1:16:00 PM
Peak
Pada suatu ketika, ada sebuah negara yang jauh dan yang diperintah oleh seorang raja yang kejam. Tangan besinya dapat mencapai kepada setiap sudut kehidupan rakyatnya- kecuali satu. Walaupun ia berusaha sekeras-kerasnya, ia tidak mampu menghancurkan iman rakyatnya kepada Allah.
Di dalam rasa frustasinya, akhirnya ia memanggil penasihat-penasihatnya dan menanyakan kepada mereka, “Di tempat mana aku dapat menyembunyikan Allah supaya rakyat akhirnya lupa akan Allahnya?”
Salah seorang menyarankan untuk menyembunyikan Allah di bagian sisi gelap dari bulan. Gagasan ini dipertanyakan, karena para penasihat khawatir bahwa kelak para ilmuwan akan menemukan suatu cara menjelajahi ruang angkasa dan akhirnya Allah akan ditemukan lagi.
Seorang lain menyarankan untuk menyembunyikan Allah dalam bagian yang terdalam dari samudera. Namun, juga gagasan ini bermasalah, sehingga ditolak.
Dengan demikian, gagasan lepas gagasan diperdebatkan dan akhirnya tidak ada yang disetujui. Sampai seorang penasihat yang tertua dan paling bijak punya gagasan yang cemerlang, Ia berkata, “Mengapa kita tidak menyembunyikan Allah di suatu tempat di mana orang tidak berpikir sedikitpun untuk mencarinya?” Dan ia menerangkan seterusnya, “Bila kita menyembunyikan Allah di dalam celah kehidupan manusia sehari-hari, mereka pasti tidak akan menemukan Dia.”
Dan demikianlah, gagasan ini dilaksanakan. Dan menurut banyak orang, manusia di negeri itu sampai hari ini masih mencari Allahnya.
1:07:00 PM
Peak
Bacaan : 2Timotius 3:10-17
Banyak orang Jepang gemar memelihara bonsai. Meski tinggi bonsai rata-rata hanya dalam hitungan sentimeter, pohon ini sudah berbentuk indah dan sempurna. Berkebalikan dengan itu, di Kalifornia ditemukan pohon hutan raksasa bernama Sequoia. Tinggi pohon ini luar biasa, bisa mencapai 90 meter, dan lingkar batangnya bisa mencapai 26 meter.
Saat masih berupa biji, bonsai dan Sequoia berukuran sama serta memiliki berat yang sama, yakni kurang dari satu miligram. Namun dalam masa pertumbuhan, keduanya mengalami perbedaan yang signifikan. Orang sengaja menghambat pertumbuhan biji bonsai, dengan harapan kelak mereka mendapatkan sebuah pohon mini yang indah. Sebaliknya, biji Sequoia dibiarkan mendapat gizi dari mineral, tumbuh di dekat sumber air, dan mendapat sinar matahari yang sangat cukup. Dengan begitu, ia menjadi pohon raksasa. Bayangkan saja, hanya dari satu pohon ini, kita dapat memperoleh kayu yang cukup untuk membangun 35 rumah dengan masing-masing lima kamar!
Timotius telah diajar mengenal firman Tuhan sejak kecil, dari ibu dan neneknya (ayat 14,15), juga dari didikan Paulus (ayat 10). Inilah kesempatan di mana jiwanya "diairi" dan "disinari matahari". Selanjutnya, didikan itu menjadikannya pelayan Tuhan yang memiliki "iman yang tulus ikhlas" (2 Timotius 1:5), yang tetap kuat meski harus menderita sengsara dalam pelayanan (ayat 11). Seperti Timotius, kita pun dapat menyerap semua hal positif di sekitar kita; pengetahuan, semangat, pengalaman, teladan, dan terutama ajaran firman Tuhan, supaya iman kita tumbuh seperti Sequoia. Jangan biarkan hal negatif mengerdilkan iman kita seperti bonsai -ENO
DEKAT PADA YESUS SANG AIR HIDUP
MAKA IMAN KITA BERTUMBUH SUBUR
SABDA.org
12:59:00 PM
Peak
Today's Scripture
“Jesus said to them, ‘Only in his hometown, among his relatives and in his own house is a prophet without honor.’ He could not do any miracles there…And he was amazed at their lack of faith” (Mark 6:4-6)
Today's Word from Joel and Victoria
Did you know that honor and faith work together? When Jesus walked the earth, the people in His own hometown couldn’t believe that He was the Son of God because they were too familiar with Him. They didn’t honor Him, which affected their ability to have faith in Him. When you honor the Lord, when you respect and make room for Him in your life by following the Word of God, it impacts your faith in Him. Part of honoring the Lord is honoring the people He’s placed in your life. God works through people, and the Bible says that the way you treat others is the way you treat Him. Choose to honor people and make room for the Lord to work in your life, today. Look for the greatness in the people around you: your spouse, your children, your friends and family. Treat others with respect, knowing that God is building His character in you. As you choose honor, you open the door for faith to grow. You’ll see God’s hand working in your life, and you will see His hand of blessing on everything you do!
A Prayer for Today
Heavenly Father, today I choose to honor You by honoring the people You have placed in my life. Show me how to love others the way You love me so that faith will grow stronger in my heart. In Jesus’ Name. Amen.
Source : Joel Osteen Ministries
12:26:00 PM
Peak
Perkenalkan nama saya Ivan Sudrajat Subiharto, nama baptis saya Joshua, saya berasal dari keluarga Kristen, walaupun saya sejak kecil sudah ikut sekolah minggu dan sampai beranjak dewasa saya melayani Tuhan, namun saya belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat Pribadi. Saya menerima Tuhan Yesus Sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi pada tanggal 18 Oktober 1991.
