Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

13 September 2009

Humor : Ponsel Canggih Dari Indonesia

Yono, orang paling kaya di Indonesia sedang bermain golf bersama dua orang temannya yang beda kewarganegaraaan. Satu warga negara Amerika dan lainnya adalah Jerman. Mereka bermain di salah satu padang golf ternama di Indonesia.

Saat menuju hole ke-3, tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah dering ponsel. Ternyata, ponsel milik teman Yono yang berwarga negara Amerika. Sang Amerika pun meminta maaf dan mohon izin untuk mengangkat telepon sebentar.

Ia pun berjalan selangkah. Mendekatkan jempol kirinya ke telinga kiri, sedangkan kelingking kirinya diletakkan tepat di depan mulutnya. Ia pun memulai percakapan.

Setelah selesai, sang Amerika melihat Yono dan orang Jerman itu terkesima. Ia pun berkata "Ini merupakan teknologi ponsel terbaru di Amerika. Satu chip dibenamkan di jempol, dan satunya lagi di kelingking. Antena untuk menangkap sinyal disematkan di topi saya. Teknologi yang canggih sekali, kan?" ujar si Amerika.

Mereka pun melanjutkan bermain golf. Tepat di hole ke-9, telepon kembali berbunyi. Kali ini milik si Jerman. Teknologi ponselnya lebih canggih. Sebelum mulai  berbicara, ia terlebih dahulu memalingkan wajahnya ke kanan. Tanpa menggunakan apa-apa ia pun mulai bercakap-cakap dengan temannya di seberang sana. Setelah selesai, ia langsung menjelaskan teknologi canggih itu pada Yono dan si Amerika.

"Teknologi ponsel di Jerman memungkinkan saya melakukan percakapan tanpa perangkat apapun. Sebuah chip sudah terbenam di gigi saya sedangkan satu chip lagi dibenamkan di kuping. Antena untuk menangkap sinyal saya letakkan di kancing baju. Ini teknologi asli Jerman," paparnya.

Permainan golf pun berlanjut.

Pada hole ke-13, sebuah dering ponsel kembali membahana. Kala itu juga Yono langsung berlari menuju semak belukar di pinggir padang Golf. Kedua Jerman dan Amerika itu saling bertatapan aneh melihat aksi Yono. Keduanya pun mencoba mencari Yono di balik semak belukar.

Amerika dan Jerman langsung heran ketika Yono berada di balik semak dan mulai menanggalkan celananya dan berjongkok.

"Hei, apa yang kamu lakukan, No?" tanya si Amerika
Yono pun mendongak ke arah si Jerman dan si Amerika yang berada tepat di atas kepalanya. Lalu ia berkata "Saya sedang menunggu fax dari teman saya."

Kebesaran Hati

Markus 10:43 - "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 75; Ibrani 9; Habakuk 1-3

Memiliki kemampuan yang besar menjadi harapan dari setiap orang karena dengan begitu nama orang tersebut akan mudah dikenal dan mendapat sorotan dari lingkungannya. Namun, bagaimana bila kemampuan yang kita miliki hanyalah seperti kerikil? Akankah kita tetap percaya diri dan mau melayani Dia?

Dalam sebuah kebaktian perjamuan kudus di awal tahun 1968, Dr. Martin Luther King Jr pernah berkat, "Setiap orang bisa menjadi besar karena setiap orang bisa melayani. Anda tidak perlu menjadi seorang sarjana untuk melayani, tidak perlu mengenal Plato atau Aristoteles untuk bisa melayani. Anda hanya membutuhkan hati yang penuh kasih karunia dan jiwa yang digerakkan oleh kasih."

Ketika para murid Yesus berdebat untuk memperebutkan tempat terhormat di Surga, Yesus berkata kepada mereka, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa yang ingin menjadi besar di antara kamu hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10: 43-45)

Pengertian kita seharusnya sama dengan pengertian Yesus mengenai kebesaran karena kita adalah murid-muridnya. Allah tidak pernah memandang rendah pelayanan yang sedang Anda kerjakan saat ini bahkan Dia merasa disukakan karena Anda melakukan semuanya itu dengan sukacita.

Ingatlah akan hal ini, bahwa ketika Anda menyediakan diri kepada Tuhan untuk menjadi pelayan, Anda akan mendapatkan kebesaran yang sejati karena sekecil apapun perkara yang sedang Anda lakukan di dalam nama Yesus merupakan perkara yang besar.

Segala sesuatu yang besar pasti dimulai dari sesuatu yang kecil

Jawaban.com