Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

05 September 2009

Prophetic Journey Bengkulu Hari Ke 2

Hari Kedua
Jumat, 28 Agustus 2009

Matahari mulai terbit atas kota Bengkulu, hari kemarin hujan menyambut kami sampai pagi hari. Kami memulai pagi dengan doa dan perjamuan kudus. Kami menyiapkan barang-barang yang harus dibawa. Menurut rencana kami akan menemui Bapak Hutabarat ketua sinode PGPIW dan Bapak Panca ketua sinode PGLIIW.

Setelah semuanya beres, kami kemudian check out dari Hotel Samudera Dwinka. Kami kemudian mencari makan pagi, mengingat masih dalam bulan puasa maka kami makan di sebuah restaurant chinese food, kami makan kwetiauw siram, ternyata kwetiauw yang kami makan berbeda dengan kwetiauw yang biasa kami makan di jawa, kwetiauw di sini tebal sekali dan rasanya berbeda dengan kwetiauw yang ada di jawa. Selesai makan pagi kami menjemput Bapak Anthoni di sekretariat gereja.

Sebelum kami berangkat ke rumah Bapak Hutabarat, kami menelpon Bapak Hutabarat dan Bapak Panca, ternyata bapak Panca ada di Jawa sehingga kami menghubungi Bapak Simamora sekretaris PGLIIW. Kami mengadakan janjian untuk ketemu di rumah Bapak Hutabarat. Kami diterima dengan baik dan Puji Tuhan mereka menerima kami dan memberikan respon dengan baik. Sebelum kami pulang dari rumah Bapak Hutabarat kami mendoakan gedung gereja yang digembalakan oleh Bapak Hutabarat. Kemudian kami berpamitan.

Setelah dari rumah Bapak Hutabarat kami melanjutkan perjalanan kami untuk Doa Keliling namun sebelumnya kami makan siang dulu. Kami doa keliling di Pantai Panjang, disitu kami melakukan pentahiran dengan menggunakan garam dan anggur. Dari pantai panjang kami lanjutkan ke daerah sumur meleleh, tapak paderi, pagar dewa, pintu besi, disepanjang perjalanan kami melakukan deklarasi dan pengakuan iman dan menyatakan bahwa Bengkulu berada dalam tangan Tuhan Yesus Kristus.

Baca selengkapnya..

Sumber : Generasi Yoel

Bersambung…

Prophetic Journey Bengkulu

Prophetic Journey Bengkulu
Disusun oleh : Sugiarto Wijaya (Ko Agie) Pemimpin
Hendra Darmawan Pendoa
Ivan Sudrajat S Pendoa
Hari Pertama

Kamis, 27 Agustus 2009

Kami berangkat dari Cirebon naik kereta api Argo Jati pada pukul 05.45 ke Jakarta, kurang lebih 3,5 jam kami tiba di Stasiun Kereta Api Gambir. Setibanya di Stasiun Gambir kami segera naik Bus Damri ke Bandara Soekarno Hatta.

Kami tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam sepuluh pagi, kami memasuki terminal 1B. Sambil menunggu check in atau reservasi, kami makan pagi di Food Court Bandara Soekarno Hatta. Setelah selesai makan pagi, kami reservasi untuk terbang ke Bengkulu. Selama kira-kira satu setengah jam kami menunggu di ruang tunggu Batavia Air karena kami akan terbang dengan pesawat Batavia Air.

Sekitar jam 12 an kami terbang ke Bengkulu dengan menggunakan pesawat Batavia Air, selama 45 menit kami berada di udara. Puji Tuhan semua berjalan lancar dan penerbangan kami tidak mengalami hambatan. Setibanya kami di Bandara Fatmawati Bengkulu, kami menunggu sampai koper-koper kami tiba di tangan kami.

Setelah koper ada pada kami, kami berangkat menuju kota Bengkulu karena dari Bandara Fatmawati kita menempuh jarak sekitar 17 km. Kami tiba di Bengkulu sekitar jam 14.00, kami menuju Hotel Samudera Dwinka untuk check in, setelah urusan hotel selesai kami bertiga mencari makan siang.

Selama perjalanan mencari makan siang, kami melihat banyak rumah makan padang yang buka, namun ketika kami tiba di salah satu rumah makan tersebut kami ditolak untuk makan di tempat karena mengingat bulan itu sedang bulan puasa, kami hanya diperbolehkan di bungkus. Demikian juga dengan rumah makan ke dua dan ke tiga, barulah kami membeli makan siang kami di rumah makan ke tiga, kami makan di hotel.