Waktu itu saya duduk di kelas dua SMA. Saya sekolah di SMAK 1 Cirebon. Saya bertemu dengan teman-teman yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus. Di situ saya bertumbuh dan mengenal Tuhan Yesus sebagai pribadi yang menolong hidup saya. Satu bulan setelah saya menerima Tuhan Yesus, kira-kira pada tanggal 22 Nopember saya mendapatkan Baptisan Roh Kudus, saya mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, saya mulai belajar mendengar suara Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan. Kemudian Tuhan Yesus berikan visi untuk membentuk persekutuan kelas.
Dalam kelas saya terbentuk sebuah persekutuan kelas A2 (Biologi). Saya di situ belajar mengenai kehendak Tuhan dan tidak terasa saya sudah masuk dalam kelas 3 dan sudah bersiap-siap masuk ke dunia kuliah alias perguruan tinggi. Tuhan membawa saya masuk ke Fakultas Pertanian UKSW Salatiga.
Namun saya sempat tidak mau kuliah disana karena saya merasa kuliah di kota kecil dan jauh dari teman-teman SMA namun Tuhan katakan bahwa jika saya mau mengikuti kehendak Tuhan maka Tuhan akan berikan saya ladang pelayanan yang luas dan Tuhan akan membentuk saya lebih lagi di dalam Tuhan.
Ternyata benar-benar Tuhan membentuk saya di Salatiga dengan luar biasa. Pertama kali saya masuk kuliah di Fakultas Pertanian saya adalah calon mahasiswa alias Catama bukan mahasiswa tahun pertama karena saya tidak lulus di mata kuliah kimia, akhirnya saya lulus juga dalam remediasi kimia pada tahun pertama, itu anugerah.
Lulus mata kuliah kimia, saya mendapat wali studi yang tidak membimbing saya dengan benar-benar, akhirnya saya mendapat indeks prestasi yang menyakitkan. Saya hampir putus asa namun teman-teman di gereja yang satu pelayanan dan yang memperhatikan ku memberikan semangat. AKhirnya saya bisa meningkatkan indeks prestasi saya, namun saya dipindahkan wali studi yang semakin killer dan perfeksionis. Saya sempat tidak bisa meningkatkan indeks prestasi saya.
Namun Tuhan melatih saya untuk berjuang dan hidup dalam anugerahnya. Setahap demi setahap saya bisa menyelesaikan kuliah saya, saya juga bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang memberi semangat dalam hidup saya.
Setelah lulus kuliah, Tuhan ijinkan saya menganggur selama 4 tahun. Saya lulus di sebuah universitas swasta di kota kecil Salatiga Jawa Tengah pada tahun 2000, saya bersyukur atas anugerah-Nya sehingga saya bisa lulus dengan baik, banyak teman-teman saya yang lulus kuliah lebih lama dari saya padahal mereka mempunyai indeks prestasi kumulatif yang baik dan sangat pintar. Saya bersyukur karena dapat lulus, setelah lulus saya ambil akta IV di FKIP untuk mengajar di sekolah, akhirnya saya lulus dan desember tahun 2000 saya pulang ke kota saya di Majalengka Jabar.
Saya melamar di sebuah sekolah swasta di kota Cirebon. Namun saya kurang senang untuk melamar ke sekolah, akhirnya saya tidak jadi masuk. Saya pulang ke rumah dalam keadaan rohani yang turun drastis, saya kecewa sama gereja saya, hamba Tuhan, tetapi oleh anugerah Tuhan saya tetap ikut ibadah di persekutuan doa Ecclesia di kota Cirebon. Saya ikut PA atau SOM di PD Ecclesia itu hampir dua setengah tahun saya menyelesaikan, akhirnya Persekutuan itu membuka sebuah pelayanan media radio, tahun 2004 frekuensi radio didapat, kemudian saya melamar dan diterima serta saya mulai masuk tanggal 19 Juni 2004.
Saya bersyukur pada Tuhan karena dapat melayani Tuhan di radio sampai saat ini. Saya bisa melayani dan menjadi hamba-Nya. Suatu pelajaran yang bisa saya tarik adalah, mungkin hidup kita kecewa dan pahit terhadap sesama kita, namun jangan pernah tinggalkan Tuhan. Tuhan akan membalut luka hati kita, ketika luka kita sembuh maka Tuhan akan memberikan panggilan-Nya, dan jika kita meresponi panggilan-Nya maka kita akan dipimpin-Nya selalu. Jangan kuatir, walaupun keadaan tambah sulit, ingat janji Tuhan dalam Yesaya 60:5 pasti terjadi dalam hidup kita semua. Tuhan menciptakan indah pada waktu-Nya.
Semoga kesaksian saya menjadi berkat bagi pembaca semua. Tuhan memberkati.
Akhirnya saya bisa menyelesaikan study saya walaupun dalam waktu 7 tahun, namun saya rasakan semua karena anugerahNya. Bukan karena kekuatan saya, bukan karena kepandaian saya dan bukan karena kecakapan saya. Semua Tuhan selesaikan dengan baik.
Tuhan Yesus terima kasih atas pimpinanmu dan Terima kasih atas kelulusan saya. Saya saat ini mau mengucapkan terima kasih buat orang-orang yang mendukung saya: Kakakku Joko Kristiono, Arman Harijanto, Budiono Linuwih, Edy Handjojo, Lidia Ong, Kristiana Tan, Joko Otniel Wijaya, Benyamin Siahaan, Cornelius Wing, Jahja Soemitro,Tirza, Arin, Martha, Yani, Puspita Agustina dan banyak orang yang mendukung saya. Tuhan memberkati kalian.
Kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kristus akan menopang kita disaat kita lemah. GBU
Ditulis & dikirim oleh : Joshua Ivan S