Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

29 December 2007

Surat Dari Yesus

Untuk semua,

Seperti yang kamu tahu, kita semakin mendekati hari ulang tahun-Ku. Setiap tahun ada perayaan kehormatan-Ku dan Aku kira tahun ini akan sama.

Selama masa ini banyak orang berbelanja kado, banyak pengumuman di radio, iklan-iklan TV, dan di setiap bagian di dunia semua orang membicarakan ulang tahun-Ku semakin dekat.

Saya sangat senang mengetahuinya, setidaknya setiap tahun sekali, orang-orang memikirkan Aku.

Seperti yang kita tahu, perayaan ulang tahun-Ku sudah di mulai beberapa tahun yang lalu.

Pertama-pertama orang-orang nampak mengerti dan sangat berterima kasih untuk semua yang Aku lakukan untuk mereka, tetapi kali ini, tidak seorangpun tahu alasan perayaan.

Keluarga dan teman-teman bersama-sama dan bersenang-senang, tetapi mereka tidak tahu arti perayaan. Aku ingat tahun lalu ada perayaan kehormatan untuk Aku. Meja makan malam penuh dengan makanan lezat, kue-kue kering, buah-buahan, kacang-kacangan, coklat. Dekorasinya indah sekali dan ada sangat banyak sekali kado-kado yang terbungkus.

Bagaimanapun, apakah kamu tahu sesuatu? Aku tidak di undang.

Aku adalah tamu kehormatan dan mereka tidak ingat untuk mengimi Aku undangan.

Pestanya untuk Aku, tetapi ketika hari itu datang, Aku di tinggal diluar, mereka menutup pintu untuk saya dan Aku ingin bersama mereka dan berbagi meja dengan saya.

Sebenarnya, hal itu tidak mengejutkanku karena beberapa tahun yang lalu mereka menutup pintu buat Aku. Sejak aku tidak di undang, Aku memutuskan untuk masuk ke pesta tanpa suara. Aku berdiri di sudut ruangan.

Mereka semua minum, ada beberapa yang mabuk dan menceritakan humor dan menertawakannya. Mereka sangat bersenang-senang.

Puncaknya, orang gemuk besar ini berpakaian merah dengan janggut putih yang panjang masuk ke ruangan berteriak “Ho-Ho-Ho!” Dia kelihatannya mabuk. Dia duduk di sofa dan semua anak-anak kecil berlari menuju kepadanya, dengan berkata: “Sinterklas, Sinterklas” seperti pesta kehormatan ini untuk dia!

Pada tengah malam orang-orang saling berpelukan, Aku membuka tanganku untuk menunggu seseorang memeluk-Ku dan kamu tahu .. tidak seorangpun memeluk-Ku.

Tiba-tiba mereka mulai bertukar kado. Mereka membuka kado satu per satu dengan pengharapan yang besar. Ketika semua terbuka, Aku melihat jika, mungkin, ada yang buat Aku. Apa yang kamu rasakan jika di hari ulang tahunmu semua orang bertukar kado dan kamu tidak mendapatkan satupun?

Aku kemudian mengerti bahwa Aku tidak di butuhkan di pesta dan aku pergi diam-diam.

Setiap tahun bertambah buruk. Orang-orang hanya ingat kado, pesta, makan dan minum, dan tidak seorangpun yang ingat Aku.

Aku akan senang Natal ini kamu mengijinkan Aku untuk masuk dalam hidupmu.

Aku akan senang kalau kamu mengenali kenyataan bahwa hampir 2000 tahun yang lalu Aku datang ke dunia ini untuk memberikan hidup-Ku untukmu, di kayu salib, untuk menyelamatkanmu.

Sekarang, Aku hanya ingin kamu percayai ini dengan seluruh hatimu.

Aku ingin membagikan sesuatu buat kamu. Karena aku tidak di undang di pesta mereka berkali-kali, Aku akan mengadakan perayaan sendiri, pesta yang megah yang tidak pernah di bayangkan orang, pesta yang spektakuler. Aku masih menyusunnya.

Sekarang Aku mengirimkan banyak sekali undangan dan mengundang kamu. Aku ingin tahu jika kamu mau hadir dan Aku akan melakukan reservasi untuk kamu dan menulis namamu dengan kertas emas di buku tamu besarku.

Hanya orang-orang yang terdaftar di buku tamu yang akan di undang di pesta.

Yang tidak memesan, akan di tinggal di luar. Siap-siaplah karena ketika semuanya siap kamu akan menjadi bagian di pesta-Ku

Sampai ketemu lagi. Aku mencintaimu!

Yesus

28 December 2007

Bukan Pilihan

Akan di putar sebuah film di Trans7.
Tanggal : 29 Desember 2007
Jam : 16.30 - 17.30 WIB
Judul : Bukan Pilihan
Pemain : Darius Sinathrya, Marsha Timothy, Frans Mohede.

Saksikan bersama keluarga & sahabat kalian.

Mimpi Terindah - Percakapan Dengan TUHAN

Aku : "Zzzzz Zzzzz Zzzzz......"

TUHAN : "Bangun !!!"

Aku : "Hmmm.... siapa ya ?"

Tuhan : "AKU ??? AKU TUHAN. AKU dengar di doamu, kau ingin bicara langsung dengan-KU, maka doamu KU-kabulkan."

Aku (tertegun) : "Oh, aku tidak menyangka doaku dikabulkan,. Lalu kita ada di mana ?"

TUHAN : "Di dalam mimpimu, ini media paling mudah untuk berbicara."

AKU (tertegun) : "Ooooh..."

TUHAN : "KU-dengar di doamu, kau ingin mengajukan pertanyaan kepada KU. AKU ingin mendengarnya sekarang."

Aku : "Benar. Bisakah sekarang kumulai ?"

Tuhan : "Tentu."

Aku : "TUHAN, tahukah ENGKAU bahwa dunia yg KAU ciptakan ini penuh dengan ketidakadilan. Banyak orang percaya dianiaya. Orang benar menderita. Itu tidak adil TUHAN !"

TUHAN : "Menurutmu, apakah adil, ketika AKU mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosamu??"

Aku : "Kalau begitu, semua orang benar harus menderita di dunia, begitu ?"

TUHAN : "Apakah penderitaan itu selamanya ? Mengapa ketika menderita manusia selalu bertanya "mengapa harus aku?". Tetapi, ketika senang, mereka tidak pernah bertanya, "mengapa harus aku ?"

Aku : "Kalau begitu, mengapa banyak orang jahat hidup senang ?"

TUHAN : "Kau yakin ?"

Aku : "Ya... walaupun tidak semua ..."

Tuhan : "Kalau begitu, cobalah jadi jahat, dan lihatlah, seberapa lama kau akan senang, kau bisa membuktikannya sendiri."

Aku : "Hidup ini terlalu rumit untuk dijalani, mengapa KAU selalu mendatangkan cobaan dan masalah?"

TUHAN: "Masalah KU-datangkan bukan untuk disesali dan dikeluhi, tapi untuk diselesaikan. Cobaan KU-datangkan untuk menunjukkan adanya diri-KU, dan perlunya berserah pada-KU."

Aku : "Tapi, setiap masalah datang, Aku selalu berdoa meminta jalan keluar. Tetapi, kadang KAU tidak memberinya ? Mengapa ?"