Selesai makan, kita menuju ke GBI Bengkulu, karena sebelumnya Ko Agie sudah menghubungi Bapak Pdt. Petrus Honggo, Pak Petrus menunggu kami sampai setengah lima sore, kami tiba di sekretariat GBI Bengkulu sekitar jam 16.00. Disitu kami berbincang-bincang dengan Bapak Petrus Honggo. Kami banyak sekali mendapat masukan mengenai keadaan masyarakat Bengkulu, keadaan Gereja Tuhan di Bengkulu dan hamba-hamba Tuhan. Puji Tuhan, Pak Petrus menyambut baik dengan maksud dan tujuan kami untuk kami datang ke Bengkulu. Ko Agie menjelaskan kedatangan kami ke Bengkulu adalah untuk membangun pasukan doa di Bengkulu. Bapak Petrus Honggu menyambut baik maksud kedatangan kami, kemudian dia menunjuk Bapak Wakil Gembala (Anthoni) untuk mengantar kami ke Hamba Tuhan yang lainnya dari PGPIW dan PGLIIW. Bapak Gembala GBI Bengkulu (Petrus Honggo) kemudian menawarkan malam itu untuk ikut dalam Doa Malam GBI Bengkulu, pada acara Doa Malam itu kita ditawarkan untuk membagikan visi dan misi kedatangan kami. Selama dua jam kami berbincang-bincang dengan Bapak Petrus Honggo, kami pamit untuk kembali ke Hotel.

Jam 17.00 kami pulang ke Hotel dan istirahat selama dua jam, kemudian kita kembali ke GBI Bengkulu untuk ikut Doa Malam. Pada acara Doa Malam GBI Bengkulu, Ko Agie yang menyampaikan visi misi dari Buku karangan Bapak Pdt. Petrus Agung Purnama yaitu Suluh di Tengah Kegelapan. Respon jemaat sangat luar biasa, ada seorang ibu tua, dia adalah seorang pendoa syafaat mengatakan : memang suatu peneguhan dari Tuhan dengan kedatangan hamba-hamba Tuhan dari Cirebon. Sebelumnya Tuhan ingatkan untuk kami bangkit kembali dalam kegerakan doa buat kota Bengkulu. Hari Sabtu, kami diajak untuk ikut Doa Puasa bersama mereka. Mereka akan mendampingi kita dalam doa keliling kota, sekitar 13 orang pendoa yang akan menemani Doa keliling.

Baca selengkapnya..

Sumber : Generasi Yoel

Bersambung…

Jangan Ragu-Ragu

Yakobus 1:6-8 : "Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 67; Ibrani 1; Mikha 1-2

Apakah yang terjadi bila Anda ragu-ragu melakukan sesuatu yang disuruh Tuhan kepada Anda? Musuh Anda akan mengambil langkah pertama. Iblis akan mendapat lompatan ke arah Anda.

Jika Anda mau hidup dengan iman, keraguan ialah salah satu kebiasaan paling berbahaya yang dapat Anda miliki. Keraguan berasal dari sikap tidak tegas. Alkitab menyatakan orang seperti itu "tidak mantap dan tidak dapat dipercaya dan tidak pasti mengenai segala sesuatu yang dipikirkan, dirasakan, diputuskannya" (The Amplified Bible).

Jika Anda mendua hati, keputusan-keputusan yang Anda ambil terbagi. Anda berusaha hidup dengan iman dan melindungi ketakutan Anda sekaligus pada saat yang bersamaan. Anda membuat pernyataan iman seperti "Aku percaya Tuhan akan menyembuhkanku." Kemudian ketakutan Anda berbisik, "Tetapi aku tidak mau mengatakan bahwa aku sudah sembuh." Anda sangat sibuk mondar-mandir antara iman dan ketakutan sehingga Anda tidak dapat mengalami kemajuan sama sekali.

Buanglah jauh-jauh kebiasaan ragu-ragu mulai hari ini. Ambillah keputusan yang tegas untuk mempercayai dan bertindak berdasarkan firman Tuhan. Tuntaskan itu selama-lamanya. Bertekadlah untuk tidak menjadi bimbang lagi. Bila kebimbangan mendatangi pikiran Anda, buanglah itu secepatnya.

Bila Tuhan berbicara, jangan membuang waktu sesaat pun. Melangkahlah dalam iman. Dengan cara begitu, Anda dapat selalu mendahului iblis dan meninggalkannya di belakang Anda!

Ketika keraguan Anda mulai muncul, gunakan iman untuk mengalahkannya

Jawaban.com

Weekly Scripture – Amsal 13:11

"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." - Amsal 13:11

Humor : Membual Tentang Orang Tua

Seorang anak anggota Pasukan Darat membual tentang ayahnya kepada seorang anak anggota Angkatan Laut.

“Ayahku adalah seorang insinyur. Dia dapat membangun segala sesuatu. Apakah kamu tahu tentang pegunungan Alpen?”

“Ya”, jawab anak marinir itu.

“Nah, ayahku yang membangunnya!”

Kemudian anak marinir itu ganti membual, “Dan apakah kamu tahu tentang Laut Mati?”

“Ya”

“Ayahkulah yang membunuhnya!”