Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." - Matius 5:2-12

28 February 2009

Salah Menaruh Hati

Hakim-hakim 14:2 Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 59-60; Markus 3-4; Bilangan 1-4

Keperkasaan Simson sangat menakjubkan. Ia lahir karena kasih karunia Allah. Allah telah memperlengkapi dengan kekuatan yang luar biasa sejak lahir. Tetapi sayang, keperkasaannya hilang karena salah menaruh hatinya. Tradisi Israel melarang untuk kawin campur yang gawur dengan bagsa-bangsa lain. Simson sebagai orang Israel asli tentu mengenal tradisi tersebut. Ia menyepelekan larangan Allah. Simson lebih memperhatikan kecantikan Delila, dibanding peraturan Allah.

Dalam memilih kekasih, Simson hanya memperhatikan penampilan luar. Ia melihat Delila hanya dari sudut pandang jasmani, bukan dari sudut pandang Allah. Ia tidak mengambil keputusan berdasarkan persetujuan Allah. Akibat kesalahannya, hidup Simson bukan hanya gagal melainkan berakhir dengan tragis.

Kita mungkin tidak seperti Simson dalam hal menaruh hati. Namun tanpa sadar, kita juga melakukan hal serupa. Kita menaruh hati di tempat yang lain, pada sesuatu yang bukan Allah, misalnya hati kita lebih terpaut pada orang yang kita cintai, hobi, pekerjaan, barang baru yang kita miliki dan lain-lain. Tidak salah kita mencintai hal-hal itu, tetapi Tuhan haruslah tetap nomor satu. Ketika kita salah menaruh hati, berarti bencana bagi kita.

Waspadalah! Jika hati kita kotor, hidup kita pun tidak akan jauh berbeda.

Jawaban.com

Tapi Kami Membacanya

Bayangkan kamu bekerja pada sebuah perusahaan dimana direktur perusahaan itu akan pergi ke luar negeri untuk waktu yang cukup lama. Ia memberitahukan kepadamu dan beberapa karyawan yang dipercayainya, “Aku akan pergi, dan ketika aku tidak ada disini, aku minta kalian memperhatikan bisnis disini. Kalian yang mengatur disini selama aku pergi. Aku akan mengirim surat secara rutin. Aku akan memberi instruksi kepada kalian apa yang harus kalian kerjakan mulai dari sekarang sampai aku pulang.”

Semua setuju. Ia meninggalkan kantor dan pergi untuk beberapa tahun. Selama ia pergi, ia sering mengirim surat, memberitahukan keinginan-keinginannya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ia kembali.

Ketika berjalan menuju pintu depan kantor, ia langsung menemukan semuanya dalam keadaan kacau. Banyak tanaman liar disana, bahkan ada seekor tikus di sofa ruang tamu, kaca jendela pecah berantakan, wanita yang ada di meja depan sedang mendengkur, musik yang kencang terdengar dari beberapa ruangan, beberapa orang sedang bermain.main di ruang belakang. Bisnis mereka bukan meningkatkan profit malah menderita kerugian yang sangat besar. Tanpa segan direktur itu segera memanggil semua karyawannya untuk berkumpul dan dengan marah ia bertanya, “Apa yang terjadi? Apakah kalian tidak menerima surat-suratku?”

Kamu akan bilang. “Oh, iya tentu saja kami menerima semua surat Anda. Kami telah mengumpulkannya menjadi satu buku. Dan beberapa orang sudah menghapalnya. Bahkan, kami menyelenggarakan “letter study” setiap hari minggu. Anda tahu, surat-surat itu begitu luar biasa.”

Lalu direktur itu kemudian bertanya, “Tetapi apa yang kalian lakukan setelah menerima instruksiku?” Dan, tanpa ragu karyawan-karyawannya akan menjawab, “Melakukan? Tidak ada. Tetapi kamu membaca semuanya!”

Kamu bisa saja menjadi pembaca Alkitab yang setia. Bahkan membaca atau menggunakan buku-buku rohani sebagai referensi pribadi. Namun kamu tidak akan mengalami perubahan karakter dan hidup, jika kamu hanya membacanya tanpa melakukan apa-apa. Bebaskan dirimu dengan mulai melakukan firman Tuhan! Bukan hanya sekedar menjadi pembaca.

Weekend Scripture – Amsal 13:11

"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya." - Amsal 13:11

27 February 2009

Kompas Kehidupan

Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 58; Markus 2; Imamat 26-27

Pernahkan Anda melakukan kesalahan yang fatal di dalam hidup Anda? Sepertinya tidak ada satu kuasa pun yang sanggup mengeluarkan Anda dari sana. Lalu bagaimana dengan tujuan Ilahi yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup Anda? Apakah hal itu masih dapat Anda wujudkan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pernah terlintas dalam pikiran saya. Karena jujur, saya pernah kuatir bagaimana jika karena kebodohan saya, tujuan Ilahi itu gagal dalam hidup saya? Lalu kemudian Tuhan memberikan gambaran yang begitu jelas kepada saya. Hidup itu bagaikan kapal yang berlayar di lautan lepas. Satu-satunya indikasi yang bisa menunjukkan arah yang tepat bagi kapal itu adalah kompas.

Sepanjang perjalanannya, kapal itu akan melalui banyak badai yang terdahsyat sekalipun, dan di saat itu kapal tersebut bisa saja menyimpang jauh dari arah tujuannya semula. Tapi kompas akan selalu menunjukkan arah dengan tepat dan mengembalikan kapal ke tujuannya semula. Demikian juga dengan hidup kita. Kita bisa saja dalam kebodohan kedagingan kita mengambil pilihan yang salah dan jatuh dalam dosa yang terkelam, tapi ketika kita berbalik kepada Tuhan sebagai kompas kehidupan, IA akan kembali menuntun hidup kita ke arah yang tepat dan tujuan Ilahi itu akan tetap tergenapi.

Saya sama sekali tidak menyarankan Anda untuk bebas berbuat dosa dan mengambil keputusan yang salah, karena toh kapan pun kita ingin kembali, tangan Tuhan akan senantiasa terulur bagi kita. Yang ingin saya tekankan saat ini adalah sejauh apapun Anda tersesat saat ini, sedalam apa pun Anda terjebak dalam dosa-dosa kedagingan Anda, tujuan Ilahi itu tetap tersedia bagi Anda. Pilihan ada di tangan Anda saat ini, apakah Anda akan kembali dan mempercayakan hidup Anda sepenuhnya kepada Yesus, Sang kompas kehidupan atau menjadi orang yang terhilang untuk selama-lamanya.

Hidup Anda sangat berarti di mata Tuhan. Tanpa Anda, ada sebuah tempat di hati Tuhan yang kosong dan menantikan kehadiran Anda di sana. Tak sedetikpun Tuhan berhenti untuk mengasihi Anda. Hatinya selalu tersedia bagi Anda. Jangan sia-siakan hidup Anda! Jangan pernah menyerah untuk selalu kembali kepada-Nya!

Tuhan tak pernah menyerah untuk terus mengasihi Anda. Bagaimana dengan Anda?

Jawaban.com

Perempuan Yang di Cintai Suamiku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah.

Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic. Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun.

Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang. Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah.

Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu. Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas.

Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami.

Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.

Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah. Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki.

Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona.

Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita. Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab.

Lima bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja. Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x.

Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan. Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS.

Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya, "Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya," lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya.

Dan aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun! Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku.

Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.

Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah.

Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin.

Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku. Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu.

Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2. Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu?

Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya. Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian. Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya.

Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, "Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima.

Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku. Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya.

Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya.

Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya.

Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku.

Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya. Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya.

Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan. Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.

Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu.

Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.

Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,
Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku. Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku.

Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya. Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku.

Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman-temanku sudah menikah semua.

Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya. Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya?

Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku.

Betapa malangnya nasibku. Mario terus menerus sakit-sakitan, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

"Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan.

Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku…

Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku….. Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita.

Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario. Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, "kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?"

Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya. Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu.

Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,
Rima"

Di surat yang lain, "………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es.

Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"

Disurat yang kesekian,
"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah-marah padamu, aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi.

Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini?

Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya, dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…
"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9.

Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia.

Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor. Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.

Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku, selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi dihatimu?………"
Jelita menatap Meisha, dan bercerita, "Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……"

Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.

Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa. Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi.

Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku.

Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.

Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak-anakku, tapi karena dia belahan jiwaku….

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima.

Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.

Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita....

Diposting kembali untuk seseorang yang kadang kurang bersyukur untuk apa yang Tuhan telah anugerahkan padanya...

Hope you get enlightenment friend...

26 February 2009

Menunggu Bis

Mungkin artikel ini sudah dibaca berkali2, namun bagi yang belum pernah membacanya, semoga bisa menjadi manfaat. GBU

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu bilang, “Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja. Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

-----

Moral dari cerita ini :
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri'! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?

25 February 2009

He Is My Lawyer

Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik ke arah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat. Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk Pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat. Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah. Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya.

Sesaat setelah Ia duduk, “Mari kita mulai”, kataNya.

Sang Jaksa berdiri dan berkata, “Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka”.

Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain. Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke Pengacara sayapun, saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya, yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu, sayapun merasa kesal dan sedih terhadap Pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.

Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik di dunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah. Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata, “Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku”.

Kemudian tiba giliran Pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim. Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat Pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar. Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.

Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya, “Hallo Ayah”, dan berbalik sambil berkata, “Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut, orang ini pantas di hukum!!!”.

Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata, “Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai Penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku”.