TUHAN : "Mengapa ? Pertanyaan bagus! Mengapa setiap firman yang KU-perintahkan padamu, kau tidak pernah melakukannya atau selalu menunda-nunda ? Sebelum engkau menuai, menaburlah terlebih dahulu."

Aku : "Mengapa manusia tidak pernah puas terhadap dirinya ?"

TUHAN : "Manusia tidak akan menyadari betapa berharganya sesuatu, sampai mereka kehilangan semuanya.

Aku : "Karena itulah TUHAN, mengapa penyesalan selalu datang terlambat? Itu menyebalkan..."

TUHAN : "Kalau belum terlambat, bukan penyesalan namanya. Kalau belum menyesal, manusia tidak akan pernah tahu dimana letak kesalahannya."

Aku : "Memang benar. Tapi, penyesalan selalu mendatangkan penderitaan."

TUHAN : "Ketika penyesalan datang, manusia diberi 2 pilihan. Pertama, segera bangkit dan meninggalkan duka-citanya. Itu membuat manusia makin kuat dan terasah. Kedua, berkata : "Aku tidak kuat, beban ini terlalu berat untuk dijalani". itu mendatangkan penderitaan."

Aku : "Perlukah aku memelihara doa dan waktu untuk-MU setiap harinya ?"

Tuhan : "Perlukah AKU mejagamu dan mengawasimu setiap harinya ?"

Aku : "TUHAN, seringkali aku sudah berusaha dan berusaha, tapi selau gagal ! Mengapa?"

TUHAN : "Berapa kali kau mencoba ?"

Aku : "Katakanlah 10 kali."

TUHAN : "Bagus. Kalau begitu kau sudah mengetahui 10 cara yg tidak berhasil. Jangan samakan kegagalan dengan pengalaman. Manusia tidak pernah gagal, sampai dia berhenti berusaha."

Aku : "Tapi, semua itu terlalu beresiko TUHAN. Setiap usaha mempunyai resiko."

TUHAN : "Sesungguhnya, ketika kau takut mengambil satu resiko, kau telah mengambil resiko yang tersisa, yaitu kau tidak akan pernah berhasil !"

Aku : "Kalau begitu, bagaimana cara mendapat kesenangan hidup ?"

TUHAN : "Cintailah dirimu sendiri, dan senantiasa bersyukur. Hidup ini sebenarnya indah. Jika masalah datang, jangan biarkan masalah menguasai dirimu, tetapi belajarlah menguasai masalah. Ah, waktu kita habis, kau sudah harus bangun pagi..."

Aku : "Kapan kita bisa berbicara seperti ini lagi ?"

Tuhan : "Kapanpun. Sebenarnya jarak Kita hanya dipisahkan oleh doa."

Aku : "Oke, terima kasih TUHAN atas pembicaraan yg indah ini."

TUHAN : "Sama-sama."

Aku pun terbangun dari mimpiku......

TUHAN Memberkati

He is the Healer

“He heals the brokenhearted and binds up their wounds” (Psalm 147:3).

Today's Word from Joel and Victoria

Aren’t you glad that God is a healer! It doesn’t matter what is “broken” in your life today, God’s nature is to bring you complete healing. Do you need healing in your body? Your mind? Heart? Finances? Relationships? God is your healer. Notice what the Psalmist says in this verse: He binds up their wounds. In the natural, if you have a broken arm, it doesn’t just heal over night. The doctor makes a cast to hold it in place and protect it. He binds up your wound. In the spiritual realm, God does the same thing. He wraps Himself around your brokenness and protects the wounded area until it is strong enough to function properly again. The Bible also says that He is a restorer. That means that when He does a work of healing in our lives, He makes us better than we were before. If you’re going through the healing process today, know this: it may take longer than you planned, but God is binding up your wound. He is protecting you and healing you. He will bring you out better and stronger than you were before. He will take you to a place of complete healing so that you can live the life of victory He has in store for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for being my healer. Thank You for restoring every area of my life. I give You everything that I am today. Use me for Your glory. In Jesus’ Name. Amen.

Taken from : www.joelosteen.com

Setiap Harimu Adalah Hari Istimewa

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra "Ini, ......", dia berkata, "Bukan bungkusan yang asing lagi". Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.

Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata : "JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA !"

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.

Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya. Kata-kata "Suatu hari ." dan Satu saat nanti ....."sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.

Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari nanti". Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku. Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.

Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan mengirimkannya "Suatu saat nanti", ingatlah bahwa "Suatu saat" itu sangat jauh ....... Dan mungkin tidak akan pernah datang.

27 December 2007

Keep No Record

“…Love keeps no record of wrong done to it” (I Corinthians 13:5).

Today's Word from Joel and Victoria

The Bible says that God is love. He doesn’t just have love, He is love. The love we have is an extension of Him. When you invite Jesus to be the Lord of your life, the Bible says that He actually makes His home in your heart. Think about that for a minute. The Creator of the universe, who cannot be contained by anything, chose to make His home on the inside of your heart. That means that perfect love is on the inside of you. When you cooperate with God and submit your will to His, you are allowing His perfect love to flow through you. First Corinthians 13 tells us what that looks like. When we are walking in God’s love, we are patient. We are kind. Verse 5 says that love keeps no record of wrong. That’s simply forgiveness. Love always forgives. That doesn’t mean that the other person was right, it only means that you are choosing to let go of the bitterness, hurt, and anger. If you have a mental list of all the people who have hurt or offended you, let it go today. Cooperate with God and let His love work through you. As you do, you’ll see His power flow through you, and you’ll experience the life of victory God has promised!

A Prayer for Today

Heavenly Father, thank You for loving and setting me free. Thank You for choosing to live on the inside of my heart. Show me if I am holding on to unforgiveness in any area so that I can forgive and walk in peace and victory today. In Jesus’ Name. Amen.

Taken from : www.joelosteen.com

Kesaksian Dr. Peter

Sedikit cerita jalan hidup saya sebelum saya betobat:

Saya adalah Anak ke 3 dari 3 Bersaudara (Bontot). Dalam keluarga saya ada istilah Demokrasi, namun itu hanya berlaku ama 2 kakak saya dan tidak berlaku bagi saya, kata Ortu aku itu tidak pantas untuk angkat suara. Saya mulai bertanya kenapa....?

Alasannya saya ini yang paling bontot, nggak perlu ditanggapin kalo ngomong. Aku jadi streesss berat.

Setelah lama kelamaan saya mulai tahu bahwa sebenarnya saya ini adalah anak yang sudah tidak di harapakan lagi untuk lahir...dan berusaha mau di gugurkan ama ortu. Aku mulai berang ama ortu mulai nggak karu karuan. Semuanya boleh angkat suara kecuali saya. kok bisa pikir saya...kenpa bisa jadi begini. Kemudian tahun beganti tahun saya mulai tumbu dewasa dalam ketidak pastian. Hidup saya di atur sana sini oleh Ortu ama kk saya. Saya anak yang nggak suka melawan, apalagi ama Mama yang sakit Jantung.

Diluar sepengetahuan mereka saya mulai jadi anak yang tabiatnya mulai tidak terkendali
. Saya mulai jadi pemabuk, perokok, suka berkelahi dan mulai menjadi penyabung ayam. Sehingga waktuku habis di sana, Kul nggak menentu hidup kacau balau...

