Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

02 April 2008

Humor : Toko Bunga

Seorang pemuda masuk ke sebuah toko bunga.

Dalam toko bunga tersebut terpampang tulisan yang sangat besar "KATAKAN DENGAN BUNGA".

"Tolong bungkuskan satu tangkai bunga mawar," kata pemuda itu kepada si penjaga toko.

"Hanya satu tangkai?" tanya si penjaga toko.

"Yap, hanya satu," kata si pemuda itu. "Karena aku adalah laki-laki yang tidak banyak bicara!"

Humor : Diskon Perhiasan

Bram, seorang tukang service alarm, sedang memperbaiki alarm di sebuah toko perhiasan. Penjaga toko memberitahukan bahwa sedang ada diskon 40% untuk produk perhiasan tertentu.

"Saya jamin, pacar Anda pasti akan senang jika Anda membelikan dia perhiasan ini," kata si penjaga toko.

"Wahhh, saya gak punya pacar tuh, Mbak," jawab Bram.

"Apa? Hari gini gak punya pacar?" respon si penjaga toko.

Dengan santai Bram menjawab, "Iya, isteri saya gak ngijinin saya punya pacar sihhh!"

Ibadah Yang Sejati

Kitab Yakobus, yang ditulis oleh saudara Tuhan Yesus, penuh dengan nasehat2 praktis. Kitab ini memaparkan bagaimana seharusnya orang percaya menghayati kehidupan imannya. Yakobus seolah2 berkata, "Inilah kehidupan Kristen itu!"

Dalam pasal 1, ia menjelaskan tentang ibadah yang sejati. Ia memulainya dengan cara menyikapi pencobaan atau masalah (ay.2-4). Masalah dalam hidup kita sebenarnya bukan masalah. Masalah itu hanya menunjukkan adanya hal2 yang kurang, adanya perkara yang perlu ditambahkan, dalam hidup kita. Masalah akan meregangkan iman kita sehingga kita mencapai taraf kedewasaan yang lebih jauh.

Saat menghadapi masalah, yang kita perlukan adalah ketekunan. Perlu perubahan dan penyesuaian untuk dapat menanganinya. KIta perlu melatih diri untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Sayangnya, proses pendewasaan ini kerap terhenti. Kita tidak bertekun sehingga dikalahkan oleh masalah yang ada. Yakobus menunjukkan beberapa faktor yang dapat menghentikan ketekunan kita.

Kekurangan hikmat
(ay. 5-8).
Hikmat berarti menempatkan diri kita secara benar terhadap suatu masalah. Artinya, perlu perubahan pikiran dalam memandang suatu masalah.

Mengandalkan uang
(ay.9-11).
Uang bisa menyelesaikan segala perkara, begitu pendapat banyak orang. Uang mungkin bisa memberi kenyamanan sesaat, namun tak membuat masalah itu teratasi. Uang hanya menutupi masalah itu untuk sementara.

Menyalahkan Tuhan
(ay.12-18).
Ketika masalah tak putus-putusnya mendera, kita mulai mengira Tuhan tidak peduli dan melupakan kita. Kita tidak yakin lagi bahwa Dia senantiasa baik dan memberikan yang terbaik bagi kita.

Amarah
(ay.19-21).
Kalau sudah begitu, sumbu kesabaran kita pun memendek. Kita gampang "meledak".

Malas beribadah
(ay.22-25).
Masalah seharusnya mendorong ktia untuk lebih bertekun belajar, menambah apa yang kurang dalam diri kita. Namun, kita justru cenderung menjadi malas. Enggan membaca firman, berdoa, bersekutu, atau terlibat dalam pelayanan. Kita menjadi suam-suam.

Tidak mengekang lidah
(ay.26).
Alih-alih mengucapkan perkataan yang membangun, kita melontarkan perkataan yang pedas dan penuh kepahitan.

