Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 August 2008

Apakah Kita Orang Orang Munafik ?

Ini pertanyaan yang seru untuk diperdebatkan. Tetapi didalam menjawab pertanyaan seperti ini kita mesti jujur terhadap diri kita sendiri dan hatinurani kita.

Kita hidup didalam dunia. Mau tidak mau kita mengikuti pola yang ada didalam dunia (sekularisme) Alkitab banyak mengajar kita untuk hidup dengan radikal.

Yesus mengajarkan …

“Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” - Mat 5: 27-28

Dan masih banyak hal lagi.

Kalau saya boleh bertanya …
“Apakah kamu butuh uang ???”
Tentu dengan sepakat kita mengatakan kita mau.
Tentu kita ingat bahwa “Kita tidak boleh terikat apapun juga didalam dunia”.
Tentu kalau kita dengan uang kan nggak ada masalah.
Ok.. saya juga setuju dengan hal ini..

Tapi pernahkan kita berpikir .. apakah kita bisa hidup tanpa memegang uang ????
“Trust in the Lord ???”

Saya rasa saya juga berpikir susah juga.
Saya masih suka untuk banyak menghabiskan uang saya.
Saya lebih memilih naik ojek dari pada naik angkot.
Saya lebih suka makan daging daripada sayuran.
Saya kepingin punya rumah, mobil dsb…

Kalau begitu apakah uang itu mengikat diri saya ???
Saya berpikir dan lama berpikir…….
Saya memang butuh uang but saya juga nggak mau terikat dengan itu.
Mungkin dengan ilustrasi akan lebih memudahkan ..
“Tiba - tiba kita mendapat undian BCA ataupun apapun juga
Kita mendapat 250 jt. Apakah yang akan kita lakukan ??”

Pasti kita berpikir akan diberi ke PD atau Gereja atau ke Panti Asuhan sekian puluh jt.
Terus sisanya kita mau gunakan untuk apa ????
Coba buat list dulu sebelum kita lanjutkan….
…………wait for 1 minute…….

Kita sering berkata I love You Lord.. more than everything
Coba kita katakan lalu kita liat List kita ?????
he.. he.. he.. ternyata susah untuk mencintai Tuhan.
Ternyata masih banyak keinginan kita sendiri dari pada keinginan Tuhan.

Saya pernah membaca sebuah buku ada tulisan seperti ini.
“Saya kepingin punya rumah pribadi dengan segala barang yang mewah TV besar, sound system, AC

Saya ingin sarapan pagi saya dikamar
Dengan telur dadar, sosis, segelas susu

Saya ingin dilayani oleh para pembantu
Saya perintah untuk mengambilkan saya koran, minum

Saya ingin punya seoran sopir pribadi
Yang siap mengantar saya kemanapun saya pergi
Saya ingin berada dalam sebuah mobil mewah
Dengan sound sytem yang ada, TV, kulkas mini, AC

Saya kepingin punya seorang istri
Cantik, sabar, lembut dan penuh pengertian
Saya mau dia menemani saya pada waktu sore hari
Saya mau berdua dengan dia melihat matahari terbenam

Saya ingin punya anak yang lucu dan manja
Saya ingin melewatkan waktu tua saya dengan istri
Dengan anak saya dengan menantu saya dengan cucu saya

Tetapi semua itu hanya keinginan saya
Semua telah kupersembahkan kepada Tuhan”

Ini adalah semua puisi yang telah ditulis oleh seorang Pastur

Semua keinginan itu boleh kita miliki.
Tapi apakah kita ingat apa yang Tuhan mau. (God First)
Sayapun masih terlalu susah untuk mencintai Tuhan terus apakah kita harus ambruk……
Kita masih terus diberi kesempatan untuk boleh mencintai Tuhan lebih lagi…..
Kalau kita masih hidup hari ini … ini tanda bahwa Tuhan
memberi kita kesempatan untuk belajar mencintai Tuhan lebih
lagi dan memperbaiki diri kita. he… he.. he…..

Ternyata seru juga ngetik kaya gini…
OK … mari kita coba secara bersama.
Saya rasa kita bukanlah orang munafik.
Karena kita masih punya keinginan
dan kita mau jujur bahwa kita masih punya keinginan ketika ditanya orang.
But kita mau mencari kehendak Tuhan didalam hidup ini
dan mau persembahkan seluruh keinginan kita bagi Kemuliaan Tuhan.

Saran : Mulailah berdoa sebelum kita mengambil sebuah keputusan untuk masa depan kita dan minta orang berpengalaman untuk membimbing kita.