Singkat cerita, aku terkapar di Housepital dengan tidak sadarkan diri karena sakit yang nota benenya karena minum yang keras keras (minuman keras). Kemudian kata Dokter saya ini kemungkinan besar meninggal ataupun k'lo masih hidup maka akan cacat seumur hidup. Saya tahu bahwa saya tidak perlu siapa siapa dan saya tidak perlu Ortu, kk, pacar atu siapapun...nggak perduli...dengan diri saya lagi, untuk apa....?

Kemudian kakak saya yang paling tua, selalu bedoa dan puasa untuk saya bahwakan teman teman saya yg uda duluan tobat, mereka berpuasa dan berdoa untuk saya.

Dalam hidup saya nggak ada pengharapan, yang yg cuma mati aja k'lo mo mati.
Sakitnyas minta ampun, saya ampe pingsan kalo datang sakitnya...du Tuhan kenapa ini. Kemudian pada suatu hari kira kira jam 2 malam, saya berkata kepada Tuhan, "Kalau bole angkat saja nyawaku, aku nggak kuat lagi"

Pada saat itu saya sayup sayup mendengar suara yang begitu lembut dan terdengar jelas "Kuatkan hatimu AKU Tuhan Allahmu akan melakukan sesuatu untukmu"

Aku nggak tau mau bicara apa, cuma yang ku tahu bahwa suara itu menyejukan hatiku dan membawah kedamaian dalam hati. Ku katakan siapa engkau sehingga membuat hatiku begitu penuh damai dan tentram, suara itu terdengar lagi "AKU mengasihimu dan aku Tuhan Allahmu"

Saat itu aku menangis begitu rupa dan mengatakan kepadaNya, "untuk apa aku ini hidup dan untuk apa engkau menolongku...?"

Jawabanya "Karena AKU mengasihimu dan akan melakukan sesuatu yg indah untukmu". Saat itulah saya merasakan ada susuatu dalam tubuh saya yg berubah, perasaan sakit itu hilang dan tidak terasa lagi. Saya mulai menangis dan mengatakan siapapun Engkau Tuhan yg telah menyembuhkan aku, aku akan melayaniMu.

Besoknya Dokter terheran heran melihat perubahan yang sakit cepat dalam tubuh saya. Dokter belum percaya akan hal ini. Sebelumnya jangankan gelengkan kepala, buka mulut aja susahnya minta ampun. Sehingga hari itu juga aku memutuskan untuk keluar dari RS. Setelah saya pulih kembali, saya mulai aktif di Gereja.

Kebenaran Talenta saya adalah di Musik dan Vocal, maka saya mulai mengembangkat talenta itu menjadi kemulian bagi Tuhan, hingga sekarang. Disinlah awal dimana saya bisa mengampuni sertiap orang dan tau bagaimana di sakiti oleh orang bahwakan keluarga yg paling dekat sekalipun. Saya sangat bersyukur pada saat mengalami Depresi berat, kakak saya yang laki laki selalu menemani saya dan mendoakan saya, juga disaat saya mulai bertumbuh dalam kasih kristus ada Bapak Rohani yg begitu setia membimbing saya hingga saya bisa berdiri di depan para belivers dan meberitakan FA. Saya sunggu bersyukur karena di dekat saya ada orang orang yg kuat imannya yang dapat membantu dalam suka dan duka seklipun.

Kemudian saya diijinkan melayani di Yayasan KBMY yang di buat untuk Anak anak Papua. Misi dan Visi yayasan ini adalah untuk menjangkau anak anak Papua dan menjangkau mereka yang tidak dan belum terjangkau, Yayasan ini di bangun oleh Sorang hamba Tuhan yang sangat sederhana dan luar biasa di pake Tuhan dalam pelayanannya di bidang "Pertumbuhan Gereja, pengajaran dan Pujian penyembahan"

Saya juga melayani di AOG Church ( Assembly Of God ) Sidang jemaat Allah Dept Youth, Music, Konseling dan pemulihan hati.
Semua ini karena kasih karunia Tuhan dan saya tidak bermega karena saya bisa melakukan ini semua, namun di mana saat saya tahu persis bahwa betapa pertolongan Tuhan dalam Hidup saya begitu luar biasa, dan oleh bilurNya, dagingNya dan darahNya Dia membasu dan mengobati setiap kekecewaan, sakit hati, akar pahit, frustrasi, depresi bahkan streeesss sekalipun dan rasa benci sekalipun terhadap sesama. Dan Dia membasu setiap titik, gumpalan dan bahkan derasnya darahku yang dialiri dosa sehingga menjadi bersi sempurna seperti janjinya : "Aku akan memberikan hati yang baru" dan di buatNya Sembuh,semua ini pulih dalam waktu 7 tahun.

Saat ini pleayanan kami semakin meluas, bahkan bukan untuk papua saja, namun untuk semua suku.
Untuk teman teman yg mengalami hal seperti saya, tidak perlu berkecil hati, Tuhan Ada bersama denganmu hanya sejauh Doamu, saat engkau memanggil Dia, Dia akan menjawab "Ya anakKu aku disini menanti engkau berbicara dengan Aku, aku akan mendengar setiap jeritan hatimu, bahkan jeritan yg tertahan sekalipun Aku mendengar dan memperhatikanmu, karena Aku mengasihimu sampai masa tuamu, Aku tetap Tuhan yang setia dan tidak akan berubah."

Semoga menjadi berkat bagi kita semua.

In Him, Petter

26 December 2007

Bring Out the Best

“Love is kind” (I Corinthians 13:4)

Today's Word from Joel and Victoria

One translation of this simple verse says that, “Love looks for a way to be constructive.” In other words, love looks for ways to improve someone else’s life. Love brings out the best in other people. Don’t just get up in the morning thinking about yourself or how you can make your own life better. Think about how you can make someone else’s life better. Ask yourself, “Who can I encourage today?” “Who can I build up?” You have something to offer those around you that no one else can give. Someone in your life needs your encouragement. Someone in your life needs to know that you believe in them. I believe God will hold us responsible for the people He’s put in our lives. He’s counting on us to bring out the best in our family and friends. Are you improving the lives of those around you? Are you giving them confidence? Ask the Lord to give you creative ways to encourage those around you. As you sow seeds of encouragement and bring out the best in others, God will send people along your path that will build you up so that you can move forward into the blessing He has in store for you.

A Prayer for Today

Father God, thank You for loving me. Thank You for believing in me and always building me up. I ask that You show me creative ways to encourage and build up
the people around me. Help me be an example Your love today and always. In Jesus’ Name. Amen.

Taken from : www.joelosteen.com

Kudoakan

Di bawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang kemarin berkotbah di tempat saya. Nama pendetanya Bp Wisnu. Berikut penuturan beliau :

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang. Saya naik bis jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Di dalam bis yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol) Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu "Yesus ajaib, Tuhanku ajaib...." Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus. Hampir seluruh penumpang bis memarahi anak tersebut, "Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!"

Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan
dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut. Saya dalam hati berkata, "Tuhan, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa/berani melakukan hal tersebut". Karena bis akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bis tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bis mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tsb akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka.

Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah, "
Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?" dst, dst. Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara, "Bapak-bapak, Ibu-Ibu jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut." Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia melanjutkan,"Sudahlah....Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini.. saya doakan saja Bapak, Ibu" Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini. Banyak yang tiba-tiba menangis dan akhirnya mau menerima Tuhan. Saya yang sedari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tsb. Saya melanjutkan naik mikrolet.Jalanan macet krn kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat. Sopir mikroletnya bertanya "Ada apa sih Pak? Koq banyak kerumunan?" Saya jawab "O Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil"

Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba-tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya, "Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?"

