Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

08 May 2008

Humor : Ah, Eh, Sayang

Sepasang pasutri yang sudah tua diundang dalam sebuah perjamuan makan oleh tetangganya yang juga tergolong senior. Sang suami dengan penuh kasih selalu mengawali setiap permintaan kepada isterinya dengan kata-kata, “Manis, Kekasihku, Kesayanganku, Isteriku yang tercinta dan sebagainya.”

Tetangga-tetangga mereka semuanya merasa terkesan, karena pasangan itu telah menikah hampir tujuh puluh tahun. Ketika sang isteri yang tua itu berada di dapur, seorang tetangga berkata kepada sang suami tua itu, “Sungguh luar biasa bahwa setelah demikian lamanya menikah, kamu masih menyebut isterimu dengan kata-kata yang penuh kasih mesra itu!”

Sang suami yang tua itu menundukkan kepalanya dan berkata, “Sebenarnya, aku sudah lupa nama isteriku sejak 10 tahun yang lalu.”

Hidup Kudus

Bacaan : 1Petrus 1:13-19

Bayangkan ada dua gelas di hadapan Anda. Yang satu terbuat dari kristal dengan ukiran cantik. Mahal, tetapi bagian dalamnya kotor dan berdebu. Yang satu lagi gelas plastik murahan, tetapi dicuci bersih. Jika Anda ingin minum, mana yang akan Anda pakai? Saya yakin Anda memilih gelas yang murah, tetapi bersih! Gelas semewah apa pun, jika dalamnya kotor dan berdebu, menjadi tidak berguna.

Setiap anak Tuhan adalah "gelas kristal". Kristus telah menebus kita dengan darah yang mahal, sehingga kita menjadi milik-Nya yang sangat berharga (ayat 18,19). Itu sebabnya Tuhan ingin memakai kita menjadi alat-Nya, untuk menyalurkan "air hidup" kepada orang-orang di sekitar kita. Namun, itu akan terhalang jika kita tidak rajin membersihkan "debu" yang mengotori hati dan hidup kita.

Agar dapat dipakai Tuhan, kita harus hidup dalam kekudusan. Tak membiarkan hawa nafsu mencemari dan menguasai hati. Tuhan meminta kita menjadi kudus dalam seluruh aspek hidup. Bukan hanya di gereja, melainkan juga di tempat kerja dan dalam keluarga. Kata "kudus" berarti terpisah atau berbeda. Hidup kita harus dipisahkan, dikhususkan untuk memuliakan Tuhan. Berbeda dari cara hidup duniawi. Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan. Tuhan berfirman, "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (ayat 16).

Adakah "kotoran" yang masih menempel di hati Anda? Bentuknya bisa berupa dendam, amarah, nafsu yang merusak, niat jahat, atau kebiasaan dosa yang terus dipelihara. Kita harus sering membersihkan hati. Membuatnya tetap murni, agar Tuhan dapat terus memakai kita menjadi saluran berkat-Nya. Sayang, jika kita hanya menjadi gelas kristal kotor; indah namun tak berguna -JTI

TANPA KEKUDUSAN
TAK SEORANG PUN AKAN MELIHAT TUHAN

SABDA.org

The Overflow of Your Heart

Today's Scripture

“For out of the overflow of the heart the mouth speaks” (Matthew 12:34).

Today's Word from Joel and Victoria

Have you said something recently that you wish you hadn’t? The Bible says that your words reveal what’s going on inside of you. If you go around speaking negative words of defeat, putting others down, and complaining all the time, it’s a sign that you need to refocus your heart and mind. It’s a sign that your “overflow” is polluted. Our bodies work a lot like a computer. What you put on the hard drive of your heart will show up on the monitor of your mouth. The good news is that you can reprogram your mind the same way you can reprogram a computer. The Bible says that our minds are renewed—or reprogrammed—by the Word of God. The more you read and study His Word, the more it will transform you from the inside out. Start today by asking the Lord to reveal anything in your heart that needs changing. Make Him first place in your life. Fill your heart with the good treasure of God’s Word so that blessings come out of your mouth. Let the overflow of your heart be filled with faith and expectancy, and you’ll see God’s hand of blessing in every area of your life.

A Prayer for Today

Father in heaven, I humbly come before You and ask that You cleanse my heart and mind of anything that isn’t pleasing to You. Fill me with Your faith, peace, joy, and love so that I can overflow with Your goodness today. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries

Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan?

Sebuah perenungan dari Yohanes 12:1-8

Yesus tahu hidup-Nya tidak akan lama lagi, karena itu hati-Nya mulai gundah dan gelisah. Bukan kematian yang paling menganggu hati-Nya, melainkan kesakitan, kepedihan, dan kengerian penderitaan yang harus dialami-Nya sebelum kematian itu datang. Sebuah pesta khusus diadakan untuk Yesus di Betania (ayat 2). Ketika kematian begitu dekat, apalagi yang lebih dibutuhkan, selain ungkapan kasih yang sangat besar? Hampir semua teman dekat Yesus hadir di pesta itu. Salah satunya, Maria.

Di pesta itu, "Maria mengambil setengah liter minya narwastu murni yang mahal sekali, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau semerbak minyak itu memenuhi seluruh rumah itu" (ayat 3). Saya bayangkan, Maria bukanlah seorang yang kaya raya. Sudah pasti ia harus menabung beberapa waktu lamanya sampai berhasil membeli setengah kati atau setara dengan setengah liter minyak narwastu murni yang mahal harganya. Yudas iskariot manaksir harganya tiga ratus dinar atau setara dengan satu tahun gaji pada zaman itu. Saya tidak tahu persis berapa harga parfum. Jika harga satu botol 1--ml parfum Chanel No. 5 atau Christian Dior sekitar 1 juta rupiah, bisa Anda bayangkan berapa uang yang telah dikeluarkan Maria untuk membeli setengah liter parfum, kira-kira 5 juta rupiah.

Saya yakin, Maria, si gadis desa, tak pernah memakai parfum semahal itu. Namun ia sengaja menabung, menahan diri, supaya bisa membeli dan menyediakannya khusus untuk Yesus. Maria tak memberikan apa yang sudah ada, sebagian kecil atau sebagian besar dari apa yang ada padanya, tetapi ia secara khusus mempersembahkan yang terbaik dan termahal yang dapat ia berika kepada Yesus. Karena itulah, Yesus memuji perbuatan Maria, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu : Di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan di sebut juga untuk mengingat dia". (Markus 14:9)

Sampai saat ini, Yesus masih menanti-nanti munculnya Maria-Maria, yang mau mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya, sehingga baru wangi itu memenuhi seluruh ruangan. Orang-orang yang tahu, kapan harus diam, kapan harus mendengar, kapan harus duduk di bawah kaki Yesus, belajar, mendengar, merenungkan, dan mencerna apa yang diajarkan Yesus. Orang-orang yang tahu, kapan ia harus bangkita, berbuat sesuatu, membawa persembahan yang terindah dan terbaik bagi-Nya, sehingga kata Yesus, "Bau semerbak manyak itu memenuhi seluruh rumah itu". (ayat 3). Apakah Anda orangnya?


Sumber : Sudahkan yang Terbaik Kuberikan?, Koleksi Khotbah Pdt. Eka Darmaputra.