Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 March 2008

Air Tuba Dibalas Air Susu

Anda pernah mendengar istilah hacker? Hacker—seperti kita ketahui bersama adalah penjahat elektronika tingkat tinggi yang suka membobol jaringan komputer perusahaan—sering bermain mencuri data, mengubah data atau bahkan merusak data baik untuk iseng, komersial maupun tujuan yang lebih jahat lagi.

Kalau carding? Orang yang dengan menghalalkan segala cara mengetahui nomor kartu kredit orang lain untuk tindak kejahatan. Yang paling sering adalah memesan barang dengan kartu kredit itu. Akibatnya, dia yang terima barang, orang lain yang bayar.

Sebut saja namaku Ngilam. Aku, jujur saja, adalah orang Kristen yang sering kita sebut KTP—hanya nama di KTP yang Kristen atau singkatan Kristen Tanpa Pertobatan. Aku suka melakukan carding. Jumlah nomor kartu kredit orang lain yang kukantonginya—lewat barter, hijacking dan sebagainya—cukup banyak. Dengan kartu itu aku memesan barang-barang—terutama elektronik—yang mahal-mahal dan menyuruh orang lain untuk membayar, tentu saja dengan terpaksa. Jika pemilik kartu yang sah akhirnya tahu kalau kartunya dibobol maling, mereka mengirimkan e-mail berupa caci maki yang pedas. Namun aku cuek bebek. Card holder boleh menyalak, aku tetap membobol. Jika kartu yang kupakai sudah ketahuan, diblokir dan tidak bisa dipakai lagi, aku menggunakan nomor kartu kredit lain untuk meneruskan kejahatanku.

Suatu kali aku memakai kartu seorang wanita untuk kupakai transaksi. Ketika ketahuan, anehnya, sang pemegang kartu tidak mencaci-makiku seperti kebanyakan pemilik kartu kredit lain. Sebaliknya, dia mengirimkan pesan e-mail yang sangat simpatik, “May God forgive you!” Tidak hanya itu. Setiap Paskah dan Natal, pemilik kartu itu selalu mengirimkan kata-kata penghiburan dan ayat-ayat Alkitab yang menguatkan hatiku.

Apa yang terjadi. Aneh. Aku yang biasanya acuh tak acuh, kali ini gelisah dan tidak bisa tidur. Pemilik kartu itu benar-benar telah menumpukkan bara ke atas kepalaku. Air tuba yang kukirimkan ke­padanya dibalasnya dengan air susu. Sejak saat itu aku bertobat dan tidak melakukan praktik carding lagi.

(Xavier Quentin Pranata, seperti yang di-sharing-kan Risa kepadaku --bahana-online).

Tuhan Selalu Mendengar Doa Kita

Tris dan suaminya Jim, tinggal di kota B. Suatu pagi datang kabar dari S, kota asal Tris: Abang Tris telah berpulang.

Terkejut dan sedih oleh berita duka yang begitu mendadak, Tris segera terbang ke S. Karena masih ada masalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, Jim baru akan berangkat malam harinya dengan naik bus.

Sesampai di S, Tris menuju ke gedung tempat jenasah abangnya disemayamkan. Tris sangat berduka karena sudah cukup lama ia tidak berjumpa dengan abangnya itu dan sekarang semuanya sudah usai.

Malam hari itu, bersama dengan kakak dan adiknya, Tris pulang ke rumah Ibu Santo, ibunya. Tris selalu menginap di situ jika datang ke S. Malam itu cuaca mendung. Ketika melewati jalan rusak penuh lubang, adik Tris yang mengemudi memperlambat laju kendaraan. Tiba-tiba dari kegelapan, sesosok bayangan hitam muncul. Dengan belati berkilat ditangan mengancam lewat jendela mobil yang terbuka sebagian. Dengan gerak refleks adik Tris menginjak pedal gas, mobil maju menghentak dan terlonjak-lonjak kabur. Oleh pertolongan Tuhan mereka terlepas dari bahaya.

Tengah malam Tris masih terjaga di tempat tidurnya. Tris cemas mengingat Jim yang sedang dalam perjalanan dengan naik bus malam menuju S. Sesuai jadwal bus akan masuk S pada jam 03.30 dinihari. Untuk pergi ke rumah Bu Santo, Jim harus turun sebelum bus masuk jalan tol dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kendaraan lain. Jantung Tris masih berdebar-debar jika ingat peristiwa penodongan yang baru dialaminya. Tris membayangkan Jim sendirian di suatu jalan yang sepi dan gelap, menunggu angkutan di kota yang asing baginya. Bahaya apa yang mengintai Jim di tempat yang seram itu? Tapi Tris ingat Tuhan dan percaya akan perlindungan-Nya.

Tris berlutut dan berdoa. Lama Tris berdoa sampai tak terasa ia jatuh tertidur. Mentari pagi mendapati Jim di depan rumah Bu Santo. Jim tampak lesu. Ia lelah karena perjalanan yang cukup lama. Ia juga cemas kalau-kalau Tris jengkel karena menunggu kedatangannya terlalu lama.

Ragu-ragu Jim mengetuk pintu rumah. Pintu terkuak, Tris muncul menyambut Jim dengan wajah berseri-seri. Jim merasa lega, “Tumben nih dia kok tidak marah, kan aku terlambat lama?” pikirnya.