Jawabnya, "Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya
lebih besar dari roh apapun di dunia ini", tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan. Lanjutnya, "Bapak mau saya doakan?". Saya terperanjat, "Kamu mau doakan saya?"

Jawabnya, "Ya kalau Bapak mau"


Saya menjawab, "Baiklah. Kamu boleh doakan saya"


Doanya, "Tuhan berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika
sore nanti dia akan ada pelayanan Youth."

Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan , jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.

Tuhan memberkati.

25 December 2007

ALLAH atau YESUS??

Bulan lalu saya menghadiri sesi latihan tahunan untuk malakukan pemeriksaan keamanan penjara di negara bagian saya. Selama sesi latihan ada sebuah presentasi menghadirkan 3 pembicara yaitu agam Katolik, Kristen dan Muslim, menjabarkan kepercayaan mereka masing-masing. Saya sangat tertarik dengan apa yang dikatakan Imam agama Muslim. Imam itu memberikan penjelasan yang bagus mengenai semua dasar-dasar Islam dengan video.

Setelah selesai presentasi, di berikan waktu untuk interaksi tanya jawab.

Ketika giliran saya datang, saya langsung memberikan pertanyaan kepada Imam dan bertanya, "Tolong, betulkan saya jika saya berbicara salah, tetapi saya mengerti kebanyakan Imam-Imam agama Islam mengumumkan Holy Jihad (Perang Suci) terhadap orang-orang kafir atau orang-orang yang tidak setia di bumi ini. Dan, dengan membunuh orang-orang kafir, yang merupakan titah untuk orang-orang Muslim, mereka percaya orang-orang kafir itu akan masuk ke Surga. Jika kasusnya seperti itu, bisakah kamu memberikan arti atau penjelasan apa yang dimaksud dengan orang-orang kafir?

Tidak ada yang berselisih pendapat mengenai pernyataan saya dan tanpa ragu-ragu Imam itu menjawab, "Orang-orang yang tidak percaya!".

Saya menjawab, "Jadi, saya ingin meluruskan hal ini. Semua pengikut Allah di berikan titah untuk membunuh semua orang yang tidak se-agama dengan kamu sehingga mereka mereka dapat masuk ke Surga. Apakah itu benar?".

Ekspresi wajah Imam itu berubah dari seseorang yang berwibawa menjadi seperti seorang anak kecil yang barusan tertangkap basah karena tangannya masuk ke dalam toples kue.

Imam itu menjawab dengan malu-malu, "Ya".

Saya kemudian memberikan pernyataan, "Jadi, Tuan, saya mempunyai masalah jika membayangkan Paus Yohanes Paulus II memberikan titah kepada semua pengikut Katolik dan Dr Stanley memberikan titah kepada Kristiani untuk melakukan hal yang sama dengan kamu yaitu membunuh orang-orang yang tidak seagama dengan mereka supaya orang-orang kafir itu bisa masuk ke Surga!".

Imam itu tidak bisa berbicara.

Saya melanjutkan, "Saya juga mempunyai masalah jika saya menjadi temanmu ketika kamu dan teman-teman Imammu mengatakan kepada pengikutmu untuk membunuhku".

"Saya ingin bertanya satu hal kepadamu, apakah kamu lebih memilih Allah kamu yang berkata kepada kamu supaya membunuh aku sehingga aku dapat masuk ke Surga, atau Yesusku yang berkata kepadaku untuk menyanganimu karena aku akan masuk ke Surga dan Dia ingin kamu bersamaku?"

Kamu dapat melihat kalau Imam itu sangat malu.

Chuck Colson pernah berkata kepadaku yang telah mendukungku selama 20 tahun dalam penginjilan di penjara. Dia berkata kepadaku, "Rick, ingatlah kebenaran akan terbuka."

Tidak ada yang perlu dikatakan lagi, organisasi dan atau promotor "Diversification" seminar latihan tidak senang dengan cara Rick bagaimana berhadapan dengan Imam Muslim dan membongkar semua kebenaran tentan kepercayaan Agama Islam.

Sebarkan ini dengan orang-orang yang berada di email kamu. Ini adalah cerita nyata dan pengarangnya Rick Mathes adalah pemimpin yang terkenal dalam pengabaran Injil di penjara.

Good Thinking .. God Bless You ...

By Rick Mathes


Jika ada kesalahan dalam penerjemahan ini mohon koreksinya dan kirimkan ke rumahrenungan[at]yahoo[dot]com

Terima kasih ..

As You Wish, LORD...

Seorang hamba Tuhan dari Cina - Watchman Nee - pernah menulis sebuah kalimat yang sangat menyentak. I just wanna be as You want me to be, Lord. Wow, ini bukan omongan yang asal-asalan. Ini artinya menyerahkan hidup kita pada Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan dan bukan kemauan kita sendiri. Hmmmm, apakah itu mungkin?

Maria adalah seorang gadis muda yang sangat mengasihi Tuhan. Buktinya, ia terpilih untuk menjadi ibu kandung bagi Yesus Kristus, juru selamat kita. Tentu saja Tuhan tak sembarangan meletakkan janin Yesus dalam kandungan seorang perempuan. Tuhan mencari seorang perawan yang juga sangat mengasihi Dia.

Bukti kedua bahwa Maria memang mengasihi Tuhan adalah saat ia menyatakan kesediaannya untuk mengemban tugas sebagai ibu bagi Yesus. Padahal saat itu Maria belum bersuami. Dengan kata lain, Maria hamil sebelum nikah. Tentu saja itu jadi hal yang memalukan. Toh, ia dengan pasrah berujar, "As You wish, Lord......." Apa saja yang Tuhan mau, terserah deh. Pertanyaannya, kenapa Maria pasrah seperti itu? Maria tahu kalau Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi
dia. Jadi, dia tak perlu khawatir dengan apa yang terjadi padanya.

NATAL selalu jadi momen istimewa buat setiap kita. Kado, pohon Natal, kumpul keluarga, acara-acara di gereja, semua serba menyenangkan dan terasa sangat istimewa. Tapi tahukah kita, bahwa momen istimewa bagi Tuhan bersama kita bukanlah saat Natal tiba, melainkan saat kita berserah kepadaNya dan berkata, "As You Wish Lord." Biar maunya Tuhan saja yang terjadi. Hmmmm......that's the special moment for Him in us.

Tahun ini, kita beri hadiah Natal terindah buat Tuhan. Menyerahkan hidup kita dalam kehendakNya dengan sepenuh hati. As You wish, Lord.......

20 December 2007

Pesan NATAL Dari Seorang Nabi Nyentrik

"...Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya kepada yang tidak punya...." (Lukas 3:11)

Yohanes Pembaptis adalah nabi Perjanjian Baru yang aneh bukan hanya karena pakaiannya aneh (jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit) dan makanannya juga aneh (belalang dan madu hutan) (Mat 3:4). Di tambah lagi dengan lingkungan kerjanya yang juga tidak biasanya padang gurun (Luk 3:2). Gayanya yang langsung dan terus terang rupanya menarik perhatian dan ternyata mendapat perhatian, disimak, dan ditanggapi secara positif oleh para pendengarnya. Seruan-seruannya yang lugas juga bertentangan dengan semangat zamannya, menyejukkan hati dan memberikan inspirasi yang segar bagi mereka yang mendengarnya. Tempat berkarya, pakaian, dan makanannya sudah menjadi aksi simbolik dari sebuah protes terhadap kondisi jamannya seperti layaknya para nabi pra pembuangan di Perjanjian Lama. Dia berkarya tidak di Yerusalem karena kota itu meski pun suci bagi orang Yahudi, sudah menjadi lambang kolusi antara penguasa Roma yang serakah dengan para pemimpin agama Yahudi yang munafik. Gurun pasir mau mengingatkan umat Allah pada perjalanan nenek moyang mereka keluar dari tanah MEsir ribuah tahun yang lewat yang menjadi masa 'bulan madu' yang mengesankan. Mereka merasakan sendiri bagaimana Allah menyertai dan memelihara mereka dengan setia. Belalang dan madu hutan hendak menggambarkan kebersahajaan atau kesederhanaan. Sungguh menjadi tanda-tanda simbolik yang lengkap sekali.

