Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 November 2007

Ditolong Oleh Tuhannya Istri

Kesaksian: Yehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin).

Seperti biasa, setiap Hari Rabu malam Ada KKR di gereja dan tadi malam kesaksiannya dahsyat. Kotbahnyapun luar biasa (Pdt. Mohammad Riza Solihin). Tapi aku mau cerita yang bersaksi aja, nama 'after re-born' nya adalah Yehezkiel Immanuel (nama aslinya N. Arifin).

Bpk. Yehezkiel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura asli beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya bahwa dari lahir adalah keturunan 'sepupu', usia 17 thn masuk sekolah 'teologianya sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci. Setiap Hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya orang-orang Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh ke dalam got! Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap subuh ia mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya benci banget dah!

Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan seorang perempuan asli suku Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak memakai atribut Kristiani sehingga ia tidak tau kalau wanita ini orang Kristen. Namun setelah wanita ini mengaku jatuh hati padanya, dan ketahuan bahwa ia seorang nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi karena sang wanita berjanji mau pindah kepercayaan dan bersedia menikah secara hukum agamanya, maka merekapun singkatnya menikah (yang ini jangan ditiru). Ternyata sang istri sesudah menikah tetap berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar Al Quran, melainkan terus membaca kitab sucinya sendiri.

Pertikaian sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung, bukan menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata, "dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya menyembah Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap membayar harga sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia.

Suatu kali (th '99-2000) terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang Dayak membantai orang-orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan daging
mereka! Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak yang memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500 meter! Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya berkali-kali menjawab, "Saya tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong kamu adalah Tuhan Yesus, IA Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya tepat pada waktunya. Tidak ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah padaNya."

Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhan mu yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimana lah caranya ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu mati, ya kehendak Tuhan. Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan saya." Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi istri tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan usianya.

Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil, sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya saja, lalu naik ke truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa takut. Truk tersebut dikawal oleh 4 orang tentara, di dalamnya ada sekitar 20 orang. Tiba-tiba di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan orang Dayak yang jumlahnya hampir seratus, berteriak agar diserahkan orang-orang Madura yang di dalam truk. Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "Tidak bisa! Langkahi dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun' menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika!

Teman-temannya berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di dalamnya. Wah, mereka tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan komat-kamit, hanya Bpk. Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri, sambil membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan, namun hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan darah yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek berdiri menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya!

Saat itulah, Bpk. Yehezkiel "coba- coba" (siapa tahu benar kata istrinya) berseru dalam hati, "Tuhannya istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup dan tidak Ada yang mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil : aku ingin selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai selama-lamanya aku akan menyembah Engkau."

Dalam sekejab, ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera satu persatu orang-orang dalam truk itu dibantai. Dan iapun harus berdiri, tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang melihatnya! Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh keheranan, lalu berlari terus menuju sungai yang di pinggir jalan.

Di belakangnya ia melihat 3 orang mengejar, ia kira mengejar dirinya, ternyata, mereka 'membaui' ada orang Madura yang bersembunyi dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi tetap saja mereka tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di seberang sungai yang sama, sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan. Apa yang ia harus lakukan sekarang?

Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali ini bersuara). "Tuhannya istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini, saya tidak tahu harus bagaimana, bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu, dan Engkau menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak orang Madura kan ? Ayo cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini penyisiran terakhir orang-orang Madura harus keluar dari Sampit!"

Terheran-heran ia melihat pekerjaan 'Tuhannya istri'. Sampai di kamp, puluhan ribu orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia mencoba membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat itu, sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300, harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ" - ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab!

Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhannya istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku sejauh ini, pastilah tidak membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya mendapatkan makanan di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada perkara yang mustahil bagiMu?" Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan memanggil namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS!

Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada beberapa orang lain. Luar biasa! Sesudah itu tiba-tiba terdengar suara speaker, diumumkan ada truk-truk yang siap mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti (12 jam dari waktu itu), jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka mengerikan sekali, orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk, bahkan bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke pelabuhan.

Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal, betapa tidak... di dalam kamp pun kadang-kadang ada yang bisa tertombak mati. Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu! Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk-truk yang 'diselimuti' manusia, dan ia berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan tidak mau naik truk yang seperti itu... "

Tiba-tiba ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat, isinya hanya beberapa orang! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan iapun naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak terangkut, seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami dan bayi saya sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi saya bisa mati kalau tidak ada yang menyusui...tolonglah saya, Pak..."

Tetapi tanpa belas kasihan petugas berkata, "Gak bisa ! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi kapasitas!" Tali dilepas dari darmaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu itu. Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya istriku... kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara kapten dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga pelabuhan cepat naik!" Sungguh, semua yang "mustahil" dan "pertolongan yang tepat waktu" terus terjadi sepanjang hari, membuat Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhannya istri itu, Tuhan Yesus Kristus, yang adalah Tuhannya saudara semuanya, adalah Tuhan yang hidup!



Ditulis dan dikirim oleh Aina.
Disadur dari
http://www.mail-archive.com/jesus-net@yahoogroups.com/index.html

Penyembuhan Yang Ajaib & Undangan Ilahi ke Surga

Oleh: Brani Duyon Pastor
( Rekaman dari VCD kesaksiannya)
Rekaman dan Terjemahan oleh RYAN LG dan Chia Alfred

Permulaan:

Pada bulan Mei 2006, seorang pelayan Tuhan telah dibawa ke Surga untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus untuk menerima suatu wahyu dari 6 pesan. Brani Duyon@ Efendie, 52, suatu dusun etnik, melayani di Gereja Borneo Evangelic, Kota Belud, Sabah (di timur Malaysia) sebagai gereja yang lebih tua. Ia telah melayani sebagai Pastor di Melangkap Baru, Kota Belud untuk sekali waktu. Kemudian ia menjadi pemimpin gereja di Sib Bayayat dari 2005-2006.

Di 21 April 2006, isteriku dan aku pergi ke barat Malaysia untuk menghadiri perkawinan dari putra kami. Namun setelah satu minggu di sana, aku telah terkena stroke. Dengan cepat aku dibawa ke pusat medis yang berada di Universitas Malaya. Doktor yang menangani aku mengindikasikan bahwa ada sel darah meretak di otak ku dan aku memerlukan operasi dengan cepat. Aku dalam keadaan koma selama satu minggu setelah operasi dan setelah itu, aku dimasukan ke perawatan intensif untuk satu bulan. Selama waktu tersebut, ada banyak pengikut para pelayan dari Tuhan yang datang untuk mengunjungi dan berdoa untuk aku, termaksud Presiden Sib Sabah yang terdahulu, Pastor Taipin Melidoi, dan Pastor Datuk Arun Selutan asisten nya, seperti halnya Sekretaris yang tertinggi, Michael Pastor.

Ada sekali waktu aku dimimpikan suatu tuangan yang berat dari menghujani aku. Aku menginterpretasikan mimpi ini sebagai jawaban dari pengikut Pastor yang telah berdoa untuk kesembuhan ku. Puji Tuhan, dengan KuasaNya aku disembuhkan lebih cepat dari yang dikira.

Di satu tengah malam sepanjang minggu yang ketiga bulan Mei 2006, aku merasa heran bahwa aku tidak dapat tidur ketika pasien yang lain yang telah tidur dengan berisik. Selama waktu itu, pikiran ku hanya tertuju pada Yesus. Kemudian aku teringat akan Firman Tuhan di Yesaya 43:26 “Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar“. Aku terus berpikir terhadap kata-kata ini karena aku ingin memusatkan pikiran ku hanya dengan Tuhan Yesus. Aku bisa merasakan kehadiran Tuhan yang kuat pada waktu itu.