Tuhanku melanjutkan kalimatNya, “Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan”.

Yesus duduk lalu berkata, “Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan”.

Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata, “Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup!!!!”.

Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu, “Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali”.

Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus, “Bapa pernahkah Engkau kalah dalam kasus seperti ini???”.

Yesus tersenyum dan berkata, “Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!”.

I guess this is why we need Jesus.. Because His love sets us free! Don't you need Him? I know I do..

24 February 2009

Keajaiban Jalan Tuhan

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 55; Kisah Para Rasul 27; Imamat 20-21

Apa jadinya jika Anda membuat seseorang sukses, namun nasib Anda tak sedikit pun berubah? Itulah yang dialami oleh Mordekhai. Setelah memasukkan keponakannya Ester ke dalam benteng Susan sampai akhirnya menjadi ratu, Mordekhai hanya menjadi orang yang duduk di pintu gerbang istana seperti seorang pengemis. Bahkan setelah ia berhasil membongkar persekongkolan jahat yang berikhtiar membunuh raja Ahasyweros, nama Mordekhai hanya dicatat di buku sejarah. Tidak ada penghargaan apapun yang ia terima. Dan hidupnya tidak berubah sama sekali. Apakah Mordekhai dongkol? Mungkin saja tapi yang pasti Alkitab tidak mencatat sikap Mordekhai yang demikian.

Tapi tunggu dulu. Ternyata tak seorang pun yang bisa menebak jalan hidup seseorang dan mengerti jalan Tuhan sepenuhnya. Setelah bertahun-tahun berlalu, Tuhan bisa membuat Raja Ahasyweros tidak bisa tertidur dan membaca buku sejarah kerajaan. Pernahkah terpikir oleh Anda kalau hal ini kurang masuk di akal? Karena buku sejarah itu pasti tempatnya di perpustakaan kerajaan. Jarang ada orang yang tidak bisa tidur lalu ia pergi ke perpustakaan. Dari ratusan buku yang ada di sana, Raja memilih buku sejarah kerajaan. Dan dari ratusan halaman yang ada, nama Mordekhai begitu melekat di hatinya malam itu.

Di saat yang bersamaan, Naaman, orang kedua di kerajaan, sangat membenci Mordekhai dan berikhtiar untuk menghabisi tidak hanya Mordekhai saja namun seluruh orang Yahudi yang ada di kerajaan itu. Bahkan Ia sudah menyiapkan tiang gantungan untuk Mordekhai. Lalu kelanjutan ceritanya seperti yang Anda tahu. Keadaan berbalik sepenuhnya. Naaman yang berikhtiar jahat terhadap umat pilihan Tuhan, harus menanggung hukumannya. Bahkan Naaman digantung di tiang yang telah dibuatnya sendiri. Dan Mordekhai? Ia menggantikan kedudukan Naaman menjadi orang nomor dua di Kerajaan Ahasyweros.

Pertolongan Tuhan tak pernah sedetik pun terlambat. Tuhan tahu persis apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan IA telah mempersiapkan hal itu jauh sebelumnya melalui setiap peristiwa yang kita alami saat ini. Tidak ada yang kebetulan di dalam hidup kita namun kitalah yang seringkali tidak mengerti maksud Tuhan sehingga sering mempertanyakan kasih-Nya pada kita ketika sesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Melalui banyak teladan kisah di Alkitab, marilah kita senantiasa belajar bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, apa yang tak pernah timbul di dalam hati, semua itu telah disediakan Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia.

Waktu akan menunjukkan maksud Tuhan yang besar dalam hidup Anda ketika Anda harus melalui banyak kerikil tajam saat ini.

Jawaban.com

Apa Itu Masalah?

Masalah yang kamu hadapi akan membuatmu kalah atau juga membuatmu berhasil – tergantung bagaimana kamu meresponinya. Sayangnya banyak orang yang salah memandang bagaimana Tuhan memakai masalah-masalah untuk kebaikan dalam hidupnya. Mereka menanggapinya dengan cara yang bodoh dan marah terhadap masalah-masalahnya bahkan tidak mau memikirkan apa keuntungan yang mereka terima.

Di bawah ini ada lima cara Tuhan memakai masalah dalam hidupmu :

Tuhan memakai masalah untuk menuntunmu
Kadang-kadang Tuhan harus membakar tempat kenyamananmu agar kamu mau berpindah. Masalah sering membawa kita ke tempat yang baru dan memotivasikan kita untuk berubah. Apakah Tuhan sedang mencoba mengambil perhatianmu. Kadang-kadang membawa kita ke situasi, keadaan yang menyakitkan agar kita mau mengubah cara jalan kita (Amsal 20:30)

Tuhan memakai masalah untuk mengujimu
Manusia seperti the celup, jika kita ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, masukkan saja ke dalam air panas! Pernahkah Tuhan menguji imanmu lewat masalah-masalah? Apakah masalah-masalah itu membuka pikiranmu? Ketika kamu menghadapi banyak masalah, hendaklah kamu penuh sukacita sebab lewat masalah-masalah ini akan menguji imanmu dan akan mengajarkan kamu tentang kesanaran (Yak 1:2-3)

Tuhan memakai masalah untuk mengoreksimu
Ada beberapa pelajaran yang kita dapati lewat jalan yang menyakitkan dan kegagalan. Contohnya seperti anak kecil yang orang tuanya menyuruh dia untuk tidak memegang kompor yang panas. Tetapi kamu mungkin akan dapat mempelajari sesuatu lewat terbakar. Kadang-kadang kita mempelajari nilai dari sesuatu : kesehatan, uamg, hubungan, dengan menghilangkannya. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu (Mzm 119:71)

Tuhan memakai masalah untuk melindungimu
Suatu masalah kadang-kadang kelihatan akan lebih memberkatimu jika masalah itu mencegahmu untuk jatuh ke masalah yang lebih merugikanmu . Tahun yang lalu seorang teman dipecat karena menolak mengerjakan sesuatu yang tidak beretika ketika atasannya menyuruhnya. Kehilangan pekerjaan adalah masalahnya. Tetapi ia terselamat dari hukuman penjara setelah setahun kemudian ketika tindakan atasannya terungkap. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan (Kej 50:20)

Tuhan memakai masalah untuk meyempurnakanmu
Masalah, jika ditanggapi dengan benar, membangun karakter kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada karaktermu daripada kesenanganmu. Hubunganmu dengan Tuhan dan karaktermu adalah dua hal yang kekal, justru bisa bersuka cita ketika kita sedang menghadapi masalah… masalah menolong kita untuk belajar bersabar. Dan kesabaran membentuk karakter kita dan menolong kita percaya

23 February 2009

Juara Yang Berpengalaman

Yesaya 40:31 Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 54; Kisah Para Rasul 26; Imamat 18-19

Tahukah Anda bahwa kekuatan iman mempunyai kuasa untuk membuat tubuh jasmani Anda kembali muda? Memang benar. Anda dapat melihat hal itu dalam kehidupan Sara. Kebanyakan orang tidak dapat mengerti sepenuhnya akan tindakan Tuhan dalam kehidupan wanita ini. Yang kita ketahui hanyalah bahwa Dia menyanggupkan Sara untuk memperoleh anak pada usianya yang sudah lanjut.

Tetapi jika Anda meneliti kisah ini dengan lebih cermat, Anda akan melihat bahwa keadaannya jauh melebihi itu. Ketika Sara berpegang pada janji Tuhan dengan iman, hal itu mulai memulihkan dia secara jsmani sedemikian rupa sehingga ketika Raja Abimelekh memandang kepadanya, penguasa ini menginginkan dia menjadi isterinya.

Renungkanlah itu! Pada usia 90 tahun, Sara sedemikian cantiknya sehingga seorang raja menginginkan dia masuk ke dalam haremnya. Lebih dari itu, setelah dia melahirkan Ishak, Alkitab menyatakan, Sara menyusuinya sampai saatnya untuk disapih. Kemudian dia terus hidup sampai anak lelaki itu dibesarkan!

Nah, saya tidak mengatakan kepada Anda bahwa Anda dapat melahirkan bayi pada usia 90 tahun seperti Sara. Dia mempunyai janji khusus dari Tuhan mengenai hal itu. Tetapi saya mengatakan bahwa jika Anda mau mempercayai Tuhan membaharui kekuatan dan kesehatan di usia lanjut Anda, Dia akan memberikan itu bagi Anda. Bahkan sebenarnya, Mazmur 103 menyatakan itu sebagai salah satu dari kebaikan-Nya. Mazmur itu menyatakan bahwa Tuhan akan memenuhi mulut Anda dengan hal-hal yang baik sehingga masa muda Anda dibaharui seperti masa muda burung rajawali.

Tahukah Anda apa yang paling Tuhan rindukan saat Anda berusia lanjut nanti? Ia menginginkan Anda menjadi juara Firman yang perkasa dan berpengalaman dengan kekuatan Anda yang terus dibaharui oleh iman. Mulailah perkatakan hal itu pada hari ini. Penuhi mulut Anda dengan janji-janji Tuhan. Katakanlah, "Puji Tuhan, masa mudaku dibaharui seperti masa muda burung rajawali." Anda akan tetap pergi ke surga ketika karya Anda di bumi telah usai tetapi Anda takkan menjadi layu. Anda akan bangkit sebagai penakluk karena Tuhan memang menciptakan Anda untuk menjadi penakluk.

Menaklukkan badai kehidupan adalah cara yang paling efektif untuk mengalami kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan Anda.