Ok.. God Bless You all

Christiano Ronaldo Lagi

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16

Ada data statistik dari ESPN yang cukup mengejutkan tentang daftar pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan. Di klub Manchaster United pemain yang paling banyak dijegal oleh lawan adalah Christiano Ronaldo yaitu sebanyak 97 kali. Angka ini cukup mengejutkan mengingat peringkat kedua dipegang oleh back Nemanja Vidic dengan 50 kali tekel.

Mengalami 2 kali lebih banyak serangan merupakan hal yang cukup membuat frustasi. Tidak punya kesempatan mengembangkan permainan ketika megontrol bola dan terutama resiko akan cedera. Nyatanya hampir setiap pertandingan, Ronaldo menjadi incaran para pemain lawan untuk dijatuhkan. Bahkan banyak yang berharap supaya ia cedera.

Namun hal ini adalah wajar, mengingat ia adalah seorang pemain yang paling ditakuti lawan saat ini. Ia menerima gelar pemain terbaik versi pemain, versi wartawan, versi fans dan gelar pemain muda terbaik versi pemain.

Kalau kamu pernah bartanya dalam hatimu, kenapa setelah kamu menerima Tuhan lalu aktif di pelayanan, mengalami pertumbuhan rohani, tiba-tiba begitu banyak "tekel" yang datang. Sakit, difitnah orang, salah paham dengan pemimpinmu, bertengkar dengan orang tuamu atau hal-hal lain yang tiba-tiba datang bertubi-tubi seperti dijegal sebelas pemain sekaligus.

Sadarkah kamu jika seorang pemain yang berbahaya untuk lawan pasti menjadi pemain yang paling diincar untuk dijatuhkan. Kamu memiliki kapastias yang luar biasa di dalam Tuhan dan tentu saja iblis tidak berani membayangkan masa depannya di hadapanmu. Kamu harus gagal, itu rencananya. Dan ia akan menggunakan segala macam cara untuk membuatmu jatuh dan tidak bangun lagi.

Tahan memiliki rencana yang lebih indah untukmu. Kejatuhanmu bukan kegagalan selamanya. Dia mau menopangmu supaya kamu mampu bangkit lagi dan tidak tertipu dengan rasa bersalah yang iblis tanamkan. Kamu bisa jadi sebesar Allah impikan dalam hidupmu. Bangkit dan jadilah pemenang! Cetak gol lebih banyak lagi.

Lemah Lembut

Sebuah kesempatan unik bisa berada di Sumbawa beberapa hari lalu untuk pelayanan Pria Sejati. Sumbawa terkenal dengan susu kuda liar yang bermanfaat untuk stamina pria. Tapi saya lebih terkesan dengan bentuk kuda Sumbawa yang bertubuh kecil namun besar kekuatannya.

Disana saya melihat sebuah andong besar ditarik oleh seekor kuda Sumbawa. Tampaknya sang kusir tidak kesulitan menangani kuda “liar” Sumbawa. Ternyata, kuda Sumbawa bisa dijinakkan dan dijaikan alat transportasi yang dahsyat. Kuda dijinakkan melalui serangkaian pelatihan. Di Sumbawa, kuda harus dikekang dan ditarik dengan motor. Tujuannya bukan sekedar dilatih taat melainkan dibiasakan berinteraksi dengan manusia dan suara kendaraan supaya tidak “kaget”. Akhirnya, selama pelatihan sekitar 1 bulan, kuda yang liar tadi mampu bekerja sama dengan manusia menghasilkan berkat yang luar biasa. Ia menjadi petarung unggul di balapan kuda, alat transportasi gabah dan menarik andong sehingga memberi penghasilan (berkat) bagi pemiliknya.

Terinspirasi dari kuda, saya teringat dengan salah satu gaya hidup pria yang belakangan ini hilang adalah lemah lembut. Banyak pria mengukur kemaksimalan dirinya sekedar dalam hal fisik / jasmani, namun dari sisi karakter sangat kurang sekali. Apa arti lemah lembut? Rubin Ong pernah mendefinisikan lemah lembut sebagai power under control  yang diaplikasikan menjadi tidak mudah tersinggung.

Tapi, setelah sekian lama mencari dan merenungkan, saya menyimpulkan bahwa pria yang lemah lembut adalah pria yang peka terhadap orang-orang disekelilingnya. ‘Peka’ berarti penuh perhatian, inisiatif, memiliki rasa ingin menolong orang lain, tidak ‘cuek’. Lihat apa yang terjadi dewasa ini? Pria cenderung tidak peka terhadap keadaan khususnya terhadap keluarganya. Ia jauh lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan diri sendiri ketimbang kebutuhan istri, anak-anak dan orang tuanya. Sungguh menyedihkan melihat keluarga-keluarga tidak harmonis hanya karena kurang peka-nya seorang pria dalam rumah tangga. Tidak heran bila anak-anak dan istrinya mencari pemenuhan kebutuhan dari orang lain, misalnya anak-anak lebih suka ngobrol dengan teman se-geng-nya daripada dengan papanya sendiri. Istri bisa selingkuh dengan pria lain karena dianggap pria lain lebih memperhatikan kebutuhannya.

