Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

09 June 2009

Hidup Anak Belajar Dari Lingkungan

Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela, kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.

Jika anak biasa hidup dalam permusuhan, kelak ia akan terbiasa menentang danmelawan.

Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.

Jika anak biasa hidup dikasihani, kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.

Jika anak biasa hidup diolok-olok, kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu.

Jika anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri, kelak ia akan terbiasa merasa bersalah.

----------------------------------------------------------------------------------------------

Jika anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami, kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar.

Jika anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan, kelak ia akan terbiasa percaya diri.

Jika anak biasa hidup banyak dipuji, kelak ia akan terbiasa menghargai.

Jika anak biasa hidup diterima dilingkunganya, kelak ia akan terbiasa mencintai.

Jika anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan, kelak ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.

Jika anak biasa hidup jujur, kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran.

Jika anak biasa hidup mengenyam rasa aman, kelak ia akan terbiasa percaya diri dan mempercayai orang-orang disekitarnya.

Jika anak biasa hidup diperlakukan adil, kelak ia akan terbiasa dengan keadilan.

Jika anak biasa hidup mendapatkan pengakuan dari sekelilingnya, kelak ia akan terbiasa menetapkan sasaran langkahnya.

Jika anak biasa hidup ditengah keramah-tamahan, kelak ia akan terbiasa berpendirian : “Sungguh indah dunia ini.”

Bagaimana dengan Anda??

** Dorothy low Noffe (Children Learn What They Live With)