Jawaban.com

The Girl Who Silenced The World

Pidato Severn Suzuki, 12 tahun, di Ruang Sidang PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Cullis-Suzuki. Severn Cullis-Suzuki adalah salah seorang pemerhati masalah Lingkungan Hidup yang concern dengan isu Pemanasan Global. Ia dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup, pembicara, pemandu acara televisi dan pengarang. Severn Suzuki memulai karirnya sejak umur 9 Tahun dengan mendirikan organisasi pemerhati lingkungan untuk Anak-anak. Hingga kini Ia sudah berkeliling dunia untuk berbicara tentang masalah lingkungan hidup yang sudah semakin memprihatinkan.

Severn Cullis-Suzuki atau lebih dikenal dengan nama Severn Suzuki dilahirkan di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis bernama Tara Elizabeth Cullis dan Ayahnya adalah David Suzuki, seorang aktivis lingkungan hidup. Ketika bersekolah di Lord Tennyson Elementary School, ia mendirikan Environmental Children's Organization (ECO), sebuah organisasi yang didedikasikan untuk belajar dan mengajar anak-anak tentang masalah lingkungan hidup.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan Hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Severn yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar dan membungkam beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu? Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber The Collage Foundation)

Halo, nama saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children's Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq, dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan kepada anda sekalian, orang dewasa, bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang. Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu per satu mengalami kepunahan setiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu agaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari lima milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan pesawat televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: "Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang."

Jika seorang anak yang berada di jalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang Timur Tengah atau pengemis di India.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan kepada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan, tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan kepada kami untuk tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan kepada anak-anak mereka dengan mengatakan, "Semuanya akan baik-baik saja", "Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan," dan "Ini bukanlah akhir dari segalanya,"

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata-katamu." Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang ANDA, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Setelah itu Sekjen PBB mengatakan dalam pidatonya, “Hari ini saya merasa sangat malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato, sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya tidak, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun.”

Cerita ini benar-benar terjadi dan pidato Severn Cullis-Suzuki itu benar-benar pidato yang dikatakannya, tanpa dilebih-lebihkan.

Youtube – The Girl who Silenced The World

Sumber : www.pustakanilna.com

22 February 2009

Humor : Ada Suara Tapi Siapa?

Seorang psikiater sedang memeriksa keadaan mental pasiennya.

"Apakah Anda pernah mendengar suara tapi Anda tidak bisa memberitahu siapa yang berbicara dan dari mana suara itu berasal?" tanya sang psikiater.

"Tentu saja, saya bisa," kata si pasien.

"Kapan kejadian itu terjadi?" tanya sang psikiater.

"Oh," jawab si pasien, "waktu saya menjawab telepon."

21 February 2009

Weekly Scripture – Amsal 16:8

Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. - Amsal 16:8

Banggalah Akan Tuhan

Roma 12:12 (The Amplified Bible) Bersukacitalah dan bergembiralah dalam pengharapan; teguhlah dan sabarlah dalam penderitaan dan kesengsaraan; tekunlah dalam doa.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 52; Kisah Para Rasul 24; Imamat 14-15

Kita harus hidup dalam pengharapan. Kita harus bersukacita. Jadi, bila iblis datang untuk mencuri kemenangan Anda dan memberitahu Anda bahwa Tuhan takkan menolong Anda kali ini, tetaplah pikirkan firman Tuhan dalam hati Anda dan mulailah bersukacita. Bersukacitalah bahwa Anda ada dalam Dia. Bersukacitalah bahwa surga adalah rumah Anda. Bersukacitalah bahwa Dia yang ada di dalam Anda lebih besar ketimbang dia yang ada di dunia ini. Bersukacitalah! Banggalah akan Tuhan hari ini. Iblis tidak akan tahan menyaksikannya.

"Teguhlah dan sabarlah dalam penderitaan dan kesengsaraan..." Kesengsaraan berarti berada di bawah tekanan. Bila tekanan datang, janganlah menjadi lemah. Sebaiknya pergilah menghadap ke takhta anugerah. Menghadaplah dengan berani dalam nama Yesus dan dapatkanlah pertolongan yang Anda butuhkan.

Ingatlah ini: Bila keadaan menjadi sulit, bukanlah saatnya bagi Anda untuk melupakan Firman. Justru itulah saatnya Anda harus semakin bercokol dengan Firman. Itulah saatnya Anda "tekun dalam doa" agar Anda tidak tergoyahkan.

Bersukacitalah! Bersabarlah di bawah tekanan. Bertekunlah dalam doa. Iblis takkan sanggup mencuri apapun dari Anda.

Kebanggaan Anda akan kuasa Tuhan semakin memampukan Anda melihat pribadi-Nya yang ajaib.

Jawaban.com

Humor : Saat Liburan

Saat berlibur di Yerusalem, ibu mertua George meninggal. Dengan membawa sertifikat kematian, George pergi ke kantor konsulat  Amerika untuk mengatur pengiriman mayat ke Amerika agar dapat dimakamkan dengan layak.

Sang konsulat mengatakan bahwa mengirim jasad ke Amerika itu sangat mahal, sekitar lima ribu dolar. Kebanyakan orang memilih untuk menguburkan orang yang mereka kenal di sini karena hanya membutuhkan biaya 150 dolar.

George berpikir sesaat dan menjawab, "Aku tidak penduli berapa yang harus aku bayar untuk mengirim jasadnya kembali ke Amerika, aku ingin melakukannya. "

Setelah mendengarnya, si konsulat berkata, "Anda pasti sangat mencintai ibu mertua Anda karena mau melakukan hal ini."

"Bukan, bukan karena itu," kata George. "Begini, aku tahu bertahun-tahun yang lalu ada Seseorang yang dikubur di Yerusalem. Pada hari ketiga, ia bangkit dari kematian!"

"Aku tidak mau mengambil risiko untuk itu.

20 February 2009

Pesan Dari Neraka

Suatu hari, ada seorang pemuda sedang tidur di kamarnya, dan dalam tidur itu dia bermimpi didatangi "Pesan Dari Neraka" berupa sehelai surat yang dikirim oleh sahabatnya. Si pemuda dengan ketakukan serta kebingungan membaca surat itu : Hallo teman, aku sekarang berada di neraka, yang mana sakit sekali. Di mana panas melebihi api waktu di bumi. Aku mengirim surat ini karena aku menganggap aku berada di sini itu semua karena kamu.

Kamu berkata engkau adalah teman dekatku setiap pagi siang dan malam kita bertemu kita bekerja bersama sama, kita belajar bersama sama kita tertawa bersama sama. Padahal kamu tahu mengenai kebenaran kamu tahu bahwa manusia harus lahir baru kamu mengetahui mengenai bahwa Yesus adalah juru selamat manusia tetapi kamu tidak pernah cerita mengenai itu kepadaku.

Kamu tahu bahwa neraka adalah nyata dan benar ada kamu tahu bahwa surga juga nyata dan benar ada dan kamu juga tahu bahwa upah dosa adalah maut yaitu neraka. Tetapi kamu tidak pernah bercerita tentang itu kepada aku. Sekarang aku berada di api siksaan yang mana aku akan tinggal selama-lamanya di sini..

Apakah ini yang kau anggap teman, sahabat? Apakah kau puas sementara aku di neraka, kau berada di surga. Apakah kau puas aku menangis, berteriak, tersiksa, tubuhku yang dihinggapi ulat-ulat, dan api yang panas, aku sungguh kecewa dan menyesal mempunyai teman seperti engkau.

Pemuda itu terbangun dan menangis tak henti hentinya dan dia sadar bahwa itu hanya mimpi malam saja. Kemudian dia berjanji bahwa besok pagi dia akan bersaksi tentang Yesus, surga, neraka dll kepada sahabatnya itu.

Pagi harinya, si pemuda berada di depan pintu rumah sahabatnya. Ayah sahabatnya pun keluar.

"Bisa saya bertemu dengan anak bapak?"

"Nak, bukankah engkau tahu bahwa anak saya telah meninggal tadi malam karena kecelakaan mobil."

19 February 2009

Potongan Kain Permadani

Ketika aku menghadap kepada Penciptaku pada hari pengadilan, aku bertelut bersama dengan jiwa-jiwa lain. Di depan kami terbentang kehidupan, laksana potongan-potongan kain dari sebuah selimut. Seorang malaikat duduk di depan kami masing-masing dan sedang menjahit potongan-potongan kain menjadi sebuah permadani yang merupakan kehidupan kami.

Namun ketika malaikatku mengambil potongan-potongan kain dari tumpukan, aku mengamati betapa compang-camping dan kosong potongan kainku itu. Kain itu dipenuhi oleh lubang-lubang yang besar. Setiap potongan diberi etiket dan merupakan sebagian dari kehidupanku yang penuh kesukaran, kepedihan dan pencobaan yang kuhadapi dalam hidup sehari-hariku. Akupun menyaksikan berbagai penderitaan yang aku harus alami dan ini merupakan lubang-lubang yang paling besar.

Aku memandang di sekitarku. Tidak ada yang memiliki potongan kain seperti milikku. Selain beberapa lubang-lubang kecil, perma-dani milik mereka diwarnai dengan warna-warna yang kaya serta corak yang cerah dari kejayaan duniawi. Aku memandang kehidupanku dan menjadi masgul. Malaikatku menjahit potongan-potongan kainku yang compang–camping menjadi satu, tipis menerawang dan kosong seperti ingin mengikat udara menjadi satu.