Lihatlah dalam Matius 11:29. Yesus mengajar tentang jiwa yang tenang diperoleh melalui 3 kata yaitu kuk, lemah lembut dan rendah hati. Ternyata kuk dipasang berkaitan dengan proses belajar, belajar rendah hati, belajar diatur Tuhan. Sama seperti Kuda Sumbawa tadi. Ia diajar untuk tunduk (menurut) sama seperti Tuhan mengenakan ‘kuk’ supaya kita belajar rendah hati yang akhirnya bertujuan mendapatkan jiwa yang tenang.

Jiwa yang tenang akan membuat setiap orang mengerti apa yang dilakukannya dan akhirnya menghasilkan berkat yang dahsyat. Jiwa tenang membuat seorang pria dapat berdoa. Doa orang (pria) benar akan menghasilkan kuasa yang besar.

Tuhan menghendaki kita serupa dengan-Nya melalui proses belajar dalam hal lemah lembut dan rendah hati. Pria yang lemah lembut dapat menikmati kebahagiaan dalam hidupnya karena Ia di ”setir” Tuhan. Tuhan-lah yang menjadi penguasa bagi hidupnya. Ketika kuda berontak, justru lebih babak belur mulutnya. Demikian juga kita dengan kuk dari Tuhan. Tanpa kelemah-lembutan, pria akan babak belur hidupnya.

Santo Agustinus berkata, “karakter rendah hati adalah awal dari munculnya segala karakter yang baik lainnya”. Pria yang rendah hati akan menikmati kelegaan & ketenangan jiwa dalam setiap keadaan. Pria maksimal adalah pria yang lemah lembut. Milikilah gaya hidup ini. Minta kepada Tuhan mengajar hidup Anda menjadi lemah lembut  sama seperti kuda Sumbawa yang akhirnya memberkati banyak orang.

Disadur dari artikel Pria Sejati

Kita Ini Adalah Buatan Allah

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,” - Efesus 2:10a

Seorang anak kecil mengunjungi sanggar kerja seorang pemahat sementara dia mulai mengerjakan pahatannya pada sebongkah batu marmer yang masih tak berbentuk. Beberapa minggu kemudian anak kecil tadi datang kembali dan melihat pahatan patung singa dari batu marmer, yang nampak gagah, garang dengan tatapan mata yang berwibawa. Sambil menatap si pemahat, anak kecil tadi bertanya, “Bagaimana Bapak bisa tahu kalau ada seekor singa yang seperti itu pada batu marmer?”

Allah adalah Pemahat dan kita adalah batu marmer. Dia mengerjakan pahatannya untuk menyatakan bentuk atau wujud dari Anak-Nya di dalam kita. Memang dalam mengerjakan pahatan itu sangat lambat, dan merupakan pekerjaan yang menyakitkan. Orang lain barangkali tidak dapat mengetahui ataupun melihat apa yang sedang dibentuk, pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Satu hari nanti kita akan menjadi serupa dengan Yesus, karena kita akan bertemu Dia dan melihat Dia seperti sebagaimana adanya Dia.

Pertama, Allah menciptakan kita, membentuk wujud dan karakter jasmaniah kita. Dia memberikan keluarga dan rumah tinggal yang akan membentuk kehidupan kita. Kemudian saat kita datang kepada Kristus, Dia mulai bekerja membentuk dan menjadikan kita ke dalam gambaran Anak-Nya. Dia mulai membentuk kita untuk pelayanan agar kita dapat melayani Dia di bumi. Yesus datang untuk melayani, dan jika kita mau menjadi serupa dengan Dia, maka kita juga akan menjadi hamba yang melayani Allah dan melayani orang banyak. Kepalan tinju dalam kemarahan akan diubah menjadi tangan yang terbuka untuk menolong orang lain.

Pembentukan itu adalah pekerjaan Allah, dan Dia akan menyelesaikannya. Tanggung jawab kita adalah mengikuti ke manapun Allah memimpin, mendengarkan suara-Nya dan mematuhi Firman-Nya.

Doa: “Bapa, terima kasih karena Engkau bekerja di dalam kehidupanku untuk menjadikanku serupa dengan Anak-Mu. Kiranya aku mau bekerja sama sepenuhnya dengan Engkau hari ini.”

Pdt. Dr. Paulus Trimanto Wibowo, Yogyakarta.