Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

22 April 2009

Jose Rivera

Seorang bandit bernama Jose Rivera yang tidak disukai di beberapa kota di Texas karena merampok bank dan bisnis mereka. Akhirnya penduduk kota yang kuatir dengan kekacauan ini membayar seorang ranger untuk menangkap Jose Rivera di tempat persembunyiannya di Mexico dan mengembalikan uang mereka.

Akhirnya ranger itu mendatangi sebuah bar yang terpencil. Disana ia melihat seorang anak muda sedang meramu minuman. Di salah satu meja, seorang pria sedang tertidur dengan muka ditutupi oleh topinya. Dengan berani, ranger itu mendekati anak muda di bar dan memperkenalkan diri dan maksud kedatangannya untuk membawa Jose Rivera, hidup atau mati. “Bisakah kamu menolongku menemukannya?” Anak muda itu tersenyum, sambil menunjuk ke arah sebuah meja, ia berkata, “Itu Jose Rivera.”

Ranger itu berbalikke arah bandit yang sedang tidur itu dan menepuk bahunya. “Apakah kamu Jose Rivera?”, tanyanya. Orang itu menjawab, “no speak English”. Ranger itu menoleh ke belakang dan memanggil anak muda itu untuk membantunya berkomunikasi.

Pembicaraan selanjutnya menjadi sedikit membosankan. Pertama ranger itu berbicara dalam bahasa Inggris, lalu anak muda itu menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol. Jose Rivera akan menjawab dalam bahasa Spanyol dan anak muda itu mengulangi jawabannya ke dalam bahasa Inggris kepada ranger itu.

Akhirnya ranger itu memberikan dua pilihan untuk Jose Rivera. Pertama, memberitahukan tempat dimana ia menyembunyikan harta yang telah ia curi, maka ia akan dibebaskan. Yang kedua, jika ia tak mau memberitahukannya, ia akan ditembak di tempat. Lalu anak muda itu menerjemahkan peringatan itu.

Jose Rivera berpikir sejenak lalu berkata kepada anak muda itu, “Katakan padanya untuk keluar dari bak, belok ke kanan. Satu mil dari sini ada sebuah sumur. Di dekat sumur itu ada sebuah pohon besar. Di bawahnya terdapat sebuah kotak dimana kusembunyikan semua perhiasan dan uang yang kurampok”.

Anak muda itu menoleh ke ranger itu, membuka mulutnya, lalu menelan ludah, berhenti sebentar, lalu mengatakan, “Jose Rivera bilang, Em, dia bilang coba tembak aku!” Mungkinkah kamu akan melakukan hal yang sama seperti anak muda itu kepada temanmu? Mungkin tidak. Tetapi bagaimana kalau temanmu yang melakukan hal itu kepadamu?

Keteguhan Hati dan Iman

Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 113; 1 Korintus 1; Hakim-Hakim 13-14

Keteguhan hati timbul dari mempercayai Tuhan. Keteguhan itu tidak dapat dihidupkan hanya dari jiwa Anda. Keteguhan itu timbul dari mempercayai firman Tuhan betapa pun keadaannya dan keteguhan hati itu timbul dari iman.

Dari manakah timbul tawar hati? Dari ketakutan dan ketidakpercayaan. Tawar hati timbul bila Anda mendengarkan kebohongan iblis tentang hal yang tidak akan dilakukan Tuhan bagi Anda. Padahal itu sama sekali tidak benar. Jangan pernah dengarkan dusta itu.

Sebagai umat Tuhan, Anda dan saya harus melepaskan tawar hati dan bangkit dengan keteguhan hati! Kita harus berhenti melihat kemampuan, kegagalan dan keterbatasan kita sendiri dan mulai memandang kepada Tuhan. Kita harus bangkit dalam nama Yesus dan kuasa Roh-Nya dan menetapkan kerajaan surga di bumi.

Jika belum lama ini Anda tawar hati, berhentilah mendengarkan dusta iblis. Berhentilah mendengarkan laporan penuh kebohongan akan ketidaksanggupan Allah dalam hidup Anda. Saat seseorang memberitahu Anda bahwa Tuhan takkan membebaskan Anda, katakanlah kepada mereka, "Dia telah membebaskan saya dalam nama Yesus."

Begitu Anda menyadari jati diri Anda dan pemberian yang telah Anda terima oleh kuasa Tuhan, Anda akan berhenti membiarkan iblis menindas Anda. Tuhan tidak menyarankan agar Anda menjadi kuat dan teguh, itu adalah perintah-Nya!

Menguatkan dan meneguhkan hati adalah perintah Tuhan bukan pilihan. Dan hal itu hanya dapat timbul oleh iman.