Tidak menjaga diri dari pencemaran dunia
(ay.27).
Ini yang paling parah: kita kembali berkubang dalam pencemaran dosa dan dunia.
Jadi, hakekat dari ibadah kita adalah: Ketekunan. masalah dan pencobaan hanyalah ruang untuk berlatih. Dengan ketekunan, ktia akan menghasilkan buah yang matang.
Selamat beribadah!***


"Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung." (2 Petrus 1 : 10).

Berkat Untuk Bernard

Saya terkesan dengan cerita kesaksian seorang teman. Ceritanya begini.....

"Si Bernard adalah anak sulung dari sebuah keluarga halak hita (Batak). Dia bekerja di sebuah perusahaan yang maju pesat, dan karirnya pun sangat baik. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang buat orangtuanya, dan ini dilakukan secara teratur dan rutin. Jumlahnya selalu disesuaikan
dengan besarnya gaji yang diterima. Kalau dia mendapat insentif, bonus dsb, tokoh kita ini akan mengirimkan jumlah yang lebih besar. Dan setiap bulan dia selalu meminta agar orangtuanya berdoa untuk dia, agar dia selalu dalam pemeliharaan Tuhan.

Hingga pada saat Indonesia diterpa krisis ekonomi 5 tahun lalu, perusahaan tempatnya bekerja mulai kelimpungan dan akhirnya harus ditutup. Bernard harus pensiun dini/PHK. Sebagai ai anak yang kompensasi, dia menerima uang pesangon cukup besar, jauh lebih besar dari yang diterima rutin setiap bulannya. Dan pada kondisi begini pun dia tidak lupa mengirimkan sebagian kepada orangtuanya, dan jumlahnya jauh lebih besar dari yang dikirimkannya setiap bulan. Dan dia juga menitipkan pesan seperti ini, "Amang, inang!! Loas ma rohamuna manjalo kiriman on. Unang lupa hamu manangianghon ahu, ai nunga memble ahu nuaeng." (Ayah, Ibu, Semoga hati kalian rela menerima kiriman ini. Jangan lupa mendoakan aku, karena saya sekarang sudah MEMBLE)

Orangtua si Bernard sangat senang mendapat kiriman yang sedemikian banyak. Dalam bayangan mereka, anaknya mendapat posisi yang lebih bagus dan gaji yang berlipat ganda. Tuhan mendengarkan doa mereka. Ini harus disyukuri. Dan mereka pun mengundang para tetangga dan sisolhot (kerabat) dan mengadakan partangiangan (doa) ucapan syukur. Sintua (majelis) juga diundang.

Dalam acara partangiangan tersebut, ortu si Bernard mengungkapkan "tema besar" acara partangiangan tersebut. Temanya adalah "Mandok mauliate tu Tuhan-ta, ala naung memble do anakhon nami si Bernard. Jala asa tatangiangkon ibana, asa lam tu memble na tu joloan on". ("Mengucap syukur kepada Tuhan kita, karena anak kami si Bernard sudah memble. Doakanlah dia, agar semakin memble di masa yang akan datang")

Dan demikanlah acara partangiangan tersebut berlangsung, mengikuti tema besar yang ditentukan tuan rumah. Mereka berdoa dengan khusuk, terlebih orangtuanya, mengucap syukur atas si Bernard yang sudah memble saat ini. Dan agar Tuhan memberi berkat yang berkelimpahan, dan karunia agar si Bernard semakin memble.


Demikian singkat cerita, si Bernard dapat penawaran bekerja pada posisi yang lebih baik di salah satu perusahaan besar asing yang tidak terkena dampak krisis. Dan dia dibayar jauh lebih besar dari yang diterimanya diperusahaan yang sebelumnya. Dia mengucap syukur dan berdoa sepenuh hati, atas berkat kasih Tuhan. Dan dengan hati berbunga-bunga dia pergi ke kantor pos, mengambil pos wesel dan menuliskan pesannya di sana "Amang, inang!! Mauliate ma ditangiang muna. Mauliate di Tuhan-ta, ai dibege do tangiangta. Horas. Sian anakhon muna: Bernard". (Ayah, Ibu!! terima kasih atas doanya. Terima kasih kepada Tuhan karena sudah didengarNya doa kita. Salam. Dari anakmu: Bernard".) Dan dia menuliskan angka setengah dari gajinya untuk dikirimkan.

