ke penampungan umum, sebuah tempat dimana dia dan 2 orang anaknya yang kecil menyebutnya sebagai rumah selama tiga bulan terakhir. Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya.

Selama lima hari terakhir, Sarah sangat beruntung dapat menemukan pekerjaan. Meski bukan pekerjaan yang memberikan uang cukup baginya. Tetapi dia merasa senang karena dia dapat bekerja. Jaman sekarang adalah tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap dan gaji yang besar, hanya dengan bermodalkan ijazah SMA.

Bahkan hal itu akan semakin sulit jika anda adalah seorang wanita dan seorang ibu tunggal serta tidak mempunyai alamat tetap. Sarah bekerja paruh waktu sebagai pencuci piring di sebuah 'café'. Dan itu juga bukan pekerjaan yang tetap. Karena Sarah menggantikan tempat seorang pegawai yang sedang sakit.

Dan hari ini merupakan hari yang terakhir untuk Sarah bekerja menggantikan orang tersebut. Tetapi selama lima hari ini Sarah dapat memberi kedua anaknya makanan yang hangat dan cukup. Dan untuk sekarang, hal itu lebih dari apa yang dia inginkan.

Sarah berjalan menuju ke penampungan umum itu, kedua anaknya sedang menunggunya dengan perut yang kosong, dia memperhatikan keadaan sekitarnya banyak orang yang berlalu lalang tidak seperti biasanya. Karena Hari Natal akan tiba sebentar lagi.

Jalanan penuh sesak dengan orang-orang yang keluar masuk dari toko satu ke toko lainnya berbelanja untuk hari Natal. Sarah teringat bahwa dua tahun yang lalu, seperti waktu ini, dia juga sangat sibuk berbelanja untuk Natal.

Sarah dan suaminya berpergian bersama beberapa hari untuk mencari hadiah yang tepat bagi anak-anaknya. Semua tampaknya berjalan dengan baik. Sarah menjaga kedua orang anaknya dan rumah, sementara suaminya sibuk bekerja memperbesar usahanya.

Uang mengalir begitu mudahnya waktu itu.
Anak-anak suka dengan hadiah yang mereka terima. Merek berempat merayakan kebaktian Natal di gereja. Dan menyalami banyak orang yang bersama-sama memperingati kelahiran sang Juruselamat yang menjelma menjadi seorang bayi Yesus.

Tepat pada malam Tahun Baru, ketika Sarah dan suaminya pulang mengendarai mobil dari sebuah pesta, di sebuah perempatan jalan..tiba-tiba... sebuah mobil 'sport' menabrak samping mobil mereka tepat pada bagian pengemudi...dimana suami Sarah menyetir.

Sarah mengalami luka-luka kecil, tetapi suaminya mengalami pendarahan otak yang hebat. Dan...suaminya...tidak pernah bangun kembali... Sarah tidak pernah dapat melupakan siang hari yang dingin itu...ketika mereka meletakkan tubuh suaminya....di liang kubur.

Beberapa bulan kemudian, usaha suaminya ditutup, rumah mereka disita oleh bank. Dalam duabelas bulan, mobil mereka dan alat-alat perabot mereka terjual. Dan tiga bulan yang lalu, Sarah dan kedua anaknya diusir dari apartemen mereka. Lima bulan sewa tak terbayar. Semenjak itu mereka tinggal di penampungan umum.

Sarah tetap berjalan, dan dia berhenti pada depan sebuah toko perabot rumah. Didalam toko tampak sebuah televisi besar, seperti yang pernah dipunyainya dulu, menyiarkan sebuah acara mencari dana untuk hari Natal. Dengan menampilkan banyak artis-artis terkenal.

Seorang pengusaha terkenal maju ke depan dan memberikan sebuah 'cheque' dengan tertulis 5 juta dollar kepada panitia. Dan seketika penonton bangkit berdiri dan memberikan tepuk tangan yang panjang. Satu demi satu, pengusaha, bintang film, penyanyi, politikus maju kedepan dan menyumbangkan uang yang besar jumlahnya, seperti mereka hendak berlomba siapa yang terbanyak. Penonton pun semakin ramai bertepuk tangan.

Seorang penyanyi mendorong penonton untuk ikut menyumbangkan uang mereka. Lalu penyanyi itu menyanyikan sebuah lagu Natal sampai mengeluarkan air mata. Dengan tak sadar dari mata Sarah keluar air mata pula. Dia teringat ketika dia masih mampu menolong para tetangga yang sedang kekurangan. Tetapi sekarang dia tidak mampu lagi.

Dia tidak tahan untuk menonton lebih lama lagi, dan dengan cepat dia berlalu dari depan toko itu. Dibukanya dompetnya terlihat uang dua puluh dollar, hasil kerjanya siang hari ini. Tidak banyak. Tetapi paling tidak hal itu cukup untuk mengenyangkan dia dan anaknya malam ini.

Ketika Sarah mendekati toko makanan dan hendak masuk ke dalamnya, dia memperhatikan di samping pintu masuk toko, dua anak lelaki kecil, mungkin berumur 10 dan 13 tahun, yang sedang duduk di atas trotoar yang dingin, dengan saling berpelukan. Tubuh mereka terbungkus dengan selimut tua yang kotor. Tetapi selimut itu tidak dapat menutup semua tubuh mereka. Kaki mereka tampak memakai sepatu olahraga yang tidak sepasang. Anak lekaki yang lebih kecil sepatunya berlubang sehingga kelihatan jempol kakinya.

Rambut mereka kotor dan berminyak. Wajah dan kulit mereka tampak sekali kedinginan dalam keadaan yang beku seperti itu. Dan di depan mereka tampak sebuah kaleng kosong. Banyak orang yang keluar masuk dari toko makanan itu tetapi tidak banyak yang memperhatikan kedua orang anak lekaki itu. Sarah mendekati mereka.

Anak lelaki yang lebih besar mendongakkan kepalanya dengan pandangan mata yang sayu. Secara otomatis tangan Sarah membuka dompetnya dan memegang uang 20 dollar miliknya. Sarah termenung sejenak dan berpikir kedua anaknya sedang menunggunya pulang untuk membawa makanan yang hangat malam ini.

Duapuluh dollar tidaklah banyak. Tetapi dengan uang sebesar itu cukup berarti bagi Sarah saat ini. Dan itulah uang hanya dia punya.

Anak lelaki yang besar memeluk adiknya yang kedinginan lebih erat lagi. Kemudian tanpa ragu lagi, Sarah mengambil uang 20 dollar miliknya, dan memasukkan ke dalam kaleng kosong itu. Dan dengan cepat dia berbalik kembali ke penampungan umum tanpa menoleh sekalipun ke arah toko makanan itu.

Dari belakang, Sarah dapat mendengar suara anak lelaki yang lebih besar, membangunkan adiknya "Lihat...uang!" Dan Sarah tetap berjalan menjauh, dengan desiran angin, dia dapat mendengar perkataan anak lelaki yang besar, "Terima kasih..."

Maka malaikat pun bersorak dan Tuhan tersenyum dari surga.

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." Lukas 21:1-4