Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

04 June 2008

Seorang Pelancong Dan Anjingnya

Ada seorang pelancong dan anjingnya berjalan sepanjang jalan. Orang itu sedang menikmati pemandangan, ketika ia menjadi sadar bahwa ia telah mati. Ia ingat bahwa ia telah mati dan bahwa anjingnya yang berjalan di sampingnya juga sudah bertahun-tahun mati. Ia bertanya-tanya jalan itu menuju ke mana.

Setelah beberapa waktu, mereka sampai kepada sebuah dinding dari batu putih yang tinggi di pinggir jalan. Kelihatannya seperti batu marmer berwarna putih. Di puncak bukitnya, dinding itu berakhir dengan sebuah gerbang yang tinggi yang bersinar di dalam terang matahari.

Ketika ia berdiri di depannya, ia melihat sebuah pintu dalam gerbang itu yang kelihatannya seperti mutiara dan jalan-jalannya yang berakhir di gerbang itu juga terbuat dari emas murni.

Ia dan anjingnya berjalan menuju gerbang itu dan setelah mengamatinya lebih seksama, ia melihat seseorang yang sedang duduk di belakang sebuah meja tulis.

Ketika orang itu sudah cukup dekat, ia berseru, “Maaf, pak, di mana kita berada?”

Orang itu menjawab, “Ini adalah sorga”

Astaga! Apakah Anda kebetulan mempunyai sedikit air?”

Tentu saja, pak. Marilah masuk dan ambillah segelas air es!“ Orang itu memberi gerak isyarat untuk masuk dan pintunya mulai terbuka.

Pelancong itu kemudian bertanya, “Apakah kawanku juga dapat masuk?” sambil menuding kepada anjingnya.

Maaf, pak, tetapi kami tidak diperkenankan memasukkan anjing.”

Pelancong itu berpikir sejenak, membalikkan dirinya ke arah jalan dan melanjutkan perjalanannya dengan anjingnya.

Setelah mereka berjalan cukup lama, mereka tiba kepada sebuah jalan dari tanah yang menuju kepada sebuah gerbang suatu peternakan yang kelihatannya tidak pernah ditutup. Juga tidak terlihat adanya pagar. Ketika pelancong itu tiba di gerbang, ia melihat seseorang di dalamnya yang bersandar kepada sebuah pohon dan sedang membaca buku.

Maaf pak, apa Anda mempunyai sedikit air?”

“Ya, tentu. Di sana ada sebuah pompa”. Orang itu menunjuk kearah suatu tempat yang tak dapat terlihat dari luar gerbang. “Marilah masuk”.

Bagaimana dengan kawanku ini?”, sambil menunjuk kepada anjingnya.

Seharusnya di sana juga ada mangkok dekat pompa itu".

Mereka masuk melalui gerbang itu dan benar, ada sebuah pompa tangan yang kuno dan sebuah mangkok di sampingnya. Pelancong itu mengisi penuh mangkoknya dengan air, dan meminumnya. Kemudian ia membiarkan anjingnya minum sampai puas. Kemudian mereka kembali kepada orang di gerbang itu yang sedang menanti mereka.

Apakah nama tempat ini?” tanya pelancong itu.

“Tempat ini adalah sorga”, jawab orang itu.

“Ini sungguh membingungkan”, kata pelancong itu, “orang di sana tadi juga mengatakan bahwa tempat itu juga sorga.”

Oh, Anda maksudkan tempat dengan jalan dari emas murni dan gerbang dari mutiara itu? Tidak. Itu adalah neraka!”

Apakah Anda tidak marah bahwa mereka menggunakan namamu yang sama?”

Tidak! Aku mengerti jalan pikiranmu, tetapi kami justru senang bahwa mereka menyaring orang-orang yang meninggalkan kawan-kawan baiknya”.

Apakah Kita Masih Membutuhkan Tuhan?

Kita ingin kehadiran Tuhan dalam saat-saat kita sedang sakit. Dan tentu dalam suatu pemakaman. Namun, kita tidak ada waktu atau ruang untuk Dia, selagi kita masih sibuk bekerja. Karena itulah bagian dari hidup kita, kita mengira dapat menanganinya sendiri.

Aku berharap Tuhan mengampuniku untuk dugaan bahwa ada waktu atau tempat, dimana Ia tidak merupakan yang PERTAMA di dalam hidup kita. Kita harus senantiasa mempunyai waktu untuk MENGINGAT segala sesuatu yang Tuhan telah lakukan untuk kita.