Akhirnya tiba saatnya untuk menunjukan masing-masing kehidupannya kepada umum, diangkat, diperiksa terhadap sinar matahari, diselidiki dengan teliti akan kebenarannya. Yang lain berdiri dan masing-masing mengangkat permadaninya untuk memperlihatkan bagaimana hidup mereka sebenarnya.

Tibalah giliranku. Malaikatku memandangku dan memberi tanda agar aku berdiri. Aku menundukan mataku ke arah lantai oleh karena merasa malu. Aku tak pernah menikmati kekayaan dunia. Aku telah mengalami kasih dan sukacita dalam hidupku. Namun, di samping itu, akupun mengalami pencobaan akan sakit penyakit dan kematian serta tuduhan-tuduhan yang palsu yang sangat menyakitkan. Seringkali aku harus memulai lagi dari permulaan. Aku seringkali harus bergumul dengan pencobaan untuk menyerah saja, namun entah bagaimana aku masih dapat mengumpulkan sisa kekuatan untuk mencoba lagi. Aku telah melewatkan malam demi malam yang sunyi-senyap di lututku dalam doa, memohon akan bimbingan dan pertolongan dalam hidupku. Aku seringkali dipermalukan oleh yang kujalani dengan tabah dan penuh kepedihan: Setiap kali aku menyerahkannya kepada Bapa surgawi dengan pengharapan bahwa aku tidak menjadi lebur dan larut di bawah penghukuman dari mereka yang dengan tidak adil menghakimiku.

Dan kini, aku harus menghadapi kebenaran. Hidupku ialah seperti itu, dan aku harus menerima sesuai dengan kenyataan. Aku berdiri dengan pelan dan mengangkat kombinasi potongan-potongan kainku yang menggambarkan kehidupanku terhadap sinar matahari. Suatu keheningan yang amat terasa memenuhi ruang itu. Aku melirik sekitarku dan semua orang memandangku dengan mata terbelalak.

Kemudian, aku mengamati permadaniku di depanku. Sinar matahari memenuhi lubang-lubang dan membentuk sebuah gambaran, Wajah dari Kristus. Kemudian Tuhanku berdiri di depanku dengan penuh kasih-sayang dan kehangatan dari dalam mata-Nya. Ia bersabda, ”Setiap kali engkau memberikan hidupmu kepada-Ku, maka itu menjadi hidup-Ku, penderitaan-Ku dan pergumulan-Ku, Setiap titik cahaya dalam hidupmu, bila engkau bersedia untuk meniadakan yang lain dan membiarkan Aku menyinarinya, maka terdapat lebih banyak dari diri-Ku dari pada dirimu.”

18 February 2009

You Are Here – Hillsong London

Tuduhan Palsu Terhadap Hamba Tuhan

Salah satu kisah yang amat menyedihkan serta menakutkan yang pernah kudengar adalah menyangkut seorang Penginjil yang masih muda. Ia baru berumur 21 tahun, semangat pelayanan terhadap Tuhan berapi-api, sangat bagus khotbahnya dan sangat sukses dalam memenangkan jiwa orang. Dia dicari-cari oleh banyak jemaat lokal. Ia telah berkhotbah di pelbagai KKR besar dan tidak mengherankan bahwa dalam KKR nasional, ia akan menjadi pembicara yang utamanya.

Meskipun ia belum tamat dari sekolah Alkitab, ia merupakan seorang pemuda yang menjadi anak-asuh dari evangelis inter-national Sammy Tippit yang amat terkenal, karena pemuda ini amat disukai dan bijak. Walaupun ia belum mempunyai seorang pacar wanita yang tetap, ia biasa berkencan di sekolah Alkitab. Secara rohani, ia seorang pemuda yang matang dan hati-hati. Namun, kadang-kadang, ia bisa terlalu naif dan lugu.

Pada malam pertama dari KKR itu, ia menjadi ketua bagian Pelayanan Konseling dalam suatu ruangan yang besar di belakang ruang studi pendeta. Seorang gadis yang cantik bertanya kepadanya apakah ia dapat berbicara secara pribadi dengan dia. Ia berusaha untuk menyerah-kan hal ini kepada rekan lainnya. Namun, ketika gadis itu agak memaksa, ia mengatakan bahwa ia harus menunggu sampai ia selesai dengan yang lain. Ketika pertemuan selesai satu jam kemudian dan semua konselor sudah pulang, ia berada sendirian dengan gadis itu.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba gadis itu keluar dari kamar seraya berteriak, “Dia mengganggu saya! Ia ingin memperkosa -ku!!”

Malam itu juga pendeta tuan rumah disertai beberapa hamba Tuhan yang merencanakan KKR itu berkumpul menghadapkan pengkhotbah muda itu dengan si gadis dan meminta klarifikasi. Ia dengan tegas menolak tuduhan gadis itu, namun ia tidak mempunyai seorang saksipun. Gadis itu sendiri agaknya mempunyai nama baik di dalam jemaat dan tidak ada alasan apapun untuk tidak mempercayai pernyataannya.

“Apa yang sesungguhnya terjadi dalam ruang itu?” tanya hamba Tuhan. Pemuda itu menjawab, “Bila aku menceritakan kepadamu, itu berarti bahwa saya menuduh seseorang di belakangnya, sama seperti hal itu terjadi pada diriku saat ini. Aku hanya minta, agar aku boleh dihadapkan kepada orang yang menuduh aku”

Para pendeta setuju bahwa mereka akan meminta gadis itu untuk dikonfrontasikan dengan pemuda yang bersangkutan dengan disaksikan oleh semua hamba Tuhan yang hadir dalam KKR itu. Dua malam kemudian, gadis itu datang dengan disertai kedua orang tuanya dalam pertemuan yang amat pribadi. Pemimpin para hamba Tuhan bertanya kepada gadis itu, apakah ia mau mengulangi lagi pernyataan tentang apa yang terjadi di dalam kamar itu. “Ia sudah menceritakan segala sesuatu apa yang terjadi,” kata ayahnya dengan geram, sedangkan ibunya mengamininya sambil melirik kepada pemuda itu.

“Nah, maukah Anda menceritakan versimu tentang apa yang terjadi di dalam kamar itu, nak?”, tanya hamba Tuhan kepada pemuda itu.

“Tidak, pak”, menjawab pemuda itu. “Itu tidak ada gunanya. Hanya dia dan saya mengetahui kebenarannya dan aku tak dapat membela diriku sendiri. Hanya aku ingin mengatakan kepadanya, Cindy, Anda tahu apa yang terjadi dan apa yang tak terjadi dalam kamar itu. Bila Anda tidak mengatakan kebenarannya, aku akan dicap sebagai seseorang yang munafik dan aku tidak pernah dapat berkhotbah lagi. Hal ini akan merusak reputasiku, reputasi jemaat ini bahkan eksistensi Tuhan. Bila aku memang berbuat seperti apa yang Anda katakan, aku layak menerimanya, namun kita berdua mengetahui, bahwa hal itu tidak benar. Aku memintamu dengan sungguh-sungguh dan di dalam nama Kristus, untuk menyatakan kebenarannya.”

Sesuatu keheningan yang amat dalam meliputi pertemuan itu, ketika para hamba Tuhan dan kedua orang tuanya menyaksikan bagaimana wajah gadis itu berubah dan akhirnya air matanya menetes dengan deras dari wajahnya. “Aku berdusta,” katanya dengan tenang, “Aku meminta maaf. Aku berdusta. Ia sama sekali tidak pernah menggangguku, sebaliknya akulah yang menggodanya. Dan ketika ia menolakku, aku begitu malu dan gusar, sehingga aku mengarang cerita itu. Aku mohon maaf!”

Jerry Jenkins, Hedges, 1989 - Higherpraise.com

17 February 2009

Ketika Kamu Mengira Aku Tak Melihat

Sebuah pesan buat setiap orangtua untuk dibaca, karena anak-anak Anda mengamati dan melakukan seperti yang Anda perbuat, dan tidak seperti apa yang Anda katakan.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bahwa Engkau menggantung lukisanku yang pertama di almari es, dan aku langsung ingin melukis sebuah lukisan lagi.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bahwa Engkau memberikan makan kepada seekor kucing yang tersesat dan aku telah belajar bahwa ramah terhadap binatang itu sesuatu yang baik.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bahwa Engkau membuat kue kesukaanku dan aku belajar bahwa sesuatu yang sepele dapat menjadi sesuatu yang penting di dalam hidup ini.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku mendengar Engkau berdoa dan akupun tahu bahwa ada Tuhan kepada siapa aku selalu dapat berbicara dan belajar untuk mempercayai-Nya.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bahwa Engkau membuatkan makanan untuk seorang kawan yang sedang sakit dan aku belajar kita semua seharusnya saling menolong dan peduli.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku merasakan ciumanmu selamat tidur dan aku merasa bahwa aku dikasihi dan merasa aman.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bagaimana Engkau mengurus rumah tangga berikut semua yang berada di dalamnya dan aku belajar bahwa kita harus mengelola apa yang Tuhan anugerahkan kepada kita.

Ketika Engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan bagaimana engkau melakukan tanggung jawabmu, kendati tubuhmu kurang sehat dan aku belajar, harus bertanggung jawab bila aku kelak dewasa.

Ketika engkau mengira aku tidak melihat, aku memperhatikan engkau mengeluarkan air mata dan aku belajar bahwa kadang-kadang ada sesuatu yang menyakiti kita, namun tidak mengapa bila kita harus menangis.

