Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

21 December 2008

Tuhan Yang Sederhana

"Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar" - Lukas 1:53

Bacaan : Lukas 1:46-55

Ketika Ratu Elizabeth II mengunjungi Amerika Serikat, ia membawa lebih dari seribu delapan ratus kilogram barang. Itu sudah termasuk dua pakaian untuk setiap acara, pakaian berkabung andaikata ada yang meninggal, dua puluh dua liter plasma, dan tempat duduk toilet putih terbuat dari kulit anak kambing. Ia juga membawa penata rambut pribadi, dua pelayan pria, dan sejumlah pegawai lain. Kunjungan singkat seorang ratu ke negara asing itu menghabiskan dana dua puluh juta dolar.

Memang pantas bila pembesar bepergian, banyak persiapan dilakukan. Namun, perhatikanlah bagaimana Yesus "berkunjung" ke bumi. Dia tidak lahir di istana. Sebaliknya, Dia terdampar di sebuah kandang. Dia hadir sebagai bayi yang bergantung sepenuhnya pada perawatan suami-istri muda yang masih canggung; dan golongan yang pertama menyambut-Nya hanyalah para gembala.

Tentang kesederhanaan Kristus ini, Philip Yancey dalam bukunya Bukan Yesus yang Saya Kenal menulis, "Saat saya membaca kisah kelahiran Yesus, saya tidak bisa tidak menyimpulkan bahwa walaupun dunia mungkin lebih mementingkan mereka yang kaya dan berkuasa, Allah lebih mementingkan mereka yang hidup sangat sederhana". Kelahiran dan kehidupan-Nya menggambarkan perhatian Allah pada mereka yang tertindas.

Di tengah perayaan Natal yang cenderung meriah dan mewah, kita ditantang untuk menangkap semangat kesederhanaan Kristus. Terlebih saat-saat ini, ketika kondisi perekonomian nasional sedang sulit dan banyak orang kurang beruntung. Natal membuka kesempatan bagi kita untuk berbagi dan mengulurkan tangan -ARS

DENGAN KESEDERHANAAN-NYA, YESUS KRISTUS MENAWARKAN PEMBEBASAN BAGI MEREKA YANG TIDAK BERDAYA

Yayasan Gloria

Humor : Gantian

Dua orang pria tua sedang duduk di sebuah restoran dan memesan makanan.

Pelayan : "Anda berdua ingin memesan apa?"

Pria tua pertama : "Saya ingin makan Chicken Steak."

Pria tua kedua : "Dan saya ingin segelas orange juice."

Setelah pesanan tersaji di meja mereka, pria tua pertama langsung menyantap makanannya dan pria tua kedua langsung meminum juice pesanannya. Setelah selesai makan dan minum, pria tua pertama memanggil pelayan.

Pelayan : "Anda ingin memesan apa lagi, Pak?"

Pria tua pertama : "Saya ingin segelas orange juice dan teman saya ini ingin makan Chicken Steak."

Pelayan : "Lho, kenapa tadi tidak sekalian pesan dua Chicken Steak dan dua gelas orange juice?"

Pria tua pertama : "Itu karena kami berdua hanya punya satu set gigi palsu ... jadi, ya ... harus gantian memakainya."