Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

06 March 2009

Pesan Tuhan Untuk Umat-Nya

Ringkasan Kotbah
Ibadah JKI Anugerah
Rabu, 4 Maret 2009

Ev. Rachel Indriati Wenas Tjipto

Bahan Renungan : Nehemia 2 : 1 – 10

Ketika saya berdoa untuk mempersiapkan kotbah buat jemaat Tuhan di Cirebon, Tuhan memberikan pewahyuan baru dari Nehemia 2 : 1 – 10. Sebelumnya saya belum pernah menyampaikan kotbah dari Nehemia 2 : 1 – 10 seperti sekarang ini. Ada beberapa pesan Tuhan untuk jemaat Tuhan di Cirebon :

1. Ketika Aku Mengangkat Anggur dan Menyampaikannya kepada Raja

Tuhan berkata kepada saya : Jemaat Tuhan di Kota Cirebon menyampaikan anggur kepada Tuhan. Anggur sebagai lambing cinta dan sukacita harus dipersembahkan kepada Tuhan oleh jemaat Tuhan di Cirebon. Sudah lama jemaat di Cirebon tidak memberikan sesuatu kepada Tuhan yang menggetarkan hati Tuhan.

Sebagai Ilustrasi : beberapa hari yang lalu anak saya Steven pulang dalam keadaan kaki yang terluka, ada daging yang tersobek, namun Steven hanya bilang minta diobati. Dia tidak menceritakan kepada saya, tetapi ketika saya mendengar berita dari teman – temannya bahwa steven terjatuh dari motor. Saya sebagai ibunya tidak mengetahui bahwa ia sedang mempunya hobi baru yaitu trek-trekan motor. Lalu saya pulang dan bertanya kepada steven, steven kamu kenapa tidak bilang sama mama, lalu jawabnya saya sudah minta maaf dan sudha terjadi ya nasib. Lalu saya ajak bicara steven : steven, dulu kalau kamu pergi pasti kamu bawakan mama sesuatu, sekarang sudah lama tidak pernah dilakukan lagi. Kamu dulu setiap hari selalu bawakan mama bunga dan suka mencium mama setiap hari kenapa sekarang tidak. Lalu jawab steven : ya sudah nasib ! dengan cuek ia pergi meninggalkan saya. Demikian juga Tuhan saat ini merasa sedih karena saudara – saudara di Cirebon sudah tidak ada gelora cinta, cuek ama Tuhan. Ada sesuatu yang hilang di jemaat Tuhan di Kota Cirebon . Hubungan yang intim dengan Tuhan sudah hilang, banyak orang yang kehilangan hubungannya dengan Tuhan.

Seringkali sudah merasa capai, kita kecewa dengan keadaan sehingga tidak ada sukacita lagi yang kita rasakan, semua yang kita lakukan adalah rutinitas. Saat ini Tuhan tidak ingin alasan kita, Tuhan inginkan pertobatan kita. Tuhan ingin kita dekat dengan Tuhan. Jemaat di kota cirebon memang bertumbuh namun tidak ada cinta kepada Tuhan.

2. Nehemia 2 : 2 – 4

Tuhan tidak sedang marah kepada jemaat cirebon , Tuhan tidak akan menghukum jemaat cirebon . Tuhan bertanya kepada saudara : Jadi, apa yang kau inginkan ?

Saat ini saya rasakan jemaat cirebon tidak ada api, semua melakukannya karena tugas dan kewajiban saja. Semua kegiatan dilakukan dengan rutinitas saja. Saudara saat ini tuliskan apa yang saudara inginkan ? Saudara tuliskan saat ini baik itu di Alkitabmu atau di secarik kertas.

Saudara lakukan apa yang ada dengan sukacita. Saat ini saya bisa merasakan hati Tuhan perih karena sesuatu hal, Ia mau kita mengerti hatinya Tuhan. Sukacita adalah buah Roh.

Saudara jika saat ini kita mau menuliskan keinginan kita, berdoalah kepada Allah semesta langit, minta petunjuk dari Roh Kudus. Saya merasakan masih banyak potensi di jemaat Cirebon yang belum keluar, masih banyak selubung yang belum dibukakan. Saudara harus temukan cara intim dengan Tuhan sendiri, saudara tidak bisa ikut gaya ibu Nany, gaya pak Yusak, gaya saya atau gaya Pak Agung, sebab setiap orang mempunyai cara intim yang berbeda – beda setiap orangnya.

3. Nehemia 2 : 6 – 7

Hari – hari ini Tuhan sangat rindu untuk mengutus kita jemaat cirebon , ada beberapa orang yang berani berkata : Tuhan, utuslah aku. Saya merasakan ada beberapa orang yang diutus untuk sekolah, pelayanan yang baru, pekerjaan baru dan daerah yang baru. Tuhan akan utus kita dalam beberapa waktu, ada jangka waktunya.

Tuhan sudah sediakan dan tangan Tuhan yang murah sedang terulur pada kita dan Tuhan akan melindungi kita. Bulan maret ini jemaat Tuhan Cirebon akan mengalami kemurahan dan kemudaahan dari Tuhan. Tuhan sudah siapkan surat yang siap dicap, akan ada pasukan yang mengawal jemaat Cirebon . Tuhan akan berikan kemenangan kepada jemaat Cirebon . Pasukan yang kuat dan pasukan berkuda akan mengawal jemaat Cirebon .

Meskipun masih banyak orang – orang yang tidak suka dengan keberadaan jemaat Cirebon , masih banyak musuh dan mata – mata. Tuhan katakan tetap tenang dan melangkah bersama Tuhan.

Tak Menangis Saat Kalah

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian tersebut.