Ketika engkau mengira aku tidak melihat, aku memandangmu dan ingin mengatakan, “Terima kasih untuk segala sesuatu yang aku telah melihat ketika engkau mengira aku tidak memperhatikannya.

Setiap dari kita -sebagai orangtua, kakek, nenek kawan- mempengaruhi hidup seorang anak!

16 February 2009

Jembatan Terbesar

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 47; Kisah Para Rasul 19; Imamat 4-5

Kelihatannya tidak bisa dipercaya bahwa jembatan alam terbesar di dunia ini benar-benar ada karena proses alami selama jutaan tahun, tetapi itulah kenyataannya. Jembatan alam terbesar ini pertama kali terlihat tahun 1909 oleh para penjelajah di selatan negara bagian Utah, AS. Jembatan itu dijadikan monumen nasional. Monumen alam itu dijuluki Jembatan Pelangi, dengan bentangan jembatan berupa bebatuan. Jembatan ini merupakan jembatan alam terbesar, terbentuk selama jutaan tahun ketika Sungai Bridge mengukir jalannya melalui batuan pasir yang lembut, dan akhirnya menuju Danau Powell yang tidak jauh dari situ.

Oleh karena dosa, hubungan antara Allah dan manusia terputus. Dosa telah menciptakan jurang menganga yang tak terseberangi. Hal itu digambarkan dengan jelas oleh perumpamaan Lazarus dan orang kaya. Orang kaya itu memohon bapa Abraham agar Lazarus mengulurkan tangan untuk sekedar membasahi tenggorokannya yang kering.

Namun kita bersyukur, dosa yang telah menciptakan jurang menganga dan tak terseberangi oleh manusia itu akhirnya dapat kita seberangi melalui jembatan yang tidak lain jelmaan Allah sendiri, Tuhan Yesus. Marilah kita senantiasa bersyukur atas karunia keselamatan dalam Tuhan Yesus.

Tuhan tidak menuntut kita sempurna. Tuhan hanya menghendaki roh yang mau diajar, segera mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.

Jawaban.com

Elang, Kelelawar, Lebah

  • Elang.
    Bila Anda menempatkan seekor elang dalam satu sangkar berukuran 1.80 x 2.40 m2 sedangkan atasnya sama sekali terbuka, burung itu, walaupun mampu terbang, akan tetap tinggal sebagai burung dalam kurungan. Pasalnya adalah bahwa seekor elang kalau akan mulai terbang dari atas tanah, ia akan berlari dulu sejauh 3.00 sampai 5.00 meter, sebelum ia terbang ke angkasa.
    Tanpa ruang untuk berlari, yang memang menjadi kebiasaannya, ia bahkan tidak akan berusaha sedikitpun untuk terbang, melainkan tetap menjadi tawanan seumur hidupnya dalam suatu sangkar tanpa tutup di atasnya.
  • Kelelawar.
    Kelelawar yang biasa berterbangan kian-kemari di malam hari. Ia merupakan seekor binatang cekatan dan gesit. Namun iapun tak dapat terbang dari suatu permukaan yang rata. Bila ia ditempatkan di lantai atau tanah yang datar, satu-satunya yang ia dapat lakukan adalah menyeret kakinya bila bergerak, sama sekali tak berdaya, dan mungkin juga mengalami kesakitan, sampai ia mencapai suatu tempat dengan ketinggian di mana ia dapat take-off ke udara dengan cepat.
  • Lebah.
    Seekor tawon besar, bila di masukkan dalam sebuah gelas minum yang terbuka dari atas, akan selalu berada di tempat yang sama sampai dia mati, kecuali bila dikeluarkan dari tempat itu. Ia tidak pernah menyadari bahwa bagian atas yang terbuka itu merupakan jalan keluar menuju kebebasan. Sebaliknya, ia selalu mencari jalan keluarnya melalui bagian samping, dekat dengan alasnya. Ia selalu berusaha untuk mencari jalan keluar yang tak pernah ada, sehingga ia akhirnya menghancurkan diri sendiri.

Manusia di dalam banyak hal, manusia seperti elang, kelelawar atau lebah. Kita senantiasa bergumul dengan masalah-masalah dan keputus-asaan kita, dan tidak pernah sadar bahwa apa yang kita perlukan adalah hanya menengadah ke atas.

Sumber : Ellen Klinke

15 February 2009

Humor : Pramugari Baru

Seorang kapten penerbang sedang menerima lamaran kerja seorang pramugari. Baginya sudah djelas bahwa pramugari itu belum pernah melakukan banyak perjalanan. Bahkan iapun mengaku bahwa baru pertama kali ia menginap di luar rumahnya.!

Nah, dengan demikian kapten penerbang itu menunjukan pramugari itu tempat-tempat yang terbaik bagi para pramugari untuk belanja, makan dan tempat menginap.

Esok harinya, ketika penerbang sedang mempersiapkan anak buahnya untuk memulai tugas rutinnya, ia diberi tahu bahwa pramugari yang baru tidak muncul. Karena ia tahu, di mana pramugari itu menginap beserta nomor kamarnya, ia menelponnya dan menanyakan mengapa ia tidak datang bekerja.

Pramugari itu menjawab dengan disertai tangisan bahwa ia tidak dapat keluar dari kamarnya. Kaptennya bertanya, ”Mengapa kamu tidak bisa keluar dari kamarmu?”

Anak perempuan itu menjawab sambil menangis, “Ada tiga pintu dalam kamarnya. Yang satu adalah pintu kamar mandi. Yang kedua adalah pintu almari dan yang ketiga ada tandanya: Jangan Menganggu!” (Don’t disturb)

14 February 2009

Kasih : Kuasa Pendorong

Yohanes 15:12-13 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 45; Kisah Para Rasul 17; Keluaran 39-40

Kasih. Itulah perintah pertama dan terutama yang diberikan Yesus kepada kita. Namun terlampau banyak orang percaya yang lalai untuk mematuhinya. Saya sedang membicarakan orang percaya yang dapat mengutip ayat dengan lancarnya bahkan mungkin menyebut nama Yesus 35 atau 40 kali sehari, namun mereka kasar dan tidak peka terhadap kebutuhan dari teman-teman dan keluarga mereka. Mereka sedemikian sibuk ‘melayani Tuhan' sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk melayani orang lain. Pertengkaran menjadi bagian dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Anda mungkin telah diselamatkan 45 tahun; Anda mungkin berkata-kata dengan bahasa roh sepanjang hari; tetapi jika Anda menyimpan perselisihan di hati Anda dan Anda tidak hidup menurut perintah kasih, maka hal-hal rohani merupakan kebodohan bagi Anda.

Bila Anda hidup seperti itu, nama Yesus tidak akan ada artinya bagi Anda. Iman takkan berhasil karena Alkitab menyatakan bahwa iman bekerja oleh kasih. Malah sebenarnya, tiada karunia Roh yang akan bekerja jika Anda tidak mempunyai kasih (lihat 1 Korintus 13).

Maukah Anda melihat kuasa Tuhan yang luar biasa disalurkan melalui hidup Anda? Kalau demikian, mulailah hidup dengan berjalan atas perintah kasih itu. Mulailah mengasihi orang-orang di sekitar Anda.

Kasih adalah kuasa pendorong. Kuasa Tuhan takkan bekerja tanpa kasih. Itulah sebabnya kita menyaksikan sedemikian banyak kegagalan kuasa atau kelemahan dalam Tubuh Kristus. Mulai hari ini, Anda dan saya dapat mengubah kegagalan itu. Kita yang memutuskan dan mengijinkan agar firman Tuhan tinggal dengan limpahnya dalam diri setiap kita. Kita dapat menetapkan hati kita untuk terus memelihara perintah Yesus dan menyebut nama-Nya dengan keyakinan dan penuh kuasa. Dan terutama sekali kita dapat mulai saling mengasihi.

Sesudah itu kita benar-benar akan menyaksikan kuasa Tuhan mulai mengalir.

Ketika Anda memutuskan untuk hidup dalam kasih, iman dan pengharapan akan senantiasa bangkit dalam hidup Anda.

Jawaban.com

Weekly Scripture – Matius 6:7

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. - Matius 6:7

Humor: Mati Mendadak

Sebuah kelompok belajar Alkitab sedang mendiskusikan kemungkinan untuk mati mendadak.

"Kita semua pasti mati suatu hari nanti," kata pemimpin diskusi, "dan tak satu pun dari kita tahu kapan itu terjadi, tapi jika seandainya tahu, kita pasti akan benar-benar menyiapkan diri sebelum saat itu terjadi." Semua orang menganggukkan kepala tanda setuju.

"Apa yang kamu lakukan jika kamu tahu kamu hanya punya empat minggu sebelum mati, sebelum dihakimi?" tanya pemimpin diskusi.

"Selama empat minggu itu, aku akan menginjili orang-orang belum percaya yang ada di komunitasku, " kata seorang pria.

"Mulia sekali," kata si pemimpin. Semua orang pun setuju.

"Selama empat minggu, aku akan mengabdikan sisa hidupku untuk melayani keluarga, gereja, dan teman-temanku dengan lebih sungguh-sungguh", kata seorang wanita dengan antusias.

"Bagus sekali!" kata si pemimpin. Semua orang pun setuju.

Seorang pria di bagian belakang akhirnya berkata dengan keras. "Selama empat minggu itu, aku akan berkeliling Amerika dengan ibu mertuaku."