Kemudian aku mulai untuk berdoa di dalam roh. Setelah berdoa, aku mencoba untuk tidur lagi tetapi aku tidak bisa melakukannya. Kemudian aku bersandar di tempat tidur ku sampai tiba-tiba aku menyadari seseorang menepuk aku pada punggung ku dan stroke pada kepala ku; mulai kambuh sebentar. Kemudian aku bisa merasakan sesuatu mengalir mengagumkan ke dalam tubuh ku. Aku percaya itu adalah cinta Bapa kepada anak nya. Aku heran siapakah orang ini. Ketika aku memandang ke wajah dia, aku telah dibuat kagum bahwa ia adalah orang yang tampan dan muda, tinggi dan bertubuh tegap dengan rambut yang sampai ke lehernya dan memakai pakaian yang putih. Kemudian aku tanya dia, “Apakah kamu Tuhan yang sedang aku pikirkan?”. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian aku tanya lagi, “Jika tidak lalu siapakah engkau?” Pada akhirnya ia mulai berbicara denganku. “Aku adalah seorang pembawa pesan dari Surga. Yesus berpesan aku untuk datang kepadamu dengan kabar gembira.”

Sekarang aku menyadari bahwa ia adalah seorang malaikat Tuhan. Kemudian aku tanya dia, “Kabar gembira apakah yang kamu ingin ceritakan padaku?” Ia menjawab, “Malam ini kamu akan pergi ke Surga”. Dengan seketika aku merasakan sangat tenang dan sangat damai walaupun badan ku sedang sakit. Aku merasakan sepertinya aku tidak sakit. Dan Tentu saja aku telah secara penuh disembuhkan dari penyakit ku pada waktu Malaikat menceritakan aku bahwa aku akan Surga. Kemudian aku berkata kepada Malaikat, “Aku siap untuk mengikuti kamu ke surga. Aku tidak dapat menunggu untuk bertemu Tuhan ku.”

Ketika kami tengah berjalan saya melihat tubuh duniawi saya berbaring di tempat tidur. Setelah kami berjalan keluar dari rumah sakit, saya terkagum melihat kuda yang besar dan tinggi, "Kita akan menunggangi kuda ini", kata malaikat itu. Malaikat itu membantuku untuk menaiki keatas kuda tersebut berhubung kuda itu sangat tinggi. Lalu aku bertanya kepada malaikat tersebut "Dapatkah kita pergi se Surga dengan menaiki kuda ini?" Sang malaikat meyakinkan ku, "Tentu saja, jangan menjadi takut dan khawatir. Pernahkah kamu membaca Firman Tuhan tentang Elia yang dibawa ke Surga oleh Tuhan?". Aku berkata, "Iya, aku pernah membacanya, Kendaraan yang membawa dia adalah kereta perang dari api yang ditarik oleh kuda api”. “Itu benar, dan ini adalah salah satu dari kuda yang kita akan tunggangi sekarang,” kata Malaikat itu.

Pada awalnya kami berjalan lamban, tetapi setelah bergerak sekitar 100 meter, kuda ini berakselerasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dan aku merasakan seolah-olah kami terkena oleh angin topan. Kemudian aku melihat kuda yang ku tunggangi ini terbang. Kami menyeberang pegunungan dengan mudah sebab kami sedang terbang dengan kuasa Tuhan.

Kemudian kita sampai suatu padang rumput yang sangat luas di mana semua rumput berwarna hijau, tak satupun dari mereka kering (Mazmur 23:2, “Ia membaringkan aku dipadang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang“). Setelah Malaikat memberhentikan kuda, kami turun dan mulai berjalan.

Aku dapat melihat Kerajaan Allah tepat di depan mata ku. Ketika kami sedang berjalan di padang rumput, aku mendengar suara bell. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat, “Untuk apa bell tersebut berbunyi?”. Ia berkata, “Bell tersebut untuk memberi signal bahwa seseorang telah tiba.”

