Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

12 September 2009

Humor : Telepon Istri Di Surga

Seorang duda yang baru ditinggal mati istrinya baru saja membeli ponsel PDA baru sekaligus kartu SIM-nya. Tak kuasa menahan rindu pada sang istri, dia pun langsung melakukan panggilan ke istrinya di surga dari kota Nganjuk, Jawa Tengah, selama satu jam. Dan ternyata, setelah pulsanya dicek, si duda baru saja menghabiskan pulsa hingga Rp500 ribu atas panggilan tersebut. Sontak si duda kaget. Dia gusar sepanjang perjalanan pulang ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, si duda masih penasaran dengan penghitungan tarif telepon yang demikian besar. Lalu dia coba melakukan panggilan ke istrinya lagi di surga selama satu jam, dan ternyata dia hanya dikenakan biaya Rp1000. Akhirnya si duda memutuskan untuk melampiaskan amarahnya di meja customer service (CS) salah satu operator telekomunikasi ternama di Jakarta.

"Saya mau protes! Kenapa selisihnya begitu besar? Padahal durasinya sama," bentak si duda kepada customer service yang meladeninya.

"Dari Nganjuk habis Rp500 ribu. Dari Jakarta?" tanya karyawan customer service tersebut memastikan.

"Cuma seribu perak!" jawab si duda lugas.

"Oh, itu masalahnya. Artinya, Jakarta lebih dekat..," terang karyawan customer service dengan tenang.

"Maksudnya lebih dekat??" tanya si duda bingung.

"Di Jakarta, bapak dikenakan tarif lokal. Kemungkinan surganya masih dekat, pak. Jadi lebih murah," jelas customer service tersenyum.

0 comments:

Post a Comment