Semua orang bingung. "Mengapa kamu ingin melakukan hal itu?" tanya si pemimpin.

"Karena," kata pria itu tersenyum menyindir, "saat itu akan menjadi empat minggu terlama dalam hidupku."

13 February 2009

Seandainya Allah Tidak Ada

Anak itu masih kecil. Seusai sekolah Minggu, ia dengan santai berjalan pulang sambil menikmati keindahan alam di sekitarnya.

Dengan sepatunya ia mencari-cari di antara rumput dan menemukan seekor ulat berbulu. Kemudian ia menemukan sebuah kaleng susu yang sudah kosong dan menggunakannya sebagai sebuah bola untuk ditendang-tendang.

Sebuah sarang burung di atas pohon tinggi merupakan sesuatu mujizat bagi matanya yang selalu bergairah untuk mengamati segala sesuatu yang ajaib dan indah dari Tuhan.

Seorang tetangga mengamati anak itu yang berjalan kian-kemari tanpa tujuan dan menanyakan apa yang sedang ia kerjakan?
Anak itu menjawab, “Aku baru kembali dari Sekolah Minggu,” jawabnya. Sementara membalikkan seonggok rumput dengan sepatunya. Ia memungut seekor cacing dan mengatakan, “Aku belajar begitu banyak sekali dari Tuhan.”

“Wah, bagus itu,” kata tetangganya. “Namun, katakanlah Allah itu dimana, dan aku akan memberimu sedikit uang yang baru.”

Anak yang ternyata cukup cerdas itu menjawab langsung dan pasti, “Dan Pak, bila Bapak bisa menunjukkan di mana Allah tidak ada, aku akan memberi Bapak uang satu dollar!”

12 February 2009

Tuhan Itu Hidup

Di sebuah Gereja, seorang Pendeta sedang berkotbah. Setelah selesai kebaktian, seorang ibu yang tua renta menghampiri dan memandangnya dengan sorot mata yang memohon. "Anak saya ingin mengetik kotbah Bapak Pendeta yang sudah saya rekam tadi, dia sangat tertarik. Bolehkah, setiap anda berkotbah, saya membawa alat perekam ini ? Setiap hari Senin saya memperoleh rekaman dan hari Sabtu saya akan mengantar ketikan ini untuk dibagikan."

Hal ini sudah berjalan selama satu tahun, sampai saat itu Pak Pendeta tidak mengetahui siapakah anak itu, setiap kali Pak Pendeta menelepon untuk berterima kasih, jawaban selalu sama, "Marie Louise tidak bisa mengangkat telepon, ada pesan?"

Sampai suatu saat, akhirnya Pak Pendeta diundang untuk jamuan teh oleh Marie Louise. "Silakan masuk", ibunya Marie Louise mempersilakan. Terdengar suara yang menderit, seorang gadis berjalan dengan langkah yang terseret-seret ia tidak memiliki kedua lengan, ia sangat manis dan berkata, "Inilah saya Marie Louise. Beginilah keadaan saya sejak lahir. Pada awalnya saya membenci keadaan saya dan setiap saat saya merasakan kejang-kejang di seluruh tubuh saya. Saya tidak bisa menjalani kehidupan layaknya remaja yang lain. Saya kesakitan, hanya di tempat tidur, saya marah, saya kecewa, saya mulai gusar .... Saya berteriak .... Saya memaki-maki dan berkata dengan kasar. Saya mulai menangis. Saya menangis histeris, bahkan saya mengutuki hari kelahiran saya. Saat itu ibu memeluk saya, setelah saya lihat wajahnya, ia menangis dan ia bernyanyi, 'Karena Tuhan ada, saya pun ada, karena Tuhan ada hari depan saya pun ada'. Ada sentuhan saat itu dan saya mulai bersyukur dengan keadaan saya, karena TUHAN ITU HIDUP. Betapa sakitnya kaki saya untuk mengetik namun saya lakukan ini untuk TUHAN."

11 February 2009

Arti Hidup

Selama ini aku tidak tahu untuk apa aku mengerjakan pekerjaan/masalah yang sepertinya tidak ada henti-hentinya datang di dalam hidupku. Namun suatu hari aku menemukan jawaban dari semua itu, bahwa Tuhan mau aku berarti di dunia ini terlebih untuk kemuliaanya. Dan bagi saudara-saudara lakukanlah hidupmu seperti arti hidup ini:

ARTI HIDUP
Hidup adalah anugerah... Terimalah!
Hidup adalah tantangan... terimalah!
Hidup adalah penderitaan... Atasilah!
Hidup adalah pertandingan... Menangkanlah!
Hidup adalah kewajiban... Lakukanlah!
Hidup adalah kesukaaan... nikmatilah!
Hidup adalah lagu...Nyanyikanlah!
Hidup adalah janji... Penuhilah!
Hidup adalah teka-teki... Pecahkanlah!
Hidup adalah kesempatan... Gunakanlah!
Hidup adalahkeindahan... Bersyukurlah!
Bertindak dan isilah hidupmu bagi kemuliaanNya.

Kiriman : Solet Sinaga

10 February 2009

Menghentikan Desas-desus

Keluaran 10:22-23 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 41; Kisah Para Rasul 13; Keluaran 31-32

Bertahun-tahun yang lalu iblis mulai menyebarkan gosip. Dia mengatakan kepada sebagian orang Kristen bahwa mereka harus hidup seperti dunia, mengalami semua kemalangan, kekalahan, kemiskinan dan kegagalan yang sama seperti orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Ya, kabar angin itu telah tersebar luas. Anda sendiri mungkin telah mempercayai berita angin ini. Tetapi saya berkata kepada Anda sekarang juga bahwa itu adalah dusta yang licik.

Firman Tuhan menyatakan dalam Mazmur 9:10 bahwa malapetaka bahkan takkan mendekati rumah Anda jika Anda tinggal dalam Dia. Dalam Yohanes 16, Yesus sendiri mencabut kuasa yang mencelakakan Anda dari dunia ini. Dan Keluaran 10:23 mengatakan bahwa ketika kegelapan menyelimuti seluruh penduduk Mesir, orang Israel mempunyai terang di tempat kediaman mereka.

Melalui ayat-ayat ini dan ayat lainnya, Anda dapat melihat bahwa Tuhan tidak pernah menghendaki Anda mengalami semua kesusahan yang diderita oleh dunia ini. Tuhan selalu menginginkan anak-anak-Nya hidup lebih baik daripada itu, hidup sebagai terang di dunia yang gelap ini.

Dalam Perjanjian Lama, kemasyuran Tuhan ditetapkan karena adanya mukjizat-mukjizat yang diperbuatnya bagi anak-anak-Nya. Hal serupa seharusnya berlaku atas diri Anda dan saya. Kita seharusnya memuliakan Tuhan dengan hidup dalam kemenangan yang ajaib. Orang-orang seharusnya berdatangan menemui kita sambil berkata seperti ini, "Saya telah mendengar bagaimana Tuhan telah menyembuhkan Anda" atau "Saya telah mendengar bagaimana anak-anak Anda dibebaskan dari narkotika" atau "Tuhan benar-benar telah melepaskan Anda dari krisis keuangan".

Dapatkah Anda melihat kini mengapa iblis mau menyebarkan gosip untuk meyakinkan Anda bahwa Anda harus menderita bersama dengan dunia dan bukannya hidup sebagai pemenang atas dunia ini? Dia tidak menginginkan orang-orang berlarian mendatangi Anda untuk menanyakan darimana Anda memperoleh kuasa, damai sejahtera, kesehatan dan kemakmuran Anda.

Tetapi itulah tepatnya yang Tuhan inginkan. Jadi, peganglah firman Tuhan dan beranilah menerima berkat-berkat yang telah dijanjikan Tuhan kepada Anda. Biarlah cahaya dari kuasa Tuhan dalam hidup Anda menghentikan desas-desus dari si iblis!

Berita yang berasal dari Kerajaan Surga akan senantiasa menguatkan dan meneguhkan iman Anda, bukan mematahkannya.

Jawaban.com

Humor: Lima Ratus Bebek

Seorang guru pria berkata kepada dua orang muridnya yang sedang ngobrol, "Dua orang wanita bicara, ributnya bisa menyamai seribu ekor bebek."

Waktu istirahat tiba, pacar guru tersebut datang ke sekolah mencarinya. Seorang murid wanita segera datang ke kantor guru dan berkata, "Pak guru, di ruang tamu ada lima ratus ekor bebek mencari bapak."

09 February 2009

Yohanes 3:16

Di kota Chicago, pada suatu malam yang gelap dan dingin dan turun salju. Seorang anak laki menjual koran di suatu pojok, orang-orang keluar masuk dalam dinginnya malam. Anak laki tersebut kedinginan sehingga ia tidak berusaha menjual banyak koran. Anak laki itu menghampiri seorang polisi dan berkata, "Pak, anda pasti tahu khan dimana seorang anak laki miskin dapat menemukan tempat yang hangat untuk tidur malam ini? Anda lihat, saya tidur di dalam sebuah kotak di sekitar sudut di sebuah gang, luar biasa dinginnya malam ini di sana. Tentunya akan sangat menyenangkan bila mempunyai tempat hangat untuk tinggal."

Polisi itu menoleh ke anak tersebut dan berkata, "Engkau pergilah ke jalan itu, ke rumah putih yang besar, dan kau ketuk pintunya. Ketika mereka keluar membuka pintu kau hanya perlu mengatakan Yohanes 3:16 dan mereka akan membiarkan kau masuk."