Kami melanjutkan perjalanan sampai kami mencapai ujung padang rumput dan bel masih berbunyi. Kemudian aku melihat rumah yang sangat indah dimana diatasnya terdapat cahaya berwarna merah seperti rambu lalu lintas. Diatas cahaya ini aku melihat nomor “51”. Aku bertanya kepada Malaikat, apa arti dari nomor tersebut. Ia berkata, “Berapa umur anda sekarang?” Sekarang aku berumur 51 tahun. “Nomor itu adalah umur mu, juga adalah nomor rumah mu,” Malaikat berkata kepadaku. Aku merasakan sangat tenang dan bahagia karena melihat apa yang Tuhan siapkan untuk ku di Surga. Aku melihat banyak rumah yang telah disiapkan oleh Yesus untuk anak-anak Nya yang percaya dan mengikuti Nya.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan dan mendapati suatu rumah yang sangat besar. Ketika kami disana, aku melihat bnyak orang didalamnya. Aku percaya mereka adalah orang-orang kudus yang Tuhan telah pilih. Pada saat itu, mereka sedang memuji Tuhan. Aku melihat Yesus duduk di tahtaNya ketika semua orang memuji dan menyembahNya. Mereka memuji dengan segenap hati mereka, mereka menari, mereka mengangkat tangan dan bersujud dengan lutut mereka. Didalam hatiku, aku berkata, jika saja orang-orang dibumi memuji dan menyembah Dia seperti ini, betapa Tuhan sangat disenangkan.

Aku melihat banyak orang menangis ketika sedang memuji Tuhan. Yesus tersenyum, menyaksikan betapa taatnya mereka menyembah Tuhan. Mereka mengangkat tangan mereka ke arah Yesus, dan Yesus memberkati mereka semua. Setelah selesai melayani, Yesus berjalan diantara mereka dan Dia menyeka air mata mereka. Kemudian aku teringat ayat di Wahyu, tidak akan ada lagi kematian, tidak ada lagi duka atau tangisan atau sakit.

Malaikat membawaku untuk bertemu dengan Yesus. Malaikat berkata kepada Yesus " Tuhan inilah anak yang telah Kau pilih untuk datang kemari. "Kemudian Yesus berkata kepadaku, Bagus! anakKu kau sudah datang hari ini". Kemudian Yesus memelukku dan ini membuatku sangat bahagia dan damai sejahtera hingga aku menangis. Jiwaku melompat dengan sukacita karena Yesus sendirilah yang telah memelukku.

Malaikat berkata, "Tuhan, aku pergi ke rumahnya di atas bumi ketika dia sedang sakit, walaupun demikian Kau mengetahui lebih baik. Yesus menjawab, ya Aku mendengar dan melihat apa yang terjadi padanya. Kemudian malaikat berkata, selama waktu itu istrinya berdoa untuk pertolongan Engkau. Di dalam doanya dia berkata : Tuhan, tolonglah kami, tolong jangan membawa dia sekarang karena kami belum siap untuk ditinggalkan olehnya saat ini. Itulah doanya, Tuhan. Yesus kemudian berkata, Aku mengetahui segalanya. Istrinya adalah seseorang yang hidup dengan saleh. Dia setia kepadaKu dan giat berdoa kepadaKu. Kemudian jiwaku menangis kembali memikirkan iman istriku yang setia kepada Tuhan.

Kemudian Tuhan berbicara kepadaku, "Anak-Ku, kamu akan kembali kebumi karena ini belumlah waktumu untuk berada disini. Ada banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan ketika kamu kembali. Kamu akan sangat sibuk untuk melayani Aku". Kemudian aku berkata, "Tuhan, tolong jangan memintaku untuk kembali karena aku sangat damai berada dengan Mu disini. Aku merasa senang berada dekat denganMu Tuhan. Tolong aku tidak ingin kembali". Dari wajah Nya, aku dapat berkata bahwa Yesus menjadi kecewa. Kemudian aku memohon kepada Nya untuk pengampunan Nya karena aku telah mengecewakan Nya. Aku berkata, "Tuhan, aku siap untuk kembali ke bumi tapi tolong bantu aku Tuhan, beri aku kekuatan, dan jagalah aku kemanapun aku pergi. Bersamalah dengan aku Tuhan". Yesus kemudian berkata, "Ya, jangan khawatir, kemanapun kamu pergi untuk melayani Aku, Aku akan selalu bersertamu. Pada waktu ini, malaikat siap untuk mengirim aku kembali ke bumi.

