Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 May 2010

Gagal Ke Sukses

”Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana” - Amsal 24 : 16

Ada istilah yang kita sering dengar yaitu, ”Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda”. Orang yang belum pernah membuat kesalahan adalah orang yang  belum pernah membuat sesuatu apapun. Thomas Alva Edison adalah seorang yang banyak melakukan penemuan-penemuan yang penting, seperti lampu pijar. Sering ia disebut orang jenius, tetapi apa yang dikatakannya? ”Jenius, tidak!, kalau penemuan yang langsung berhasil, itu baru dinamakan jenius. Karena saya sering gagal, membuat kesalahan sangat banyak, sebelum sukses.”

Ada contoh-contoh yang lain, seperti Christopher  Columbus, seorang pelaut ulung, yang pergi menuju Asia, dia tidak berhasil menemukannya, tetapi akhirnya  dia berhasil menemukan benua Amerika. Ada daftar yang panjang tentang orang-orang yang seperti itu, antara lain yaitu Charles Goodyear yang belajar menstabilkan karet, bagaimana Alexander Flemming menemukan obat penisilin. Hasil dari semua penemuan-penemuan mereka adalah melalui kesalahan-kesalahan yang mereka buat.

Begitu juga sama halnya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Karena Allah ingin kita bertumbuh di dalam kasih karunia-Nya. Kita sering jatuh, jatuh, dan berulang-ulang jatuh lagi.

Tetapi Allah itu tetap memegang janji dan berjanji kepada kita, bahwa meskipun kita jatuh, jatuh dan berkali-kali jatuh sampai tujuh kali atau 77 kali, kita jangan putus asa dan kecewa, kita pasti akan bangkit kembali. Allah menyambut kita dengan kasih karunia-Nya, mengangkat kita yang sudah jatuh terpuruk, dan membuat kita akan berjalan dengan lebih dewasa lagi, yang membuat kita lebih ingin belajar dan belajar dari kesalahan kita. Sebelum mencapai kesuksesan pada waktu Nya. Amin.

Sumber: Majalah BAIT edisi 73.