Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

20 October 2009

Malaikat

John Paton adalah seorang misionaris di kepulauan New Hybrids. Pada suatu malam, orang-orang pribumi yang fanatik mengepung pusat Misi dan berencana untuk membakar habis semua bangunan serta membunuh keluarga Paton. Keluarga Paton berdoa sepanjang malam yang amat menakutkan itu serta kiranya Tuhan berkenan untuk membebaskan mereka. Ketika pagi hari tiba, mereka merasa heran bahwa para pribumi telah meninggalkan pusat misi itu.

Setahun kemudian, kepala suku itu yang sudah menjadi orang percaya, mengingat akan kejadian yang telah lampau. Paton bertanya kepada kepala suku itu, mengapa mereka tidak jadi menyerbu dan membakar habis serta membunuh mereka pada malam yang menakutkan itu. Kepala suku dengan heran menjawab,” Siapakah orang-orang yang bersama dengan kalian itu?” Paton mengatakan bahwa sama sekali tidak ada orang-orang pada saat itu. Namun kepala suku itu bersikeras, ia takut untuk menyerang karena ia melihat beratus-ratus orang yang tinggi dan besar dalam pakaian perang dan dengan pedang terhunus mengitari pusat misi itu sepanjang malam.

Today in the Word, MBI, October 1991

Ketika Tuhan Berkata

Tuhan Yesus Berkata…

Jika kau tak pernah merasa sakit, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh?
Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Pelepas?
Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan, Bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?
Jika kau tidak pernah merasa sedih, Bagaimana kau tahu bahwa Aku Penghibur?
Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, Bagaimana kau tahu Aku Pengampun?
Jika kau tahu segala hal, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanya anmu.
Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkamu?
Jika kau tidak pernah hancur, Lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?
Jika kau tidak pernah menghadapi masalah, Bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?
Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan, Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?
Jika kau tidak pernah melaui api, Lalu bagaimana kau menjadi murni?
Jika Aku memberikan semua barang kepadamu, Bagaimana kau akan menghargainya?
Jika Aku tidak pernah mengoreksimu, Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?
Jika kau punya semua kemampuan, Bagaimana kau belajar bergantung kepada-Ku?
Jika hidupmu sempurna, Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

Tuhan Yesus Kristus Memberkati!

The Next Star

Matius 5:16 "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 112; 1 Petrus 4; Yehezkiel 28, 30:20-26

Orang tua mana yang tidak bangga ketika anaknya menjadi juara kelas di sekolahnya? Atau guru yang melihat anaknya menjadi presiden atau orang penting di negeri ini? Tidak ada yang tidak bangga pastinya. Bagitu pun dengan Tuhan kepada kita, anak-anakNya di bumi ini.

Dari sejak awalnya, Dia telah menetapkan kita menjadi terang di dunia ini, tetapi tidak semua dari kita yang menyadari hal itu. Salah satu penyebabnya adalah dosa. Keengganan kita melepaskan diri dari dosa membuat apa yang ingin Tuhan kerjakan dalam hidup kita menjadi terhambat. Oleh karenanya, panggilan untuk bertobat tidak pernah berhenti Dia kumandangkan bagi setiap kita.

Ketika kita meresponi panggilan pertobatan ini dengan sungguh-sungguh maka tangan-Nya mulai menuntun kehidupan kita kembali kepada trek yang sudah Tuhan buat untuk kita lewati. Kehadiran-Nya dalam kehidupan kita membawa kita menjadi bukan lagi orang-orang yang biasa, tetapi luar biasa. Lihatlah tokoh-tokoh seperti Smith Wigglesworth, John Sung, D.L. Moody, Florence Young, John Wycliffe, atau Martin Luther King, Jr; mereka semua adalah orang-orang biasa seperti kita, tetapi Tuhan pakai dengan luar biasa pada zamannya masing-masing.

Saat ini dimanapun Anda berada dan berprofesi sebagai apa; mahasiswa, guru, karyawan, manajer, direktur, pemimpin perusahaan, Allah ingin Anda menggenapi panggilan-Nya, yakni menjadi bintang yang yang memancarkan terang kemuliaan-Nya kepada dunia ini. Namun, pertanyaannya hari ini "Sudahkah Anda menjadi bintang di dalam lingkungan sehari-hari seperti yang Allah rindukan?"

Menjadi anak-anak Allah berarti menjadi orang-orang yang siap mendapat sorotan di dunia ini.

Jawaban.com