Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

14 November 2008

Air Raja Untuk Jiwa

Di sebuah kelas kimia, kami belajar bagaimana asam berpengaruh pada berbagai macam bahan lainnya. Dalam salah satu eksperimen yang kami adakan, Dosen kami memberi sebutir emas dan memberitahu kami untuk melarutkannya. Kami merendamnya semalaman didalam cairan asam paling kuat yang kami miliki, dan mencoba bermacam kombinasi asam. Kemudian, kami memberitahunya bahwa emas itu tidak larut.

Dosen tersebut tersenyum. “Saya tahu kalian tidak dapat melarutkan emas,” ujarnya, “kalian tidak memiliki asam yang mampu menyerangnya, tetapi cobalah ini.”

Dia memberi kami sebuah botol dengan label “Nitromuriatic Acid (Agua Regia)” Kami menuangkan sebagian isinya ke dalam tabung yang berisi butiran emas, dan emas yang tampaknya tahan terhadap asam lainnya kali ini dengan cepat menghilang dalam “Air Raja”. Akhirnya, emas itu mampu menemukan tuan yang mampu menguasainya.

Keesokkan harinya, di kelas, Dosen itu bertanya ” Apakah kalian tahu mengapa air tersebut disebut air raja?”

“Ya,” jawab kami, “karena air tersebut berkuasa atas emas yang dapat menahan segala sesuatu yang lain yang dituangkan ke atasnya.”

Kemudian dia berkata, ”Anak-anak, tidak ada salahnya jika hari ini saya meluangkan waktu untuk memberitahu kalian bahwa ada satu lagi bahan yang sama yang tidak mudah dipengaruhi seperti halnya emas.

Hanya ada satu bahan yang berkuasa atasnya - darah Kristus Juru Slamat, air raja bagi jiwa.”

Tips Menghindari Bosan Berdoa

1. Ubah lingkungan Anda
Jika selama ini Anda biasa memiliki jam doa di pagi hari, ubahlah jam doa itu menjadi malam hari. Jika biasanya doa dilakukan di kamar tidur, Anda bisa melakukannya di dapur. Jika biasanya di dalam rumah, cobalah berdoa di bawah pohon atau di kebuh belakang rumah.. Mengubah lingkungan tempat Anda berdoa akan dapat mempengaruhi dan memberi perspektif baru dalam kehidupan dan roh Anda.

2. Ubah rutinitas
Jika selama ini waktu doa Anda hanya diselipkan di antara jam mandi dan sarapan, atau di antara waktu kerja dan istirahat, ubahlah rutinitas itu dengan menempatkan doa sebagai prioritas. Semakin penting waktu doa itu bagi Anda, semakin besar pula perhatian yang Anda berikan kepada-Nya, dan kitapun akan makin dalam mengenal kehendak Kristus.

3. Pujian
Daripada berdoa dalam hati dan berbisik, Anda bisa juga berdoa dengan diiringi menyanyikan pujian, lembut atau bahkan nyaring, yang keluar dari dalam hati. Musik dapat membantu membebaskan roh kita.

4. Bergerak.
Anda juga bisa berdoa sambil berjalan, lari, bersepeda, dll. Dengan demikian, Anda juga dapat merasakan doa seiring dengan gerakan tubuh Anda. Doa sambil merasakan getaran tubuh juga dapat membuat Anda merasakan berkat Tuhan atas kesehatan dan hidup yang Anda miliki.

5. Fokus ulang
Jika saat ini Anda memiliki daftar panjang pokok-pokok doa, Anda mungkin bisa terjebak dalam kebosanan. Fokuskan kembali pokok-pokok doa Anda agar seimbang antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain. Prioritaskan kehendak Allah di atas kebutuhan manusia.

