Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

17 March 2008

Kekerasan Verbal

Salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari.

Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu, perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Meskipun kita mengetahui dengan pasti bahwa hanya manusia saja yang memiliki roh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup dalam waktu panjang, akan menyebabkan kematian (seperti pohon itu).

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda?
Ayo cepat! Dasar leletan? Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Ayo, jangan main-main disini. Berisik ! Bising !?

Pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel?
Kenapa sih makan aja berceceran?
Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu?
Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?

Pernahkah Anda berteriak kepada pasangan hidup Anda karena merasa sakit hati?
Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak!!!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa !
Aduh.. Perempuan kampungan banget sih!?

Pernahkah Anda berteriak kepada anak didik Anda?
Tolol amat sih. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?

Pernahkah Anda berteriak pada bawahan Anda karena merasa kesel?
Eh tahu ngak, Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Ada banyak yang bisa gantiin kamu?
Sial! Kerja gini saja nggak becus?

Apakah yang bisa kita pelajari ? Sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak dengan perasaan marah, sakit hati, dendam, benci atau kesal, maka berarti Anda secara tidak langsung sedang membunuh mereka dengan perlahan-lahan.

Saya pribadi dapat pelajaran dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini, mereka yang belum mengenal Firman Tuhan saja bisa tau jika suatu teriakan atau bentakan keras dapat melukai jiwa makhluk lainnya. Anjing saja kalo kita bentak dengan keras akan lari menjauh atau sebaliknya, menyerang.

Ingatlah ! Setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka, ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita berteriak, kita melukai jiwa mereka. Teriakan-teriakan yang kita keluarkan karena emosi, perlahan-lahan pada akhirnya akan mematikan kelekatan hubungan roh kita pada mereka.

Kebanyakan anak-anak mengalami kepahitan terhadap orangtuanya adalah bermula dari sebuah bentakan keras dan teriakan, ini merupakan kekerasan verbal yang menimbulkan luka batin bahkan bisa memicu aksi bunuh diri.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan ?

Tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak!

Kesimpulan:
Untuk mereka yang belum mengenal Firman Tuhan saja bisa tau bahwa kekerasan verbal bisa melukai bahkan membunuh. Kok kita yang jelas-jelas sudah mengetahui kebenaran itu, seringkali masih melakukannya dengan alasan?? sengaja?? benar-benar bermaksud menyakiti lawan bicaranya. Apa kata Tuhan!!!


"Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan" . (Amsal 17:1)

Botol Pemanas Dan Boneka

Dr. Helen Roseveare, seorang misionaris di Zaire, menuliskan satu pengalamannya saat melayani di Afrika.

“Suatu sore, saya menolong seorang ibu melahirkan di bangsal bersalin. Meskipun kami telah berusaha keras, ibu itu meninggal.

Kami harus merawat bayi prematurnya dan gadis kecilnya yang baru berumur 2 tahun. Sangat sulit untuk menjaga agar bayi prematur itu dapat bertahan hidup karena bangsa ini belum memiliki listrik ataupun inkubator. Padahal suhu di malam hari sangatlah dingin, meskipun negara ini terletak di wilayah equator.

Seorang assisten mengambilkan botol pemanas kami yang terakhir untuk menjaga agar tubuh bayi itu tetap hangat.

Namun, kami kembali putus asa karena botol pemanas yang terakhir itu pecah. Saya segera menyuruh salah satu assisten untuk membungkus bayi itu dengan selimut tebal dan membawanya ke dekat perapian, supaya bayi itu tetap hangat dan tidak kedinginan.

Keesokan harinya, saya mengikuti persekutuan doa dengan anak-anak yatim piatu. Saya menceritakan kepada mereka tentang bayi prematur itu, kakaknya yang masih berusia 2 tahun dan botol pemanas yang pecah.

