Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

26 March 2008

Menghadapi Yang Tidak Percaya

Yoh 20: 24-31 : Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin membuktikan sendiri.

Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.

Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang yang kita layani.

Kisah berikut kiranya menjadi inspirasi bagi kita. Seorang hamba Tuhan melayani sebuah kelompok pemahaman Alkitab buat remaja.

Salah seorang remaja yang dia pimpin harus menghadapi perceraian orang tuanya. Kesedihan dan kemarahan yang terpendam di dalam diri si remaja akibat perceraian tersebut, membuat dia ingin menguji kasih Yesus dan kasih hamba Tuhan yang melayani dia. Tantangan ini membuat si hamba Tuhan bertekun dalam doa, meminta Allah menganugerahkan kesabaran Ilahi untuk melayani si remaja. Dua tahun kemudian, si remaja memutuskan untuk menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh.

Humor : Sudah, sejak bunyi pertama

Sepasang suami istri baru menikah, si suami ingin memberikan surprise pada istrinya. Suatu hari si suami berkata kepada istrinya, "Sayang, kita pergi yuk, tapi mata kamu harus ditutup yah...!"

"Kok harus ditutup sih mas...?", kata istrinya.

"Yah, pokoknya ada sesuatu untukmu....."

Merekapun berangkat dengan menggunakan taxi.
Begitu sampai di tempat yang dituju mereka turun, si suami mengajak istrinya masuk ke rumah baru yang dijadikan sebagai surprise untuk istrinya, tapi si suami masih belum mengijinkan istrinya membuka tutup mata.

Ternyata si istri ingin buang angin, tapi karena masih malu sama
suaminya, si istri pura-pura minta tolong dibikinin minuman "Mas, ambilin saya minum dong...!"

Suaminya kemudian pergi mengembil minuman. Ketika suaminya pergi, si
istri buang angin "tuuuut.."

Pas si suami datang membawa minuman, ternyata si istri masih ingin
buang angin. Akhirnya dia bilang ke suaminya ...

"Mas minumannya kurang manis, tambahin gula lagi yah...."


Si suami pergi lagi untuk menambahkan gula pada minuman istrinya.
Ketika suaminya pergi, si istri kentut lagi "tuuuuuut...."

Kemudian si suami datang lagi untuk memberikan minuman, tapi ternyata
si istri masih ingin buang angin. Akhirnya dengan berberat hati si istri minta ditambahkan gula lagi. Saat si suami pergi, istrinya kembali buang angin "Tuuuuut"

Akhirnya si istri merasa lega karena telah selesai dari keinginan buang anginnya. Ketika si suami tiba dan menyerahkan minuman, si suami membuka tutup mata si istrinya, si istri terkejut karena ternyata di rumah sudah banyak orang dan disampingnya ada mertuanya, sambil malu-malu si istri bertanya pada mertuanya,
"Oh Bapak, sudah lama datang..?"

Kemudian sang mertua menjawab,
"Sudah, sejak bunyi pertama..."

Kesempatan & Pilihan

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan
pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu bukan
kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah
pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah
pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil". Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan
pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah
pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Walk Uprightly

Today's Scripture

“For the LORD is righteous, he loves justice; upright men will see His face” (Psalm 11:7).

Today's Word from Joel and Victoria

Our God is a god of justice! He loves truth, and He loves what is right. The Bible promises that if we follow His plan and walk uprightly before Him, we will see His face. And God wants you to see His face. He wants to reveal Himself to you in ways you never imagined. Walking uprightly simply means following the Word of God with a humble heart. It means you have a heart to do what is right in the eyes of the Lord. In this day and age, people have so many different ideas of what they think is right, but God is the same yesterday, today and forever, and His standard, the Word of God, will never change. The Bible also says in Psalm 84, that no good thing will He withhold from those who walk uprightly. God longs to pour His blessing and goodness on your life. Choose to follow His Word and allow Him to work His purposes on the inside of you. As you do, you will walk uprightly and see His face and experience His hand of blessing in every area of your life!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I submit myself to Your ways. I choose to walk uprightly before You because I long to see Your face. Thank You for guiding and blessing every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

The Story Of Soul

Author Unknown

There once was a man named Soul who was walking in a garden. He was whistling a real sweet tune for he was saved and had the joy of the Lord, but he was a baby Christian. As Soul was walking, a beautiful and seductive woman came out from behind a tree. Soul was very startled. He said, "Hello, I'm Soul, what is your name?"

She replied, "I am Temptation, I have what you want."

"What do I want?" replied Soul.

"You want to do all things which are of the flesh," said Temptation.

Soul replied, "O.K., lead me."

So he and Temptation went off and fulfilled the desires of the flesh. When Soul returned to the garden, he met a man named Condemnation. Condemnation said, "Hey, I see you have met my friend, Temptation."

Soul said, "Yes, who are you?"

"I am Condemnation, I come after Temptation. We work hand-in-hand". Then Condemnation jumped on Soul's back and began to beat him. He hit him in the face and kicked him when he was down. This went on for several days.

On about the third day, a man named Mercy came running and said, "I command you, Condemnation, to stop beating Soul."

Condemnation snickered, "Make me."

So Mercy unsheathed his sword and cut Condemnation in two.

As Soul watched in astonished pain, he was overtaken by the power of Mercy. Mercy walked up to Soul and said, "I have dealt with Condemnation before. He should not show up around you anymore."

Soul replied, "How can I ever thank you?"

"Well," replied Mercy, "I was sent here by God and He told me to introduce you to a dear friend of mine. His name is Redemption."

Redemption walked up and said, "Hello Soul, I see that you are not doing well."

Soul replied, "Not until Mercy came along. It is a pleasure to meet you Redemption."

"Well", said Redemption," I am glad to meet you. Are you ready to accept me?"

"What do you mean?" asked Soul.

Redemption said, "Well, when you accepted Jesus and decided to walk with Him, then you chose to accept the things of Him and His love. I am a part of Jesus' love. I help you feel forgiven. You will never have to deal with Condemnation again. Temptation may come around, but I have someone I would like for you to meet who can help you with that. His name is Grace."

Grace walked up to Soul and said, "Hello Soul, I have been waiting for you. As a matter of fact all three of us have been waiting to meet you.

I will help you take the way out of Temptation that God gives you as it comes up. The last person we want you to meet is Faith."

"Hi Soul, I am Faith, and I will help you stay strong and keep your beliefs strong," said Faith.

Soul began to cry. When he began to cry Redemption said, "This is what we were here for. Jesus redeemed you, saved you by Grace through Faith and gives you his Mercy. Jesus loves you Soul."

Soul said, "I love you, Jesus."