Dan bila kita merasa malu akan hal ini. Maka Yesus berkata, “Bila kamu malu terhadap Aku, Akupun akan malu akan kamu di depan BapaKu di Sorga. Kamu tidak malu??

Bila memang demikian, saksikanlah hal ini kepada orang lain, BILA KAMU MEMANG SUNGGUH SUNGGUH!

Ya, aku benar-benar mengasihi Tuhan

Ia adalah sumber dari keberadaanku dan Juru Selamatku. Ia memeliharaku hari lepas hari. Tanpa Dia, aku bukan apa-apa.

Namun dengan Kristus, Ia akan memberiku kekuatan (Fil.4:13)


Jerry Sanger

Berjuang Sampai Akhir

Nats : Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7)

Bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Zoe Koplowitz, wanita berusia 59 tahun, setiap tahun mengikuti lomba lari maraton di New York. Ia selalu menjadi peserta terakhir yang tiba di finis. Tahun lalu, juara pertama mencatat waktu 2 jam 9 menit. Zoe?

28 jam 45 menit! Harap maklum; Zoe lumpuh sejak 30 tahun lalu. Ia hanya bisa berjalan tertatih dengan dua tongkat penyangganya. Zoe ikut lomba bukan untuk menjadi juara. Ia ingin membuktikan bahwa kelumpuhan tak membuatnya berhenti berjuang. Buktinya? Walau susah payah, ia selalu mencapai finis!

Hidup kristiani ibarat lomba lari. Kita harus memelihara iman sampai akhir. Di akhir hidupnya, Paulus berkata mantap bahwa ia telah berhasil mencapai garis akhir. Apa rahasianya? Kepada Timotius, penerusnya, Paulus menekankan perlunya 3 hal: penguasaan diri, kesabaran menderita, dan ketekunan menjalankan panggilan Tuhan dalam situasi dan kondisi apa pun (ayat 5). Ibarat lomba lari, semua atlet bersemangat ketika berangkat dari titik start. Titik kritis terjadi saat masalah menghadang. Kelelahan, kepanasan, dan kehausan menggoda untuk berhenti. Hanya mereka yang terus berjuang sambil sabar menanggung ketidaknyamanan, akan tiba di garis akhir.

Dalam lomba lari iman bisa jadi banyak masalah menghadang,sehingga mengikut Yesus tak lagi gampang. Godaan dunia begitu memikat. Tawaran untuk menikmati kesuksesan semu atau memuaskan nafsu bisa membuat Anda keluar jalur. Penyakit atau persoalan hidup juga dapat membuat Anda putus asa dan ingin berhenti. Ingatlah pesan Paulus. Tetap berjuang, bertahanlah sampai akhir. Jangan sampai kehilangan mahkota kebenaran kekal, hanya karena lalai berjuang dalam hidup yang singkat ini —JTI

UNTUK MENJADI PEMENANG YANG PALING DIBUTUHKAN IALAH SEMANGAT JUANG


SABDA.org

Live in Integrity

Today's Scripture

A good name is rather to be chosen than great riches…” (Proverbs 22:1).

Today's Word from Joel and Victoria

What do people think when they hear your name? Do they think, “Oh that person is always so trustworthy and faithful; they always do the right thing.” Or do they think, “Watch out for that person. You never know what they’re going to do.” You might say, “Oh I’m a pretty good person. I do the right thing most of the time.” But understand; it’s the little foxes that spoil the vine. You can veer off course just a little bit, and before you know it, you’re miles away from your destination. Don’t allow the little things to keep you from your destiny. Choose integrity—even when no one is looking. For instance, you might need some paper at home, but you shouldn’t take supplies from the office. Or you might be running into a store for just a minute, but don’t park in the handicap parking spot unless you’re supposed to. Sure, you might need a few extra bucks this week, but if the check-out clerk makes a mistake and gives you back too much money, that’s not God’s provision, that’s a test of integrity. If you’ll be faithful and choose integrity in the little things, it will be a great treasure in your life. God will pour out His blessing on you as you honor Him all the days of your life.

A Prayer for Today

Father God, today I commit to live a life of integrity. I choose a life of excellence and ask for Your hand of favor. Show me any area that is not pleasing to You so that I can continue to grow and increase in You. In Jesus’ Name. Amen.


Joel Osteen Ministries