Wesel pos tiba di huta (kampung), di alamat orangtua Bernard. Orangtuanya sangat-sangat senang. Lebih senang lagi, setelah membaca pesan si Bernard, dan angka kiriman di wesel. "Mauliate ma Tuhan, dibege Ho do tangiang nami. Dilehon Ho do pasu-pasu tu anak nami si Bernard. Nunga lam memble be ibana." (Terima kasih Tuhan, karena Engkau mendengar doa kami. Diberikan olehMu berkat kepada anak kami si Bernard. Sudah semakin memble dia.)

Dan tiba pada akhir tahun, Bernard pulang kampung menemui orangtuanya. Setelah melepas rindu, bongkar-bongkar oleh-oleh untuk semua, ibunya bertanya." Cerita ma jolo ho anaha, aha ma karejo dohot pangkatmu nuaeng amang, ai tung balga kirimanmu tu hami. Tung apala las do rohanami, jala dibege Tuhan do tangiang nami, asa lam tu memble-na ho dipasu-pasu Tuhan". (Ceritakanlah anakku, apakah kerja dan pangkatmu sekarang nak, karena kirimanmu kepada ayah ibu sungguh besar. Kami sangat bahagia, Tuhan telah mendengar doa kami, bahwa kamu semakin memble dan diberkati Tuhan). Si Bernard mula-mula terdiam, agak kaget, setengah tidak mengerti. Kok orangtua saya mendoakan saya agar semakin memble????

Setelah diingat-ingat, dia tidak dapat menahan senyumnya. Dan sambil tertawa kecil dia menceritakan tempat bekerjanya sekarang jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Dia tidak mengungkapkan mengenai hal PHK dan pesangon yang dia terima. Dan tidak lupa dia mengucapkan terimakasih atas doa orangtuanya.

Dan dalam kesendiriannya, dia merenungkan semua kejadian itu, seperti Maria merenungkan semua percakapan yang didengarnya pada waktu kelahiran Yesus. Orangtuanya mendoakan dia agar semakin memble, pada saat dia memle betulan setelah di PHK. Sementara dia berdoa agar Tuhan menunjukkan kasihnya berupa tempat pekerjaan baru baginya. Dan dia mendapat tempat kerja dan posisi yang lebih bagus, dan dia tidak memble lagi. Setelah sekian lama merenung, dia mengerti bahwa Tuhan bekerja dengan caranya sendiri. Tuhan lebih mendengar doa yang keluar dengan bahasa iman, lebih dari bahasa mulut.

Dan dia bangkit dari tempat duduknya, melipat tangan dan berdoa atas berkat Tuhan yang berkelimpahan, dan atas orangtua yang selalu berdoa untuknya."

Catatan penulis : Kisah ini adalah kisah sebenarnya, yang diceritakan oleh namborunya (tantenya) boru Simatupang. Nama disamarkan.

God bless you all...

Keep Walking Through

Today's Scripture

“Even though I walk through the valley of the shadow of death, I will fear no evil, for you are with me…” (Psalm 23:4).

Today's Word from Joel and Victoria

Everyone faces challenges and difficulties in life. If you are going through a valley today, know that you are not alone. God is with you! He is working behind the scenes on your behalf, and He will carry you through. Remember, your challenges didn’t come to stay, they came to pass. Don’t get stuck in the valley by allowing your setbacks to become the focus of your life. Jesus endured the pain of the cross for the joy that was set before Him, and when you focus on your victory, you will be able to keep walking through that valley! Shake off bitterness and self-pity today and be determined to press forward. With God on your side, no weapon formed against you shall prosper. As you keep an attitude of faith and expectancy, your challenges will become easier, and you will move forward and live the life of victory the Lord has in store for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for Your faithfulness to me. Thank You for giving me strength during the difficult times. I trust that You are with me today and choose to focus on the victory You have in store. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries