Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

06 November 2009

Biarkanlah Aku Memberi

Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan hidup
Namun, sementara aku masih hidup, Tuhan, biarkanlah aku memberi penghiburan kepada seseorang yang sedang membutuhkan
Entah melalui senyuman, anggukan kepala, tindakan atau sepatah kata keramahan

Dan biarkanlah aku berbuat apa yang mampu kulakukan
Untuk meringankan beban sesamaku
Aku hanya ingin berbuat bagianku
Untuk sekedar meringankan jiwa yang lelah dan putus harapan

Untuk mengubah kerutan dahi menjadi senyuman lagi
Sehingga hidupku tidak sia-sia
Aku tak peduli berapa lama aku masih berada di dunia
Asalkan aku dapat memberi…dan memberi…dan memberi

BJ. Morbitzer

29 October 2009

Kenangan

Mereka mengatakan bahwa kenangan adalah emas
Mungkin itu tidak keliru
Namun kami tidak pernah menginginkan kenangan.
Kami hanya menginginkanmu.

Sejuta kali kami memerlukanmu
Sejuta kali kami telah meneteskan air mata
Bila seandainya Kasih dapat menyelamatkanmu
Engkau tidak pernah mati untuk dunia.

Dalam hidup kami mengasihimu,
Bahkan dalam kematian pun kami masih menyayangimu
Dalam hati kami, engkau mendapatkan tempat yang istimewa
Yang tak dapat diisi oleh siapapun.

Bila air mata dapat membangun sebuah tangga
Dan kepedihan hati dapat membangun jalan,
Kami dapat berjalan ke sorga
Dan membawamu kembali.

Kini rantai keluarga kami telah putus
Dan segala sesuatu sudah berbeda.
Namun bila kelak Tuhan memanggil kami satu demi satu
Rantai itu akan tersambung kembali.

19 October 2009

Hari Ini

Sepanjang hidupku, aku mencari-cari,
seorang yang mau mencintaiku,
seorang yang mau menerimaku apa adanya,
seorang yang akan mengisi hari-hariku,
seorang yang akan membuat aku berbahagia

Ketika seseorang datang,
kupikir inilah saatnya tapi akhirnya dia pun pergi,
dan ketika cinta itu hilang,
ketika segalanya berakhir,
aku kembali merasakan kekosongan yang sama lubang kekurangan kasih membuka lebih lebar luka-luka yang ada kembali timbul bahkan jauh lebih menyakitkan

Pada waktu itu, aku berkata
Tuhan, aku tahu suatu hari nanti aku akan bahagia,
Ketika kau menyediakan seseorang yang lebih baik,
seseorang yang mengasihiku,
seseorang yang menerimaku,
seseorang yang mengerti aku,
seseorang yang bisa dipercaya,
seseorang yang mau membantuku mengobati luka-luka yang ada suatu hari nanti,
aku akan berbahagia aku akan berbahagia nanti, kapan?! nanti !

Aku terus menunggu,
kapan itu datang,
aku terus berjalan sambil berharap,
semoga itu terjadi tidak lama lagi,
terus menerus berjalan menunggu,
kapan nanti itu datang,
kapan aku bisa berbahagia

Sampai akhirnya,
aku mendengar Ia tertawa,
"Anak-Ku, mengapa kau menunggu sesuatu yang sudah kau miliki?"
Apa maksud-Mu, Tuhan!
Aku mengharapkan seseorang yang akan mengasihiku,
yang akan menerimaku,
yang mau peduli denganku yang akan menyembuhkan luka-luka di hatiku seseorang yang bisa membuatku bahagia "Dia sudah datang?"
Belum Tuhan.
Aku melihat Dia tersenyum lebih lebar
"Belum!!"
Rasanya sih belum.
"Bagaimana dengan-Ku? tidakkah AKU memenuhi kriteriamu?"

Aku terdiam dan berpikir,
Aku menatap kearah-Nya,
melihat mata-Nya yang selalu memandangku dengan penuh sayang,
aku menggenggam tangan-Nya yang selalu menopangku ketika aku terjatuh,
yang menghapus air mataku,
aku meraba pergelangan tangan-Nya,
tempat DIA dulu dipaku ,
aku merasakan pelukan-Nya dan tiba-tiba aku menyadari kebodohanku

Kenapa aku harus menunggu nanti?
aku bisa berbahagia hari ini!
kenapa aku harus menunggu sampai pasanganku tiba, baru aku bisa bahagia!
kenapa aku harus menunggu seorang manusia yang diperanakkan dari dosa, untuk membuatku bahagia?
kenapa harus menunggu,
jika aku bisa berbahagia hari ini?