6. Dengarkan
Saat doa Anda menjadi hanya satu arah, yaitu Anda hanya terus mengatakan apa saja yang ingin Anda katakan dan ungkapkan pada-Nya, maka doa sangat mungkin menjadi membosankan. Karena itu ambillah waktu menjernihkan segala pikiran yang mengganggu dan berdiam diri di hadirat-Nya. Belajarlah mendengarkan suara Tuhan karena suara-Nya sama sekali tidak membuat bosan.

7. Belajar
Pelajari dan bacalah firman seperti yang dilakukan banyak orang percaya dan para pahlawan iman sebelum kita. Amati cara-cara berdoa para tokoh-tokoh besar dalam kekristenan dalam sejarah. Iman kekristenan telah ada dan terbukti sejak dulu.

8. Berkelompok
Saat Anda bosan berdoa seorang diri, Anda bisa berdoa dalam kelompok. Bahkan saat ini, hal tersebut juga bisa dilakukan lewat telepon, video call, dll. Kuasa doa dapat berlipat saat Anda berdoa dalam kelompok.

9. Seperti anak kecil
Apakah Anda ingat permohonan doa Anda saat masih kecil? Sering kali apa yang Anda sampaikan dalam doa Anda saat ini akan sangat berbeda dengan saat Anda masih kecil. Dan meski Anda menerima Yesus ketika sudah dewasa sekalipun, cobalah berdoa dengan cara seperti anak kecil. Dan yang sederhana, penuh kekaguman, percaya 100%, dan humor (Tuhan punya selera humor yang tinggi).

10. Visualisasi
Bayangkan Tuhan itu ada dalam setiap tempat di sekitar Anda. Ia ada di samping kanan kiri, atas bawah, di dalam dan luar, dan Ia sedang mendengarkan Anda dan Ia mengasihi Anda. Visualisasikan kasih-Nya itu dan perbaruilah energi Anda dalam berdoa.

Sumber : Renungan Harian Spirit

Hadiah Yang Pas

Nats : Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1)

Bacaan : Matius 2:11-15

Seorang anak laki-laki bingung melihat orang-orang saling bertukar hadiah pada saat pagi di hari Natal, dan bukannya memberikan hadiah kepada Yesus. Sementara itu, di Sekolah Minggu ia diajarkan bahwa Natal adalah hari ulang tahun Sang Juru Selamat. Akhirnya, sesudah lama terdiam, ia lalu bertanya, "Mama, kapan kita akan memberikan hadiah untuk Yesus? Bukankah ini adalah hari ulang tahun-Nya?"

Aneh, bukan? Kebanyakan dari kita memberikan hadiah kepada setiap orang kecuali kepada Dia yang ulang tahun-Nya kita rayakan. Pertanyaan yang bagus untuk kita renungkan adalah: Apa yang akan saya berikan kepada Tuhan Yesus pada hari Natal kali ini? Jika Anda belum pernah memercayai Dia sebagai Juru Selamat, maka hal yang paling Dia rindukan dari Anda adalah hati yang percaya. Mengapa Anda tidak menaruh iman pada kematian Yesus yang berkurban di salib supaya Anda bisa diselamatkan dari dosa?

Apabila karena iman Anda sudah mengenal Kristus sebagai Sang Juru Selamat, maka hal paling indah yang dapat Anda lakukan pada hari Natal kali ini adalah memberikan hadiah yang paling dirindukan Allah dari diri Anda, yaitu berupa tubuh Anda sendiri (Roma 12:1).

Tubuh kita harus digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Allah. Karena kita telah menerima karunia keselamatan dari-Nya, maka sangat masuk akal apabila kita mempersembahkan diri kita kepada Bapa surgawi. Apabila kita menyerahkan diri kita, berarti kita memberikan hadiah Natal yang benar-benar pas kepada-Nya! --RWD

BERIKAN SELURUH HIDUP ANDA KEPADA KRISTUS
DIA TELAH MEMBERIKAN SELURUH HIDUP-NYA KEPADA ANDA

Yayasan Gloria