Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

27 March 2008

Sejauh Timur Dari Barat

Pernah dengar lagu “Sejauh timur dari barat”?

Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh kedalam tubir laut, Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhitungkan kesalahanku

Betapa besar kasih……pengampunanMu Tuhan
Tak Kau pandang hina hati…yang hancur….
Ku berterima kasih…..kepadaMu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri…..pulihkanku…..

********************************************
Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita. (Mazmur 103:12)

Renungan:
Timur dan Barat tak akan pernah bertemu. Ini adalah sebuah gambaran dari pengampunan Allah - bila Ia mengampuni dosa-dosa kita, Ia menyingkirkannya dan bahkan tidak mengingatnya lagi. Kita tak perlu lagi tenggelam ke dalam masa lalu kita, karena Allah bersedia mengampuni dan melupakan dosa-dosa kita. Manusia cenderung menggali kembali masa lalu yang buruk, tetapi Allah telah menghapus catatan diri kita menjadi bersih. Bila kita mengikut Allah, kita juga harus mencontoh teladan pengampunanan-Nya. Bila kita mengampuni orang lain, kita hendaknya juga melupakan kesalahan orang tersebut. Jika tidak, pada dasarnya kita belum benar-benar dapat mengampuninya.

Many says……..”It is really easy to say……..but really hard to do!”

Ingat nggak bait dalam doa “Bapa Kami”?

**Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yg bersalah kepada kami**

Nah…….jadi kita harus mengampuni dulu, baru kita juga diampuni oleh-Nya.

So……..just give it a try…..
Let’s learn together to forgive and forget……
Good morning……
Good luck…..
and GBU all……

From Dewi Sartika (post in Single Katolik mailing list)

0 comments:

Post a Comment