Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

25 December 2007

ALLAH atau YESUS??

Bulan lalu saya menghadiri sesi latihan tahunan untuk malakukan pemeriksaan keamanan penjara di negara bagian saya. Selama sesi latihan ada sebuah presentasi menghadirkan 3 pembicara yaitu agam Katolik, Kristen dan Muslim, menjabarkan kepercayaan mereka masing-masing. Saya sangat tertarik dengan apa yang dikatakan Imam agama Muslim. Imam itu memberikan penjelasan yang bagus mengenai semua dasar-dasar Islam dengan video.

Setelah selesai presentasi, di berikan waktu untuk interaksi tanya jawab.

Ketika giliran saya datang, saya langsung memberikan pertanyaan kepada Imam dan bertanya, "Tolong, betulkan saya jika saya berbicara salah, tetapi saya mengerti kebanyakan Imam-Imam agama Islam mengumumkan Holy Jihad (Perang Suci) terhadap orang-orang kafir atau orang-orang yang tidak setia di bumi ini. Dan, dengan membunuh orang-orang kafir, yang merupakan titah untuk orang-orang Muslim, mereka percaya orang-orang kafir itu akan masuk ke Surga. Jika kasusnya seperti itu, bisakah kamu memberikan arti atau penjelasan apa yang dimaksud dengan orang-orang kafir?

Tidak ada yang berselisih pendapat mengenai pernyataan saya dan tanpa ragu-ragu Imam itu menjawab, "Orang-orang yang tidak percaya!".

Saya menjawab, "Jadi, saya ingin meluruskan hal ini. Semua pengikut Allah di berikan titah untuk membunuh semua orang yang tidak se-agama dengan kamu sehingga mereka mereka dapat masuk ke Surga. Apakah itu benar?".

Ekspresi wajah Imam itu berubah dari seseorang yang berwibawa menjadi seperti seorang anak kecil yang barusan tertangkap basah karena tangannya masuk ke dalam toples kue.

Imam itu menjawab dengan malu-malu, "Ya".

Saya kemudian memberikan pernyataan, "Jadi, Tuan, saya mempunyai masalah jika membayangkan Paus Yohanes Paulus II memberikan titah kepada semua pengikut Katolik dan Dr Stanley memberikan titah kepada Kristiani untuk melakukan hal yang sama dengan kamu yaitu membunuh orang-orang yang tidak seagama dengan mereka supaya orang-orang kafir itu bisa masuk ke Surga!".

Imam itu tidak bisa berbicara.

Saya melanjutkan, "Saya juga mempunyai masalah jika saya menjadi temanmu ketika kamu dan teman-teman Imammu mengatakan kepada pengikutmu untuk membunuhku".

"Saya ingin bertanya satu hal kepadamu, apakah kamu lebih memilih Allah kamu yang berkata kepada kamu supaya membunuh aku sehingga aku dapat masuk ke Surga, atau Yesusku yang berkata kepadaku untuk menyanganimu karena aku akan masuk ke Surga dan Dia ingin kamu bersamaku?"

Kamu dapat melihat kalau Imam itu sangat malu.

Chuck Colson pernah berkata kepadaku yang telah mendukungku selama 20 tahun dalam penginjilan di penjara. Dia berkata kepadaku, "Rick, ingatlah kebenaran akan terbuka."

Tidak ada yang perlu dikatakan lagi, organisasi dan atau promotor "Diversification" seminar latihan tidak senang dengan cara Rick bagaimana berhadapan dengan Imam Muslim dan membongkar semua kebenaran tentan kepercayaan Agama Islam.

Sebarkan ini dengan orang-orang yang berada di email kamu. Ini adalah cerita nyata dan pengarangnya Rick Mathes adalah pemimpin yang terkenal dalam pengabaran Injil di penjara.

Good Thinking .. God Bless You ...

By Rick Mathes


Jika ada kesalahan dalam penerjemahan ini mohon koreksinya dan kirimkan ke rumahrenungan[at]yahoo[dot]com

Terima kasih ..

As You Wish, LORD...

Seorang hamba Tuhan dari Cina - Watchman Nee - pernah menulis sebuah kalimat yang sangat menyentak. I just wanna be as You want me to be, Lord. Wow, ini bukan omongan yang asal-asalan. Ini artinya menyerahkan hidup kita pada Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan dan bukan kemauan kita sendiri. Hmmmm, apakah itu mungkin?

Maria adalah seorang gadis muda yang sangat mengasihi Tuhan. Buktinya, ia terpilih untuk menjadi ibu kandung bagi Yesus Kristus, juru selamat kita. Tentu saja Tuhan tak sembarangan meletakkan janin Yesus dalam kandungan seorang perempuan. Tuhan mencari seorang perawan yang juga sangat mengasihi Dia.

Bukti kedua bahwa Maria memang mengasihi Tuhan adalah saat ia menyatakan kesediaannya untuk mengemban tugas sebagai ibu bagi Yesus. Padahal saat itu Maria belum bersuami. Dengan kata lain, Maria hamil sebelum nikah. Tentu saja itu jadi hal yang memalukan. Toh, ia dengan pasrah berujar, "As You wish, Lord......." Apa saja yang Tuhan mau, terserah deh. Pertanyaannya, kenapa Maria pasrah seperti itu? Maria tahu kalau Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi
dia. Jadi, dia tak perlu khawatir dengan apa yang terjadi padanya.

NATAL selalu jadi momen istimewa buat setiap kita. Kado, pohon Natal, kumpul keluarga, acara-acara di gereja, semua serba menyenangkan dan terasa sangat istimewa. Tapi tahukah kita, bahwa momen istimewa bagi Tuhan bersama kita bukanlah saat Natal tiba, melainkan saat kita berserah kepadaNya dan berkata, "As You Wish Lord." Biar maunya Tuhan saja yang terjadi. Hmmmm......that's the special moment for Him in us.

Tahun ini, kita beri hadiah Natal terindah buat Tuhan. Menyerahkan hidup kita dalam kehendakNya dengan sepenuh hati. As You wish, Lord.......