Seruan supaya orang bertobat ditanggapi dengan baik dan positif oleh para pendengar yang 'jauh-jauh' datang hanya untuk mendengarkan suara 'yang lain' daripada suara-suara yang klise. Ketika masyarakat bersikap acuh tak acuh terhadap nilai-nilai hakiki dari iman mereka. Yohanes Pembaptis di utus oleh Allah untuk menyerukan 'pertobatan'. Kata 'bertobat' 'metanoia' dalam bahasa Yunani atau 'syuv' dalam bahasa Ibrani punya makna 'banting setir' atau 'putar balik' karena sudah sadar bahwa perjalanan kehidupan sudah 'salah arah'. Bertobat bagi Yohanes Pembaptis atau, bahkan bagi Tuhan, bukan sekedar dulu saya perokok berat dan sekarang sudah berhenti merokok atau malahan ikut kegiatan anti merokok. Tentu tidak merokok apalagi tidak lagi merokok di sembarang tempat adalah suatu yang sangat luhur dan baik. Bertobat bukan sekadar yang tadinya penjudi lalu sekarang tidak berjudi lagi apalagi berhentinya karena sudah tidak punya duit lagi dan ikut ngegeropyok tempat perjudian. Bertobat lebih dari itu. Bertobat adalah perubahan 'arah' atau 'orientasi' kehidupan seseorang. Kalau selama berdosa orientasi kehidupan seseorang adalah 'aku'nya sendiri dengan segala kepentingan dan ambisinya dan menjadi 'egosentris' atau malahan 'egoistis'. Aku dengan segala kepentingan dan ambisinya menjadi nomor satu dalam kehidupannya. Ketika seorang bertobat maka orientasi atau arah kehidupannya adalah Allah sendiri. Allah dengan semua rencana dan kehendak-Nya menjadi nomor satu dan terutama dari kehidupannya. Allah dengan semua kemauan-Nya (yang pasti baik dan benar) mendapat prioritas dan perhatian utama untuk ditaati. Yesus nanti juga mewujud-nyatakan cita-cita ini secara sempurna dalam pribadi, hidup, dan karya serta kata-kata-Nya. Orang yang belum bertobat adalah orang yang menomor satukan dirinya sendiri. Bagi orang berdosa 'aku' dengan segala keinginan dan angan-angannya adalah yang paling cepat untuk diperjuangkan, juga bila untuk itu, Tuhan dan sesamanya manusia disingkirkan. Bertobat memang mengubah paradigma tetapi tidak boleh menjadi sesuatu yang abstrak. Ia harus menjadi sebuah 'praksis' yang tidak praktis. Biasanya 'praktis' dipakai dalam pengertian mudah, nyamann adem, casual, dan gampang. Praksis artinya saya tahu dan sadar sepenuhnya tentang satu hal yang baik dan benar yang bila dilakukan dengan sepenuh hati akan menciptakan suasana kehidupan yang damai sejahtera. Tetapi ketika saya mencoba mengejawantahkan nilai-nilai yang baik dan benar itu ternyata harus mengalami pergumulan yang tidak enteng melainkan berat, bahkan sangat berat. Hal yang paling berat untuk mempraksiskan nilai iman kepada Tuhan adalah mesti berani menyangkal diri (Luk 9:23). Bertobat artinya menempatkan Tuhan dan kepentingan-kepentingan-Nya di depan diri kita sendiri dengan segala angan-angan dan keinginan-keinginannya. Mari kita lihat bagaimana Yohanes Pembaptis memberikan contoh yang praksis yang tidak praktis, contoh yang sederhana tetapi tidak naif seperti dikutip di awal tulisan ini.

Reaksi spontan kita ketika kita membaca imbauan tadi biasanya adalah : "aku mesti ganti baju apa lagi kalau punya dua diberikan kepada orang lain satu". Kalau kita hanya mempunyai dua stel pakaian maka itu artinya satu stel sekarang melekat di tubuh kita dan satu stel lainnya sedang dicuci. Jadi nampaknya wajar bila reaksi spontan kita mengatakan demikian. Tetapi mestinya kita membayangkan dua stel pakaian saja?" Rasanya tidak satu pun di antara kita yang hanya mempunyai dua stel pakaian saja. Ada yang memiliki lima belas atau dua belas atau sepuluh atau enam stel tetapi PASTI TIDAK satu stel saja. Lalu ingatlah kapan kita paling akhir ikut aksi pengumpulan pakaian pantas pakai (untuk menghaluskan kata "pakaian bekas" dan pantas menurut siapa?) untuk siapa saja. Adakah diantara kita yang secara serta merta pulang ke rumah, masuk ke kamar pribadi, membuka almari pakaian kita, dan begitu saja mengambil dua tiga helai atau setumpuk pakaian tanpa memilihnya lagi? Pastilah kita melakukan seleksi ketat untuk menentukan mana yang kita anggap pantas menurut kita untuk diberikan kepada kaum duafa yang menjadi sasaran aksi sosial kita. Ketika kita melakukan seleksi maka pertimbangan utamanya adalah kepentingan 'aku' bukan? Yang biru, sayang, karena ini oleh-oleh dari pacar yang pulang dari Amerika. Yang merah, sayang, karena masih nyaman dikenakan. Yang hijau, sayang, karena ini hadiah ulang tahun suami, yang coklat, sayang, karena ia adalah kenang-kenangan waktu pergi ke Singapura, dst. Ketika kita mendapati satu kemeja yang sudah luntur warnanya, dengan kain yang sudah menipis dimakan waktu, dan sedikit robek dikerahnya, kita berseru : "Nah, ini yang pantas!" (pantas dijadikan gombal atau dibuang mestinya). Kenapa kita punya berlebih dan selalu pelit untuk membagikannya satu daripadanya yang masih baik atau malahan yang baru? Jawabnya bukan karena saya punya atau tidak punya tetapi karena BELUM BERTOBAT! Ini bukan sekedar kegiatan filantropis asal-asalan tetapi bisa menjadi indikator untuk penghayatan iman kita kepada Tuhan.

Nah, anda ingin Natal tahun 2007 ini memberikan kesan mendalam? Beli dan bagikan pakaian yang baru untuk saudara-saudara kita yang membutuhkannya. Yang baru tidak harus berarti berharga 500rban karena yang SALE pun boleh lah, sepanjang memang betul-betul baru. Lalu ditambahkan sentuhan pribadi kepadanya (hantarlah dan berikan sendiri) disertai dengan sikap rendah hari yang tulus dan rela. Yang menerima akan berbagaia karena pemberian itu tidak hanya materi tetapi disertai dengan HATI bahkan IMAN. Lakukan, maka Natal tahun ini pasti lebih berkesan ketimbang Natal tahun yang lalu. Selamat.

oleh : Pdt. Samuel Santoso, Mth.