Anak laki itu melakukannya, ia menaiki anak tangga menuju rumah itu, mengetuk pintunya dan seorang wanita menjawab. Anak itu menengadah dan berkata, "Yohanes 3:16."

Wanita itu berkata, "Masuklah, anakku".

Wanita itu membawanya masuk dan menyuruh ia duduk di kursi goyang di depan perapian tua besar yang menyenangkan dan wanita itu berlalu. Anak itu duduk di situ sebentar, dan berpikir Yohanes 3:16. "Saya tidak mengetahuinya, tapi itu tentunya dapat menghangatkan seorang anak yang kedinginan."

Tak lama kemudian, wanita tersebut kembali dan bertanya "Engkau lapar ?"

Anak itu menjawab, "Yah, sedikit. Saya belum makan selama dua hari dan saya kira saya dapat bertahan dengan sedikit makanan."

Wanita itu membawanya ke dapur dan mendudukannya di sebuah meja penuh dengan makanan yang lezat. Anak itu makan dan makan sampai ia tidak dapat makan lagi. Kemudian ia berpikir kepada dirinya sendiri "Yohanes 3:16 wah, saya jelas tidak mengetahuinya, tapi tentunya itu dapat mengenyangkan seorang anak yang kelaparan."

Wanita itu membawanya naik tangga menuju kamar mandi dengan bak mandi besar yang penuh dengan air hangat dan anak itu masuk ke dalamnya dan berendam sebentar. Sewaktu ia berendam, ia berpikir lagi kepada dirinya sendiri, "Yohanes 3:16.. saya jelas tidak mengerti itu, tapi itu dapat membersihkan seorang anak yang kotor. Saya belum pernah mandi, benar-benar mandi, seumur hidup saya. Mandi yang pernah saya jalani sebelumnya adalah ketika saya berdiri di depan hidran pemadam kebakaran tua yang besar sewaktu airnya menyembur keluar."

Wanita itu masuk dan membawa anak itu ke sebuah ruangan dan membaringkannya ke dalam ranjang bulu yang besar dan tua, dan menyelimutinya sampai ke leher dan memberikan ciuman selamat tidur serta mematikan lampu. Selagi ia berbaring di dalam kegelapan, ia melihat keluar jendela pada salju yang turun di malam yang dingin itu dan berpikir kepada dirinya sendiri, "Yohanes 3:16.. Saya tidak mengetahuinya, tapi itu yang jelas dapat memberikan istirahat untuk seorang anak yang lelah."

Keesokan paginya wanita itu kembali dan membawanya turun ke meja besar yang penuh dengan makanan. Setelah anak itu makan wanita itu membawanya kembali ke kursi goyang di depan perapian dan wanita itu membawa Alkitab tua yang besar dan duduk di depan anak itu dan mendongakkan kepalanya dan bertanya, "Engkau tahu Yohanes 3:16 ?"

Anak itu berkata, "Tidak, bu, saya tidak tahu. Saya mendengar itu pertama kali semalam ketika seorang polisi memberitahukan saya untuk menggunakannya."

Wanita itu membuka Alkitab pada Yohanes 3:16, dan ia mulai menerangkan tentang Yesus. Di sana, di depan perapian tua yang besar, anak itu memberikan hati dan hidupnya untuk Yesus. Ia duduk disana dan berpikir, "Yohanes 3:16. Saya tidak mengetahuinya, tapi itu tentunya membuat anak yang tersesat merasa aman."

Anda tahu, saya harus mengakuinya bahwa saya juga tidak tahu, bagaimana Tuhan rela mengirimkan AnakNya mati untuk saya, dan bagaimana Yesus bersedia setuju untuk melakukan hal itu. Saya juga tidak tahu, tetapi tentunya itu membuat kehidupan menjadi berarti.

Amin

Terjemahan dari John 3:16

Kasih Musiman

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dan dengan segenap kekuatanmu, dan segenap akal budimu.” Itulah hukum yang pertama …

Mungkin. Hanya mungkin saja, dari antara Anda ada yang berpikir bahwa kalimat di atas tidak lengkap, salah pula. Akan tetapi, saya hanya ingin mengajak Anda untuk berpikir ulang, bahwa mencintai Tuhan pada baris pertama adalah kewajiban. Bukan mencintai diri Anda sendiri dan sesama manusia. Itu nomor dua; bukan nomor satu. Tahukan Anda soal yang satu ini? Saya yakin, Anda akan memberi jawaban, “Ya, saya tahu.”

Anda tahu. Hanya tahu saja. Itu mungkin sudah cukup. Namun sayang, sayang sejuta sayang, Tuhan tak hanya memerlukan “kalau Anda tahu”, tetapi apakah Anda melakukannya. Mempraktikannya? Menurut Alkitab, bukankah kita adalah surat yang seharusnya bisa dibaca semua orang? Tentu sebuah bacaan yang menarik dan benar. Dan juga yang akan dinilai dari buah yang dihasilkan bukan?

Nah, jawaban pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Iseng-iseng saja sambil menyeruput teh pada pagi hari, apakah benar bahwa Anda sudah mengasihi tuhan Allah itu, di barus terdepan dan tak menjadikannya sebagai petugas pemadam kebakaran, perawat, pembantu dan menomorduakan Dia setelah suami, istri, anak, rumah dan mungkin simpanan Anda yaitu uang maksud saya. Akan tetapi, kalau Anda memiliki interpretasi berbeda, silakan. Ini negara demokrasi!

1. Kalau jadwal kebaktian yang tersedia adalah pukul enam pagi, delapan pagi, sepuluh pagi, lima sore, dan tujuh malam, jam kebaktian manakah yang akan Anda pilih? Mengapa Anda memilih jam bersangkutan? Susah bangun? Sibuk? Seandainya saya jadi ketua gereja sedunia, saya ingin membuat jadwal kebaktian hanya satu kali saja. Pukul empat pagi seperti Yesus berdoa sebelum ayam berkokok.

2. Katakanlah Anda memilih jadwal pukul sepuluh pagi. Pukul berapa Anda tiba di gereja? Sepuluh tepat, sepuluh kurang? Kurang 2 menit? 5 menit? 30 menit? Lebih 2 detik? Lebih 15 menit, lebih 30 menit? Atau … tidak datang sama sekali dan berjanji datang pukul 5 sore atau 7 malam, yang belum bisa di pastikan kehadirannya?

3. Kalau Anda terbang ke sebuah kota di dalam negeri dengan pesawat terbang pukul 6 pagi, maka pada pukul 5 Anda diharuskan hadir di bandara. Pukul berapa Anda harus bangun? Katakanlah pukul 4. Pertanyaan saya. Maukah Anda memasang beker jam 4 untuk berdoa? Tidak. Anda memasang beker demi mendisiplinkan diri pada aturan main penerbangan, di tengah mata Anda yang riyep-riyep.

Anda taat kepada aturan main pesawat yang bisa menenggelamkan Anda ke laut. Untuk Tuhan? Pasang beker? Nanti saja dulu. Teman saya berkomentar, “Mas, tetapi kan kita enggak tiap hari naik pesawat?” Saya jawab, “Tapi kan kamu di kasih napas tiap hari buat hidup?” Kita itu selalu protes sama Tuhan, tetapi dengan dunia, selalu setuju saja, apapun resikonya.

4. Tanggal berapa setiap bulannya Anda membayar tagihan listrik, air, dan telepon? Umumnya sekitar tanggal 20-an. Anda dan saya membayar dengan tepat. Mengapa? Anda takut dan tak mau listrik padam, air tak menyala, dan telepon tidak bisa digunakan untuk menggosip. Tidak takutkah kalau hidup Anda dipadamkan Tuhan, karena tak pernah tepat membayar perpuluhan? Tepat? Waduh, Anda saja yang menjawab apakah tepat dan konsisten. Anda mungkin menjawab, “Ya … Tuhan kan mengerti … lagi tekor untuk biaya anak sekolah”. Mengapa Anda tak mengutarakan jawaban itu pada petugas PLN? Jawabannya, karena tidak bisa. Itulah mengapa Anda selalu tak pernah mengasihi Tuhan secara konsisten; karena senangnya hanya bernegosiasi, senangnya mencari sejuta alasan. Dan, yang paling mudah adalah dengan mengatakan bahwa saya manusia yang penuh dengan kedagingan, dan Tuhan tahu itu. Oh… Tuhan tahu, tetapi Tuhan tidak mengesahkan itu untuk dipakai sebagai alasan. Anda harus naik kelas. Terus-terusan Anda berpikir demikian, itu akan membuat Anda tidak pernah naik kelas dalam mengasihi Tuhan.

5. Apakah mungkin Anda mengasihi Tuhan dengan alasan? Dengan sebuah kondisi? Sementara kasih-Nya tak pernah berkondisi?

6. Kalau pada pagi hari Anda bangun dan dihadapan Anda terdapat Alkitab beserta Renungan Harian, lalu di sampingnya tergeletak surat kabar dengan headline Perekonomian Dunia Hancur serta gosip selebritis, manakah yang pertama yang akan Anda baca? Dan setelah Anda membaca keduanya, hal mana yang akan Anda sharingkan pada teman-teman Anda? Bacaan Alkitab atau gosip selebriti?