Ketika kami siap untuk kembali, Yesus menghentikan ku, karena Dia mempunyai pesan untuk ku untuk dibawa kebumi. Dia mau saya meberitahukan pesan ini kepada anak-anak Tuhan dibumi. Pesan ini sangatlah penting untuk mereka ketahui, kata Yesus. Yesus menambahkan bahwa aku akan sangat sibuk untuk menyampaikan pesan tersebut. Disamping itu, Yesus juga ingin aku untuk berbagi pengalamanku kepada semua anak Tuhan agar mereka terberkati dan mendapat kekuatan baru untuk mengikuti Nya.

Yesus berkata kepadaku, ketika kamu kembali ke bumi katakan kapada semua anak-anak Ku mengenai pesan ini ( ada 6 PESAN yang Yesus telah berikan kepada saya ) :

PESAN PERTAMA :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus percaya didalam Ku dengan seluruh hati mereka, kekuatan mereka, dan pikiran mereka. Siapa yang bimbang dan ragu tidak akan masuk kesini.

PESAN KEDUA :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus setia untuk datang ke gereja karena itulah waktunya Aku akan bersinar diatas wajah mereka dan mereka akan melihat wajah Ku. Aku akan sangat bersuka melihat anak-anak Ku menyembah di gereja.

PESAN KETIGA :
Mereka harus setia untuk berdoa,melakukan kehendak Ku, dan hidup oleh Firman Ku.

PESAN KEEMPAT :
Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus taat untuk memberi perpuluhan dan persembahan”. Ketika Yesus memberi pesan ini, Ia berkata “Anak Ku lihatlah disana”, Ia menunjukkan kepadaku rumah yang indah yang siap untuk anak-anak Nya. “Anak Ku, rumah ini telah siap, aku menyiapkan untuk semua anak-anak Ku, yang percaya dan taat kepada Ku.” Kemudian Ia menunjukkan kepadaku sebuah rumah yang belum diselesaikan. Aku bertanya kepada, "Tuhan, mengapa rumah ini itu belum diselesaikan?” Tuhan Yesus berkata , “Anak Ku, rumah ini milik anak-anak Ku yang tidak dermawan dalam memberi persembahan dan perpuluhan. Rumah ini akan siap dan diselesaikan setelah anak-anak Ku memberi lebih dalam perpuluhan dan persembahan untuk rumah Ku."

PESAN KELIMA :
“Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus berdoa dan mendedikasikan semua kekayaan mereka kepada Ku, untuk perlindungan dan berkat selama mereka masih di atas bumi. Ketika Aku datang ke bumi untuk yang kedua kalinya, mereka tidak dihubungkan dengan kekayaan duniawi. Ingat cerita tentang istri Lot,” kata Tuhan Yesus

PESAN KEENAM :
“Katakan kepada anak-anak Ku, mereka harus bersiap dan siaga sebab Aku akan datang segera. Lebih cepat dari orang-orang duga!” (kedatangan Yesus tidaklah diketahui tetapi pengangkatan akan pasti terjadi. Tuhan Yesus akan segera datang!!!)

Ketika Yesus memberitahu mengenai 6 pesan ini, Dia memperlihatkan kepadaku kondisi langit yang keseluruhannya bersih tanpa awan. Aku melihat Yesus membuka tangan Nya ke bumi dan Dia berkata "Aku siap untuk mengambil anak-anak Ku". Kemudian aku melihat banyak orang-orang dalam jubah putih terbang keatas langit untuk bertemu dengan Yesus dan mereka dikumpulkan disisi kiri dan kanan dari Yesus. Banyak orang yang percaya dalam Yesus diangkat. Lebih dari itu, aku melihat semua anggota keluarga-keluarga sedang diangkat. Aku bisa lihat suami dan isteri dengan anak-anak mereka terbang ke arah Yesus. Aku merasakan sangat damai melihat penglihatan ini.