19 December 2007

Kesaksian Dr. Tedjo

CBNI -Saya adalah cucu GPH Tedjo Kusumo. Beliau adalah putra dari Hamengku Buwono VII, sultan Yokyakarta. Entah apa sebabnya, sejak kecil saya punya kekuatan supranatural. Ilmu saya terutama ialah ilmu getaran, saya mempunyai beragam ilmu getaran dan saya juga bisa melihat nasib orang. Orang tua saya mengetahui bahwa saya ini adalah anak aneh dalam keluarga saya. Saya suka berdoa dan berkata-kata sendiri, mereka tidak tahu jika saya sedang berbicara dengan jin yang menyertai hidup saya.

Saat saya kecil, saya ingin bermain dengan teman dan tentu butuh uang. Karena orang tua saya sangat ketat, tidak boleh jajan dan bermain, jadi saya suka mencuri-curi waktu untuk bermain. Karena saya juga butuh uang maka kemampuan saya pakai untuk mencari uang. Untuk urusan berkelahi, orang sebesar apapun akan saya hadapi. Begitu saya maju dan keluarkan ilmu getaran maka mereka semua akan jatuh, walau itu ada 20 orang sekalipun. Jadi jika saya datang, mereka semua sudah tahu ilmu saya, mereka akan takut dan lari. Orang menyebut saya dukun cilik. Jangan main-main dengan dukun cilik.

Sejak kecil Dr. Tedjo selalu melakukan pertapaannya di tempat-tempat sepi. Hal ini berlangsung hingga dewasa. Karena tidak tenang dengan ilmu hitam yang ia miliki, Tedjo beralih ke ilmu putih.

Saya punya tuyul sehingga ibu saya dulu sering kehilangan uang dan sayalah yang mencurinya. Hal ini terus berlangsung hingga saya dimarahi ayah saya, maka ayah sayapun saya santet. Dia sampai tidak bisa buang angin selama sebulan, sama sekali tidak bisa hingga perutnya sakit. Sampai akhirnya dia minta maaf baru kemudian saya keluarkan santetnya. Tapi setelah hal itu, saya menjadi tidak bisa tidur. Ada suara yang berkata: Kamu berdosa, kamu berdosa!. Mungkin itu akibat doa bapak dan ibu untuk saya. Suara itu berkata Ayah sendiri kamu santet, kamu sangat berdosa!. Sampai akhirnya ada teman yang mengatakan bahwa ilmu yang saya miliki adalah roh hitam dan ia mengajak saya untuk masuk perguruannya yang punya roh putih. Saya masuk perguruan itu. Karena saya telah memasuki tingkat 3 dalam ilmu hitam dan bisa berbicara dengan roh hitam maka begitu masuk ilmu putih, saya langsung masuk tahap wawancara.

Sebetulnya saya tetap menderita, saya seperti 'mati' saat masuk ilmu putih. Saya berpikir jika caranya seperti itu terus maka saya akan hancur. Terakhir saya melepaskan jin putih saat saya naik ke gunung Merbabu bersama teman-teman. Saya bermeditasi selama tujuh hari tujuh malam. Tiap-tiap jam 12 saya minum air putih saja. Setelah berpuasa minta makanan yang enak-enak. Saya pejamkan mata, sikap meminta dan ketika saya membuka mata, saya melihat di muka saya sudah ada piring, minuman, nasi, lauk pauk, es dawet sudah lengkap. Saya dan teman-teman makan semua itu, lalu kita tinggalkan.

Di bawah kaki gunung Merbabu itu ada seorang lurah yang sedang pesta mengawinkan anaknya. Lurah ini ternyata kehilangan 7 piring. Setelah saya lihat lauknya, kok sama dengan lauk yang saya makan. Teman-teman saya begitu senang karena jika demikian mereka dapat makan di restoran tanpa membayar. Tapi saat itu saya malah menangis. Saya bilang tujuan saya adalah mencari Tuhan tapi tuhan saya kok mencuri. Saya tahu Tuhan tidak mungkin seperti itu. Saya dan teman bisa makan enak tapi lurah yang sedang berpesta malah kehilangan piring 7. Ini tidak benar menurut saya.

Saya masuk ke Yogya, saya sudah menjadi dokter THT dan membuka praktek. Sejak kejadian itu saya katakan : Tuhan saat ini saya tidak akan mencari Engkau!. Saya menganggap Tuhan adalah penipu dan pencuri. Saya minta Tuhan tapi yang datang malah setan yang mencuri, saya merasa ditipu. Tidak ada gunanya mencari Tuhan.

Suatu saat karena merasa lapar, Tedjo masuk ke restoran. Saya datang ke situ karena katanya mie-nya enak sekali. Saya bercakap-cakap dengan pemilik restoran. Saat itu dia menanyakan mengapa wajah saya kelihatan bingung. Saya kaget karena dia tahu keadaan saya, saat itu saya begitu tidak senang dan menantang dia. Pemilik restoran ini malah merangkul saya. Saya menantang dia beradu ilmu dan santet-santetan. Saya menjadi bingung karena saat saya menantangnya, dia malah mengatakan bahwa dia mengasihi saya. Dia mengatakan bahwa saya harus membaca buku yang diberikannya. Saya melihat kitab injil yang kemudian saya bawa ke rumah.

Di rumah, istri menemukan kitab injil itu dan kemudian dibakarnya. Saya bertambah penasaran, saya katakan: Tuhan, pokoknya saya akan mencari buku yang terakhir itu dan saya akan baca sampai habis!. Saya cari dan kemudian dibakar lagi oleh istri saya. Sampai akhirnya saya membeli injil kecil yang bisa saya kantongi. Saya baca perjanjian lama yang isinya seperti sejarah dan dongeng. Saya tidak perlu kisah seperti itu.

Saya tiduran dan kemudian merasa ada yang mengganjal dibawah bantal saya. Saat ditemukan saya cukup kaget karena itu adalah Alkitab. Saya membacanya, namun kemudian merasa tidak enak. Alkitab itu saya buang keatas, tapi Alkitab itu jatuh dan terbuka. Saya lihat isinya dan ada ayatnya yang mengutip perkataan Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. "Saya begitu heran dengan isinya yang berani sekali menjamin manusia menemukan jalan menuju surga. Saya penasaran tapi senang, saya lalu membaca kitab itu sampai sembilan bulan.

Satu ketika saya melakukan semedi malam hari. Datanglah jin yang kemudian saya tanyai dan wawancara. Saya tanyakan: Apakah Alkitab betul isinya? Ya betul jawab jin itu, apakah Yesus pernah hidup? Ya betul. Apakah Yesus itu berasal dari perawan Maria? Ya betul, tanpa hubungan suami istri? Iya benar. Jadi Tuhan itu langsung membawa embrio Tuhan Yesus kedalam perut Maria sehingga Tuhan Yesus tidak pernah tersentuh dosa. Setelah itu saya katakan pada jin Kalau begitu kamu pergi saja dari hidup saya!