7. Kalau Anda mengatakan Anda mengasihi Tuhan, mengapa Anda sulit sekali memaafkan orang yang bersalah kepada Anda? Mengapa Anda dendam? Mengapa Anda gengsi? Bayangkan Yesus sebagai Anak Allah, Raja segala raja mau mengampuni dan menghapus dosa Anda dan saya, dengan mati di kayu salib. Bagaimana mungkin, manusia seperti saya dan Anda bisa memiliki perilaku lebih besar dari Raja segala raja untuk tidak mengampuni? Kok bisa, pengampunan Anda itu sudah dibayar lunas, masih mau menagih hutang ke teman Anda untuk sebuah permohonan maaf?

Mungkin sebaiknya saya dan Anda harus menyediakan waktu sejenak untuk menjawab pertanyaan betapa sulitnya mengampuni? Atau mungkin saya dan Anda tidak perlu menyediakan waktu khusus itu, karena saya dan Anda sudah tahu jawabannya? Anda tahu jawabannya apa? Ini jawabannya, “Memang saya lebih besar dari Tuhan. Maaf, ya Tuhan.”

Nah, setelah menjawab, renungkanlah sejenak, mengapa jawaban Anda kesana kemari atau bahkan tidak bisa menjawab. Karena saya dan Anda melanggar aturan main yang pertama. Kita tidak pernah mengasihi Tuhan secara intens dan konsisten. Kasih kita musiman. Jadi, kalau syarat pertama saja dilanggar, membayangkankah Anda apa yang terjadi dengan syarat-syarat di nomor 2 dan 75? Lha wong Tuhan yang menciptakan Anda, yang memberi napas setiap pagi saja tidak pernah Anda kasihi, kok mau mengasihi orang yang tak memberi apa-apa untuk Anda.

Kalau saja Tuhan juga tidak berkonsisten mengasihi Anda, setiap beberapa jam Anda bakal sesak napas. Mati suri dan hidup lagi. Itu mengapa, anda dan saya selalu memperlakukan tuhan yang merupakan Raja segala raja menjadi hamba, dan Anda tentunya saya juga, yang hanya hamba, tetapi memiliki perilaku tuan yang memerintah, yang menyuruh, yang bossy.

Maka, pada bulan kasih ini jangan cepat-cepat membeli kartu valentine, tetapi buru-buru untuk berjanji mengasihi-Nya secara total dan bukan parsial; hanya setahun sekali seperti hari Valentine. Berjanjilah mengasihi-Nya tanpa kata tapi, karena dia tak pernah mengasihi Anda dan saya dengan kata tapi.

Oleh : Samuel Mulia

Renungan Harian edisi Februari 2009

08 February 2009

Janji

Sudah berapa banyak “buku pernikahan” yang diberikan kepada Anda atau yang Anda beli sejak Anda berdua menikah? I Promise You Forever akan membantu Anda berpikir dengan cara baru tentang cara mengembangkan pernikahan Anda.

Dalam buku ini, Gary Smalley, pakar pernikahan terkemuka di Amerika, memberikan solusi yang revolusioner bagi berbagai alasan yang menyebabkan gagalnya sebagian besar nasihat pernikahan. Kesimpulan barunya yang mengejutkan : Pernikahan-pernikahan yang hebat di bangun di atas landasan kepercayaan, bukan di atas landasan ketrampilan-ketrampilan perilaku yang kita belajar gunakan.

Setelah memberikan konseling kepada pasangan-pasangan menikah selama bertahun-tahun, Dr. Smalley menyadari bahwa tidaklah cukup kalau Anda hanya mempelajari bahasa kasih pasangan Anda, terampil dalam mencari jalan keluar konflik, mengendalikan emosi-emosi Anda, atau menjadi pakar di kamar tidur. Kecuali pasangan Anda cukup aman untuk membuka hatinya tanpa takut di hakimi, dikritik, disalahkan, atau ditolak; apapun yang Anda lakukan takkan efektif. Hanya ketika para pasangan merasa “aman” secara emosional itulah, mereka baru bisa benar-benar menjadi satu, seperti yang Allah kehendaki. Berdasarkan penelitian selama 10 tahun, Dr. Smalley membagikan janji-janji sepenuh hati yang bisa Anda berikan kepada pasangan Anda, yang dijamin akan membangun kepercayaan dan membantu Anda berdua menjadi pasangan jiwa, kekasih, sekaligus sahabat sejati seperti yang Anda inginkan.

Ketentraman menjadikan pernikahan Anda terasa seperti tempat paling aman di bumi, tempat Anda ingin tinggal, bertumbuh, dan mengasihi.
Akan tetapi, untuk mengalami tingkat ketentraman tersebut,
Anda harus membangun sistem keamanan hubungan yang mantab dan memasukkan kodenya untuk mengaktifkannya, sama seperti yang Anda lakukan dengan sistem keamanan elektronik di rumah Anda.
Maka, Anda akan menuju ke pernikahan terbaik yang bisa Anda bayangkan.

Dikutip dari I Promise You Forever, Dr. Gary Smalley, Gloria Graffa, 2008

Renungan Harian edisi Februari 2009

07 February 2009

Weekly Scripture – Mazmur 127:1-2

"Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." - Mazmur 127:1-2

Humor : Mangkuk si Babi

Seorang pria sedang berjalan-jalan di luar negeri untuk menikmati liburan. Dia sangat haus, jadi dia memutuskan untuk berkunjung ke rumah seseorang dan meminta air.

Wanita pemilik rumah mengundangnya masuk dan memberinya semangkuk sup yang masih panas. Kemudian muncul seekor babi yang berlarian di dapur, lalu lari ke arah pengunjung dan terlihat antusias sekali dengan pengunjung itu.

Si pengunjung mengatakan bahwa ia belum pernah melihat babi yang seramah itu. Si pemilik rumah mejawab, "Uhm, sebenarnya ia tak terlalu ramah. Itu mungkin karena kamu menggunakan mangkuk makannya."

06 February 2009

Pohon Kenari

Karena lelahnya seorang petani duduk di bawah pohon kenari sambil mengebaskan topinya untuk menghilangkan rasa panas karena seharian bekerja di bawah terik matahari. Secara bergantian ia memandang tanaman labunya dan pohon kenarinya yang sedang berbuah lebat. Petani itu mulai berpikir, "Tuhan kurang perhitungan dan tidak adil? Buah labu itu besar, tetapi Ia justru menaruhnya pada tanaman merambat yang berbatang kecil sehingga dengan susah payah batang itu menahan buahnya. Sebaliknya kenari ini mempunyai pohon dan cabang yang besar tetapi buahnya kecil saja. Seandainya saya yang menciptakannya saya akan berbuat sebaliknya agar lebih sesuai.”

Sementara petani itu menyandarkan tubuhnya pada pohon kenari tiba-tiba sebuah buah kenari jatuh di atas kepalanya. Ia memungut kenari itu. Akhirnya ia berdiri dan berkata,”Tuhan memang luar biasa dan bijaksana. Ia adil dan pengasih. Seandainya buah kenari ini sebesar labu saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kepala saya.”

Seringkali kita juga berlaku seperti petani di atas. Kita mengatakan Tuhan tidak adil karena sudah membuat kita seperti sekarang ini. Dan dengan keadaan seperti sekarang memang tidak ada sesuatupun yang bisa kita lakukan. Tetapi perhatikanlah sebagaimana Tuhan menciptakan berbagai macam tumbuhan dengan berbagai bentuk dan manfaatnya, demikianlah Allah menciptakan kita dengan beragam kemampuan dan karunia. Tuhan Yesus menciptakan kita masing-masing secara khusus agar kita dapat berbuah bagi yang lain. Banyak orang menyangka ia sudah berbuat banyak tetapi jika ia tidak menjadi berkat bagi orang lain sebenarnya ia bukan berbuah tetapi bengkak. Bengkak artinya ia berbuah bagi dirinya sendiri alias menumpuk berkat bagi dirinya sendiri.

Dan juga jangan pernah anda berkata bahwa Allah tidak adil karena anda tidak sekaya orang lain atau tidak secantik, semampu dan sepintar mereka. Bagi Allah yang lebih penting bukan secara jasmaniah tetapi apakah hidup kita dapat berbuah banyak atau tidak. Ingatlah bagi Allah hanya ada 2 macam orang: yang berbuah dan yang tidak berbuah. Jangan menjadikan kondisi atau kekurangan suatu alasan bagi kita untuk tidak berbuah bagi Allah, orang lain dan diri kita sendiri. Sekalipun Yesus berlatar belakang sebagai seorang tukang kayu, keadaan ini tidak menghalangi-Nya untuk menggenapi kehendak Allah di dalam kehidupan-Nya dan Ia sudah membuktikan bahwa Ia berguna bagi Kerajaan Allah. Dengan menjadi berkat bagi orang lain berarti kita telah memenuhi maksud Allah ketika Ia membentuk kita.

DOA:
Bapa yang penuh kasih aku tidak akan pernah berkata bahwa aku tidak Berguna dan bahwa Engkau tidak adil karena Engkau telah menciptakan aku untuk suatu maksud yang indah dan mulia. Terima kasih Bapa atas semua yang Engkau karuniakan kepadaku, aku mau memakai semuanya untuk memuliakan namaMu. Dalam nama Yesus Yang Adil aku berdoa. Amin.

05 February 2009

Jangan Benci Aku Mama

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyeko lahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali.

Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, “Tunggu, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"

"Nama saya Elic, Tante."

"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"

Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati...

Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric... Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya.. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric… Eric… Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali...Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya.

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"

Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."

Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya, dosa anda tidak terampuni!"

Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. (kisah nyata dari Irlandia Utara)