Kemudian Yesus meminta dengan tegas, “Lihat ke bawah”. Yesus menunjukkan aku situasi di atas bumi dengan suatu teropong yang ajaib. Ketika aku melihat kebawah, situasi sangat kacau. Tidak ada damai di bumi selama waktu itu. Aku lihat orang-orang sedang berlari di mana-mana dan mereka sedang berteriak. Orang Tua berusaha mencari anak-anak mereka dan anak-anak muda sedang mencari orang tua mereka. Kemudian Yesus menunjukkan aku gereja di kota kediaman ku. "Aku merasa sangat sedih sebab ada sebagian orang yang tertinggal".

Kemudian Yesus berkata kepada ku, “Setialah kepada Ku. Kamu harus menyampaikan semua hal yang kamu telah lihat dan dengar kepada anak-anak Ku di bumi.”

Kemudian malaikat mengirim aku kembali ke bumi dengan kuda yang sama yang kami kendarai sebelumnya. Kami dengan cepat sampai di bumi. Kemudian malaikat mengirim aku kembali ke rumah sakit. Sementara aku sedang melihat badan jasmani ku, roh ku dengan seketika kembali ke dalamnya.

Ketika aku sadar aku telah berada didalam tubuh jasmaniku, aku mendapati bahwa tubuhku telah sembuh total dari penyakit. Puji Tuhan! untuk penyertaan dan kekuatanNya.

Aku ingat ketika aku sedang disurga tubuhku terlihat seperti ketika aku masih muda.

Itulah kesaksianku bertemu dengan Tuhan Yesus di Surga.

Di ambil dari http://www.choothomas.com/urgentmessage.html

Kemuliaan bagi Tuhan Yesus, Dia Allah yang hidup, dan Dia akan datang untuk yang kedua kalinya dan lebih cepat dari yang kita duga. Siapkan dirimu, jaga kekudusan dan hubungan pribadi kita dengan Tuhan, dan Roh Kudus lah yang akan menjaga kita sampai kita nanti bertemu dengan yang kita sembah dan puji, Tuhan Yesus penyelamat kita. AMIN…

Sebuah Surat Dari BAPA

Anak-Ku..... ..
Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapat-Ku atau bersyukur kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti..... ..
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa-Ku, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepada-Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku. Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepada-Ku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa..... ....
Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepada-Ku, meskipun saaat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepada-Ku. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu. Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberi-Ku sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan.

Bapamu di Sorga,

PS : Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain?

Prayer For Lifetime Partner

Tuhanku..

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku, Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari dari segala sesuatu.

Seorang pria yang kan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau. Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah. Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna. Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu. Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga. Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.

Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku mataMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.

Berikanlah aku bibirMu dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.

Dan apabila akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya.

Amin.

Semoga doa ini dapat membawa berkat bagi kalian semua. Good Luck Girls (and boys who read this also).

GOD BLESS YOU ALL..

God Says

YOU SAY

GOD SAYS

BIBLE VERSES

You say: "It's impossible"

God says: All things are possible

( Luke 18:27)

You say: "I'm too tired"

God says: I will give you rest

( Matthew 11:28-30)

You say: "Nobody really loves me"

God says: I love you

( John 3:16 & John 3:34 )

You say: "I can't go on"

God says: My grace is sufficient

(II Corinthians 12:9 & Psalm 91:15)

You say: "I can't figure things out"

God says: I will direct your steps

(Proverbs 3:5-6)

You say: "I can't do it"

God says: You can do all things

(Philippians 4:13)

You say: "I'm not able"

God says: I am able

(II Corinthians 9:8)

You say: "It's not worth it"

God says: It will be worth it

(Roman 8:28)

You say: "I can't forgive myself"

God says: I Forgive you

(I John 1:9 & Romans 8:1)

You say: "I can't manage"

God says: I will supply all your needs

(Philippians 4:19)

You say: "I'm afraid"

God says: I have not given you a spirit of fear

( II Timothy 1:7)

You say: "I'm always worried and frustrated"

God says: Cast all your cares on ME

(I Peter 5:7)

You say: "I don't have enough faith"

God says: I've given everyone a measure of faith

(Romans 12:3)

You say: "I'm not smart enough"

God says: I give you wisdom

(I Corinthians 1:30)

You say: "I feel all alone"

God says: I will never leave you or forsake you

(Hebrews 13:5)


Believe God is there just for you..