Tapi ternyata jin atau setan itu tidak mau mau pergi dari hidup saya, malah setan merasuki saya dan membuat tensi darah saya tinggal 70. Saya menangis pada Tuhan, saya bingung karena jin ini tidak mau lepas dari hidup saya. Itu terjadi sampai 5 kali selama 5 hari. Sampai hari kelima saya panggil lagi Tuhan, saat jin atau setan itu marah akhirnya saya katakan : Di dalam nama Tuhan Yesus, roh jin tidak boleh merasuki diri saya lagi! Saat itu juga semua jin dan kuasa setan hilang dari hidup saya.

Di dalam hal apapun kita tidak boleh minta bantuan jin atau kuasa setan. Saya merasakan setelah pelepasan itu saya merasakan kasih Tuhan pada diri saya pribadi. Saya orang yang paling berdosa yang memelihara jin dan setan, dari lembah hitam ataupun lembah putih tapi Tuhan mau datang pada saya dan melepaskan saya dari kuasa gelap. Itu adalah Kasih yang tiada taranya bagi saya.

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 Korintus 3:16 :
Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.)

Sumber
Kesaksian : Dr. Tedjo

18 December 2007

Iman & Kerendahan Hati

(Yes 2:1-5/Yes 4:2-6; Mzm 122:1-4a; Matius 8:5-11)
( - by: TIM, Bk.RH dan PI "Percikan Hati"/Des'06 - )

Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan".
- jika Anda kurang memiliki sahabat, telitilah jangan sampai Anda terlalu tinggi hati! -

"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh."
[Matius 8:8a]

Ada banyak orang yang mengalami kesuksesan dalam berbagai bidang. Orang lulus belajar dengan prestasi yang memuaskan, maju dalam bisnis, sehingga mendapatkan banyak keuntungan material. Orang dapat membeli mobil mewah, membangun rumah mewah, memperoleh kedudukan dan jabatan sosial yang membuat namanya menjadi terkenal. Pada zaman kita ini ada banyak orang mengalami kesuksesan, tetapi tidak banyak yang bisa "rendah hati di hadapan Tuhan".

Kerendahan hati adalah ciri khas orang beriman yang selalu merasa, bahwa "semua milik dan pendapatannya" berasal dari TUHAN, dan bukan karena kehebatan atau kemampuannya. Orang yang rendah hati akan sangat berjiwa sosial. Ia tidak merasa rugi bahkan sangat berbahagia bila "memberi dan berkorban" demi orang lain.

Yesus memuji Iman perwira kafir dari Kapernaum yang "rendah hati", yang datang mencari, menyembah dan, lebih dari itu, "percaya pada Yesus". Ia tidak mengetahui banyak tentang Yesus, tentang Allah Orang Yahudi, apalagi tentang Hukum Taurat. Tetapi secara nyata ia menunjukkan, bahwa "Imannya yang matang". Ia tidak membanggakan statusnya sebagai seorang Romawi. Justru dengan segala "kerendahan hati" ia memohon kepada Yesus untuk penyembuhan hambanya. Karena itu Yesus menjawab: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel." [Matius 8:8-10].

Saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, kerendahan hati adalah tanda dari ciri khas seorang beriman. Bagaimana mungkin kita mengatakan seseorang itu beriman, tetapi nyatanya sombong dan tinggi hati? Bagaimana kita mengatakan seseorang itu beriman, tetapi meremehkan orang lain?! Ketahuilah, bahwa beriman itu bukan soal kita ke gereja atau tahu berdoa. Beriman itu adalah sebuah kesaksian hidup akan kerendahan hati, kebaikan hati dan cinta pada Tuhan dan sesama.

Marilah kita berdoa:
Ya Tuhan, semoga aku semakin menjadi orang beriman dalam kata, sikap dan perbuatan. Amin.

Niatku:
Aku mau berusaha untuk bersikap rendah hati dan menghargai sesamaku.

Tuhan memberkati!

Harga Sebuah Baju

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa
mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.

"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.

"Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting
dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.

Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat,

"Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?"

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Pesan Moral :

Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.

--
"Though you cannot go back and make a brand new start, my friend. Anyone can
start from now and make a brand new end"
~Dr. John C. Maxwell~

17 December 2007

Tukang Arloji - Cerita Natal

Di Jerman tinggal seorang tukang arloji. Namanya Herman Josep. Dia tinggal di sebuah kamar yang sempit. Di kamar itu ada sebuah bangku kerja, sebuah lemari tempat kayu dan perkakas kerjanya, sebuah rak untuk tempat piring dan gelas serta tempat tidur lipat di bawah bangku kerjanya.

Selain puluhan arloji yang sudah dibuatnya tidak ada barang berharga lain di kamarnya. Di jendela kaca kamar itu Herman menaruh sebuah jam dinding paling bagus untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat. Herman adalah seorang tukang arloji yang miskin. Pakaiannya compang-camping. Tetapi dia baik hati. Anak-anak di sekitar rumah menyukainya. Kalau permainan mereka rusak, Herman biasa diminta memperbaiki. Herman tak pernah minta satu sen pun untuk itu. "Belilah makanan yang enak atau tabunglah uang itu untuk hari Natal." Ini jawaban yang Herman selalu berikan.

Sejak dulu penduduk kota itu biasa membawa hadiah Natal ke kathedral dan meletakkannya di kaki patung Maria yang sedang memangku bayi Yesus. Setiap orang menabung supaya bisa memberi hadiah yang paling indah pada Yesus. Orang-orang bilang, kalau Yesus suka hadiah yang diberikan kepada-Nya, Ia akan mengulurkan tangan-Nya dari pelukan Maria untuk menerima bingkisan itu. Tentu saja ini legenda. Belum pernah terjadi bayi Yesus dalam pelukan Maria mengulurkan tangan menerima bingkisan Natal untuk-Nya.

Meskipun begitu penduduk kota itu selalu berusaha membawa bingkisan yang paling indah. Para penulis puisi membuat syair-syair yang aduhai. Anak-anak juga tidak ketinggalan. Setiap orang berlomba memberikan yang terbaik pada Yesus di Hari Natal. Siapa tahu, kata mereka, Yesus mengulurkan tangan menerima pemberian itu. Orang-orang yang tidak punya bingkisan, pergi ke Gereja untuk berbakti pada malam Natal sekaligus menilai bingkisan mana yang terindah. Herman, tukang arloji, adalah salah seorang yang hanya pergi untuk berbakti dan menonton.

Pernah ada seorang teman mencegah Herman dan bertanya: "Kau tidak tahu malu. Tiap tahun kau tak pernah membawa bingkisan Natal buat Yesus?" Pernah satu kali panitia Natal bertanya: "Herman! Mana bingkisan Natal darimu? Orang-orang yang lebih miskin dari kau saja selalu bawa." Herman menjawab: "Tunggulah, satu ketika saya akan bawa bingkisan." Tapi sedihnya, tukang arloji ini tak pernah punya apa-apa untuk Yesus. Arloji yang dibuatnya dijual dengan harga murah. Kadang-kadang ia memberikan gratis pada orang yang benar-benar perlu.

Tetapi dia punya ide. Tiap hari ia bekerja untuk bingkisan natal itu. Tidak satu orangpun yang tahu ide itu kecuali Trude, anak perempuan tetangganya. Trude berumur 7 tahun waktu ia tahu ide Herman. Tetapi setelah Trude berumur 31 tahun bingkisan itu belum selesai. Herman membuat sebuah jam dinding. Mungkin yang paling indah dan belum pernah ada. Setiap bagian dikerjakan dengan hati-hati dan penuh kasih. Bingkainya, jarum-jarumnya, beratnya, dan yang lainnya diukir dengan teliti. Sudah 24 tahun Herman merangkai jam dinding itu.

