Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

18 October 2008

Weekend Scripture - Matius 6:7-8

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" - Matius 6:7-8

Harapan Yang Pasti

"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" - 1 Korintus 15:14

Mungkin kita pernah mendengar bahkan melihat di sekitar kita, ada orang-orang yang cepat putus asa ketika menghadapi masalah dalam hidupnya. Mereka berkata, "Lebih baik aku mati saja, dari pada hidup tetapi terus-menerus ada masalah!" Lebih parah lagi, ada sebagian yang tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar mengambil tindakan yang fatal, yaitu bunuh diri. Mereka berpikir segala sesuatu sudah berakhir bersama dengan kematiannya. Bagi anak-anak Tuhan, kiranya dijauhkan dari pikiran dan tindakan seperti ini, karena hidup kita berharga di mata Tuhan.

Janji Tuhan luar biasa bagi orang percaya, tinggal kita mau meresponi dengan sungguh-sungguh atau tidak, terutama tentang "kebangkitan orang percaya". Kita berharap bukan berdasarkan cerita dongeng tetapi sesuai firman Tuhan, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang percaya yang telah meninggal (1 Korintus 15:20). Maka bagi kita yang percaya dan tetap setia sampai akhirnya akan mengalami hal yang sama dengan apa yang Kristus alami.

Harapan kita harus disertai dengan cara hidup yang benar selama masih ada di dunia, karena semuanya akan menjadi sia-sia apabila kesempatan yang Tuhan beri saat ini tidak dimanfaatkan dengan baik. Ada orang yang merasa perjalanan hidupnya masih panjang, sehingga kurang peduli dengan peringatan tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, bahkan yada yang tidak percaya sama sekali. Di sisi lain, karena persoalan hidup membuat mereka ragu akan janji Tuhan.

Percayalah kepada janji Tuhan akan digenapi pada waktunya! Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti berjuang menhadapi masalah yang mungkin tak kunjung berhenti dalam hidup ini. Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita! Amsal 10:28 berkata, "Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia". Amin.

Sumber : Roti Surgawi

Ibuku, Permataku

Ibuku, permataku, alangkah indah jiwanya. Nilai ibu melebihi permata Merah Delima atau emas. Ia diciptakan oleh Tuhan dan di kirim dari sorga.

Dan permata-permata yang diberikan kepadaku adalah permata KASIH. Kasih yang sama sekali tak bersyarat dan yang ada untuk selamanya. Kasihnya terhadap aku tak pernah meninggalkan aku seorang diri. Kasih yang luar biasa!

Permata kedua yang diberikannya kepadaku adalah BIMBINGAN untuk setiap hari. Ketika ia mengikuti Tuhan, iapun menunjukkan aku akan jalannya yang benar. Tuhan memberikan kepadanya kebijakan melalui kelahiranNya yang suci untuk diteruskan kepadaku agar aku dapat bertahan hidup di bumi ini. Namun, tujuan utama pada akhir perjalanannya adalah ketika ia mendengar Tuhannya mengatakan, “Bagus sekali, anakKu!”

Kemudian permata ketiga yang tak ternilai dan yang Tuhan berikan adalah Permata PENGORBANAN. Seorang Ibu yang setia kepada kebenaran Firman Tuhan akan mengorbankan jiwanya dan tak pernah kedengaran mengeluh sedikitpun. Ia akan memberikan apapun yang ia miliki dan tak pernah bertanya mengapa. Ini semua ia lakukan demi keselamatan mereka yang oleh Tuhan dititipkan kepadanya.

Selanjutnya permata ke empat adalah PEMBERIAN DORONGAN dan HARAPAN. Ia bersedia untuk berjalan melalui panas api untuk dapat memberikannya kepada yang dikasihinya. Apapun yang menjadi tugas dan pilihanku, ia dipuji dan diberi pahala untuk imannya di akhir hidupnya.

Kemudian ada permata ke lima, yaitu KEBERANIAN dan bukan ketakutan. Ia mengajarku untuk mendengar agar aku dapat mengerti. Aku senantiasa berperang dengan Iblis setiap menit dalam kehidupanku sehari-hari. Namun, Tuhan merupakan jawabannya bila aku hanya mengikuti jalanNya. Ibuku selalu berada di sana, siang atau malam untuk membangunkan keberanianku dan mengajarku apa yang benar. Banyak sekali perempuan yang telah melakukan hal-hal yang mulia, namun Ibuku melampaui mereka semua, ketika sebagai seorang Ibu, mendengar dan menjawab akan panggilan Tuhan.

Yang terakhir namun yang terutama adalah permata dari DOA. Ibu menghabiskan berjam-jam dari waktunya di atas kedua lututnya agar aku tetap selamat di dalam kasih karunia-Nya. Ia mengajarku setiap hari bahwa pencobaan-pencobaan dalam hidup ini dapat berlangsung lama, namun apabila aku memiliki iman dalam Tuhan, maka Tuhan akan menolongku menjadi kuat. Ibuku bisa lemah dan lembut, namun juga bisa menjadi keras pada waktu yang lain. Ia memberikan kasih-sayangnya tanpa bersyarat.

Ia adalah Ibuku, Permataku, demikian tak ternilainya dan demikian langkahnya. Dan aku berterima kasih kepada Tuhan bahwa aku telah diletakkan dengan selamat di dalam pemeliharaannya.

Loretta Coley

Humor : Tugas Pertama

Seorang pemuda yang baru saja lulus dari fakultas ekonomi akuntansi sedang melamar pekerjaan untuk posisi akuntan.

Saat ini dia sedang diwawancarai oleh seorang bos yang mempunyai bisnis kecil yang baru saja dia buka.

"Aku membutuhkan seseorang sarjana akuntansi saat ini," kata si bos.

"Tapi yang terutama, aku mencari seseorang yang bisa mengurus semua masalah keuangan kantor ini."

"Maksud Bapak?" tanya si pelamar.

"Ya, dalam menjalankan bisnis baru ini aku punya banyak hal yang aku pikirkan," kata si bos.

"Tapi aku sama sekali tidak mau memikirkan tentang urusan keuangan. Tugasmu adalah menangani semua urusan keuangan di kantor ini."

"Oke, saya mengerti maksud Bapak," kata si pemuda. "Dan berapa gaji yang akan saya terima untuk pekerjaan ini?"

"Sebagai awal aku akan memberimu $8000."

"Delapan ribu dolar!!!" si pemuda terkejut. "Bagaimana bisa sebuah bisnis baru memberikan gaji yang sedemikian besar?"

"Nah," kata si bos, "itulah urusan pertama yang harus kamu tangani."