Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

29 January 2008

Kebahagiaan

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.

Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur.

Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.
Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.

Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.

Aku sedang menyimpannya.

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expectless)

Forget What Lies Behind

Today's Scripture

“This one thing I do: forgetting what lies behind I press forward to what lies ahead” (Philippians 3:13).

Today's Word from Joel and Victoria

Are you determined to forget what lies behind? I know many people don’t fully understand what it means to forget the past. They wonder, “How can I forget something that’s happened to me?” But one definition of the word forget means to disregard intentionally, or to overlook. You have to intentionally disregard your past so that it doesn’t keep you from moving forward. That means the good and the bad. Sometimes our past victories keep us from rising higher as much as past failures. If we don’t let go of the old, we’ll never be able to embrace the new. It doesn’t matter what’s happened in your history, it’s time to forget what lies behind. Make the choice today to press forward. Trust that God has a better future in store for you. Trust that He’s working behind the scenes on your behalf. As you forget what lies behind and press forward, you will see the abundant life the Lord has in store for you!

A Prayer for Today

Father in Heaven, I choose to forget the past today. I don’t want anything to hold me back from the future You have prepared for me. I choose forgiveness and ask that You help me, by Your Spirit, to press forward in every area of my life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Tidak Ada Waktu

Aku bertelut dan berdoa. Tetapi tidak lama. Pasalnya, aku begitu sibuk. Aku bangun dan bekerja untuk mengurusi tagihan-tagihan yang sudah waktunya untuk dilunasi. Oleh karena itulah, aku bertelut dan mengucapkan beberapa kata sebagai doa untuk kemudian meloncat bangun dan pergi. Setidak-tidaknya, aku telah memenuhi kewajibanku sebagai seorang Kristen. Jiwaku kini dapat ketenangan untuk sementara.

Sepanjang hari aku tidak mempunyai waktu untuk memberi kesaksian akan sukacitaku. Tidak ada waktu untuk bersaksi tentang Kristus terhadap sesamaku. Pasalnya, aku khawatir, bahwa mereka akan menertawakanku.

Betul, aku tidak mempunyai waktu. Aku begitu sibuk. Demikianlah seruku. Tidak ada waktu untuk menolong orang yang berada di dalam kebutuhan. Dan akhirnya, waktu untuk meninggalkan dunia telah tiba.

Aku menghadap Tuhan dan berdiri di-depanNya dengan mata tertunduk. Tuhan memegang sebuah Kitab. Itulah Kitab Kehidupan. Tuhan memeriksa Kitab itu dan berkata, “Aku tak dapat menemukan namamu. Memang, Aku pernah hendak menulis namamu ke dalam Kitab itu, namun Aku tak pernah menemukan waktu!”


Jerry Sanger