Hari ini,
aku bahagia karena aku punya DIA,
yang mengasihiku apa adanya,
Hari ini,
aku bahagia karena aku punya DIA,
yang menerimaku apa adanya,
Hari ini,
aku bahagia karena ada DIA,
yang mengobati semua luka-luka di hatiku Hari ini dan bukan nanti

Tidak ada kebahagian yang lebih besar,
daripada hari ini,
kebahagian kemarin adalah kenangan,
kebahagian hari depan adalah impian,
sedangkan kebahagian hari ni,
adalah untuk dinikmati,
dan hari ini aku bisa berbahagia,
karena aku punya DIA !!

From The Book Of : The Puzzle Of Teenage Life

15 December 2008

Tuhan, Aku Adalah Milik-Mu

Tuhan, betapa melimpah berkat-berkat-Mu selama ini;
Engkau telah menganugerahkan kepadaku mukjizat, kebahagiaan, kasih-sayang dan kemurahan.
Dalam saat-saatku yang paling gelap
Engkau telah mengirim malaikat – malaikat-Mu;
Aku telah menyaksikan betapa luar biasa kuat-kuasa-Mu.

Aku tak habis mengerti, mengapa Engkau mengasihiku,
Karena aku dipenuhi oleh dosa;
Namun setiap kali,
Engkau membangunkanku kembali dari kejatuhanku
Dan membiarkan aku mencoba lagi

Tuhan, hatiku laksana sebuah jendela
Engkau dapat melihat segala sesuatu yang berada di dalam hatiku;
Tidak ada sesuatu yang dapat disembunyikan …
Dapatkan Kau melihat kasihku terhadap-Mu?

Aku adalah milik-Mu,
Pakailah aku sesuai dengan kehendak-Mu;
Apapun yang Engkau kehendaki dariku,
Dengan segala kesenangan hati, aku akan melakukannya.

Aku berusaha untuk menjadi anak-Mu
Yang menjadi kebanggaan-Mu
Aku lemah dan penuh syukur
Dan aku senantiasa memuji Nama-Mu.

Tuhan, aku sungguh tidak mengerti
MengapaEngkau dapat mengasihi dengan cara yang luar biasa itu.
Namun, sejak aku masih kecil,
Aku selalu bersandar kepada-Mu.

Engkau senantiasa menyertaiku dalam setiap langkahku,
Aku dapat merasakan kehadiran-Mu,
Dan bila aku setiap kali datang kepada-Mu
Engkau selalu menjawab doa-doaku.

Ya Tuhan, Engkaulah JuruSelamatku,
Aku mengasihiMu.
Aku akan melakukan segala sesuatu dan di setiap waktu
Yang Kaukehendaki aku melakukan untuk-Mu

Apapun alasan-Mu untuk mengasihiku sedemikian besarnya
Aku menyerahkan diri Tuhanku,
Dan aku akan selalu mengikuti-Mu,
Ke mana Egkau pergi

Norma Cornett Marek

02 November 2008

The Pebble

Drop a pebble in the water: just a splash, and it is gone;
But there's half-a-hundred ripples circling on and on and on,
Spreading, spreading from the center, flowing on out to the sea.
And there is no way of telling where the end is going to be.

Drop a pebble in the water: in a minute you forget,
But there's little waves a-flowing, and there's ripples circling yet,
And those little waves a-flowing to a great big wave have grown;
You've disturbed a mighty river just by dropping in a stone.

Drop an unkind word, or careless: in a minute it is gone;
But there's half-a-hundred ripples circling on and on and on.
They keep spreading, spreading, spreading from the center as they go,
And there is no way to stop them, once you've started them to flow.

Drop an unkind word, or careless: in a minute you forget;
But there's little waves a-flowing, and there's ripples circling yet,
And perhaps in some sad heart a mighty wave of tears you've stirred,
And disturbed a life was happy ere you dropped that unkind word.

Drop a word of cheer and kindness: just a flash and it is gone;
But there's half-a-hundred ripples circling on and on and on,
Bearing hope and joy and comfort on each splashing, dashing wave
Till you wouldn't believe the volume of the one kind word you gave.

Drop a word of cheer and kindness: in a minute you forget;
But there's gladness still a-swelling, and there's joy circling yet,
And you've rolled a wave of comfort whose sweet music can be heard
Over miles and miles of water just by dropping one kind word.

Author Unknown

31 October 2008

The Onion

I was an onion before Christ set me free.
Layers upon layers of iniquity.
An ugly old onion whose fragrance was strong;
That my Jesus bought and loved all along.

Unknown to me what He was going to do.
Of what He was planning, I had not a clue.
Pulling each layer off one by one.
In order to make me more like Jesus the Son.

The first layer wasn't so bad.
I saw all the sins that I knew I had.
They were easy to fix, just change the way I talk.
And learn more of how He wanted me to walk.