Masuk tahun ke-25 Herman hampir selesai. Tapi dia juga masih terus membantu memperbaiki mainan anak-anak. Perhatiannya pada hadiah Natal itu membuat dia tidak punya cukup waktu untuk buat arloji dan menjualnya. Kadang Herman tidur dengan perut kosong. Ia makin tambah kurus tetapi jam dindingnya makin tanbah cantik. Di jam dinding itu ada kandang, Maria sedang berlutut di samping palungan yang di dalamnya terbaring bayi Yesus. Di sekeliling palungan itu ada Yusuf serta tiga orang Majus, gembala-gembala dan dua orang malaikat. Kalau jam dinding itu berdering, orang-orang tadi berlutut di depan palungan Yesus dan terdengar lagu "Gloria in Excelsis Deo".

"Lihat ini!" kata Herman pada Trude. "Ini berarti bahwa kita harus menyembah Kristus bukan hanya pada hari Minggu atau hari raya tetapi pada setiap hari dan setiap jam. Yesus menunggu bingkisan kita setiap detik." Jam dinding itu sudah selesai. Herman puas. Ia menaruh benda itu di jendela kaca kamarnya supaya bisa dilihat orang. Orang-orang yang lewat berdiri berjam-jam mengagumi benda itu. Mereka sudah menduga bahwa ini pasti bingkisan Natal dari Herman. Hari Natal sudah tiba. Pagi itu Herman membersihkan rumahnya. Ia mengambil pakaiannya yang paling bagus. Sambil bekerja ia melihat jam dinding itu. Ia takut jangan-jangan ada kerusakan. Dia senang sekali sehingga ia memberikan uang yang dia miliki kepada pengemis-pengemis yang lewat di rumahnya.

Tiba-tiba ia ingat, sejak pagi dia belum sarapan. Ia segera ke pasar untuk membeli sepotong roti dengan uang terakhir yang ada padanya. Di lemarinya ada sebuah apel. Ia mau makan roti dengan apel itu. Waktu dia buka pintu, Trude masuk sambil menangis. "Ada apa?" tanya Herman. Suami saya mengalami kecelakaan. Sekarang dia di RS. Uang yang kami tabung untuk beli pohon Natal dan kue harus saya pakai untuk bayar dokter. Anak-anak sudah menuggu hadiah Natal. Apa lagi yang harus saya berikan untuk mereka?"

Herman tersenyum. "Tenanglah Trude. Semua akan beres. Saya akan jual arloji saya yang masih sisa. Kita akan punya cukup uang untuk beli mainan anak-anak. Pulanglah."

Herman mengambil jas dinginnya lalu pergi ke pasar dengan satu jam tangan yang unik. Ia tawarkan jam itu di toko arloji. Tapi mereka tidak berminat. Ia pergi ke kantor gadai tapi pegawai-pegawai bilang arloji itu kuno. Akhirnya ia pergi ke rumah walikota. "Tuan, saya butuh uang untuk membeli mainan bagi beberapa anak. Tolong beli arloji ini?" Pak walikota tertawa. "Saya mau beli arloji tetapi bukan yang ini. Saya mau jam dinding yang ada di jendela kaca rumahmu. Berapapun harganya saya siap." "Tidak mungkin tuan. Benda itu tidak saya jual.""Apa? Bagi saya semua mungkin. Pergilah sekarang. Satu jam lagi saya akan kirim polisi untuk ambil jam dinding itu dan kau dapat uang 1000 dolar."

Herman pergi sambil geleng-geleng kepala. "Tidak mungkin! Saya mau jual semua yang saya punya. Tapi jam dinding itu tidak. Itu untuk Yesus." Waktu ia tiba dekat rumah, Trude dan anak-anaknya sudah menunggu. Mereka sedang menyanyi. Merdu sekali. Baru saja Herman masuk, beberapa orang polisi sudah berdiri di depan. Mereka berteriak agar pintu dibuka. Jam dinding itu mereka ambil dan uang 1000 dolar diberikan pada Herman. Tetapi Herman tidak menerima uang itu. "Barang itu tidak saya jual. Ambillah uang itu," teriak Herman sedih. Orang-orang itu pergi membawa jam dinding serta uang tadi. Pada waktu itu lonceng gereja berbunyi. Jalan menuju kathedral penuh manusia. Tiap orang membawa bingkisan di tangan.

"Kali ini saya pergi dengan tangan kosong lagi", kata Herman sedih. "Saya akan buat lagi satu yang lebih cantik." Herman bangkit untuk pergi ke gereja. Saat itu ia melihat apel di dalam lemari. Ia tersenyum dan meraih apel itu. "Inilah satu-satunya yang saya punya, makanan saya pada hari natal. Saya akan berikan ini pada Yesus. Itu lebih baik dari pada pergi dengan tangan kosong."

Katedral penuh. Suasana bukan main semarak. Ratusan lilin menyala dan bau kemenyan terasa di mana-mana. Altar tempat patung Maria memangku bayi Yesus penuh dengan bingkisan. Semuanya indah dan mahal. Di situ juga ada jam dinding buatan tukang arloji itu. Rupanya Pak walikota mempersembahkan benda itu pada Yesus. Herman masuk. Ia melangkah dengan kaki berat menuju altar dengan memegang apel. Semua mata tertuju padanya. Ia mendengar mereka mengejek, makin jelas. "Cih! Dia memang benar-benar pelit. Jam dindingnya yang indah dia jual. Lihatlah apa yang dia bawa. Memalukan!"

Hati Herman sedih, tetapi ia terus maju. Kepalanya tertunduk. Ia tidak berani memandang orang sekeliling. Matanya ditutup. Tangan yang kiri diulurkan ke depan untuk membuka jalan. Jarak altar masih jauh. Herman tahu bahwa ia harus naik anak tangga untuk sampai ke altar. Sekarang kakinya menyentuh anak tangga pertama. Herman berhenti sebentar. Ia tidak punya tenaga lagi. Sejak pagi dia belum makan apa-apa. Ada tujuh anak tangga. "Dapakah saya sampai ke altar itu?"

Herman mulai menghitung. Satu! Dua! Tiga! Empat! lalu ia terantuk dan hampir terguling ke bawah. Serentak semua orang berkata: "Memalukan!" Setelah mengumpulkan sisa tenaga Herman bergerak lagi. Tangga kelima. Kedengaran suara mengejek: "Huuuu...!" Herman naik setapak lagi. Tangga keenam. Omelan dan ejekan orang-orang berhenti. Sebagai gantinya terdengar seruan keheranan semua orang yang hadir. "Mujizat! Sebuah mujizat!!!"

Hadirin seluruhnya turun dari kursi dan berlutut. Imam merapatkan tangannya dan mengucapkan doa. Herman, tukang arloji yang miskin ini menaiki anak tangga yang terakhir. Ia mengangkat wajahnya. Dengan heran ia melihat patung bayi Yesus yang ada di pangkuan Maria sedang mengulurkan tangan untuk menerima bingkisan Natal darinya. Air mata menetes dari mata tukang arloji itu. Inilah hari Natal yang paling indah dalam hidupnya.

- Diterjemahkan oleh: Eben Nuban Timo dari buku "Het Hele Jaar Rond. Van sinterklaas tot sintemaarten." Disunting oleh Marijke van Raephorst (Rotterdam: Lemniscaat, 1973), hal. 61-66.