Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 November 2009

Ingin Membagikan Artikel Bertema Natal?

Shalom,

Natal hampir tiba, kami mengajak siapa saja yang ingin membagikan cerita-cerita / artikel-artikel bertema Natal yang akan kami tampilkan di rumahrenungan.com. Yang ingin membagikan koleksi cerita / artikel-nya bisa kirim ke samuel@rumahrenungan.com atau ke samuelms@ovi.com, tulis "For Christmas" di SUBJECT emailnya.

For more information please visit here.

Thank you... And we waiting... JBU all.. :)

Bazaar Dana Peduli Indonesia

Bazaar Dana Peduli Indonesia


Hari / Tanggal : Minggu 15 Nov 2009
Jam                 : 14.00 - 17.00
Tempat           : Gedung Gratia
                         Jln. Dr. Sudarsono 32
                         Cirebon.

Jika ada yang mau mampir ke Cirebon, jangan lupa berkunjung ke Bazaar.. :)

JBU all…

Keagungan Dan Kesederhanaan

Impresario konser, Sol Hurok pernah menyatakan bahwa Marian Anderson, bukan saja sudah menjadi besar, tetapi di samping itu ia memiliki sifat rendah hati. Ia mengatakan,” Beberapa tahun lalu seorang wartawan mengadakan wawancara dengan Marian dan bertanya kepadanya untuk menyebut saat-saat yang besar dan tak terlupakan dalam seluruh hidupnya.

Pada saat itu, aku berada di kamar riasnya dan aku ingin tahu apa jawabnya. Aku tahu bahwa ia telah mengalami begitu banyak saat besar dalam hidupnya. Misalnya, saat Toscanini memujinya, bahwa ia mempunyai suara yang terindah di seluruh negeri.

Selanjutnya, konser pribadi yang ia persembahkan di White House untuk keluarga Roosevelt dan Ratu serta Raja dari Inggris. Kemudian, ketika ia menerima penghargaan Bok Award sejumlah $10.000, sebagai seorang yang berprestasi bagi kota kelahirannya, Philadelphia.

Dan di atas semua itu, ketika hari Paskah di Washington, saat ia berdiri di bawah patung Lincoln dan menyanyi untuk hadirin sebanyak 75.000 orang, termasuk anggota Kabinet, para hakim dari Mahkamah Agung dan sebagian besar dari anggota Perwakilan Rakyat.

Dari saat-saat yang besar itu, ia hendak memilih yang mana?

“Tidak ada yang ia pilih di antara saat-saat yang telah membesarkan namanya”, kata Hurok.

“Nona Anderson menjawab kepada wartawan itu bahwa saat yang paling besar dalam hidupnya adalah, pada hari dia pulang rumah dan mengatakan kepada ibunya bahwa mulai hari ini, ia tidak perlu mencuci pakaiannya sendiri.”