Reading His Word, and learning again;
How to put aside my life of sin.
But the next layer was pulled which hurt more.
He was getting closer to the core.

Unknown what He would find there.
I simply gave it to Him in prayer.
As another layer was removed, He started to cry;
Pulling this layer brought pain to my Father on High.

And I was crying over the sadness I felt;
The brokenness and all of the guilt.
Past memories that I thought were gone;
They were buried under layers disguised in a fragrance so strong.

As onions peel more and more;
And they put tears in our eyes as we get close to the core;
So my Father wept over my pain;
Giving me a balm of comfort and strength to sustain.

"No More Layers." I would scream.
As He continued to peel them off of me.
"I'll have nothing left my Lord, what will I do?
I'll be nothing but a worthless core to you. "

But He just said "Trust me," and continued to peel
I was sure He was blinded to my pain that was so real.
Year after year I shrunk more and more;
Until all that was left of this onion was a core.

It was then that I began to understand;
As the Lord embraced me in His loving hand.
He said, now and only now can you be;
The creation that will minister before me.

Clothed with the righteousness only from above;
Gone are your layers of self so you can be filled with my love.
He took my layers of sin, hurt and pain;
And clothed me with love, truth and mercy in His name.

Yes, we are all onions, learning with each day;
How to overcome as each layer is taken away.
Some layers tear and pull at our heart;
While others grieve us to our innermost part.

But we are nothing but an ugly onion without Christ.
Layers upon layers of pride, sin and strife.
Only God can take those layers away.
And clothe us with His righteousness in that final day.

by Unknown

12 October 2008

Curahan Hati

Kala malam membayang….
Hanya Ditemani…….
Bunyi jangkrik ditepi sawah
Angin Dingin….
Menusuk dingin…….

Sepinya malam
Membayangi diriku
Awan kelam……
Menghiasi malam

Jagat raya…..
Menceritakan keagunganNya
Ketika ku terjaga dari mimpiku
Ku bertelut…..
Menghadap HadiratNya

Bapa Surgawi…..
Hidup yang ku lalui ini
Terasa Berat dan Berliku
Bapa,……..
Ku ingin….
Mengerti
Kemana ku melangkah

Bapa,……
Ku tahu panggilanMu
Dalam Hidupku
Disaat kesesakan melanda
Kau beri kelegaan

Tuhan…….
Ku bersyukur buat kasihMu
Terima Kasih buat anugerahMu
Tuhan…..
Ku buka hatiku
Untuk menerima JanjiMu
Terima Kasih Tuhan

Inilah hatiku
Ku mau masuk dalam RencanaMu
Ku mau setia dalam PanggilanMu
Terima Kasih Tuhan

Cirebon, 6 Nopember 2004

Buah Karya : Joshua Ivan S

11 October 2008

Arti Hadir-Mu

Kala Angin Bertiup Kencang
Awan Hitam Menutupi Langit
Kala Kebimbangan datang menghadang
Kesepian mengikutiku

Rasa hampa didada
Tak ada kegairahan dalamku
Kekelaman terus berjalan
Kemanapun ku pergi
Tak ada harapan

Namun……
Ketika Kau hadir
Kurasakan Kasihmu
Kehadiranmu…….
Membuat hidup ini indah

Kehadiranmu
Membuat warna
Dalam kehidupanku
Bagaikan Bunga-Bunga
Bermekaran di taman

Kehadiranmu
Bagaikan semerbak wangi bunga
Ku ingin harum itu kekal abadi

Kini ku tahu…..
Arti hadirmu
Kau bawaku ke awan-awan
Kau bagaikan mentari pagi
Yang menghangatkan dunia ini

Kehadiranmu
Membuat bunga-bunga cinta
Bermekaran di bumi ini

Arti hadirmu
Bawaku……
Pada Kehangatan cintamu

Cirebon, 20 December 2004

By : Joshua Ivan S

10 October 2008

Anugerah-Mu

Saat Ku tatap Awan Biru
Tergores Lukisan Alam
Awan Putih berarak-arak

Saat Anganku melayang jauh
Melintasi tingginya langit
Ku ingin berlari menggapai asa
Ku terdiam…..
Seakan tak mampu

Namun…..
Karena AnugerahMU
Yang membuatku mampu
Hidup ini hanya karena AnugerahMu

Bapa……
Tak dapat ku bayangkan
Jika ku hidup tanpa kasihmu
Hati ini gersang
Bagaikan Padang Meranggas
Ditimpa teriknya mentari
Oleh AnugerahMu

Ku ada dan Ku hidup
Hanya Kasih KaruniaMu
Ku gapai Mimpi……..
Hidup ini adalah AnugerahMu

Cirebon, 18 Oktober 2004

By : Joshua Ivan Sudrajat S