Saat berdoa, Ruth, seorang anak Afrika yang baru berumur 10 tahun, berkata, “Tuhan, kirimkan kepada kami sebuah botol pemanas sore ini. Bila Engkau mengirimkannya besok pagi, maka akan terlambat karena bayi itu tentu sudah meninggal. Dan jika Engkau mau melakukannya, maukah Tuhan juga mengirimkan sebuah boneka untuk kakaknya supaya dia tahu bahwa Engkau mengasihi dia juga. Amin.”

Terus terang, saya tidak dapat percaya bahwa Tuhan akan melakukan hal itu. Betul, saya tahu bahwa Tuhan dapat mengerjakan segala sesuatu, seperti yang tertulis dalam Alkitab. Tapi tetap membutuhkan waktu. Saya belum pernah mendapat kiriman paket dari rumah selama 4 tahun terakhir ini. Dan jika seseorang mengirimkan paket, apakah mungkin bila dia mengirimkan botol pemanas ke Afrika, sebuah negara tropis? Saat senja, saya mendengar suara mobil datang.

Dan ketika tiba di rumah, saya melihat ada sebuah paket besar telah diletakkan di beranda!
Mata saya berkaca-kaca saat melihatnya dan saya segera memanggil semua anak sehingga kami dapat membuka paket itu bersama.

Selain baju dan obat-obatan, saya tidak dapat mempercayai penglihatan saya! Sebuah botol pemanas dari karet yang baru!

Saya menangis. Saya tidak berani untuk meminta itu secara langsung pada Tuhan, tetapi Ruth yang melakukannya.

Ruth berkata, “Bila Tuhan mengirimkan botol pemanas berarti Dia juga mengirimkan sebuah boneka!”

Dia membongkar semua isi paket dan akhirnya dia menemukan sebuah boneka cantik. Mata Ruth bersinar dan dia berkata, “Dapatkah kita menemui gadis kecil itu dan memberikan boneka ini sehingga dia tahu bahwa Yesus mengasihinya?”

Paket itu dikirim oleh sekelompok anak sekolah minggu 5 bulan yang lalu. Guru Sekolah Minggu mereka sangat taat pada Tuhan bahkan ketika Tuhan memintanya untuk mengirim sebuah botol pemanas dari karet ke negara di wilayah ekuator. Salah satu muridnya juga memberikan sebuah boneka, 5 bulan sebelum Ruth berdoa, “Tuhan, kami membutuhkannya sore ini juga.”

“Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya” (Yes 65:24)

KKR Morris Cerrullo di Semarang

KKR Morris Cerrullo
Rabu, 19 Maret 2008 pk. 18.00 WIB di JKI Holy Stadium

Jangan Menerima Bayaran Untuk Kebaikan Yang Kauberikan

Suatu Hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, " Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda."

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.

Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal is wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada Mata dokter Kelly.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar is wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui is wanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai Hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu Sembuh !!

Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. "Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu tertanda, DR Howard Kelly".

Air Mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa, "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."

Higher Thoughts

Today's Scripture

“As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts” (Isaiah 55:9).

Today's Word from Joel and Victoria

God’s dream for your life is so much bigger than your own! He wants to bless you indeed and enlarge your territory. His ways and thoughts are so much higher than ours, and His plan is so much bigger than we can imagine. Choose today to focus on the good things God has in store for you. Don’t allow the circumstances of life to drag your thoughts down. Choose to think God’s thoughts by meditating on His Word. The scripture says to “set your mind on things above.” Those “things above” are God’s thoughts and ways which are, “I am blessed and highly favored. I am above only and not beneath. I am the head and not the tail. I am a victor, not a victim. I am righteous, and my path shines brighter and brighter to the full day. I am more than a conqueror through Christ Jesus.” When you allow those higher thoughts to fill your mind, they will direct your steps, and you will rise higher in life! You will see yourself as an overcomer and live the abundant life the Lord has for you.

A Prayer for Today

Father in heaven, thank You for thinking good thoughts about me. Help me to focus on Your higher thoughts today. Empower me to obey Your Word so that I can live as an overcomer in every area of life. In Jesus’ Name. Amen.


From : Joel Osteen Ministries