Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 September 2008

Impian Seorang Mahasiswi 87 Tahun

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?"

Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.

"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.

"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!", katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya.

Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan."

"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

* * * * *

Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan. 
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.

Agen Rahasia

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalam-Nya" - Efesus 2:10

Ada seorang anak kecil yang bernama James, direkrut untuk masuk dalam pelatihan dinas rahasia negara. James dilatih untuk menjadi kuat dalam segala medan, menaati komandannya dalam segala keadaan. Dia belajar disiplin dan apa itu arti kesetiaan. Jwa nasionalis dan patriot untuk rela mati bagi negaranya sudah tertanam kuat di dalam jiwanya.

Setelah lulus, tiba saatnya untuk James mulai bertugas unutk menjadi duta di sebuah negara musuh. Misinya jelas, menjadi duta bagi negaranya untuk mendapatkan berbagai informasi demi kepentingan negaranya. Maka di mulailah sebuah babak baru dalam hidupnya yang sangat berbeda dengan yang selama ini kita alami.

Setibanya di negara yang dituju, James diharapkan bisa terhubung dengan banyak orag disana, belajar bahasanya dan hidup mirip dengan orang-orang disana. Namun, jika seharusnya dia hanya hidup seperti orang-orang di negara itu tapi tidak terpengaruh olehnya, justru yang terjadi sebaliknya. James jatuh cinta dengan seorang polwan. Hal ini membuat dia lupa dengan misi utamanya. Tidak hanya itu, James juga sangat menyukai makanan khas negara itu, musiknya, pantainya dan terlebih pekerjaan barunya sebagai pelatih olah raga.

Hati James mulai berubah, dia lebih memilih negara musuh, daripada negara yang mengutusnya. James lupa kalau dia bukan berasal dari negara barunya. Dia adalah agen negara yang mengutusnya dan hidupnya hanya sementara di negara musuh. Sewaktu-waktu dia bisa ditarik kembali. And mission not accomplished!

Kita bukan warga negara dunia ini. We don't belong here. Kita adalah warga negara surga yang datang ke dunia dalam waktu yang singkat. Tugas kita jelas, Merepresentasikan Tuhan yang mengutus kita, dengan spesifikasi pekerjaan tertentu. Tapi kita mudah untuk berbalik menjadi musuh Tuhan. Maksudnya bagaimana? Kita menjadi musuh Tuhan dengan mencintai dunia ini. Kita berinvestasi untuk hal-hal yang sementara di dunia ini. Hidup kita dihabiskan unutk memuaskan hal-hal di dunia ini. Misi kita tidak sukses.

Ingat, hidupmu cuma sementara di dunia ini dan kita bukan berasal dari dunia ini. Jika kamu mau hidupmu berhasil, jangan memandang keberhasilan itu seperti dunia memandanginya. Keberhasilanmu hanya bisa ditentukan oleh Tuhan. Tetap terkoneksi dengan-Nya untuk selalu update dan synchronize misimu.

Sumber : Devoted

Humor : Kumpulan

BINATANG PALING ANEH

Kita hendak tidur malam, seorang badut ditanya oleh anaknya.

"Pak, binatang apa yang paling aneh di dunia?"

"Belalang kupu-kupu, Nak!", sahut sang ayah.

"Soalnya kalau siang makan nasi, kalau malam minum susu. Aneh kan?"

 

WARNA GUNUNG

Amir dan Tuti sedang berlibur. Suami istri itu sedang duduk santai di sebuah villa menghadap gunung. Sambil menatapi pemandangan indah yang dilatari gunung membitu itu mereka bercakap akrab.

"Kenapa gunung itu berwarna biru?", tanya Amir.

"Karena kalau warnanya putih nanti takut disangka tumpeng!", sahut Tuti sambil senyum.

 

HARI KIAMAT

Seorang pelukis reklame bertanya kepada seorang nabi pemberita hari kiamat. Katanya, "Anda ingin memesan poster yang bertuliskan, 'Dunia akan berakhir besok', lalu, kapan Anda akan mengambil pesanan poster Anda?"

Arsip Weekend's Scripture - Yeremia 29:11

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:11