“Jim sampai siang begini tadi busnya mogok ya.”

“Lho kok tahu, memang bus mogok dua kali, lama-lama lagi. Padahal busnya masih bagus.”

Tris senyum-senyum saja. “Sekarang hampir jam delapan, sampai di S tadi jam berapa?”

“Jam tujuh pagi, terlambat sekitar tiga setengah jam, kamu menunggu lama ya?”

“Aku tahu kok, ndak masalah. Jadinya kamu turun dari bus kan sudah terang dan ramai, jadi lebih aman dong.”

“Emangnya kenapa, apa sekarang tidak aman?”

Tris lalu menceritakan pengalaman semalam, di mana ia dan saudaranya nyaris jadi korban penjahat.

“Kamu tadi kok tahu bahwa busnya mogok?”

“Aku cemas, kalau bus tiba di S tepat waktu, kan hari masih gelap. Jangan-jangan kamu ditodong seperti aku semalam. Aku lalu berdoa mohon pada Tuhan supaya bus yang kamu tumpangi mogok di jalan sehingga sampai di sini sudah pagi hari.”

“Eh ternyata Tuhan mengabulkan permohonanmu, biarpun doamu itu rada-rada konyol ya.”

“Terima kasih pada Tuhan, Ia yang selalu mendengarkan doa anak-anak –Nya biar doa konyol, sekalipun.”

“Ya ternyata Tuhan itu punya rasa humor yang besar ya.”

Markus 11:24,
Karena itu Aku berkata kepadamu : Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Kartika, Semarang

Sejauh Timur Dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

Fearless Living

A woman traveled by plane with her infant daughter. When they landed, they were met in the waiting area by her father, who took the baby while she proceeded to the baggage claim area.

Standing there alone waiting to claim her luggage, she was absent-mindedly holding the baby's pacifier. She noticed a flight attendant staring at her, then at the pacifier in her hand. The flight attendant finally spoke: "Excuse me, Miss. Is this your first flight?"

Fear of flying has kept many people home. One woman reminds me that her terror of riding in airplanes actually has biblical roots. "We should be wary of flying," she asserts. "In the Bible, Jesus says, 'LO...I'll be with you always'"!

Other common fears have kept countless people from enjoying life fully. Some of the greatest fears we share are a fear of becoming incapacitated, a fear of financial ruin, fear of abandonment and fear of death. Fear may be the most powerful enemy of humanity. And it is an enemy all of us are intimately acquainted with.

As James Bell writes, "Fear is an insidious virus. Given a breeding place in our minds...it will eat away our spirit and block the forward path of our endeavors." Or, like someone else said, "Fear is called the little death - it kills in tiny pieces."

I received a letter from a woman who learned an important lesson about fear. She wrote that one of their children had died some months earlier. Then she said this: "My husband and I went to dinner last night, and...I overheard two women talking about a sister who had lost a child. [One of the women] said, 'I can't get over the change in my sister! She, who once was afraid of her own shadow, has become totally fearless! She is so confident - so brave! She says, 'The worst thing has already happened - what more should I be afraid of?'"

"Steve - that woman is so right! My husband and I started a conversation with these two women and I told them that I agreed with the sister who had lost a child.... The one thing every parent dreads (also) happened to us and, with the grace of God, we lived through it. So we can live through anything else."

By surviving their worst fears imaginable, these women have newfound courage. They believe that nothing can ever happen to them that is worse than what they have already endured; there is nothing that they cannot face with courage and strength.

-- Steve Goodier

Your Sun & Shield

Today's Scripture

“For the LORD God is a sun and shield; the LORD bestows favor and honor; no good thing does He withhold from those whose walk is blameless” (Psalm 84:11).

Today's Word from Joel and Victoria

God has a heart to pour out His favor and goodness in your life. He longs to be your sun and shield. What does the sun do for us? It lights our way, it keeps us warm, it nourishes the plants of the earth so that we can have food. The earth is sustained by its relationship to the sun, and God wants to sustain you through your relationship with Him. He wants to be your shield of protection against all the fiery darts of the enemy. He wants to light and direct your path. Are you ready to receive Him as your sun and shield today? Have you been relying on something or someone else to be your protection or give you direction? If you have, decide today to put down whatever you’ve been putting your trust in and choose to lean on your heavenly Father. Open your heart and receive all He has for you. Receive His favor, blessing and protection today. As you do, you’ll see your path shine brighter and brighter, and you’ll move forward in the life of victory the Lord has prepared for you!

A Prayer for Today

Father in heaven, today I open my heart and mind to You. I receive Your blessing and favor and ask that You direct my every step. Show me Your ways that I may walk with You today and always. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Humor : Gigi

Seorang kakek pergi ke seorang dokter.

"Dok," katanya, "Saya begitu menderita. Saya menderita sakit dada, pusing, pening, asam urat, sembelit, kram perut, sakit telinga, mata perih, radang paru-paru, tangan dan kaki selalu pegal..."

"Pak," kata sang dokter, "Anda mengeluh mengenai banyak penyakit yang Anda punyai..., lalu sakit apa yang tidak Anda punyai?"

Pria itu menjawab, "Gigi!"